Waktu Posting : 14-03-2016 11:49 | Dibaca : 2459x
10-12-2014 13:56
assalamualaekum dok.. sya mw konsultasi ne dok ??!!! knp y dok punggung saya yg sebelah kiri serng skit dn sakit'a itu mpek kblkang btas dbwah pyudara lh kira2, dn skit'a itu srng saya rsakan skit skali itu ktk bngun tdur itu knp y dok ???? mhon mnta pnjlasn'a.
26-03-2016 21:07
4 Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bagi Bayi - Perut kembung pada bayi bikin bayi tak nyaman hingga dia jadi rewel serta kerap menangis. Sesungguhnya kembung pada bayi umur 3 hingga 4 bln. ialah hal yang lumrah, lantaran memanglah saluran pencernaannya belum berperan prima. Bersamaan menambahnya umur, mereka pula bakal kerap alami perut kembung lantaran mulai coba makanan yang tidak sama untuk pertama kalinya. Di bagian perut memanglah ada gas atau udara, tetapi sebagai permasalahan bila gas di dalamnya berlebihan. Pada anak yang semakin besar atau orang dewasa, gas itu bisa dengan gampang di keluarkan. Namun pada bayi, tak semuanya bayi bisa dengan gampang keluarkan gas dari dalam perutnya, mereka memerlukan pertolongan untuk mengeluarkannya.  Baca juga : Inilah 4 Cara Meredakan Keringat Dingin  Sinyal Perut Kembung pada Bayi Apabila bayi mulai rewel serta menangis tanpa ada argumen yang pasti, coba untuk mengecek sisi perutnya. Bila perut bayi merasa agak keras, serta berbagai kali buang angin, ini adalah sinyal perut bayi kembung. Kecuali rewel serta menangis, cermati juga gerakan bayi. Bila dia kerap menggeliat serta melengkungkan punggungnya ke belakang, dan mengangkat ke-2 kakinya, dapat jadi tandanya kalau dia tengah rasakan kembung. Jalan Menangani Perut Kembung pada Bayi Ada berbagai jalan yang bisa dikerjakan untuk menangani perut kembung pada bayi. Pertama, tempatkan bayi di kasur dengan posisi tidur Anda pula bisa menghindar timbulnya perut kembung pada bayi. Langkahnya, sesudah bayi minum susu, gendonglah bayi dengan posisi terlentang, angkat ke-2 kakinya serta gerakan seperti tengah mengendarai sepeda. Gerakan ini bisa menolong keluarkan gas dari perut bayi. Jalan yang lain yang bisa Anda kerjakan ialah dengan memijat perlahan-lahan perut bayi dengan gerakan searah jarum jam. Sama dengan gerakan terlebih dulu, jalan ini bisa dikerjakan dengan posisi tidur. Kecuali itu, Anda pula dapat mengusap-usap punggungnya dengan menempatkan bayi diatas ke-2 paha Anda dengan posisi perut menghadap ke bawah atau telungkup.  Baca juga : 4 Cara Cepat Melenyapkan Batuk Kering  Anda pula bisa menghindar timbulnya perut kembung pada bayi. Langkahnya, sesudah bayi minum susu, gendonglah bayi dengan posisi tegak supaya susu bisa dengan cara perlahan-lahan serta lancar masuk kedalam perut hingga tak menyebabkan permasalahan perut. Kecuali itu, susui bayi Anda sebelumnya dia terasa lapar. Hal semacam ini dapat meminimalisir peluang perut kembung pada bayi akibat masuk angin. Perut kembung pada bayi pula dapat jadi sinyal ada permasalahan pencernaan yang serius, oleh karenanya bila bayi makin rewel, susah untuk buang air besar, muntah, atau bahkan juga demam, baiknya Anda langsung menghubungi dokter.
13-12-2024 18:36
Kuret lazim dilakukan pada wanita yang mengalami keguguran saat usia kandungan trimester pertama. Kuret atau dalam bahasa medis dikenal sebagai D&C (dilation and curettage) merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan atau membersihkan sisa jaringan atau perdarahan dari dalam rahim.Tindakan kuret terdiri dari dilasi dan kuretase. Dilasi ialah tindakan membuka leher rahim untuk selanjutnya dilakukan kuretase, yaitu pembersihan isi rahim.Dalam tindakan itu, dokter akan akan mengeruk lapisan dalam dinding rahim dengan sendok kuret hingga bersih dari sisa jaringan dan perdarahan. Selain itu, dokter dapat pula menggunakan vacuum aspiration untuk menyedot sisa jaringan. Meski sudah banyak dilakukan, masih ada sederet fakta mengenai kuret yang perlu Anda tahu.Semua Keguguran Pasti akan Dikuret?Faktanya, 50 persen kasus keguguran tidak membutuhkan prosedur kuret. Artinya, jaringan dianggap dapat keluar dengan sendirinya hingga bersih. Namun, hal ini tetap bergantung pada usia kehamilan serta kondisi rahim. Usia kehamilan lebih dari 10 minggu umumnya memerlukan tindakan kuret untuk membantu membersihkan jaringan dalam rahim.Kuret Dibius Total atau Tidak?Saat akan dilakukan kuret, pasien akan menjalani anestesi atau dibius secara total. Hal ini perlu dilakukan karena prosedur ini dapat menimbulkan rasa nyeri.Apa Saja Komplikasi kuret?Sama seperti setiap prosedur atau tindakan medis lainnya, prosedur kuret pun dapat menimbulkan beberapa risiko usai tindakan. Risiko yang dapat muncul antara lain kerusakan pada jaringan leher rahim, perforasi rahim (rahim bolong), infeksi, atau timbulnya jaringan parut dalam rahim.Apakah Kuret Memengaruhi Kesuburan Rahim Kelak?Kuretase dapat menimbulkan jaringan parut pada dinding rahim, yang dikenal dengan istilah sindrom Asherman (Ashermans syndrome). Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan menstruasi yang tidak teratur atau nyeri hebat saat menstruasi.Selain itu, sindrom Asherman dipercaya berisiko menyebabkan keguguran pada kehamilan selanjutnya dan mengganggu kesuburan. Beberapa wanita dengan sindrom Asherman dapat mengalami kesulitan untuk hamil. Kalaupun berhasil hamil, sindrom ini berisiko menyebabkan gangguan pada perkembangan janin. Sering kali tindakan operasi pada penderita sindrom ini dapat membantu meningkatkan peluang memiliki kehamilan yang sehat. Kuret Dapat Membantu Mendiagnosis Kelainan Rahim?Ya. Kuret dapat membantu dokter untuk mendiagnosis dan mengatasi adanya keabnormalan pada rahim. Misalnya, perdarahan yang abnormal, polip, ketidakseimbangan hormonal, tanda menopause, kanker rahim, ataupun tumor jinak rahim.Apakah Ada Perdarahan Pasca Kuret?Pada umumnya setelah satu minggu dari keguguran dan kuret, darah sudah tidak keluar lagi. Yang perlu Anda perhatikan, ketika darah yang keluar semakin berkurang maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.Siklus Haid Dapat BerubahSetelah kuret dilakukan, perubahan siklus haid dapat terjadi. Haid bisa datang lebih awal ataupun terlambat. Pasca keguguran, tubuh membutuhkan waktu untuk mengembalikan keseimbangan hormon. Dalam waktu kurang lebih enam bulan setelah keguguran, seharusnya siklus haid Anda sudah kembali seperti biasa. Sebelum enam bulan, siklus haid dapat tidak teratur.Hubungan Intim dan Hamil Pasca KuretPada masa-masa awal setelah tindakan kuret, Anda disarankan untuk menghindari hubungan intim. Hal ini bertujuan mencegah infeksi yang masuk ketika leher rahim masih terbuka. Setelah terjadi haid rutin, Anda baru diperbolehkan untuk berhubungan. Tapi ingat, ini menandakan Anda sudah kembali subur dan dapat hamil. Gunakan kondom untuk mencegah kehamilan setidaknya 3-6 bulan pasca kuret untuk mempersiapkan rahim kembali untuk dapat hamil.Itulah beberapa fakta mengenai kuret. Mengenal dan mengetahui fakta-fakta tentang kuret akan membantu Anda memulihkan diri usai prosedur dilakukan. Namun, jika terjadi gejala tidak biasa setelah kuret, seperti demam, kram perut selama lebih dari dua hari, perdarahan parah, keluar cairan berbau tak sedap dari vagina, segera periksakan diri ke dokter.Adalah Klinik Raden Saleh yang merupakan salah satu Klinik Kuret kesehatan kandungan yang telah berdiri sejak 1988. Kami fokus pada pelayanan tindakan kuretase yang aman dan profesional. Dikenal luas oleh dokter SpOG di seluruh Indonesia, kami telah dipercaya selama lebih dari 35 tahun untuk merawat wanita dan pasangan yang mengambil keputusan untuk mengakhiri kehamilan. Dengan pengalaman dan komitmen kami terhadap keselamatan serta kesehatan pasien.