Waktu Posting : 17-06-2014 08:40 | Dibaca : 2648x
Lensa kontak adalah alat medis yang dipergunakan sebagai alat bantu penglihatan, penggunaan terapeutik, dan kosmetikal. Penggunaan lensa kontak kebanyakan untuk menggantikan fungsi kacamata, mengatasi beberapa kekurangan dari kacamata itu sendiri, seperti meningkatkan kemampuan penglihatan perifer dan menghindari buramnya kacamata akibat hujan atau keringat. Namun, tak jarang lensa kotak dipakai hanya untuk mengubah penampilan mata seseorang.
Lensa kontak dapat diklasifikasikan menurut beberapa aspek, termasuk kegunaan primer, material bahan, durasi penggunaan, dan penggantian lensa kontaknya. Menurut kegunaannya, lensa kontak terbagi atas lensa kontak untuk memperbaiki penglihatan, kosmetik, dan terapeutik. Dari material bahannya, bisa berupa lensa kontak rigid (berbahan PMMA/polymethyl methacrylate) yang tidak dapat mengantarkan oksigen dan RGP (rigid gas permeable) yang sekarang lebih populer karena dapat menghantarkan oksigen dengan baik) dan lensa kontak lunak, lebih dikenal dengan softlens yang menyediakan kemampuan penghantaran oksigen yang lebih baik, wetability dan nyaman.Ada juga berbahan campuran lensa kontak rigid dan lunak.
Baca juga : Rahasia Kulit Sehat
Lensa kontak dapat dikenal dari penggunaannya, beberapa istilah yang sering terdengar, seperti daily wear, yaitu lensa kontak yang hanya dapat digunakan untuk kegiatan sehari-sehari dan harus dilepas pada saat tidur dan extended wear atau continues wear yaitu lensa kontak yang dapat dipakai overnight, sampai enam hari bahkan dengan bahan yang terbaru dapat dipakai sampai 30 hari karena tingginya kemampuan penghantaran oksigen, tentunya dengan syarat-syarat yang sangat ketat, seperti tidak dipakai dalam lingkungan yang berdebu dan kotor sebelumnya.
Dikenaljuga lensa kontak dari berapa lama ia dapat dipakai. Lensa kontakl unak single use atau sekali pakai yang dapat dipakai oleh orang-orang dengan riwayat alergi atau mudah terkena infeksi. Lensa kontak lunak lainnya, lensa kontak 2 mingguan atau 4 mingguan, bahkan ada yang setengah atau satu tahun. Lensa kontak rigid, biasanya dapat dipakai sampai beberapa tahun.
Jika seseorang ingin menggunakan lensa kontak, sebelumnya harus memikirkannya secara matang. Selain itu, dalam keputusan itu memerlukan kerja sama yang baik antara fitter (biasanya seorang dokter mata atau di luar negeri dapat dilakukan oleh optometris) dan pengguna lensa kontak. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu seorang fitter harus dapat menentukan apakah mata pengguna dalam keadaan sehat dan mampu menggunakan lensa kontak, bahkan harus bisa mengajarkan cara menggunakan dan memelihara lensa kontak yang akan dipakai.
Baca juga : Waspadai, Dampak Komputer Bagi Kesehatan Anda
Nah, sebagai pengguna lensa kontak, yang paling penting adalah mengetahui secara baik dan disiplin dalam hal penggunaan lensa kontak. Misalnya saja, selalu mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun sebelum memegang lensa kontak. Lensa kontak sebaiknya secara rutin dibersihkan, dicuci dengan pencuci lensa kontak (harus selalu terjaga kebersihan cairannya), dan selalu mengecek apakah lensa kontak rusak atau tidak. Cairan pencuci lensa memegang peranan penting dalam pemeliharaan lensa kontak.
Mengapa dapat terjadi komplikasi akibat lensa kontak? Tentunya hal ini terjadi akibat ketidaktahuan, kelalaian, dan ketidakmampuan dalam penggunaan lensa kontak secara baik dan disiplin. Hal yang dapat dilakukan adalah mengkonsultasikan kepada seseorang yang kompeten mengenai lensa kontak, jangan memaksakan memakai lensa kontak apabila sudah terjadi mata merah dan iritasi. Pakailah kacamata untuk sementara dan segerakan melakukan konsultasi ke dokter spesialis mata untuk mengatasi keluhannya. Jangan berusaha mengobati keluhannya tersebut dengan membeli obat tanpa resep dari dokter.
Ternyata menggunakan lensa kontak itu tidak mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk memutuskan apakah kita sudah mampu memulai hidup dengan lensa kontak. Jagalah kesehatan mata Anda karena mata adalah jendela untuk melihat dunia ini.
13-07-2016 22:09
Saat musim kemarau, cuaca cenderung panas dan kering serta matahari menyengat di kulit. Itulah mengapa kamu juga butuh pintar-pintar mengakali bagaimana caranya agar kamu tidak kepanasan sepanjang hari dan bisa beraktivitas seperti biasa tanpa terganggu. Baca juga : Tips Memilih Cream Pemutih Wajah yang Aman Salah satunya adalah dengan cermat memilih baju. Warna baju seringkali juga jadi pertimbangan ketika akan keluar rumah, banyak orang pasti akan menghindari baju warna hitam jika akan keluar rumah saat hari sedang panas. Tapi tahukah kamu bahwa ternyata bukan baju warna hitam yang seharusnya kamu hindari saat suhu di luar sedang panas. Memakai baju warna hitam sangat aman dipakai ke mana saja, bahkan jika hari sedang panas dan kamu berkeringat, karena meskipun kamu berkeringat, pakaian hitam tak akan terlihat basah karena keringat. Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Berbeda jika kamu memakai baju warna abu-abu. Bukan hanya terasa panas karena abu-abu adalah turunan warna dari hitam, baju warna abu-abu juga rentan memperlihatkan bercak basah karena keringat. Jadi, saat cuaca panas, jangan pakai baju warna abu-abu. Dibanding baju warna hitam yang panas tapi bisa menyamarkan keringat di baju, abu-abu cenderung panas dan bisa membuatmu malu karena bercak basah di ketiak atau di punggung. Nggak mau ini terjadi kan?
23-12-2025 17:42
Di zaman digital saat ini, interaksi media sosial menjadi salah satu ukuran keberhasilan yang paling penting bagi brand, bisnis, maupun kreator konten. Memiliki banyak pengikut memang memberikan kesan popularitas, tetapi keterlibatan nyata dari audiensseperti komentar, likes, shares, dan repostmenunjukkan seberapa efektif konten Anda dalam menarik perhatian dan membangun hubungan yang kuat dengan pengikut. Oleh karena itu, menemukan ide kreatif untuk meningkatkan interaksi media sosial menjadi langkah krusial bagi siapa pun yang ingin memperkuat kehadirannya di platform digital.Langkah pertama untuk membangun interaksi media sosial yang efektif adalah memahami audiens Anda. Setiap platform memiliki karakteristik pengguna yang berbeda. Misalnya, konten yang populer di TikTok belum tentu berhasil di LinkedIn atau Facebook. Dengan memahami minat, preferensi, dan perilaku audiens, Anda bisa menyesuaikan jenis konten, nada bahasa, dan waktu posting agar lebih relevan dan menarik. Pemahaman audiens ini menjadi fondasi untuk menciptakan konten yang tepat sasaran dan mendorong interaksi yang lebih tinggi.Kreativitas dalam konten juga sangat penting. Konten yang unik dan berbeda dari biasanya lebih mudah menarik perhatian audiens di feed yang padat. Anda dapat memanfaatkan storytelling, video pendek, infografik menarik, atau meme yang relevan dengan tren terkini. Misalnya, sebuah akun brand dapat membuat konten edukatif dengan sentuhan humor sehingga audiens terdorong untuk berkomentar, membagikan, atau menyimpan konten tersebut. Kreativitas semacam ini tidak hanya membuat konten lebih menonjol, tetapi juga meningkatkan peluang interaksi media sosial secara signifikan.Selain itu, memanfaatkan fitur interaktif yang ada di platform media sosial dapat mendorong interaksi media sosial lebih maksimal. Fitur seperti polling, kuis, live streaming, story dengan pertanyaan terbuka, atau tombol reaksi memungkinkan audiens ikut berpartisipasi secara langsung. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan engagement, tetapi juga memberikan insight tentang opini dan preferensi audiens. Semakin audiens merasa dilibatkan, semakin besar kemungkinan mereka menjadi pengikut setia dan merekomendasikan konten Anda ke orang lain.Konsistensi dalam posting juga memegang peranan penting. Mengunggah konten kreatif secara sporadis tidak akan membangun keterlibatan jangka panjang. Untuk meningkatkan interaksi media sosial, diperlukan strategi jangka panjang dengan frekuensi posting yang teratur. Kalender konten, termasuk tema mingguan atau konten musiman, membantu menjaga kontinuitas sehingga audiens selalu menantikan postingan terbaru. Algoritma platform sosial pun cenderung menonjolkan akun yang aktif dan konsisten membagikan konten berkualitas.Kolaborasi dengan influencer atau akun lain yang relevan juga dapat meningkatkan interaksi media sosial. Kolaborasi membantu memperluas jangkauan konten dan menarik audiens baru yang relevan. Misalnya, live session bersama influencer atau challenge kolaboratif dapat memicu komentar, shares, dan engagement lainnya sehingga visibilitas brand meningkat secara nyata.Analisis performa konten juga sangat penting. Dengan memantau data engagement, Anda bisa mengetahui jenis konten yang paling efektif mendorong interaksi media sosial, kapan waktu posting terbaik, dan topik apa yang paling diminati audiens. Informasi ini membantu mengoptimalkan konten berikutnya sehingga setiap postingan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan interaksi maksimal.Tidak kalah penting, respons aktif terhadap audiens juga menjadi kunci. Membalas komentar, menyukai tanggapan audiens, atau membagikan konten pengikut yang relevan dapat membuat mereka merasa dihargai. Keterlibatan semacam ini mendorong audiens untuk lebih sering berinteraksi dengan konten Anda, sehingga interaksi media sosial meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.meningkatkan interaksi media sosial bukan hanya soal membuat konten yang menarik, tetapi juga menggabungkan pemahaman audiens, kreativitas konten, pemanfaatan fitur interaktif, konsistensi, kolaborasi, analisis data, dan respons aktif terhadap pengikut. Dengan strategi yang tepat dan ide kreatif yang segar, setiap brand atau kreator konten memiliki peluang besar untuk memperkuat keterlibatan audiens, membangun komunitas yang loyal, dan mencapai tujuan pemasaran digital secara lebih efektif.
11-06-2024 23:54
Dari dulu hingga kini, stroke termasuksalah satu penyakit yang paling ditakuti. Penyakit ini terjadi ketika jaringan otak tidak berfungsi dengan baik dan aliran darah serta oksigen ke dalamnya kurang. Hingga saat ini, diketahui setidaknya ada beberapa hal yang dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko stroke, di antaranya : 1. Tingginya Tekanan Darah Penyebab paling umum terjadinya stroke adalah tingginya tekanan darah, atau dalam dunia medis disebut hipertensi. Sebaiknya kamu waspada akan ancaman stroke jika memiliki tekanan darah lebih dari 140/90. 2. Kebiasaan Merokok Memiliki kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Pasalnya, nikotin yang terkandung di dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah (penyebab paling umum dari stroke). Selain itu, asap rokok juga dapat menyebabkan lemak di arteri leher utama menumpuk, darah menjadi lebih kental, dan lebih rentan membeku. Bahaya rokok ini juga perlu diwaspadai oleh mereka yang sering terpapar asap rokok, lho. 3. Mengidap Penyakit Jantung Penyakit jantung dan stroke memang bisa dibilang memiliki hubungan yang erat. Pasalnya, orang yang mengidap penyakit ini lebih rentan terserang stroke, dibanding yang tidak. Hal ini tak terlepas dari fungsi jantung yang sangat vital, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh. Berbagai gangguan pada jantung yang dimaksud dalam hal ini termasuk fibrilasi atrium, kerusakan katup jantung, detak jantung yang tidak teratur, dan arteri yang tersumbat karena timbunan lemak. 4. Genetik Faktor ini cukup berpengaruh pada risiko stroke seseorang. Artinya, jika kamu memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke, risiko kamu untuk bisa mengalami kondisi serupa akan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri dan keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 5. Obesitas Jika obesitas disebut-sebut bisa sebabkan stroke, jawabannya tentu iya. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang tertuang dalam Obesity and Stroke Fact Sheet dari Obesity Action Coalition, yang menjelaskan bahwa peluang untuk terkena stroke dapat meningkat pada orang yang kelebihan berat badan, tak peduli pria ataupun wanita. Selain itu, obesitas juga menjadi faktor risiko untuk hipertensi, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan stroke. 6. Kolesterol Tinggi yang Tak Terkontrol Kolesterol yang kadarnya terlalu tinggi akan membentuk lapisan pada dinding-dinding pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menjadi sempit, sehingga sel-sel darah pun menjadi sulit mengalir ke seluruh tubuh. Jika aliran darah terhambat, risiko penyakit berbahaya seperti stroke pun meningkat. 7. Mengidap Diabetes Diabetes bisa dibilang penyebab tidak langsung terjadinya stroke. Hal ini karena orang yang mengidap penyakit ini biasanya lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi dan cenderung obesitas. Kedua kondisi itu dapat meningkatkan risiko stroke. Terlebih, diabetes dapat membuat pembuluh darah menjadi rusak, sehingga stroke jadi lebih mungkin terjadi. 8. Usia Meski bukan faktor penentu utama (karena siapapun bisa mengalami stroke), usia nyatanya dapat meningkatkan risiko. Secara umum, peluang seseorang untuk terserang stroke akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah berusia lebih dari 55 tahun. 9. Gender Pada usia yang sama, jika dibandingkan, wanita memiliki risiko yang lebih kecil ketimbang pria, untuk mengalami stroke. Namun, bukan berarti wanita terbebas dari risiko stroke, lho. Mengingat penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tanpa pandang bulu. Hanya saja, kemungkinan stroke pada wanita baru meningkat ketika telah menginjak usia lanjut. Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Cegah penyakit ini dengan menerapkan gaya hidup sehat. Jika kamu merasa berisiko mengalami penyakit ini, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter maupun mengonsumsi obat sesuai petunjuk ahli farmasi. Kunjungi websitenya di https://pafisorongkab.org/.