Olahraga Sepeda Statis yang Baik

Additional Image

Waktu Posting : 26-05-2014 15:47 | Dibaca : 4312x

Seiring dengan kemajuan jaman yang terus terjadi maka hal tersebut telah membawa banyak perubahan bagi setiap lini kehidupan masyarakat. Seperti yang saat ini terjadi pada masyarakat modern. Dalam kehidupan masyarakat saat ini telah terjadi perubahan dalam banyak hal yang salah satunya yang paling terlihat adalah perubahan dalam hal gaya hidup. Ya gaya hidup tersebut sangat terpengaruh oleh adanya kemajuan teknologi yang terus terjadi. Seperti satu di antaranya adalah olahraga. Karena itulah maka pada ulasan berikut ini saya akan mengajak anda untuk membicarakan tentang olahraga yang dilakukan oleh masyarakat modern, sepeda statis. Di sini saya akan memberikan banyak ulasan tentangnya, jadi membaca ulasan berikut ini dengan seksama merupakan hal yang menarik untuk anda lakukan karena anda akan mendapatkan banyak informasi penting yang telah saya sajikan tentang sepeda statis.

Sepeda statis merupakan sebuah olahraga bersepeda yang lebih modern karena anda dapat bersepeda tanpa berpindah ke tempat manapun. Olahraga sepeda statis ini tidak boleh ada lakukan dengan sembarangan, karena ada banyak hal yang harus anda perhatikan agar olahraga ini memberikan manfaat yang maksimal. Seperti berikut ini.

Baca juga : Tips Hidup Sehat  

1.     Yang pertama harus anda lakukan adalah mengenali alat sepeda statis yang anda gunakan. Mengenali cara penggunaan ini merupakan sebuah hal yang sederhana namun demikian sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini tak lain karena memiliki tujuan utama agar olahraga yang anda lakukan tetap berada dalam prosedur pemakaian yang benar sehingga aman untuk anda serta alat yang anda gunakan itu sendiri. Jika hal ini anda abaikan maka manfaat yang anda dapatkan dari sepeda statis tersebut tidak akan anda peroleh secara maksimal.

2.     Olahraga sepeda statis merupakan sebuah olahraga yang bersifat ringan. Namun demikian anda tetap disarankan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukannya. Karena meskipun terbilang ringan, untuk menghindari adanya kejang otot atau mungkin hal buruk lainnya tetap diperlukan adanya sebuah pemanasan. Pemanasan yang dapat anda lakukan dapat dengan cara melakukan pelemasan otot-otot tangan maupun kaki terlebih dahulu.

3.     Sepeda statis merupakan sebuah olahraga yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kita. Semisal tentang kebutuhan beban, sadel dan juga pengaturan lainnya. Nah dengan hal ini agar mendapatkan manfaat yang maksimal dari olahraga ini maka yang harus anda lakukan adalah dengan menyesuaikan pengaturan alat olahraga ini sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk melakukan olahraga bagi diri anda masing-masing.

       Baca juga : Cuaca Panas Bisa Picu Serangan Jantung  

4.     Mengenakan pakaian yang nyaman merupakan sebuah hal yang baik untuk dipersiapkan sebelum kegiatan olahraga dilakukan. Olahraga dilakukan untuk tujuan membuat tubuh menjadi lebih santai dan segar, nah dengan menggunakan pakaian yang santai dan sesuai untuk melakukan olahraga maka anda akan dapat dengan mudah mendapatkan suasana yang santai dalam berolahraga.

5.     Lakukan olahraga ini secara perlahan dan bertahap. Selain melakukan pemanasan maka anda perlu memperhatikan cara berolahraga. Sebaiknya anda melakukan olahraga sepeda statis secara bertahap. Pertama anda mulai secara pelan-pelan lalu semakin cepat atau sesuai dengan kemampuan anda masing-masing.

6.     Yang selanjutnya harus anda perhatikan saat melakukan olahraga sepeda statis ini adalah pada saat ada selesai berolahraga. Selain melakukan pemanasan di awal sebelum anda berolahraga maka melakukan upaya pendinginan di akhir setelah olahraga  ini anda lakukan merupakan hal yang baik. Karena dengan melakukan pendinginan ini maka suhu tubuh anda akan kembali ke dalam keadaan normal dan tidak kaget saat anda berhenti dari olahraga ini.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sajikan untuk anda. Semoga beberapa hal yang saya sajikan di atas dapat memberikan banyak manfaat.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Diabetes dan Maag

11-06-2014 02:10

Assalamualaikum bu,ibu saya berumur 50thn,ia kena diabet,sbelumnya punya gangguan maag,akhir2 ini sering kambuh maagnya,attensi darahnyapun mulai dlu rendah,Ɣªήğ ingin sy tanyakan gmn crnya mengatasi maagnya biar Ǧªªªк̲̣к̲̣к̲̣. Kambuh?sedangkan kl diabet mknya :) Ҩɑ̤̈̊к̲̣̣ bleh sring,hrs di takar.skian trimakasi atas jwbnya

Featured Image
Apakah LGBT Itu Penyakit Atau Bukan?

23-02-2016 06:26

Saat ini masyarakat banyak dikejutkan dengan LGBT, banyak diantaranya yang belum tau dan mengerti dengan apa itu yang dimaksud oleh LGBT sendiri. Bahkan ada pula beberapa diantaranya yang bertanya apakah LGBT itu termasuk dalam jenis penyakit LGBT atau bukan? Untuk menjawab beberapa bentuk pertanyaan tersebut, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu uraian penjelasan di bagian bawah ini :   Apa itu LGBT? LGBT atau sering pula disebut sebagai GLBT adalah singkatan dari kata Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Istilah ini sebenarnya sudah digunakan sejak tahun 1990 lalu, namun untuk perkembangannya memang baru dikenal oleh masyarakat dalam beberapa waktu terakhir ini. Penggunaan istilah LGBT pada mualnya digunakan untuk mengganti frasa dari Komunitas Gay. Hal ini juga berkaitan dengan penggunaan kata yang lebih mewakili dari kelompok-kelompok orang yang sudah disebutkan pada bagian di atas itu tadi.   Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan dengan Cara Pencegahannya   Selain itu penggunaan istilah ini juga digunakan untuk menekan bentuk keanekaragaman yang dilihat melalui kacamata seksualitas serta gender. Bahkan peggunaan istilah tersebut juga tidak hanya digunakan untuk menyebutkan pihak homoseksual atau pun biseksual saja. Karena tidak jarang mereka yang heteroseksual pun dimasukkan dalam istilah yang satu ini. Karena itulah penggunaan istilah LGBT sering pula ditambahkan dengan penggunaan huruf Q yang berarti mewakili kata Queer. Sehingga istilah tersebut pun berubah menjadi LGBTQ atau GLBTQ. Penggunaan istilah ini bahkan tercatat sejak tahun 1996 lalu.   Pada dasarnya tidak semua orang setuju dengan penggunaan istilah dari LGBT itu sendiri. Karena ada beberapa diantaranya pendapat yang menyatakan bahwa pergerakan transgender serta transeksual tidak sama dengan apa yang disebut sebagai Lesbian, Gay serta Biseksual. Hal ini berkaitan pula dengan gagasan dari penggunaan kata transgender serta transeksual yang memang berkaitan dengan identitas gender, namun justru terlepas dari bentuk orientasi seksual.     LGBT Bukanlah penyakit atau pun kelainan   Setelah membicarakan mengenai istilah LGBT yang pada dasarnya sudah dikenal sejak jaman dulu. Salah seorang pakar saraf yang bernama dr. Roslan Yusni Hasan, SpBS justru mengungkapkan pendapatnya terkait dengan LGBT tersebut. Menurut beliau LGBT bukanlah jenis penyakit atau bahkan kelainan. Karena itulah tidak diperlukan adanya sistem pengobatan atau bahkan penyembuhan yang perlu dilakukan.   Dokter yang akrab dengan panggilan Ryu itu bahkan menyebutkan bahwa LGBT sebagai variasi kehidupan saja. Mengepa demikian? Karena di dalam bagian biologi yang dimiliki oleh para kaum tersebut tidak terdapat hal yang tidak normal. Karena itulah hal ini dianggapnya sebagai bentuk variasi belaka.  Beliau bahkan menjelaskan bakat seseorang untuk menjadi seorang lesbian, kemudian gay, biseksual atau bahkan transgender itu sendiri pada dasarnya memang sudah terbentuk ketika dirinya menjadi janin dalam kandungan ibu.   Meskipun proses terbentuknya jenis kelamin, kemudian gender serta orientasi seksual adalah proses yang terjadi dengan cara terpisah, namun proses tersebut pada dasarnya memang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan ada beberapa orang yang memiliki jenis kelamin laki-laki, namun gendernya justru belum tentu maskulin. Hal ini juga turut memberikan pengaruh pada orientasi seksualnya yang juga belum tentu mengarah pada sosok perempuan.   Hal ini juga lebih dijelaskan oleh sosok Ryu melalui penjabarannya yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kromosom XX belum tentu memiliki jenis kelamin sebagai perempuan, begitupun dengan kromosom XY yang juga belum tentu menjadi sosok laki-laki. fakta biologisnya, banyak sekali variasi genetik, yang pada akhirnya dapat membuat keadaan kromosom menjadi lebih banyak atau malah berkurang.   Selain hal tersebut Ryu juga menjelaskan jika kaum LGBT memiliki variasi struktur otak yang berbeda antara satu dengan lainnya, sehingga sulit untuk diubah. Hal ini terkait pula dengan jumlah dari kaum LGBT yang memang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Selain itu Ryu juga menambahkan bahwa seseorang yang termasuk homoseksual pada dasarnya tidak dapat menurunkan sifat asli yang dimilikinya. Hal ini jelas berbeda dengan mereka yang heteroseksual yang mampu memiliki keturunan.   Karena itulah pada akhirnya menurut Ryu semua itu kembali pada masing-masing pribadi yang memilikinya, dan bentuk kenyamanan yang dirasakan oleh seseorang. Dengan kata lain ketika seseorang menyukai permainan drum dan memiliki bakat dalam hal tersebut, kemudia ia memilih drum itu tadi dibandingkan dengan gitar, maka hal tersebut tentu saja diperbolehkan.   LGBT sebagai bentuk penyakit kejiwaan yang menular Berbeda halnya dengan bentuk pendapat yang disebutkan pada bagian di atas tadi. untuk pendapat yang akan dijelaskan pada bagian di bawah ini justru menyebutkan LGBT sebagai bentuk jenis penyakit. Selain itu penyakit LGBT ini juga dimasukkan dalam kategori penyakit menular. Isu mengenai masalah LGBT saat ini memang tengah menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia. Cukup banyak diantaranya orang yang berpendapat jika LGBT ini bertentangan dengan nilai serta ajaran agama. Namun tidak jarang pula orang yang beranggapan bahwa kaum LGBT berhak untuk menyuarakan keadaannya sehingga ia tidak dikucilkan dari masyarakat di lingkungan sekitarnya.   Beberapa orang yang menyatakan pendapatnya bahwa LGBT bukanlah jenis penyakit justru mulai dipatahkan oleh seorang psikiater bernama Dr. Fidiansyah. Menurut beliau mereka yang termasuk dalam kaum yang satu ini justru termasuk orang yang terkena gangguan jiwa. Karena termasuk dalam bentuk penyakit dari gangguan jiwa, maka bentuk penyakit yang satu ini pun dikategorikan sebagai penyakit yang mampu menular pada orang lainnya.   Hal tersebut bahkan diterangkan olehnya dalam sebuah buku yang berjudul PedomanPenggolongan Diagnosis dari Gangguan Jiwa. Dalam bukunya tersebut, Fidiansyah menyebutkan jika homoseksual serta biseksual termasuk dalam bentuk gangguan psikologis serta perilaku yang memang berhubungan dengan perkembangan dari orientasi seksual.   Dari pernyataannya tersebut Fidiansyah menyatakan bahwa apa yang sudah diungkapkan olehnya atau bahkan psikiater lain yang menyebutkan LGBT sebagai bentuk penyakit menular bukan ingin mendiskriminasi. Menurut beliau hal ini dilakukan justru untuk membantu para kaum tersebut. berkaitan dengan sebutan LGBT sebagai jenis penyakit gangguan jiwa yang menular tentu saja bentuk penularannya pun tidak dilakukan melalui kontak bakteri, virus, atau bahkan mikroba lainnya. Hal ini justru lebih mengarah pada bentuk penularan melalui perubahan sikap perilaku serta bentuk pembiasaan yang dilakukan olehnya.   Baca juga : Akibat yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat bagi Kesehatan     Karena itulah LGBT dikatakan dapat menular, yang dilakukan melalui penularan perilaku. Teori penularan yang satu ini diungkapkan melalui bentuk pembiasaan. Seperti halnya ketika seseorang mulai mengikuti satu pola  tertentu yang pada akhirnya akan membuat dirinya menjadi satu karekter tersebut. Sehingga pada akhirnya terbentuklah kepribadian, dengan bentuk pembiasaan yang sesuai dengan gangguan dari penyakit jiwa itu tadi.   Dari beberapa bentuk pendapat yang sudah dijelaskan pada bagian di atas tadi, Anda dapat melihat bahwa masih banyak pertentangan terkait dengan isu kontroversial dari LGBT itu sendiri. Apakah ia termasuk dalam jenis penyakit yang dikenal dengan sebutan Penyakit LGBT atau bukan? Namun jika hal ini sekiranya merugikan memang lebih baik untuk tidak menjadi bagian di dalamnya. 

Featured Image
ALS Dan Permasalahannya Bagi Kesehatan

03-10-2014 06:18

Amyotrophic lateral sclerosis atau disingkat ALS yang di kenal pula dengan penyakit Lou Gehrig adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang menyerang sel saraf di otak serta sumsum tulang belakang, terutama saraf motorik. Penyakit itu memanglah bakal bikin saraf pada otot motorik atau gerakan alami penuaan serta selalu lebih buruk sampai menyebabkan kematian saraf. Nah, saat saraf motorik mati, kekuatan otak untuk mengontrol gerakan otot bakal hilang hingga penyakit ini bisa mengakibatkan kelumpuhan. Nama ALS sendiri datang dari bhs Yunani, yang bermakna tak ada nutrisi otot. Saat, nutrisi tak meraih otot, mengakibatkan otot tubuh melemah serta pada akhirnya lumpuh. Kecuali itu, ruang lateral di tulang belakang, di mana saraf motorik berlokasi, pula alami pengerasan yang jadi parah kelumpuhan.   Baca juga : Amankan Lambung Dengan Cara Memilih Kopi yang Tepat Tanda-tanda awal ALS termasuk juga penurunan kemampuan saraf, terutama yang melibatkan lengan serta tungkai, hingga kita jadi lemah jalan atau tak kuat memegang gelas atau pensil, umpamanya. Bila sisi saraf menelan yang terserang, jadi penderita bakal kesusahan menelan atau kehilangan refleks batuk. Waktu otot tak lagi terima pesan dari saraf motorik untuk menggerakkan fungsinya, otot juga mulai alami atropi atau penyusutan. Tungkai penderita ALS bakal tampak lebih kurus lantaran alami penyusutan jaringan otot. Tubuh mempunyai banyak tipe saraf yang dilibatkan dalam proses memikirkan, mengingat, rasakan, pandangan, pendengaran, serta manfaat tubuh yang lain. Pada ALS, saraf yang terserang ialah saraf motorik yang berperan untuk menghantarkan rangsang pada otot untuk lakukan gerakan. Gerakan yang dikontrol oleh saraf motorik, umpamanya, gerakan memegang benda atau jalan. Disamping itu, otot jantung serta pencernaan luput dari serangan ini lantaran otot jantung tak ada dibawah kendali saraf motorik. Seperti di ketahui, otot jantung bergerak sendiri tanpa ada perintah yang diakui. Mudahnya, seorang tak dapat menahan detak jantungnya, namun dapat menahan napas, bukan? Berarti, bernapas adalah kegiatan sebagai tujuan ALS. Sampai saat ini 90 % pemicu penyakit ini belum di ketahui, obat untuk menyembuhkannya pula belum ada. Cuma ada satu obat yang diizinkan, yakni riluzole yang berperan memperlambat perburukan pernyakit. Dengan tantangan mandi es, donasi untuk ALS bertambah tajam. Dalam berbagai minggu saja, Asosiasi ALS untuk memperoleh 41, 8 juta dollar AS, baik dari donor terus ataupun beberapa ribu kontributor baru. Walau demikian, tantangan ini pula memetik banyak kritik lantaran dinilai boros air serta menghabiskan waktu.   Baca juga : Meningkatkan Metabolisme Tubuh di Pagi Secara Mudah Semakin banyak menyerang pria Dengan cara statistik, ALS dapat digolongkan dalam penyakit langka. Tetapi, ALS adalah penyakit saraf motorik yang paling umum diketemukan. Penyakit ini dapat menyerang beragam ras etnis, mulai Kaukasia sampai Asia, tetapi semakin banyak diketemukan pada ras Kaukasia, dengan probabilitas 1, 2-4 berbanding 100 ribu. Pada ras lain, angkanya tambah lebih rendah. ALS biasanya menyerang mereka yang berumur pada 40-60 th., namun tak tutup kemungkinan menyerang mereka yang lebih muda. Pria semakin banyak diserang ALS di banding wanita.

...