Waktu Posting : 11-06-2014 21:15 | Dibaca : 2582x
02-07-2014 10:47
Bukan hanya pakaian saja lho yang bisa warna warni, rambut juga saat ini semakin bermacam warnanya. Pewarna rambut saat ini makin akrab serta jadi sisi dari tren fashion terbaru. Tetapi konon kabarnya pemakaian pewarna rambut bisa menyebabkan kanker . Apakah benar? Seluk Beluk Pewarna Rambut Tiap-tiap tahun, mode senantiasa berubah-ubah. Lebih tepaynya lagi berganti. Tidak cuma mode baju, style serta potongan rambut juga turut berganti. Juga bukan hanya potongan rambut saja yang utama, sekarang ini warna rambut juga sering dihubungkan dengan tren saat ini. Walau sebenarnya mulanya, pewarnaan rambut ditujukan untuk menutupi uban yang telah bermunculan di kepala. Dulu saat, pada tahun 1938, FDA (Food & Drug Administration, Badan POM-nya Amerika Serikat) sudah temukan bahwasanya pewarna rambut yang di produksi pada waktu itu, dengan bahan aktif utama coal-tar, dapat dibuktikan mengakibatkan reaksi alergi pada berbagai pemakainya. Tetapi FDA tak melakukan larangan, cuma mensyaratkan ada peringatan alergi pada label. Pada tahun 1978, FDA kembali mensyaratkan ada peringatan pada label pewarna rambut yang memiliki kandungan 4-methoxy-m-phenylenediamine (4MPPD) atau 4-methoxy-m-phenylenediamine sulfate (4MPPD sulfate), yakni dua bahan aktif pewarna rambut yang terhitung kelompok coal-tar. Kriteria peringatan ini semacam tindak lanjut temuan kaum peneliti di National Cancer Institute di Rumah Sakit Bethesda, MD., perihal munculnya kanker pada tikus percobaan yang pakannya digabung dengan ke-2 zat itu. Kaum peneliti itu memanglah berniat mempelajari dampak zat tersebut di pakan tikus serta bukan hanya menerapkannya di kulit, lantaran mereka hendak mempelajari efek zat aktif itu dalam badan (menurut riset, ada beberapa kecil zat aktif yang diterapkan pada rambut dapat terserap ke dalam darah lewat kulit kepala). Tetapi hasil riset ini diragukan oleh peneliti lain yang menyampaikan bahwasanya hasil uji ini tak dapat dengan cara akurat tunjukkan ada jalinan pada zat aktif pewarna rambut itu dengan kemungkinan kanker, lantaran jumlah yang dapat terabsorbsi melalui kulit kepala kecil kemungkinan sekali. Terlebih pada komponen pewarna rambut, tetap ada beragam zat kimia lain yang pula ditambahkan untuk memperoleh 'adonan' pewarna rambut yang di idamkan, serta bukan hanya terbagi dalam zat tunggal semata. Sesudah FDA menyebutkan peringatan pada 4MPPD serta 4MPPD sulfat, kaum produsen pewarna rambut menghentikan pemakaian zat-zat kimia itu dalam formula pewarna rambutnya. Semacam penambahan, industri pewarna rambut juga menghentikan pemakaian berbagai zat penambahan lain yang menurut riset menyebabkan kanker pada hewan percobaan. Tetapi berbagai peneliti terus terasa bahwasanya selama zat pengganti untuk zat penambahan itu mempunyai susunan kimia yang serupa, maka potensi pemicu kankernya bakal sama juga dengan zat yang digantikan. Baca juga : Cara Mudah Untuk Hidup Sehat dan Lebih Lama Apakah benar Timbul Kanker? Pada tahun 2004, peneliti dari Yale, Thongzhang Zheng, ScD temukan ada jalinan pada pewarna rambut permanen, terlebih yang berwarna gelap, dengan kanker kandung kemih serta non-Hodgkin's lymphoma. Riset itu menyimpulkan bahwasanya wanita yang memakai pewarna rambut dalam periode panjang sebelum saat tahun 1980 alami penambahan kemungkinan terkena non-Hodgkin's lymphoma dibanding yang tak memberi warna rambutnya atau yang memakai pewarna rambut semi permanen. Mereka yang memberi warna rambut dengan pewarna rambut permanen berwarna gelap lebih dari 25 tahun, juga resikonya meningkat 2 kali lipat. Riset Zheng ini dilaporkan dalam American Journal of Epidemiology edisi 15 Januari 2004. . Tetapi Cosmetic, Toiletry and Fragrance Association di Amerika Serikat mengacu 2000 hasil riset ilmiah perihal jalinan pewarna rambut serta kanker yang dikerjakan oleh kaum peniliti Johns Hopkins. Hasil-hasil riset itu tunjukkan bahwasanya susah untuk menyimpulkan ada jalinan yang pasti, serta perlu riset selanjutnya untuk dapat menunjukkan bahwasanya pewarna rambut dapat mengakibatkan kanker. Lantaran hasil riset yang amat bermacam, Direktur program Pewarna serta Kosmetik FDA, John Bailey, Ph. D menyampaikan bahwasanya FDA tak mempunyai basic yang kuat untuk menyebutkan bahwasanya apakah pewarna rambut memanglah menyebabkan kemungkinan kanker. Pemakai diinginkan mempunyai pertimbangan-pertimbangan yang masak dalam menentukan pewarna rambut, umpamanya dengan menerapkannya dengan cara benar serta sesuai sama panduan yang tercantum pada paket. Kurangi frekuensi pewarnaan (umpamanya, janganlah memberi warna rambut satu minggu sekali) dapat dikerjakan untuk hindari ada kemungkinan kanker disebabkan pewarnaan rambut. Baca juga : Kesemutan, Jangan Anda Anggap sepele Yang 'Alami' Belum Pasti Aman Bila pemakaian pewarna rambut memiliki bahan basic kimia menyajikan keragu-raguan dari segi keamanannya, mengapa tak coba memakai henna? Henna ialah pewarna rambut yang datang dari alam, Lawsonia inermis. Tetapi warna alami henna yang dipakai untuk pewarna rambut ialah merah-jingga, yang bila diterapkan ke rambut warnanya jadi lebih 'transaparan', cuma membuahkan warna rambut asli bersemu merah. Henna yang berwarna-warni seperti blonde, cokelat, mahogany, kemungkinan ada menambahkan garam logam atau juga barangkali ditambah pewarna rambut sintetis. Henna yang mengklaim dapat menyebabkan warna hitam (black henna) besar kemungkinan ialah pencampuran henna dengan para-phenylenediamine (PPD). Henna dengan menambahkan PPD sudah diklaim beresiko di beberapa negara, lantaran senyawa PPD dilaporkan menyebabkan beragam masalah dimulai dari hipersensitivitas hingga kanker. Henna asli tak sempat menyebabkan warna hitam, sedang henna hitam (black henna) yang kerap dipakai untuk rajah atau tato ialah Indigofera tinctoria yang menyebabkan warna indigo (biru tua), serta bukan hanya hitam. Yang Utama : Hati-hati Selanjutnya, apa pun pewarna rambut yang Anda pakai, yakinkan Anda senantiasa waspada dalam pemakaiannya. Selama Anda memakainya sesuai sama panduan, sejauh itu juga pewarna rambut cukup aman untuk Anda pakai. Yang perlu diingat waktu memakai pewarna rambut sintetik ialah : 1. Saat menerapkan pewarna rambut, janganlah membiarkannya ada di rambut anda lebih lama dari saat yang diputuskan dalam paket. 2. Bersihkan rambut hingga kulit kepala Anda dengan air hingga bersih. 3. Gunakan sarung tangan waktu menerapkan pewarna rambut. 4. Ikuti panduan penggunaan yang tercantum dalam paket dengan jeli. 5. Jangan sempat mencampuradukkan buatan pewarna rambut dengan merk atau tipe buatan yang tidak sama, lantaran dapat menambah kemungkinan terjadinya reaksi kimia yang tak di idamkan. 6. Usahakan tak terus-terusan ganti warna rambut, lantaran makin tidak sering Anda memberi warna rambut Anda, makin kecil juga kemungkinan kanker - atau masalah lain yang terkait dengan pewarnaan rambut - menghantui Anda. 7. Sangat dianjurkan, sebelum saat menerapkannya ke rambut Anda, coba untuk melakukan tes alergi terlebih dulu. Langkahnya dengan tempelkan sedikit saja adonan cat rambut ke daerah belakang telinga Anda, serta janganlah dicuci dahulu hingga 2 hari. Bila tiada rasa gatal, sensasi terbakar, kemerahan atau reaksi-reaksi alergi yang lain, barulah Anda dapat menerapkannya ke rambut Anda.
28-05-2014 12:20
Okinawa adalah nama suatu pulau di Jepang. Nama pulau ini demikian populer, lantaran mempunyai jumlah penduduk berumur lebih dari 100 tahun paling banyak seantero dunia. Data memperlihatkan dari kira-kira 1, 27 juta jiwa, ada 427 warga Okinawa yang berumur lebih dari 100 tahun! Penduduk Okinawa juga mempunyai umur harapan sehat paling tinggi di alam semesta ini. Rahasia sehat, panjang usia serta awet muda mereka terdapat pada pola makan serta pola hidup keseharian yang benar-benar khas. Pola makan mereka nyaris sama juga dengan Anda, bedanya mereka benar-benar membatasi konsumsi lemak serta protein hewani. Prinsip makan yang mereka anut ialah konsumsi karbohidrat, lemak serta protein yang pas. Ini prinsip diet mereka : Sayur serta buah Buah serta sayur, yang memiliki kandungan serat, adalah menu harus ada tiap-tiap hari. Manfaat serat menolong menghindar dari penimbunan lemak, menolong menambah tugas usus-usus besar serta menolong sistem pembentukan otot. Baca juga : Beginilah Pola Makan Bagi Penderita Asam Urat Lebih baik merah dari pada putih Konsumsi karbohidrat mereka datang dari beras merah bukan hanya beras putih. Karena, beras putih telah menjalani sistem pembersihan yang berulang, hingga kandungan vitaminnya menyusut. Serba kacang Macam kacang yang paling banyak mereka konsumsi ialah kacang kedelai, baik dalam wujud polong rebus ataupun olahan, seperti miso, tahu, serta kembang tahu. Sup miso dengan kombinasi bayam serta nasi jadi menu pembuka mereka pada pagi hari. Ikan laut yang terbaik Protein serta lemak hewani mereka dapatkan dari ikan. Ikan laut mempunyai kelebihan memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang lebih tinggi kandungannya dibanding ikan air tawar. Banyak minum air putih Penduduk Okinawa amat sedikit mengkonsumsi alkohol. Mereka punya kebiasaan minum air putih paling sedikit enam gelas satu hari. Cairan benar-benar utama untuk menunjang kelancaran metabolisme serta reaksi kimia dalam badan. Teh hijau Teh hijau minuman kesayangan mereka. Manfaat teh hijau erat hubungannya dengan senyawa katekin serta flavonol, yakni satu komponen aktif yang dipercaya memiliki peran utama dalam pencegahan terhadap kanker. Dari 10 gram bubuk teh hijau (setara dengan 10 cangkir teh), bakal didapat kira-kira 1 gram katekin. Prof. Itaro Oguni dari Kampus Shizuoka, Hamamatsu College menyarankan minum 10 cangkir teh setiap hari dengan cara teratur untuk menghindari kanker. Baca juga : Kenali Sakit Perut, Gejala, Penyebab dan Solusinya Membatasi minyak Diet Okinawa juga membatasi konsumsi minyak nabati serta hewani. Tipe asam lemak yang menguasai dikonsumsi ialah asam lemak tidak jenuh tunggal yang bisa didapat pada minyak canola dari biji-bijian. Hal semacam ini bisa menghindar dari timbunan kolesterol serta trigliserida berlebihan pemicu munculnya beragam penyakit. Sedikit garam serta penyedap Pelaku diet Okinawa disarankan untuk tidak terlalu berlebih konsumsi garam. Dianjurkan penggunaan garam rata-rata cuma tiga sendok teh satu hari. Jauhi makanan olahan Jauhi konsumsi makanan ringan yang berlemak dan memiliki kandungan takaran garam serta penyedap rasa tinggi. Semacam ubahnya, pastikan makanan ringan yang aman, seperti buah, sereal, atau roti gandum. Sebisa-bisanya tak mengkonsumsi makanan olahan yang diproduksi dengan menambahkan beberapa bahan kimia. Berhenti sebelum saat kenyang Makan sampai perut jadi penuh, juga hingga mengakibatkan tidak bisa bergerak lantaran kekenyangan benar-benar tak dianjurkan diet Okinawa. Makan serta minumlah sampai 80 % kenyang. Prinsip tersebut yang mengakibatkan mereka mempunyai badan langsing, sehat, bugar serta awet muda. Kerap serta sedikit Mereka mengaplikasikan pola makan yang kerap tetapi dengan porsi terbatas. Pola makan lelaki 10-13 kali serta wanita 7-10 kali tiap-tiap hari dengan takaran 150-200 cc untuk sekali makan. Kesibukan fisik Diet Okinawa mengharuskan tiap-tiap pelakunya banyak beraktivitas fisik, salah satunya bersepeda serta jalan kaki. Hindari Banyak Pikiran Penduduk Okinawa memiliki tingkat stres yang rendah yang menjadi faktor utama tingginya mutu kesehatan penduduk tersebut. Mereka menjalani kehidupan yang teramat damai serta tenang. Melakukan aktivitas ringan yang mengasyikkan, bercengkerama dengan rekan dan relasi serta piknik dipercaya bisa membuat seseorang terhindar dari stres. Tertarik untuk mencobanya?
05-07-2016 05:07
Imunisasi merupakan salah satu cara mencegah penyakit berat pada anak. Infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi antara lain polio, campak, difteri, tuberkulosis, dan hepatitis B. Vaksin dibuat dengan melemahkan virus atau bakteri, namun dalam bentuk yang tidak membahayakan tubuh. Malah, bagian dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan itu akan membantu tubuh membentuk antibodi yang membuat anak menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Pada kasus peredaran vaksin palsu yang baru diungkap oleh kepolisian, diduga para tersangka pemalsuan vaksin mencampur cairan infus dengan antibiotik atau vaksin tetanus. Baca juga : Ingin Coba? Ternyata Ini Manfaat Pakai Kaos Kaki Isi Bawang Merah Menurut ahli vaksin, dr.Dirga Sakti Rambe Msc-VPCD, ada dua efek negatif pemberian vaksin palsu pada bayi. "Yang pertama dampak keamanan vaksin palsu itu dan yang kedua dampak proteksi atau kekebalan, yakni bayi yang diberi vaksin palsu tentu tidak memiliki proteksi atau kekebalan," kata Rambe seperti dikutip Antara. Ahli vaksin dari Universitas Siena, Italia itu, menambahkan, terkait dampak keamanan, kata dia, tergantung dari larutan yang dicampurkan pembuat vaksin palsu. Saat ini, kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu masih diteliti lebih lanjut oleh Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Indonesia dan Badan POM. "Yang jelas proses pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril bisa tercemar virus, bakteri, dan lain sebagainya yang tidak baik bagi kesehatan," katanya. Dia menambahkan, kemungkinan jangka pendek yang dapat terjadi adalah timbulnya infeksi. "Infeksi bisa bersifat ringan bisa juga infeksi sistemik. Infeksi berat bisa berupa demam tinggi, laju nadi meningkat, laju pernafasan meningkat, leukosit meningkat, anak sulit makan minum hingga terjadinya penurunan kesadaran," katanya. Menurut Kementrian Kesehatan RI dalam twitnya melalui akun @KemenkesRI, karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi. Baca juga : Waspada, Ini 5 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis! Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi bisa dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli. Sementara itu, untuk dampak proteksi tujuan vaksinasi tidak tercapai, yaitu membentuk kekebalan tubuh sebelum seseorang jatuh sakit. Misalnya, seorang anak mendapat vaksinasi Hepatitis B sebanyak 3 kali. Setelah terpenuhi, anak ini kebal bila kelak terpapar oleh virus Hepatitis B. Ia sudah kebal tanpa harus jatuh sakit. Sementara anak yang tidak divaksinasi, harus sakit dulu baru dapat memiliki kekebalan. Bila ternyata anak ini mendapatkan vaksin yang palsu, tentu kekebalan itu tidak pernah ada.