Waktu Posting : 25-05-2014 14:06 | Dibaca : 2363x
13-05-2014 09:33
Untuk hidup dan kualitas hidup yang baik, manusia harus memiliki proses metabolisme yang berjalan dengan baik pula sehingga semua sistem yang ada pada tubuhnya bisa berjalan sempurna. Pada dasarnya Tuhan telah menciptakan proses metabolisme yang terbaik untuk kita tetapi dikarenakan gaya hidup dan pola makan serta pola hidup yang tidak sehat yang mengakibatkan proses metabolisme manusia menjadi kacau balau. Akibatnya banyak penyakit datang, organ tubuh tidak bekerja dengan baik, ketidakseimbangan hormone, dll. Dalam artian ilmiah, sebenarnya apakah metabolisme itu sendiri? Metabolisme adalah proses reaksi kimia yang selalu terjadi pada tubuh manusia dan juga mahkluk hidup lainnya. Sedangkan proses metabolisme itu sendiri adalah proses pengubahan segala sesuatu seperti makanan menjadi energi dan daya dalam tubuh manusia. Itulah kenapa jika kita makan sayur tubuh akan bugar, jika minum susu tulang akan kuat. Ini bisa juga diartikan sebagai pengubahan makanan atau apapun yang kita konsumsi menjadi energi, tenaga, kemampuan berpikir dll yang akan menunjang manusia untuk bisa beraktivitas dengan baik. Baca juga : Cara Mencegah Penyakit Kanker Payudara Nah, bagaimanakah dengan mereka yang proses metabolisme nya tidak berjalan dengan baik? Tentu saja ketidakseimbangan akan banyak terjadi dan ini tidak boleh dibiarkan secara terus menerus. Kita bisa berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan jalan keluar sehingga metabolisme tubuh bisa kembali normal. Tetapi, akan lebih baik jika Anda tidak menggunakan obat-obatan atau bahan kimia. Ada banyak obat herbal yang terbuat dari tanaman yang tersedia di sekitar kita. Penggunaan obat atau ramuan herbal untuk mengembalikan proses metabolisme akan sangat baik karena tidak akan menimbulkan efek samping yang negatif yang akan berpengaruh pada tubuh manusia. Beberapa tanaman yang bisa diolah atau digunakan untuk menjadi obat herbal yang akan menormalkan metabolisme tubuh manusia seperti daun buah sirsak, kulit manggis, buah mengkudu, bumbu alami seperti bawang merah, jahe, kunyit, temulawak, kunir putih, brotowali, sambiloto, dll. Konsumsi ramuan herbal mungkin akan terasa tidak nikmat namun hasilnya bisa dipastikan lebih baik. Bagaimana cara pengolahan bahan herbal tersebut diatas? Untuk kulit manggis Anda bisa mencuci nya hingga bersih lalu ambil bagian dalam yang berwarna pink atau merah muda. Kemudian Anda masukkan ke dalam blender dan dibuat jus. Rasanya memang tidak manis tetapi sedikit getir dan pertama kali merasakan mungkin perut Anda akan mual karena belum terbiasa. Tetapi lama kelamaan semua akan berjalan normal. Untuk buah mengkudu atau yang biasa disebut dengan buah noni juga bisa Anda buat jus. Jika Anda tidak tahan dengan rasa pahitnya bisa Anda tambahkan sedikit gula batu atau madu. Madu juga tidak akan menimbulkan efek samping dan sangat aman untuk mengembalikan stamina tubuh. Untuk ramuan herbal seperti bumbu-bumbu temulawak, kunyit dan lainnya Anda bisa membelinya yang sudah dikeringkan atau dalam bentuk serbuk. Hanya saja yang dalam bentuk serbuk jangan Anda minum beserta ampasnya karena akan memperberat kerja ginjal. Caranya Anda rebus secukupnya hingga mendidih dan saring lalu minum airnya saja. Temulawak dan kunyit dikenal sebagai bahan obat herbal yang sangat ampuh dalam melindungi hati dan organ dalam tubuh manusia. Semua bahan herbal diatas sangat mudah didapatkan bahkan sekarang ada yang menjual dalam bentuk kapsul yang sudah berisi ekstrak tanaman herbal tersebut. Untuk lebih aman Anda bisa mengolahnya sendiri. Untuk daun buah sirsak, bisa Anda rebus daunnya beberapa lembar setelah dicuci lalu minum airnya sebanyak 3x dalam sehari. Lakukan terus menerus dan bandingkan kondisi tubuh Anda pasti akan lebih sehat. Baca juga : Mari Basmi Kanker Dengan Daun Sirsak Indonesia yang memang kaya akan ramuan herbal namun kebanyakan belum diekspos dan untuk itu Anda b isa mendapatkan semuanya dengan harga yang sangat terjangkau. Sangat jauh jika dibandingkan dengan obat-obatan kimia yang bisa menelan biaya hingga jutaan bahkan ratusan juta rupiah. Akan lebih baik lagi jika Anda hidup sehat tanpa keluhan penyakit apapun. Gunakan pemanis alami seperti gula dan bukan gula buatan karena gula alami juga lebih baik sama seperti ramuan herbal alami.
14-01-2015 03:57
Jerawat adalah salah satu masalah pada kulit wajah yang paling sering diderita banyak orang. Penyebab dari jerawat itu sendiri sebenarnya ada banyak. Namun penyebab paling besar timbulnya jerawat adalah kurangnya menjaga kebersihan kulit wajah dan dari segi makanan yang dikonsumsi. Sayangnya masalah jerawat pada kulit wajah tidak hanya muncul saat jerawat itu datang. Bahkan saat jerawat itu pergi masalah baru akan muncul kembali. Masalah tersebut adalah luka yang ditimbulkan akibat jerawat yang pernah muncul. Luka yang ditimbulkan ini biasanya membekas berwarna hitam. Diindikasi luka menghitam ini akibat dari tangan usil yang suka memencet jerawat saat masih belum atau sudah muncul. Namun penjelasana medis tentang luka menghitam ini adalah karena terganggunya kolagen akibat radang yang disebabkan oleh jerawat. Karena membekas dan juga berwarna hitam, luka bekas jerawat ini akan mengurangi kemulusan kulit wajah. Akibatnya wajah terlihat suram dan tidak menyenangkan. Baca juga : Obat Tradisional Kolesterol Jenis-jenis Luka Bekas Jerawat Rasanya banyak orang pernah mengalami munculnya jerawat pada wajah. Banyak orang pula mengalami luka bekas jerawat yang sangat mengganggu kemulusan kulit wajah. Namun tidak banyak orang yang memiliki wawasan luka yang ditimbulkan akibat munculnya jerawat. Padahal wawasan ini perlu untuk dapat mengobati bekas luka jerawat kita dengan tepat sehingga wajah bisa kembali mulus. Ada tiga jenis luka bekas jerawat yang telah teridentifikasi. Luka bekas jerawat pertama adalah atrophic, yakni luka jerawat yang tidak dalam melainkan sedikit dangkal. Luka kedua adalah boxcar. Luka kedua ini adalah jenis luka bekas jerawat yang lebih dalam dari luka pertama dan memiliki ciri-ciri luka yang menggulung. Luka ketiga adalah ice pick yakni luka bekas jerawat yang sangat dalam yang tampilannya menyerupai lubang kecil dibagian atasnya. Ketiga luka ini biasanya memiliki tingkat keparahan yang dapat dilihat dari warna kulit tempat timbulnya jerawat. Biasanya orang dengan kulit warna hitam akan cenderung mengalami bekas luka yang menghitam pula. Sedangkan pada orang yang memiliki kulit cerah, bekas luka akan kemerahan. Luka-luka bekas jerawat ini jika dibiarkan akan membawa dampak buruk pada kulit wajah. Bahkan luka-luka ini semakin bertambah parah karena beberapa hal dibawah ini: 1. Terpapar sinar matahari atau uv. 2. Dipencet/ disentuh dengan tangan. 3. Diolesi dengan vitamin E. Baca juga : Bersih dari Komedo dengan Bahan Alami Mengatasi Bekas Luka Jerawat Untuk mengatasi bekas luka jerawat sangat efektif dilakukan jika kita mengetahui bekas luka-luka yang ditimbulkan oleh jerawat. Namun yang paling sering digunakan untuk mengatasi bekas luka jerawat adalah dengan menggunakan cream jerawat yang berjenis kortikosteroid. Gunakan cream jerawat ini selama jerawat muncul dan meradang. Oleskan cream pada jerawat yang meradang supaya kortikosteroid diserap kulit sehingga radang akan berkurang. Namun cream ini adalah cream yang dalam penggunaannya harus berada dalam pengawasan dokter karena jika dipakai dengan serabutan akan membawa dampak berbahaya bagi kulit wajah. Penggunaan cream jenis kortikosteroid ini akan berefek langsung pada jerawat yang timbul. Setelah dioleskan, cream ini akan memberikan efek kering pada jerawat dan tidak lagi berwarna merah meradang. Saat luka jerawat mengering sebaiknya gunakan pigmen kulit yang akan membantu kecerahan wajah kembali normal. Pigmen kulit seperti kojid acid sangat bagus digunakan karena bahan-bahan alami seperti jamur, bearbarry dan vitamin C. Untuk luka jerawat yang sangat dalam biasanya diatasi dengan melakukan prosedur laser yang lebih mahal dari prosedur lainnya.
06-06-2014 18:23
Kita semua paham bahwasanya diet sehat ialah kunci menuju gaya hidup sehat. Tetapi, tengok beberapa bahan makanan tersebut. Ia ada di sekeliling kita, serta kerapkali jadi santapan keseharian. Lalu, bagaimana caranya memisahnya supaya jadi lebih sehat? Daging Juga bila Anda mengambil keputusan tak jadi vegetarian, Anda tetap dapat bikin rutinitas menyantap daging jadi lebih aman. Langkahnya, kurangi konsumsi bagian-bagian yang berlemak dari daging sapi, kambing, ataupun babi, seperti iga, jeroan (usus, babat, limpa, paru), otak, buntut, sosis ataupun ham. Sebaliknya, pakai daging tiada lemak (has dalam). Plus, batasi diri Anda untuk cuma makan daging 2 x dalam satu minggu. Baca juga : 15 Langkah Memperlambat Proses Penuaan Ayam Bagusnya, daging putih pada ayam mempunyai kandungan lemak yang tambah lebih rendah dari pada daging merah. Tetapi, Anda dapat membuatnya tambah baik lagi lewat cara buang kulit ayam sebelum saat dimasak. Lalu, daripada menyantap paha atau sayap, jatuhkan pilihan pada dada ayam lantaran ia mempunyai kandungan lemak lebih rendah. Ikan Ikan memanglah satu diantara primadona dari penganut diet sehat. Konsumsilah ikan semakin banyak dari pada hewani lain. Ikan ini terlebih ikan laut, seperti tuna, kakap, tenggiri dsb. Namun, janganlah juga hingga tergiur seafood lantaran beberapa hidangan, seperti cumi, udang, kerang serta kepiting, mempunyai kolesterol yang tinggi. Baca juga : Agar Sehat Pelari Pemula Perlu Tahu Lima Hal Ini Telur Ketahuilah bahwasanya kolesterol telur ada di bagian berwarna kuning. Sesaat, putih telur sekalipun tak memiliki kandungan lemak serta kolesterol. Untuk mengoptimalkan diet sehat, batasi konsumsi telur sampai 2-3 butir per minggu. Beberapa fakta lain yang butuh diperhitungkan ialah dua butir putih telur dapat menukar satu butir telur utuh. Lalu, telur yang masak tambah baik dari pada telur mentah atau 1/2 masak. Susu Diet sehat umumnya memasukkan susu ke dalam menu. Supaya lebih diet sehat lebih maksimal, pakai susu tiada lemak atau yang rendah lemak, dan beberapa produk olahan seperti yogurt tiada lemak. Jauhi pemakaian susu full krim atau keju. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda yang tengah membangun diri dengan pola hidup yang sehat.