Waktu Posting : 05-01-2026 19:41 | Dibaca : 188x
Kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan yang aman, berkualitas, dan inovatif membuat jurusan teknologi pangan semakin relevan dari waktu ke waktu. Industri makanan dan minuman tidak pernah berhenti berkembang, sehingga peluang karier bagi lulusan bidang ini selalu terbuka. Bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di jurusan teknologi pangan di Bandung dengan biaya terjangkau dan pembelajaran yang aplikatif, Universitas Masoem menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.
Universitas Masoem membuka prodi teknologi pangan dengan biaya pendidikan yang relatif ringan, yaitu hanya 5 juta rupiah per semester. Skema biaya ini dirancang agar pendidikan tinggi dapat diakses lebih luas tanpa mengurangi mutu pembelajaran. Dengan dukungan fasilitas, dosen berpengalaman, dan pendekatan praktik, jurusan ini mengusung slogan kuat sambil kuliah jadi pengusaha. Artinya, mahasiswa tidak hanya disiapkan untuk lulus, tetapi juga diarahkan untuk mandiri secara ekonomi.
Kurikulum Jurusan Teknologi Pangan yang Praktis dan Relevan
Kurikulum jurusan teknologi pangan di Universitas Masoem disusun berdasarkan kebutuhan industri pangan saat ini. Mahasiswa mempelajari ilmu dasar pangan, teknologi pengolahan bahan pangan, sanitasi dan keamanan pangan, sistem jaminan mutu, hingga pengembangan produk dan kemasan. Semua materi dirancang agar mahasiswa mampu memahami proses dari bahan baku hingga produk siap konsumsi.
Selain kompetensi teknis, mahasiswa prodi teknologi pangan juga dibekali wawasan kewirausahaan. Mereka belajar tentang perencanaan usaha, penghitungan biaya produksi, strategi pemasaran, dan pengelolaan bisnis pangan. Dengan pendekatan ini, jurusan teknologi pangan Universitas Masoem tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga calon pengusaha di bidang pangan.
Keunggulan Kuliah Teknologi Pangan di Bandung
Bandung dikenal sebagai kota pendidikan sekaligus pusat industri kreatif, termasuk sektor kuliner dan pangan. Lingkungan ini menjadi nilai tambah bagi mahasiswa jurusan teknologi pangan karena memberikan banyak peluang pembelajaran langsung di luar kelas. Mahasiswa teknologi pangan di Bandung dapat mengamati tren pasar, mengembangkan produk inovatif, dan mempelajari perilaku konsumen secara nyata.
Universitas Masoem memanfaatkan keunggulan lokasi ini dengan membangun jejaring industri dan menghadirkan pembelajaran kontekstual. Dengan demikian, lulusan prodi teknologi pangan memiliki pengalaman dan wawasan yang lebih luas saat terjun ke dunia profesional.
Kesempatan Magang di Perusahaan Masoem Group
Salah satu keunggulan utama jurusan teknologi pangan Universitas Masoem adalah adanya kesempatan magang di unit usaha Masoem Group. Mahasiswa dapat menjalani program magang di berbagai perusahaan, seperti Pabrik Air Al Masoem, BPRS Al Masoem, SPBU, SPBE, dan unit bisnis lainnya.
Program magang ini memberikan pengalaman langsung mengenai proses produksi, pengendalian mutu, sistem operasional, hingga manajemen usaha. Bagi mahasiswa prodi teknologi pangan, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memahami dunia industri secara nyata dan meningkatkan kesiapan kerja setelah lulus.
Prospek Kerja Lulusan Jurusan Teknologi Pangan
Lulusan jurusan teknologi pangan memiliki prospek kerja yang luas dan fleksibel. Mereka dapat berkarier sebagai staf quality control, quality assurance, analis laboratorium pangan, supervisor produksi, hingga bagian riset dan pengembangan produk. Selain itu, peluang kerja juga terbuka di sektor distribusi, pemasaran, dan manajemen usaha yang berkaitan dengan industri pangan.
Tidak hanya bekerja di perusahaan, lulusan prodi teknologi pangan Universitas Masoem juga didorong untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Sejalan dengan slogan sambil kuliah jadi pengusaha, lulusan dibekali kemampuan untuk membangun usaha makanan olahan, minuman kemasan, atau produk pangan inovatif berbasis potensi lokal.
Pengalaman dan Testimoni Lulusan
Banyak alumni jurusan teknologi pangan Universitas Masoem yang merasakan manfaat dari sistem pembelajaran yang diterapkan. Salah satu lulusan menyampaikan bahwa pengalaman magang di Pabrik Air Al Masoem membuatnya memahami standar mutu dan alur produksi industri pangan secara langsung. Alumni lain mengungkapkan bahwa materi kewirausahaan selama kuliah membantunya memulai usaha makanan skala kecil yang kini terus berkembang.
Testimoni tersebut menunjukkan bahwa prodi teknologi pangan Universitas Masoem tidak hanya fokus pada teori, tetapi benar-benar menyiapkan mahasiswa untuk dunia kerja dan dunia usaha.
Investasi Pendidikan yang Tepat
Dengan biaya kuliah hanya 5 juta rupiah per semester, dukungan magang di perusahaan Masoem Group, serta prospek kerja yang menjanjikan, jurusan teknologi pangan Universitas Masoem menjadi pilihan cerdas bagi calon mahasiswa. Bagi Anda yang mencari jurusan teknologi pangan di Bandung dengan pendekatan praktis, berorientasi industri, dan mendukung kewirausahaan, program studi ini layak dijadikan tujuan.
12-07-2018 20:11
Pola makan dan diet yang salah biasanya dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Banyak orang terutama pada usia pertengahan dan orang lanjut usia merasa kaget ketika mengetahui kadar kolesterol yang cukup tinggi. Sebenarnya kondisi ini memang terjadi akibat pola kebiasaan makan yang banyak mengandung lemak jenuh. Penyakit komplikasi seperti jantung, stroke, tekanan darah tinggi dan diabetes adalah hal yang paling berbahaya dari kolesterol tinggi. Tentu saja salah satu cara untuk menghindari semua penyakit akibat kolesterol tinggi adalah mengendalikan kolesterol itu sendiri. Berikut ini merupakan makanan atau obat kolesterol untuk remaja. Obat alami untuk mengontrol kolesterol remaja Makan Apel Setiap Hari Jika Anda sedang memiliki target untuk menurunkan kolesterol maka cobalah untuk makan apel setiap hari. Bahan antioksidan alami dalam apel dapat menetralkan lemak tubuh dan membuat pembuluh darah menjadi lebih sehat. Selain itu apel juga mengandung sterol yang bisa menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Makan Tomat Setiap Hari Tomat bisa mencegah pembentukan kolesterol dari makanan lain karena mengandung sterol dan lycopene. Apel atau stroberi bisa Anda campurkan dengan tomat untuk mendapatkan manfaat yang menyehatkan. Kacang-kacangan Makanan ringan ini terbukti ampuh menurunkan kolesterol. Penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition mengatakan, orang yang mengonsumsi 1,5 ons kacang kenari dalam sebulan bisa menurunkan kolesterol (total) sebesar 5,4 persen dan menurunkan kolesterol jahat sebesar 9,3 persen. Meskipun baik untuk menurunkan kolesterol, kacang-kacangan memiliki kandungan kalori yang tinggi. Minyak zaitun Obat kolesterol untuk remaja selanjutnya adalah minyak zaitun, yang penuh dengan lemak tak jenuh. Sangat baik untuk tubuh dan mampu menurunkan kadar kolesterol jahat. Gunakan minyak zaitun untuk membuat salad atau memasak makanan lainnya. Bayam Bayam mengandung banyak lutein, yang mampu menjaga kesehatan mata akibat degenerasi makula terkait usia. Penelitian juga menunjukkan setengah cangkir makanan yang kaya akan lutein setiap hari mampu mencegah serangan jantung. Alpukat Alpukat menjadi sumber makanan yang mampu meningkatkan kolestrol baik. Alpukat mengandung kolestrol-smashing beta-sitosterol, lemak nabati yang bermanfaat mengurangi kolesterol dari makanan. Konsumsilah alpukat secukupnya karena alpukat tinggi kalori dan lemak. Cara di atas bisa dilakukan oleh siapa saja asal dilakukan dengan tekat yang kuat untuk mengelola kondisi kolesterol level tinggi. Pengendalian kolesterol yang tinggi hanya bisa dilakukan dengan pola makan, gaya hidup yang sehat, dan olahraga. Banyak yang mengganti pola makan mereka dengan bahan alami sebagai obat kolesterol untuk remaja, dan terbukti bisa mengontrol kolesterol mereka.
19-06-2014 00:35
Bekerja itu merupakan aktivitas yang menyehatkan baik untuk fisik maupun psikis sekaligus dapat menjadi sumber penghasilan. Oleh karena itu, tidaklah sulit bila ada yang berpendapat bahwa orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mampu bekerja dengan baik. Pada usia lanjut, bekerja dapat memelihara fungsi otak agar tak mudah lupa, sedangkan pada orang dewasa bekerja akan menjaga rasa percaya diri. Bekerja sebaiknya tak lebih dari 8 jam dalam sehari atau 40 jam seminggu. Sewaktu-waktu boleh bekerja lembur, terutama bila di kantor sedang sibuk. Bekerja terus-menerus selama 30 jam sangat berbahaya untuk jiwa karena yang bersangkutan mengalami kelelahan yang parah, baik fisik maupun mental. Kondisi dapat memburuk bila juga meminum minuman yang mengandung kafein. Kafein dapat memicu kerja sistem kardiovaskuler termasuk jantung. Baca juga : Obesitas Bisa Merusak Kesehatan dan Penampilan Ketika seseorang bekerja keras/lembur di atas batas kemampuan, awalnya tubuh akan menyesuaikan diri dengan memacu seluruh cadangan energi, baik fisik maupun mental sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Prestasi serta produktivitas kerja meningkat sangat mengagumkan. Akan tetapi, setelah beberapa bulan berlangsung semua cadangan energi habis terpakai sehingga akhirnya yang bersangkutan dapat mengalami exhausted atau kelelahan kerja dan itulah yang disebut sebagai burn out. Apa itu burn out? Kata burn out sangat populer di dunia kerja dan kadang sulit dibedakan dengan stres di tempat kerja. Pada abad ini,burn out banyak ditemukan pada karyawan wanita dengan usia sebelum usia 30 tahun. Gejala-gejala burn out yang sering ditemukan antara lain : Exhaustion yaitu perasaan lelah dan letih pada hampir setiap waktu, baik secara emosi, mental maupun fisik. Kehilangan motivasi atau antusias terhadap semua kegiatan, termasuk untuk kerja, sulit bangun pagi hari untuk memulai kerja. Berkembang frustasi, sinis, dan emosi negatif lainnya, biasanya yang bersangkutan cenderung bersikap sinis, selalu berpikiran negatif pada orang ilaini. Masalah kognitif berupa kesulitan konsentrasi dan memusatkan perhatian serta mengalami keseulitan memecahkan masalah atau mengambil keputusan (fight atau flight). Menimbulkan masalah dalam hubungan interpersonal baik di tempat kerja maupun rumah; lebih banyak konflik seperti melakukan perdebatan atau pertengkaran dan sebaliknya lebih menarik diri untuk berbicara dengan teman kerja satu tim atau dengan anggota keluarga. Tak peduli terhadap keadaan dirinya, misalnya dengan banyak merokok, minum suplemen yang mengandung stimulan, banyak makan junk food atau sebaliknya kurang makan dan tak cukup istirahat atau tidur. Mengobati diri sendiri dengan mengonsumsi obat tidur atau minum alkohol berlebih, minum kopi untuk meningkatkan energi pada pagi hari. Preokupasi terhadap kerja terutama ketika tidak bekerja. Akhirnya, kualitas hidup dan rasa puas akan menurun secara drastis. Setelah burn out berlangsung cukup lama, yang bersangkutan dapat mengalami berbagai penyakit fisik seperti gangguan pencernaan, serangan jantung sampai kematian mendadak, depresi yang disertai ide bunuh diri, dan obesitas. Angka bunuh diri akibat burn out banyak ditemukan di Jepang yang masyarakatnya terkenal gila kerja atau workaholic. Baca juga : Begadang Pengaruhi Sistem Endokrin dan Kardiovaskular Jika mulai merasakan keluhan-keluhan seperti tadi, berarti Anda mengalami burn out. Yang perlu Anda lakukan adalah segera ambil cuti untuk beristirahat. Mulailah dengan melakukan aktivitas yang Anda inginkan yang selama ini tidak sempat dilakukan seperti mendengarkan musik yang membuat relaks dan nyaman. Tinggalkan, sekali lagi tinggalkan semua pikiran tentang pekerjaan selama Anda istirahat. Meditasi akan membuat Anda menjadi lebih relaks dan tenang atau membaca buku atau mengunjungi keluarga/kerabat untuk bersilaturahmi atau buatlah sesuatu yang benar-benar dapat membuat Anda relaks. Sediakanlah waktu untuk itu. Temukan sesuatu di luar sana untuk melakukan aktivitas atau hobi. Semua komunikasi yang dapat mencetuskan stres dalam pekerjaan, tinggalkan. Sediakan waktu untuk kegiatan bersama keluarga, liburan, atau aktivitas sosial. Bukalah telepon atau e-mail (surat elektronik) Anda setelah makan malam. Bila dengan cara tersebut tadi belum juga membantu, segera hubungi psikiater untuk konsultasi lebih lanjut.
23-02-2016 06:26
Saat ini masyarakat banyak dikejutkan dengan LGBT, banyak diantaranya yang belum tau dan mengerti dengan apa itu yang dimaksud oleh LGBT sendiri. Bahkan ada pula beberapa diantaranya yang bertanya apakah LGBT itu termasuk dalam jenis penyakit LGBT atau bukan? Untuk menjawab beberapa bentuk pertanyaan tersebut, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu uraian penjelasan di bagian bawah ini : Apa itu LGBT? LGBT atau sering pula disebut sebagai GLBT adalah singkatan dari kata Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Istilah ini sebenarnya sudah digunakan sejak tahun 1990 lalu, namun untuk perkembangannya memang baru dikenal oleh masyarakat dalam beberapa waktu terakhir ini. Penggunaan istilah LGBT pada mualnya digunakan untuk mengganti frasa dari Komunitas Gay. Hal ini juga berkaitan dengan penggunaan kata yang lebih mewakili dari kelompok-kelompok orang yang sudah disebutkan pada bagian di atas itu tadi. Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan dengan Cara Pencegahannya Selain itu penggunaan istilah ini juga digunakan untuk menekan bentuk keanekaragaman yang dilihat melalui kacamata seksualitas serta gender. Bahkan peggunaan istilah tersebut juga tidak hanya digunakan untuk menyebutkan pihak homoseksual atau pun biseksual saja. Karena tidak jarang mereka yang heteroseksual pun dimasukkan dalam istilah yang satu ini. Karena itulah penggunaan istilah LGBT sering pula ditambahkan dengan penggunaan huruf Q yang berarti mewakili kata Queer. Sehingga istilah tersebut pun berubah menjadi LGBTQ atau GLBTQ. Penggunaan istilah ini bahkan tercatat sejak tahun 1996 lalu. Pada dasarnya tidak semua orang setuju dengan penggunaan istilah dari LGBT itu sendiri. Karena ada beberapa diantaranya pendapat yang menyatakan bahwa pergerakan transgender serta transeksual tidak sama dengan apa yang disebut sebagai Lesbian, Gay serta Biseksual. Hal ini berkaitan pula dengan gagasan dari penggunaan kata transgender serta transeksual yang memang berkaitan dengan identitas gender, namun justru terlepas dari bentuk orientasi seksual. LGBT Bukanlah penyakit atau pun kelainan Setelah membicarakan mengenai istilah LGBT yang pada dasarnya sudah dikenal sejak jaman dulu. Salah seorang pakar saraf yang bernama dr. Roslan Yusni Hasan, SpBS justru mengungkapkan pendapatnya terkait dengan LGBT tersebut. Menurut beliau LGBT bukanlah jenis penyakit atau bahkan kelainan. Karena itulah tidak diperlukan adanya sistem pengobatan atau bahkan penyembuhan yang perlu dilakukan. Dokter yang akrab dengan panggilan Ryu itu bahkan menyebutkan bahwa LGBT sebagai variasi kehidupan saja. Mengepa demikian? Karena di dalam bagian biologi yang dimiliki oleh para kaum tersebut tidak terdapat hal yang tidak normal. Karena itulah hal ini dianggapnya sebagai bentuk variasi belaka. Beliau bahkan menjelaskan bakat seseorang untuk menjadi seorang lesbian, kemudian gay, biseksual atau bahkan transgender itu sendiri pada dasarnya memang sudah terbentuk ketika dirinya menjadi janin dalam kandungan ibu. Meskipun proses terbentuknya jenis kelamin, kemudian gender serta orientasi seksual adalah proses yang terjadi dengan cara terpisah, namun proses tersebut pada dasarnya memang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan ada beberapa orang yang memiliki jenis kelamin laki-laki, namun gendernya justru belum tentu maskulin. Hal ini juga turut memberikan pengaruh pada orientasi seksualnya yang juga belum tentu mengarah pada sosok perempuan. Hal ini juga lebih dijelaskan oleh sosok Ryu melalui penjabarannya yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kromosom XX belum tentu memiliki jenis kelamin sebagai perempuan, begitupun dengan kromosom XY yang juga belum tentu menjadi sosok laki-laki. fakta biologisnya, banyak sekali variasi genetik, yang pada akhirnya dapat membuat keadaan kromosom menjadi lebih banyak atau malah berkurang. Selain hal tersebut Ryu juga menjelaskan jika kaum LGBT memiliki variasi struktur otak yang berbeda antara satu dengan lainnya, sehingga sulit untuk diubah. Hal ini terkait pula dengan jumlah dari kaum LGBT yang memang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Selain itu Ryu juga menambahkan bahwa seseorang yang termasuk homoseksual pada dasarnya tidak dapat menurunkan sifat asli yang dimilikinya. Hal ini jelas berbeda dengan mereka yang heteroseksual yang mampu memiliki keturunan. Karena itulah pada akhirnya menurut Ryu semua itu kembali pada masing-masing pribadi yang memilikinya, dan bentuk kenyamanan yang dirasakan oleh seseorang. Dengan kata lain ketika seseorang menyukai permainan drum dan memiliki bakat dalam hal tersebut, kemudia ia memilih drum itu tadi dibandingkan dengan gitar, maka hal tersebut tentu saja diperbolehkan. LGBT sebagai bentuk penyakit kejiwaan yang menular Berbeda halnya dengan bentuk pendapat yang disebutkan pada bagian di atas tadi. untuk pendapat yang akan dijelaskan pada bagian di bawah ini justru menyebutkan LGBT sebagai bentuk jenis penyakit. Selain itu penyakit LGBT ini juga dimasukkan dalam kategori penyakit menular. Isu mengenai masalah LGBT saat ini memang tengah menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia. Cukup banyak diantaranya orang yang berpendapat jika LGBT ini bertentangan dengan nilai serta ajaran agama. Namun tidak jarang pula orang yang beranggapan bahwa kaum LGBT berhak untuk menyuarakan keadaannya sehingga ia tidak dikucilkan dari masyarakat di lingkungan sekitarnya. Beberapa orang yang menyatakan pendapatnya bahwa LGBT bukanlah jenis penyakit justru mulai dipatahkan oleh seorang psikiater bernama Dr. Fidiansyah. Menurut beliau mereka yang termasuk dalam kaum yang satu ini justru termasuk orang yang terkena gangguan jiwa. Karena termasuk dalam bentuk penyakit dari gangguan jiwa, maka bentuk penyakit yang satu ini pun dikategorikan sebagai penyakit yang mampu menular pada orang lainnya. Hal tersebut bahkan diterangkan olehnya dalam sebuah buku yang berjudul PedomanPenggolongan Diagnosis dari Gangguan Jiwa. Dalam bukunya tersebut, Fidiansyah menyebutkan jika homoseksual serta biseksual termasuk dalam bentuk gangguan psikologis serta perilaku yang memang berhubungan dengan perkembangan dari orientasi seksual. Dari pernyataannya tersebut Fidiansyah menyatakan bahwa apa yang sudah diungkapkan olehnya atau bahkan psikiater lain yang menyebutkan LGBT sebagai bentuk penyakit menular bukan ingin mendiskriminasi. Menurut beliau hal ini dilakukan justru untuk membantu para kaum tersebut. berkaitan dengan sebutan LGBT sebagai jenis penyakit gangguan jiwa yang menular tentu saja bentuk penularannya pun tidak dilakukan melalui kontak bakteri, virus, atau bahkan mikroba lainnya. Hal ini justru lebih mengarah pada bentuk penularan melalui perubahan sikap perilaku serta bentuk pembiasaan yang dilakukan olehnya. Baca juga : Akibat yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat bagi Kesehatan Karena itulah LGBT dikatakan dapat menular, yang dilakukan melalui penularan perilaku. Teori penularan yang satu ini diungkapkan melalui bentuk pembiasaan. Seperti halnya ketika seseorang mulai mengikuti satu pola tertentu yang pada akhirnya akan membuat dirinya menjadi satu karekter tersebut. Sehingga pada akhirnya terbentuklah kepribadian, dengan bentuk pembiasaan yang sesuai dengan gangguan dari penyakit jiwa itu tadi. Dari beberapa bentuk pendapat yang sudah dijelaskan pada bagian di atas tadi, Anda dapat melihat bahwa masih banyak pertentangan terkait dengan isu kontroversial dari LGBT itu sendiri. Apakah ia termasuk dalam jenis penyakit yang dikenal dengan sebutan Penyakit LGBT atau bukan? Namun jika hal ini sekiranya merugikan memang lebih baik untuk tidak menjadi bagian di dalamnya.