Waktu Posting : 30-06-2024 00:19 | Dibaca : 513x
Penyakit jantung menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Perlu diingat, penyakit ini tak hanya menyerang lanjut usia saja, namun anak muda juga berpotensi terserang penyakit jantung. Masih banyak anak muda yang menganggap remeh soal penyakit jantung. Terlebih, ada beberapa gejala dari penyakit ini yang disepelekan.
Padahal, ciri-ciri penyakit jantung dapat muncul bahkan dari usia muda, lho. Apabila tidak terdeteksi dan segera mendapat tindakan, gejala tersebut bisa bertambah parah. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Selain hidup lebih sehat, cara ini turut meminimalisir terserang penyakit jantung di usia muda.
Lantas, apa saja ciri-ciri penyakit jantung di usia muda? Simak pembahasannya dalam artikel ini. Meski baru menginjak usia muda, bukan berarti detikers tak dapat terserang penyakit jantung. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum-minuman alkohol, kurang tidur, dan ditambah jarang olahraga bisa membuatmu rentan terkena penyakit jantung.
https://pafitarempakota.org/
Untuk lebih jelasnya, berikut sejumlah ciri-ciri penyakit jantung di usia muda :
1. Mengalami Nyeri Dada
Ciri yang pertama adalah kerap mengalami nyeri dada. Hal ini bisa disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh arteri. Biasanya, rasa nyeri di dada akan berlangsung selama beberapa menit. Nyeri dada bisa terjadi kapan saja, baik saat beraktivitas maupun sedang istirahat.
2. Mudah Lelah
Apakah detikers gampang lelah setelah melakukan aktivitas ringan hingga sedang? Jika iya, hal ini harus diwaspadai karena bisa menjadi ciri-ciri penyakit jantung di usia muda. Rasa lelah dapat disebabkan oleh berkurangnya pasokan oksigen dan darah ke otak serta otot. Jantung tidak bisa memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh.
Alhasil, darah yang seharusnya dialirkan ke organ seperti otot-otot pada tangan atau kaki malah dialirkan ke jantung dan otak. Selain itu, rasa lelah yang muncul ketika bangun di pagi hari juga bisa menjadi indikasi masalah pada jantung. Apabila hal itu terjadi selama beberapa hari, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.
3. Tidur Mendengkur
Banyak orang yang tidur sampai mendengkur atau ngorok. Namun, jika suara mendengkur begitu keras dan terdengar seperti terengah-engah, itu bisa menjadi pertanda Obstructive Sleep Apnea (OSA). OSA merupakan kondisi ketika dengkuran mengakibatkan terputusnya napas saat tidur. Kondisi itu dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah dan menimbulkan tumpukan karbon dioksida. Nah, OSA juga membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang nantinya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
4. Muncul Rasa Sakit di Tubuh Bagian Kiri
Dalam beberapa kasus, seseorang mengalami rasa sakit atau nyeri pada anggota tubuh bagian kiri. Rasa sakit itu umumnya muncul pertama kali di dada, lalu menyebar ke bagian luar dada seperti pundak atau lengan. Rasa nyeri tersebut dapat menjadi indikasi adanya penyumbatan pembuluh darah atau otot jantung yang melemah. Gejala yang satu ini perlu diwaspadai sebab dapat menjadi pertanda seseorang mengalami gagal jantung, penyakit jantung koroner, hingga perikarditis.
5. Sesak Napas
Ciri-ciri berikutnya adalah mengalami sesak napas. Banyak orang yang mengira sesak napas adalah indikasi gangguan di sistem pernapasan. Padahal, dalam kondisi tertentu sesak napas bisa menandakan seseorang mengalami masalah pada jantungnya.
Soalnya, penyakit jantung dapat membuat aliran darah dari jantung ke organ tubuh menjadi tidak lancar. Hal tersebut yang kemudian dapat menimbulkan sesak napas. Sesak napas umumnya muncul ketika sedang menjalani aktivitas. Namun, dalam beberapa kasus sesak napas bisa muncul saat tengah beristirahat atau berbaring. Kondisi tersebut umumnya merupakan indikasi gagal jantung.
6. Batuk Kronis
Batuk yang terjadi secara terus menerus perlu jadi perhatian lebih. Soalnya, kondisi itu bisa menjadi salah satu gejala gagal jantung. Ketika terjadi gagal jantung, kontraksi jantung menjadi lebih lemah. Kondisi tersebut menyebabkan cairan masuk ke dalam paru-paru sehingga memicu tubuh untuk menghilangkan kelebihan cairan itu dengan cara batuk. Umumnya, batuk pada penyakit gagal jantung akan mengeluarkan dahak kental berwarna putih. Dalam sejumlah kasus, batuk juga disertai bercak darah.
Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang di usia muda bisa terserang penyakit jantung. Mengutip laman Cardio Metabolic Institute, berikut sejumlah penyebabnya :
1. Kelebihan Berat Badan
Kelebihan berat badan punya pengaruh besar terhadap risiko terkena serangan jantung. Meski begitu, seseorang yang mengalami berat badan berlebih juga memiliki masalah kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol tinggi.
2. Tekanan Darah Tinggi
Ada banyak kasus seseorang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi di usia muda hingga dewasa. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, yakni suatu penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Hipertensi dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya merokok dan stres berat. Selain itu, jarang berolahraga juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
3. Merokok dan Vape
Penyebab utama anak muda mengalami penyakit jantung karena kebiasaan merokok dan vaping. Menurut berbagai penelitian, seseorang yang merokok satu bungkus dalam sehari berisiko meningkatkan serangan jantung dua kali lipat dibandingkan dengan bukan perokok.
Meskipun rokok memiliki kemungkinan lebih besar yang menyebabkan serangan jantung daripada vape, namun bukan berarti vape aman untuk dipakai. Rokok elektrik tersebut mengandung nikotin dan senyawa beracun yang mempercepat detak jantung serta meningkatkan tekanan darah.
Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan, vape membuat seseorang 34% lebih mungkin terkena serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak vape. Itu dia enam ciri-ciri penyakit jantung yang menyerang usia muda. So, jaga kesehatan dari sekarang.
13-03-2016 10:52
Kurangi Kafein Mulai Sekarang Jika Tidak Ingin Cepat Lelah - Sempatkah Anda alami kelelahan saat Anda lakukan kegiatan tiap hari? Ada berbagai hal yang dapat mengakibatkan terjadinya kelelahan pada diri Anda, yaitu apa yang Anda makan serta bagaimana kualitas tidur Anda.  Ke-2 hal itu ialah hal yang amat terkait keduanya. Dengan kata lain, makanan yang Anda makan bisa memengaruhi kualitas istirahat Anda hingga dengan cara tak langsung menyebabkan terjadinya kelelahan.  Banyak dari kita yang kerap mengkonsumsi kopi dengan harapan bisa menyingkirkan rasa capek serta dapat memperoleh tenaga/energi melebihi cafein yang terdapat didalam kopi yang kita minum. Namun nyatanya, cafein malah dapat memiliki dampak lain yang merugikan.  Baca juga : 4 Jenis Olah Raga Ini Ampuh Bakar Kalori Dalam Tubuh  Didalam satu artikel yang dipublikasikan dalam US Pharmacist, dijelaskan kalau cafein memanglah adalah zat stimulan, namun jika dikonsumsi terlalu berlebih, cafein malah memiliki dampak demikian sebaliknya.  Pada sebagian orang, sangat banyak mengkonsumsi cafein nyatanya bahkan bakal mengakibatkan kelelahan. Tetapi, sebagian orang yang bahkan memberi dosis kafeinnya saat alami kelelahan serta mengakibatkan kelelahannya makin berat.  Lantas, apa jalan keluar untuk hal itu? Pemecahannya ialah kurangi cafein yang dikonsumsi. Kurangi konsumsi cafein tak cuma dengan menjauhi untuk mengkonsumsi kopi, namun pula kurangi untuk mengkonsumsi makanan lain yang memiliki kandungan cafein, seperti cokelat, teh, minuman bersoda, serta obat-obatan yang memiliki kandungan cafein.  Mengkonsumsi cafein yang normal ialah kira-kira 200-300 mg cafein, atau sejumlah 2-3 gelas kopi. Mengkonsumsi cafein dalam dosis yang normal bisa bikin Anda tambah energi serta lebih berkonsentrasi. Tetapi, jika dikonsumsi melebihi jumlah yang dianjurkan, atau dikonsumsi ketika siang atau sore hari, jadi hal itu dapat mengganggu kualitas tidur Anda saat malam harinya serta mengakibatkan Anda kelelahan pada esok harinya.  Oleh karenanya, amat utama untuk Anda untuk memerhatikan jumlah cafein yang Anda asup/konsumsi pada siang maupun sore hari. Karena itu, kurangilah mengkonsumsi cafein atau sekurang-kurangnya pastikan kopi yang memiliki kandungan cafein rendah (decaffeinated).  Seseorang pakar di Institute of Food Technologists mengatakan kalau stimulan, seperti cafein, bakal menaikkan dampak hormon pemacu, seperti adrenalin. Hal itu bakal mengakibatkan jantung bekerja dengan lebih keras, bernapas lebih cepat, serta menyajikan perasaan tambah energi. Namun, hal itu cuma bakal bertahan sepanjang lebih kurang 2 jam.  Baca juga : Sering Galau Bisa Bikin Sakit Jantung   Demikian pula dengan gabungan pada cafein dengan gula yang bisa menambahkan konsentrasi serta performa. Hal itu pula bakal hilang dampaknya sesudah berjam-jam serta Anda bakal rasakan kelelahan sesudahnya.  Semacam rangkuman, mengkonsumsi semua hal, termasuk juga cafein, terlalu berlebih bakal mengakibatkan suatu hal yang jelek untuk kesehatan. Oleh karenanya, hal yang dapat dikerjakan ialah konsumsi minuman berkafein sesuai dosis yang disarankan, yaitu tak melebihi 2-3 gelas kopi /hari. Kecuali itu, cermati pula saat Anda mengkonsumsi cafein itu. Jauhi untuk konsumsi cafein sesudah jam 3 sore lantaran bakal mengganggu tidur malam Anda nanti. Atau, jika Anda hendak mengopi sesudah jam 3 sore, minumlah kopi yang rendah supaya tak mengganggu tidur malam Anda.  Selain itu, alangkah bijaknya jika mengganti rutinitas minum kopi yang berlebih itu dengan meminum minuman kesehatan seperti Ultra Noni, DragonNoni dan Ultra Mangosteen. Ketiga minuman herbal ini sangat baik diminum untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh Anda supaya tetap fit.Â
31-07-2025 12:58
Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua proses penting dalam kehidupan manusia, terutama pada masa anak-anak. Pertumbuhan merujuk pada perubahan fisik seperti bertambahnya tinggi dan berat badan, sementara perkembangan mencakup aspek mental, emosional, sosial, dan motorik. Kedua proses ini berjalan bersamaan dan saling memengaruhi. Namun, keduanya sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.Artikel ini akan membahas secara menyeluruh faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, serta bagaimana setiap aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk individu yang sehat dan seimbang.1. Faktor InternalFaktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak dan tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh lingkungan. Faktor ini biasanya bersifat biologis dan menentukan potensi dasar anak dalam tumbuh dan berkembang.a. Genetik (Keturunan)Gen yang diwarisi dari orang tua menentukan potensi tinggi badan, warna kulit, bentuk tubuh, bahkan kecenderungan terhadap kondisi kesehatan tertentu.Genetik juga berpengaruh terhadap kemampuan intelektual dan temperamen dasar anak.b. HormonHormon pertumbuhan (Growth Hormone), hormon tiroid, dan hormon seks memainkan peran penting dalam mengatur proses pertumbuhan fisik.Ketidakseimbangan hormon, seperti hipotiroidisme atau defisiensi hormon pertumbuhan, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.c. Kondisi KesehatanAnak-anak yang menderita penyakit kronis, gangguan metabolisme, atau infeksi berulang dapat mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan.Kesehatan sistem saraf juga sangat menentukan perkembangan motorik halus, bicara, dan kemampuan kognitif.2. Faktor EksternalFaktor eksternal adalah faktor lingkungan yang memengaruhi bagaimana potensi anak dikembangkan. Faktor ini sangat bisa diintervensi oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.a. NutrisiNutrisi yang cukup dan seimbang merupakan faktor paling dasar dalam menunjang pertumbuhan fisik.Kekurangan zat gizi seperti protein, zat besi, yodium, dan vitamin A dapat menyebabkan stunting, penurunan daya tahan tubuh, serta gangguan konsentrasi.b. Lingkungan FisikLingkungan yang bersih, aman, dan sehat mendukung anak tumbuh optimal tanpa terganggu oleh polusi atau penyakit.Paparan bahan berbahaya (seperti logam berat atau pestisida) dapat mengganggu perkembangan otak anak.c. Pola AsuhPola asuh yang penuh kasih sayang dan konsisten membentuk keamanan emosional dan kepercayaan diri anak.Sebaliknya, pola asuh otoriter, permisif tanpa batas, atau pola asuh penuh kekerasan bisa menghambat perkembangan sosial dan emosional.d. StimulasiAnak membutuhkan rangsangan yang sesuai usia, seperti bermain, membaca, mendengar musik, dan interaksi verbal.Stimulasi yang tepat akan mempercepat kemampuan bahasa, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.e. Sosialisasi dan InteraksiAnak-anak belajar nilai, norma, dan keterampilan sosial dari interaksi dengan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat.Kurangnya sosialisasi bisa menyebabkan kesulitan adaptasi sosial dan keterlambatan dalam perkembangan emosional.3. Interaksi Faktor Internal dan EksternalPenting untuk dipahami bahwa pertumbuhan dan perkembangan adalah hasil interaksi kompleks antara faktor bawaan dan lingkungan. Misalnya, anak yang secara genetik memiliki potensi tinggi badan tetap membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk mencapainya. Begitu pula, anak dengan bakat kecerdasan tinggi membutuhkan pola asuh dan stimulasi yang mendukung agar potensi itu berkembang optimal.Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi maupun anak adalah langkah awal yang penting dalam mendukung anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Para orang tua, guru, dan masyarakat perlu berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung baik secara fisik, emosional, maupun sosial untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan terbaik dalam kehidupannya.Ingatlah: potensi anak adalah anugerah, tetapi bagaimana potensi itu berkembang adalah tanggung jawab bersama.
26-01-2016 09:26
Kasus keracunan massal Keracunan makanan dan minuman tengah menjadi topik hangat yang dibahas masyarakat belakangan waktu ini. Terlebih kasus wanita cantik bernama Wayan Mirna yang meregang nyawa akibat mengkonsumsi kopi. Kasus ini sempat mendapatkan sorotan publik, mengingat hingga saat ini belum diketahui siapa yang sengaja meracuni wanita tersebut. Apalagi belum ada kepastian dari pihak polisi ada motif apa dibalik pembunuhan yang dilakukan melalui racun minuman tersebut. Kasus Mirna sebenarnya bukanlah satu-satunya kasus keracunan yang ditangani oleh pihak polisi. Hanya saja kasus ini cukup menarik, sebab ditemukan racun sianida dalam dosis yang sangat mematikan di dalam kopi wanita tersebut. Padahal sianida sendiri adalah salah satu jenis racun yang memang sudah dilarang keras digunakan oleh pemerintah. Dalam kasus ini sendiri, bisa dibilang sianida dimasukkan secara sengaja ke dalam kopi untuk menghilangkan nyawa si pengkonsumsinya. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah pembunuhan ini terjadi di sebuah tempat umum, kafe yang cukup ternama. Selain kasus kematian Mirna melalui racun sianida, kita diingatkan kembali dengan beberapa kasus keracunan massal. Beberapa diantaranya sempat menjadi bencana luar biasa, akibat jumlah korban yang mencapai ratusan orang. Kita mungkin juga tidak lupa kasus keracunan sekeluarga yang usai melahap makanan hasil olahan tangan sang ibu rumahtangga. Baca juga : Mengenali Alarm Dari Tubuh yang Kekurangan Vitamin Menilik semua kasus keracunan tersebut, kita tentu waspada dengan kondisi kesehatan keluarga kita. Tentu tak ada salah satu dari kita yang menginginkan anggota keluarga mengalami keracunan makanan dan minuman. Oleh karena itu, memang ada baiknya kita memproteksi atau melindungi keluarga kita agar tak mengalami keracunan. Setidaknya menghindarkan mereka dari mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi racun ataupun bakteri penyebab keracunan pada tubuh. Bahan baku makanan yang kita konsumsi sebenarnya sangat rentan terkontaminasi racun. Pasalnya pestisida yang digunakan untuk menyuburkan pertumbuhan tanaman pun dapat meracuni tubuh. Terlebih jika Anda tidak benar dalam upaya membersihkan atau mengolahnya sebelum dimasak. Saat membersihkan sayuran atau buah-buahan, ada baiknya dicuci di bawah air mengalir. Penggunaan pupuk pada sayur-sayuran dan buah-buahan pun harus diperhatikan dan diminimalisir masuk ke dalam tubuh Anda. Pastinya akan lebih terjamin higienis dan sterilitasnya jikalau Anda mencuci atau membersihkannya sebelum diolah atau dikonsumsi. Sayuran yang baru dipetik tersebut, bisa Anda olah dengan menu atau resep andalan keluarga. Saat disajikan, tentu akan terlihat betapa menikmatinya anggota keluarga dengan menu sederhana berbahan dasar alami nan segar. Perlu diingat, pengolahan yang salah dapat menjadi perantara dari racun atau bakteri untuk masuk ke dalam tubuh Anda. Sebagai pembeli yang bijak, Anda harusnya lebih teliti dalam memilih bahan baku masakan yang hendak diolah. Sebaiknya jangan membeli bahan makanan yang telah rusak atau tidak layak konsumsi lagi. Pasalnya bahan makanan seperti ini sudah sangat mudah dikontaminasi oleh bakteri atau racun yang menyebabkan keracunan. Hal ini sangat berlaku pada daging yang sudah banyak dihinggapi lalat atau binatang layaknya cacing hati yang perlu diperhatikan secara seksama. Pada dasarnya, penyebab keracunan pada seseorang adalah bakteri yang berkembang di dalam makanan yang mereka konsumsi. Proses pengolahan dan penghidangan yang tidak bersih atau higienis pun bisa menjadi perantara keracunan makanan dan minuman. Bakteri yang hidup pada proses tersebut pada akhirnya melepaskan toksin atau racun pada makanan yang mereka hinggapi. Biasanya makanan yang paling mudah terkontaminasi adalah makanan dengan kadar lemak tinggi. Makanan yang diproses dengan cara pengalengan pun sangat rentan dari kontaminasi bakteri maupun racun. Mengingat kondisi kaleng kemasan yang bisa saja cacat saat sampai ke tangan Anda atau sebelum diolah dan disajikan. Adapun bahan makanan yang sangat rentan terkontaminasi racun adalah kerang, cumi, daging-dagingan, susu, yogurt, roti, keju, biskuti, es krim ataupun makanan hasil laut. Untuk semua makanan berkandungan lemak tinggi seperti ini, Anda perlu menjaga higienisitasnya lebih tinggi dan steril. Penanganan keracunan dini Lalu, apa sajakah penanda dari keracunan itu sendiri pada tubuh seseorang? Tak sulit sebenarnya mengenali gejala atau ciri-ciri keracunan pada seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Biasanya mereka akan mengeluhkan dan merasakan pusing disertai pening, perut yang berasa mual dan berakhir pada muntah-muntah, seringnya buang air besar, badan yang terasa limbung atau bergoyang, demam tinggi yang disertai menggigil sampai kejang-kejang. Bila sudah mengalami kejang-kejang, ini artinya racun yang masuk ke dalam tubuh Anda sudah mencapai otak. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, ada baiknya segera mengambil tindakan medis. Tindakan kritis yang paling dianjurkan untuk dilakukan adalah membawa pasien ke UGD (Unit Gawat Darurat). Biasanya dokter akan mengambil tindakan yang lebih serius, di samping melakukan infus pada tubuh pasien. Infus pada pasien penderita keracunan makanan dan minuman bertujuan mengganti cairan tubuh yang hilang. Pasalnya ada banyak cairan yang keluar saat gejala keracunan dialami dan mengakibatkan lemas dan lunglai. Seperti yang telah diketahui bersama, ada banyak cara yang bisa dijadikan perantara makanan menjadi beracun. Faktor semacam ini biasanya diakibatkan oleh bahan makanan mentah yang memang tidak layak konsumsi. Artinya bahan baku tersebut mengandung zat berbahaya, seperti peptisida yang memang masih menempel pada buah-buahan maupun sayuran. Keracunan bisa pula diakibatkan oleh penyimpanan bahan dasar berupa susu maupun daging yang tidak tepat di dalam lemari pendingin. Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan Dengan Cara Pencegahannya Keracunan bisa pula diakibatkan oleh pengolahan yang salah, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Salah satunya adalah mengolah mie instan tanpa mengganti air rebusaan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Air rebusan tersebut tetap dijadikan kuah untuk mie yang siap Anda konsumsi tersebut. Kondisi ini bisa pula diakibatkan oleh daging, burger ataupun sosis yang dimasak tanpa matang secara merata. Alhasil bakteri pada daging tidak mati secara sempurna dan malah dikonsumsi oleh tubuh. Hal lainnya yang patut Anda waspadai adalah makanan siap konsumsi yang telah masuk masa kadaluarsa. Seperti yang kita ketahui, sayur bayam lebih baik dikonsumsi langsung dan tidak melebihi waktu 3 jam setelah dimasak. Pasalnya ada zat berupa racun yang berkembang pada sayuran karena terpapar suhu ruangan cukup lama. Kondisi lainnya adalah proses pengolahan makanan yang tidak memperhatikan kadar higienisitas dan dimasak oleh mereka yang tengah sakit. Bagi Anda yang tengah mencari cara menangani keracunan pada anggota keluarga, ada baiknya mengetahui saran satu ini. Dimana memberikan air kelapa muda atau susu murni pada mereka yang mengalami keracunan. Dengan catatan, si penderita keracunan masih dalam keadaan sadar dan masih bisa diajak berkomunikasi. Pada mereka yang sudah tidak sadar, miringkan kondisi tubuh atau hingga tertelungkup untuk mengeluarkan makanan yang masih bisa dikeluarkan. Untuk tindakan selanjutnya, bawa penderita ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan keracunan makanan dan minuman.