Waktu Posting : 23-02-2016 06:26 | Dibaca : 3639x
Saat ini masyarakat banyak dikejutkan dengan LGBT, banyak diantaranya yang belum tau dan mengerti dengan apa itu yang dimaksud oleh LGBT sendiri. Bahkan ada pula beberapa diantaranya yang bertanya apakah LGBT itu termasuk dalam jenis penyakit LGBT atau bukan? Untuk menjawab beberapa bentuk pertanyaan tersebut, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu uraian penjelasan di bagian bawah ini :
Apa itu LGBT?
LGBT atau sering pula disebut sebagai GLBT adalah singkatan dari kata Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Istilah ini sebenarnya sudah digunakan sejak tahun 1990 lalu, namun untuk perkembangannya memang baru dikenal oleh masyarakat dalam beberapa waktu terakhir ini. Penggunaan istilah LGBT pada mualnya digunakan untuk mengganti frasa dari Komunitas Gay. Hal ini juga berkaitan dengan penggunaan kata yang lebih mewakili dari kelompok-kelompok orang yang sudah disebutkan pada bagian di atas itu tadi.
Baca juga : Waspadai Penyakit di Musim Hujan dengan Cara Pencegahannya
Selain itu penggunaan istilah ini juga digunakan untuk menekan bentuk keanekaragaman yang dilihat melalui kacamata seksualitas serta gender. Bahkan peggunaan istilah tersebut juga tidak hanya digunakan untuk menyebutkan pihak homoseksual atau pun biseksual saja. Karena tidak jarang mereka yang heteroseksual pun dimasukkan dalam istilah yang satu ini. Karena itulah penggunaan istilah LGBT sering pula ditambahkan dengan penggunaan huruf Q yang berarti mewakili kata Queer. Sehingga istilah tersebut pun berubah menjadi LGBTQ atau GLBTQ. Penggunaan istilah ini bahkan tercatat sejak tahun 1996 lalu.
Pada dasarnya tidak semua orang setuju dengan penggunaan istilah dari LGBT itu sendiri. Karena ada beberapa diantaranya pendapat yang menyatakan bahwa pergerakan transgender serta transeksual tidak sama dengan apa yang disebut sebagai Lesbian, Gay serta Biseksual. Hal ini berkaitan pula dengan gagasan dari penggunaan kata transgender serta transeksual yang memang berkaitan dengan identitas gender, namun justru terlepas dari bentuk orientasi seksual.
LGBT Bukanlah penyakit atau pun kelainan
Setelah membicarakan mengenai istilah LGBT yang pada dasarnya sudah dikenal sejak jaman dulu. Salah seorang pakar saraf yang bernama dr. Roslan Yusni Hasan, SpBS justru mengungkapkan pendapatnya terkait dengan LGBT tersebut. Menurut beliau LGBT bukanlah jenis penyakit atau bahkan kelainan. Karena itulah tidak diperlukan adanya sistem pengobatan atau bahkan penyembuhan yang perlu dilakukan.
Dokter yang akrab dengan panggilan Ryu itu bahkan menyebutkan bahwa LGBT sebagai variasi kehidupan saja. Mengepa demikian? Karena di dalam bagian biologi yang dimiliki oleh para kaum tersebut tidak terdapat hal yang tidak normal. Karena itulah hal ini dianggapnya sebagai bentuk variasi belaka. Beliau bahkan menjelaskan bakat seseorang untuk menjadi seorang lesbian, kemudian gay, biseksual atau bahkan transgender itu sendiri pada dasarnya memang sudah terbentuk ketika dirinya menjadi janin dalam kandungan ibu.
Meskipun proses terbentuknya jenis kelamin, kemudian gender serta orientasi seksual adalah proses yang terjadi dengan cara terpisah, namun proses tersebut pada dasarnya memang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan ada beberapa orang yang memiliki jenis kelamin laki-laki, namun gendernya justru belum tentu maskulin. Hal ini juga turut memberikan pengaruh pada orientasi seksualnya yang juga belum tentu mengarah pada sosok perempuan.
Hal ini juga lebih dijelaskan oleh sosok Ryu melalui penjabarannya yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kromosom XX belum tentu memiliki jenis kelamin sebagai perempuan, begitupun dengan kromosom XY yang juga belum tentu menjadi sosok laki-laki. fakta biologisnya, banyak sekali variasi genetik, yang pada akhirnya dapat membuat keadaan kromosom menjadi lebih banyak atau malah berkurang.
Selain hal tersebut Ryu juga menjelaskan jika kaum LGBT memiliki variasi struktur otak yang berbeda antara satu dengan lainnya, sehingga sulit untuk diubah. Hal ini terkait pula dengan jumlah dari kaum LGBT yang memang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Selain itu Ryu juga menambahkan bahwa seseorang yang termasuk homoseksual pada dasarnya tidak dapat menurunkan sifat asli yang dimilikinya. Hal ini jelas berbeda dengan mereka yang heteroseksual yang mampu memiliki keturunan.
Karena itulah pada akhirnya menurut Ryu semua itu kembali pada masing-masing pribadi yang memilikinya, dan bentuk kenyamanan yang dirasakan oleh seseorang. Dengan kata lain ketika seseorang menyukai permainan drum dan memiliki bakat dalam hal tersebut, kemudia ia memilih drum itu tadi dibandingkan dengan gitar, maka hal tersebut tentu saja diperbolehkan.
LGBT sebagai bentuk penyakit kejiwaan yang menular
Berbeda halnya dengan bentuk pendapat yang disebutkan pada bagian di atas tadi. untuk pendapat yang akan dijelaskan pada bagian di bawah ini justru menyebutkan LGBT sebagai bentuk jenis penyakit. Selain itu penyakit LGBT ini juga dimasukkan dalam kategori penyakit menular. Isu mengenai masalah LGBT saat ini memang tengah menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia. Cukup banyak diantaranya orang yang berpendapat jika LGBT ini bertentangan dengan nilai serta ajaran agama. Namun tidak jarang pula orang yang beranggapan bahwa kaum LGBT berhak untuk menyuarakan keadaannya sehingga ia tidak dikucilkan dari masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Beberapa orang yang menyatakan pendapatnya bahwa LGBT bukanlah jenis penyakit justru mulai dipatahkan oleh seorang psikiater bernama Dr. Fidiansyah. Menurut beliau mereka yang termasuk dalam kaum yang satu ini justru termasuk orang yang terkena gangguan jiwa. Karena termasuk dalam bentuk penyakit dari gangguan jiwa, maka bentuk penyakit yang satu ini pun dikategorikan sebagai penyakit yang mampu menular pada orang lainnya.
Hal tersebut bahkan diterangkan olehnya dalam sebuah buku yang berjudul PedomanPenggolongan Diagnosis dari Gangguan Jiwa. Dalam bukunya tersebut, Fidiansyah menyebutkan jika homoseksual serta biseksual termasuk dalam bentuk gangguan psikologis serta perilaku yang memang berhubungan dengan perkembangan dari orientasi seksual.
Dari pernyataannya tersebut Fidiansyah menyatakan bahwa apa yang sudah diungkapkan olehnya atau bahkan psikiater lain yang menyebutkan LGBT sebagai bentuk penyakit menular bukan ingin mendiskriminasi. Menurut beliau hal ini dilakukan justru untuk membantu para kaum tersebut. berkaitan dengan sebutan LGBT sebagai jenis penyakit gangguan jiwa yang menular tentu saja bentuk penularannya pun tidak dilakukan melalui kontak bakteri, virus, atau bahkan mikroba lainnya. Hal ini justru lebih mengarah pada bentuk penularan melalui perubahan sikap perilaku serta bentuk pembiasaan yang dilakukan olehnya.
Baca juga : Akibat yang Ditimbulkan dari Pemakaian Celana Ketat bagi Kesehatan
Karena itulah LGBT dikatakan dapat menular, yang dilakukan melalui penularan perilaku. Teori penularan yang satu ini diungkapkan melalui bentuk pembiasaan. Seperti halnya ketika seseorang mulai mengikuti satu pola tertentu yang pada akhirnya akan membuat dirinya menjadi satu karekter tersebut. Sehingga pada akhirnya terbentuklah kepribadian, dengan bentuk pembiasaan yang sesuai dengan gangguan dari penyakit jiwa itu tadi.
Dari beberapa bentuk pendapat yang sudah dijelaskan pada bagian di atas tadi, Anda dapat melihat bahwa masih banyak pertentangan terkait dengan isu kontroversial dari LGBT itu sendiri. Apakah ia termasuk dalam jenis penyakit yang dikenal dengan sebutan Penyakit LGBT atau bukan? Namun jika hal ini sekiranya merugikan memang lebih baik untuk tidak menjadi bagian di dalamnya.
21-09-2018 16:54
Alkohol seringkali digunakan sebagai salah satu bahan dalam skincare ataupun kosmetik. Banyak orang yang menghindari kandungan alkohol saat ingin memilih produk skincare dan kosmetik karena beranggapan jika alkohol dapat membawa dampak buruk pada kesehatan kulit. Alkohol memang terkenal sebagai kandungan "berbahaya" yang dianggap dapat menyebabkan kulit iritasi, kering bahkan bersifat karsinogenik. Namun ternyata, anggapan jika alkohol berbahay ternyata salah besar. Jika memang berbahaya, maka produk kosmetik atau skincare tidak akan dapat beredar luas dan tidak akan mendapat ijin BPOM, namun nyatanya banyak produk beralkohol yang mengantongi ijin BPOM yang berarti aman untuk digunakan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan beauty vlogger asal korea selatan, ia mengatakan jika alkohol merupakan produk yang aman digunakan untuk kulit dan ada beberapa manfaat dari alkohol yang ada dalam sebuah produk kosmetik maupun makeup seperti berikut ini : 1. Alkohol sebagai pelarut Alkohol merupakan pelarut yang sangat baik untuk bahan lain yang ada dalam produk sehingga kandungan dalam produk skincare atau kosmetik tersebut dapat terformulasikan secara baik dan bekerja maksimal pada kulit. 2. Alkohol sebagai pengawet Alkohol berperan penting untuk mencegah formula produk agar tidak terkontaminasi oleh kuman, bakteri dan jamur sehingga formula produk tidak akan berubah dan dapat bekerja maksimal saat diaplikasikan pada kulit dan produk pun tetap higienis. Alkohol juga akan menambah masa kadaluarsa produk sehingga dpaat lebih lama digunakan. 3. Alkohol akan mengurangi kadar minyak pada kulit Efek ini pasti akan sangat disenangi oleh orang dengan tipe kulit berminyak karena dapat menggunakan produk mengandung alkohol serta mampu mengurangi kadar minyak berlebih pada kulit. Namun proses tersebut bersifat sementara dan kandungan alkohol tidak akan mengganggu atau mengubah secara signifikan produksi minyak alami pada kulit. 4. Alkohol dapat meringankan tekstur produk Kandungan alkohol dalam produk skincare dan kosmetik dapat meringankan tekstur formula produk sehingga saat diaplikasikan pada kulit maka akan memberikan efek ringan.
08-06-2014 00:31
Kurang tidur, kecapean stres lantaran pekerjaan sekolah adalah awal munculnya lingkaran hitam sekitar mata. Sesudah itu, faktor keturunanatau genetis, terkena polusi, asap serta debu dapat juga mengakibatkan pembuluh darah membesar. Aliran darah ini mengalir ke kulit mata serta beralih warna sedikit lebih gelap serta condong menebal. Begitupun dengan sistem pembuangan cairan badan yang kurang lancar serta lemak yang berlebihan di seputar mata. Mengakibatkan bakal timbul kantung mata. Dampak cahaya matahari serta kekurangan cairan dapat juga mengakibatkan timbulnya kerutan halus di sekitar mata. Jalan keluar Praktis Kulit di seputar mata kandungan minyaknya paling sedikit dibanding dibagian lain. So, tidak heran jika kulit di daerah mata ini jadi lebih sensitif serta mudah berkerut. Buat meminimalisir dampak kerutnya, cobalah sebagian panduan dibawah ini : 1. Facial mata Buat mengurangi persoalan di sekitar mata. Hal yang pertama kali Anda kerjakan yakni mwmbwrsihkan bekas make-up di seputar mata dengan memakai pembersih spesial, eye make-up remover setiap usai beraktivitas. Baca juga : Cara Menghilangkan Jerawat dengan Buah-buahan 2. Peeling Peeling berperan bersihkan serta menghaluskan kulit. Lantaran sel-sel kulit mati serta flek di bagian kulit mata turut terangkat oleh scrub. Paling sedikit satu minggu 2 x untuk lakukan peeling di seputar mata atas serta bawah. 3. Tapping Massage Pemijatan pada bagian mata yang ada kantung mata dengan pertolongan jari tengah dengan gerakan sesuai arah jarum jam. Mempunyai tujuan membuat lancar peredaran darah serta bikin syaraf mata jadi enjoy. 4. Gunakan Pelembab Lakukan menggunakan pelembab spesial untuk kulit mata tiap-tiap malam. Saat memoleskan eye krim, janganlah menggosok dengan kencang maupun dipijat, cukup ditepuk-tepuk saja. Kurangi juga rutinitas menguce-ngucek mata tiap-tiap hari. Baca juga : Lendir Siput Ternyata Bisa Cegah Keriput Gampang & Natural Kecuali memakai produk-produk kosmetik yang modern, Anda dapat juga memakai bahan-bahan yang gampang diperoleh, yaitu bahan-bahan dari alam, dimulai dari timun sampai labu. Coba juga, ya… 1. Timun Timun kecuali dapat dimakan, juga bermanfaat untuk kurangi lingkaran hitam di mata serta menghaluskan kulit muka. Ambillah potongan timun yang telah masuk dalam kulkas, lalu potong-potong serta tempelkan di mata dengan lama waktu 15 menit. 2. Es Batu Saat ada dibawah matahari cukup lama, mata bakal bekerja dengan cara ekstra, melebihi lazimnya. Cahaya ultraviolet, debu serta polusi ini menyebabkan iritasi pada mata. Untuk mengatasinya, Anda dapat memakai es batu. Langkahnya, ambillah es batu lalu dibungkus kain tidak tebal serta tempelkan di mata. Es batu ini dapat ngilangin noda di seputar mata disebabkan terbakar cahaya matahari. 3. Labu Hijau Labu hijau ini digunakan semacam pengganti timun untuk mengurangi lingkaran hitam dibawah kelopak mata. Dengan meminum juice labu hijau dengan cara teratur tiap-tiap hari, bikin kulit jadi lebih halus serta cerah.
14-07-2023 01:52
Sudah tahukah kamu jika sekarang kamu berpeluang untuk mengikuti kuliah online bersertifikat  secara gratis di Universitas Gadjah Mada (UGM)? Jika kamu belum tahu artinya kamu wajib menyimak artikel ini untuk mendapatkan kesempatan emas berkuliah gratis di Universitas Gadjah Mada. Sejak bulan Agustus 2021 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) telah bekerja sama dengan Pijar Fondation mengadakan kuliah gratis selama satu semester bagi mahasiswa aktif maupun masyarakat umum. Mereka juga menggandeng 45 mitra kolaborator dari beragam bidang seperti LSM, komunitas, dan industri. Program yang dikenal dengan nama Future Skills yang membekali talenta-talenta muda agar bisa beradaptasi dan berdaya saing di era distruptif. Adapun tujuan dari program ini yaitu agar para talenta muda dapat terampil dan mahir menggunakan skill yang dibutuhkan di masa mendatang bahkan hingga membentuk mereka menjadi talenta yang unggul. Future Skills Class diselenggarakan untuk menjadi inkubator pengembangan mahasiswa. Di sini generasi diajarkan kecakapan–kecakapan khusus yang jauh berbeda untuk menghadapi masa depan. Kecakapan ini diperlukan agar mereka dapat beradaptasi, berkompetisi, bahkan menjadi talenta unggulan. Diharapkan seluruh mahasiswa yang tergabung dalam program ini dengan pilihan mata kuliah seperti kewirausahaan sosial, kepemimpinan, lingkungan, hingga industri kreatif. Materi yang disajikan oleh praktisi ini disesuaikan dengan kebutuhan masa depan. Adapun mata kuliah yang difasilitasi dalam program Future Skills antara lain kewirausahaan sosial, kepemimpinan, lingkungan hingga industri kreatif. Setiap sesi perkuliahan diisi langsung oleh berbagai narasumber yang berkompeten dan memiliki ilmu praktis sesuai bidangnya. Hasil pembelajarannya juga dapat dikonversi menjadi nilai SKS yang dapat ditransfer kepada universitas masing-masing. Terdapat beberapa hal yang perlu dikatahui oleh calon pendaftar program ini, antara lain: ·         Untuk dapat mengikuti kelas yang diadakan oleh Future Skills, kalian wajib melakukan pendaftaran di futureskills.id dan melengkapi beberapa data yang diperlukan. ·         Saat proses pendaftaran dan pemilihan kelas, kalian harus memerhatikan jadwal dan ketentuan yang disyaratkan oleh kelas tersebut. Hal ini dikarenakan pada beberapa kelas hanya dapat diikuti oleh mahasiswa yang aktif atau tergabung dalam sebuah organisasi. Namun kalian jangan khawatir karena banyak juga kelas yang dapat diikuti oleh masyarakat umum. ·         Syarat lulus dalam program future skills yaitu wajib hadir minimal 75% dari total pertemuan tatap muka dan mengumpulkan proyek akhir/UAS. ·         Pada umumnya kelas yang diadakan untuk satu mata kuliah terdiri dari 9 kali pertemuan dengan intensitas pertemuan sekali dalam satu minggu. Future Skills merupakan program pengembangan kapasitas untuk anak muda oleh Yayasan Pijar dengan program kelas online bersertifikat  demi menyongsong masa depan yang lebih baik. Misi Future Skills adalah untuk membekali talenta Indonesia dengan berbagai keterampilan yang mereka butuhkan di masa depan. Mengingat betapa cepat dan parahnya dunia berubah, skilling dan upskilling harus dilakukan saat ini juga. Future Skills diperlukan karena generasi muda harus beradaptasi dengan pengetahuan dan keterampilan baru yang relevan.