Waktu Posting : 16-06-2014 02:30 | Dibaca : 2824x
05-06-2014 19:27
Dada Terasa Deg – Degan perlu diwaspadai karena hal ini bisa membahayakan kesehatan jantung anda. Setiap kali cemas ataupun khawatir, tentu jantung akan berdebar – debar sehingga dada terasa deg – degan atau mungkin dengan detak jantung lebih kencang dari biasanya. Tetapi jika sering deg – degan tanpa sebab bisa jadi hal itu menandakan adanya gangguan irama jantung. Terjadinya gangguan irama jantung sebenarnya adalah salah satu spektrum penyakit jantung yang luas. Dimana, gangguan ini bisa menjadi pertanda awal dari adanya penyakit jantung yang serius. Gangguan irama jantung akan muncul karena adanya kekacauan sinyal listrik yang berfungsi menstimulasi otot jantung untuk memompa darah secara teratur. Pasalnya gangguan jantung menjadi pemicu utama terjadinya penyakit stroke dimana, darah tidak bisa mengalir dengan normal sehingga seiring dengan berjalannya waktu penyakit stroke dapat terjadi. Dengan demikian ketika merasa deg – degan dalam waktu sering sebaiknya segera melakukan pemeriksaan pada dokter. Baca juga : Kenalilah MERS dan Gejalanya Gangguan irama jantung dapat disebabkan karena terjadi penyumbatan pada pembuluh darah. Jika sumbatan tersebut pecah dan masuk kedalam pembuluh darah di otak, dapat menyebabkan penyakit stroke karena adanya kelumpuhan saraf. Salah satu hal yang dikhawatirkan ketika dada terasa deg – degan, adalah ketika menjadi gejala lanjutannya dimana seringkali lebih parah akibat penyumbatan yang terjadi dan dapat masuk ke pembuluh darah otak lebih hulu. Gangguan irama jantung ditandai dengan detak jantung yang tidak normal. Normalnya, jantung manusia berdetak sekitar 60 hingga 100 kali per menitnya. Detak jantung dapat dikatakan tidak normal jika kurang dari 60 detak disetiap menitnya. Detak jantung yang tidak normal sebenarnya dapat diperiksa sendiri dengan tangan kosong. Gangguan irama jantung yang ditandai dengan deg – degan akan berpengaruh aktivitas sehari – hari karena penderitanya sering lemas, mudah capek, bahkan pingsan. Apabila irama jantungnya tidak beraturan, terkadang lambat dan terkadang cepat sehingga dipenderita lebih beresiko terserang kematian mendadak karena penyakit jantung. Sehingga ketika terjadi gangguan irama jantung harus ditindak lanjuti secara tanggap. Gangguan irama jantung dapat terjadi pada beberapa kalangan usia mulai dari dewasa hingga usia lanjut. Baca juga : Sudahkah Anda Membersihkan Kulit Wajah dengan Benar Tidak berbeda dengan penyakit jantung pada umumnya, gangguan irama jantung adalah akibat dari gaya hidup seseorang yang kurang sehat. Karena kesehatan organ dalam terutama jantung sangat dipengaruhi oleh pola hidupnya terutama pola makanan yang dikonsumsi dalam sehari – hari. Ketika seseorang terlalu sering mengkonsumsi makanan berlemak dengan kolesterol tinggi bisa menyebabkan gangguan irama jantung. Kandungan kolesterol di dalam daging akan menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol di dalam darah. Kolesterol jahat di dalam darah ini menyebabkan terjadinya penyumbatan proses peredaran darah di dalam tubuh. Ketika kolesterol terlalu tinggi maka jantung tidak dapat memompa darah secara normal sehingga sering menimbulkan rasa deg – degan. Jarang melakukan olahraga terutama lari – lari bisa menyebabkan penyakit jantung karena getar iramanya tidak dapat berfungsi secara sehat. Faktor – faktor penyakit jantung, yang saat ini sering terjadi adalah adanya gangguan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi di dalam darah sehingga menyebabkan gangguan irama jantung. Untuk mengatasi gangguan irama jantung, dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan sehat terutama sayuran hijau dilengkapi dengan makan oat meal supaya nutrisinya terpenuhi secara baik. Selain itu irama jantung akan berdetak secara normal ketika seseorang rajin berolahraga terutama pada pagi hari. Dada terasa deg – degan yang terjadi sesaat bisa diatasi dengan minum air hangat dan mengurangi konsumsi rokok ataupun minuman beralkohol.
31-05-2014 17:57
Epilepsi bukanlah suatu penyakit yang baru di dengar di kalangan masyarakat Indonesia. Tetapi, stigma yang ada adalah jika keluarga atau anak kita terkena epilepsi maka terkesan menjadi aib. Sebenarnya apakah penyakit epilepsi yang sering disertai dengan kejang-kejang hingga berbuih pada mulut ini? Benarkah kita harus menyingkirkan keluarga yang terkena penyakit epilepsi? Di Indonesia sendiri masyarakat mengenal epilepsi dengan nama penyakit ayan. Epilepsi itu sendiri sebenarnya adalah gangguan yang terjadi pada syaraf manusia sehingga membuat reaksi-reaksi tertentu ketika kambuh. Epilepsi tidak terjadi sepanjang waktu. Hanya waktu-waktu tertentu saja. Biasanya disaat seseorang itu tiba-tiba merasa kaget. Beberapa tanda ketika epilepsi kambuh seperti kejang-kejang hingga jatuh bahkan mulut berbuih, pingsan mendadak, melamun, dll. Baca juga :Tips Merawat Kulit Wajah agar Sehat dan Kencang Ada banyak dugaan kenapa epilepsi bisa terjadi yang memang menyerang syaraf diantaranya karena kanker otak, tumor otak, pernah terbentur keras di kepala sehingga trauma, adanya bagian syaraf atau otak yang mengalami rusak pada saat dilahirkan karena mungkin tidak lancar. Banyak yang mengatakan jika epilepsi adalah penyakit keturunan tetapi bahkan mereka yang tidak memiliki keturunan epilepsi pun bisa tiba-tiba mengalaminya. Karena itu jika Anda tiba-tiba kejang segera periksakan lebih lanjut apakah itu merupakan gejala epilepsi atau bukan. Berikut kami berikan beberapa hal yang ternyata bisa menyebabkan epilepsi yang diakui dalam dunia medis diantaranya adalah pernah mengalami demam dengan suhu sangat tinggi, adanya histori penyakit pada masa kecil seperti campak, bakteri, gondongan. Keturunan epilepsi garis sedarah, trauma kelahiran pada otak, para wanita dengan resiko tinggi seperti darah tinggi, kehamilan beresiko, dll. Epilepsi bahkan tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja tetapi juga pada anak-anak dan remaja. Apabila buah hati Anda menunjukkan gejala susah konsentrasi dan fokus pada pelajaran atau suatu hal, kejang-kejang bahkan pingsan mendadak segera bawa ke rumah sakit. Disana Anda akan diberikan pil atau obat yang digunakan untuk meminimlisir epilepsi yang sering tiba-tiba kambuh. Jika Anda sudah diberikan obat maka minumlah secara disiplin. Kelalaian bahkan menyebabkan fungsi obat tidak bekerja dengan baik dan menjadikan epilepsi susah dikendalikan. Ketika epilepsi kambuh maka Anda tetaplah tenang karena kepanikan akan menambah keruh suasana. Sebagai informasi, penyakit epilepsi ternyata sudah bisa di terapi. Dan jika Anda ingin kesembuhan atau pencegahan lebih baik lagi Anda bisa konsumsi ramuan herbal alami. Ramuan herbal bisa dikombinasikan dengan pil anti epilepsi dari dokter. Anda bisa mengkonsultasikannya untuk jeda waktu pemakaian. Baca juga : Jaga Kesehatan Mulut untuk Redam Penyakit Untuk ramuan herbal bagi penyakit epilepsi Anda bisa menggunakan daun peganggan. Daun peganggan terkenal manjur untuk mengobati dan mengendalikan epilepsi dengan baik. Daun peganggan memiliki senyawa yang bernama bacoside A yang bisa membuat penderita epilepsi merasa tenang serta membuat pembuluh darah yang kaku dan tegang menjadi relax. Bagaimana cara mengolahnya? Siapkan segenggam peganggan lalu cuci hingga benar-benar bersih. Siapkan gula aren dan campurkan daun peganggan yang sudah dicuci bersih tadi. Setelah itu haluskan atau blender hingga benar-benar halus. Setelah itu jus daun peganggan Anda campur dengan segelas air hangat. Satu sendok makan untuk segelas air hangat lalu minum hanya airnya saja tidak dengan ampasnya. Gunakan ramuan ini setiap hari sebanyak 1x dan jangan diminum oleh Anda yang sedang menyususi atau hamil. Adapun Anda yang memiliki riwayat diabetes harap konsultasi terlebih dulu dengan dokter sehingga tidak salah minum. Daun ini dipercaya bisa meningkatkan gula dalam darah. Efek samping konsumsi daun peganggan adalah infertilitas dan jika terkena kulit akan memberikan sensasi yang panas. Maka berhati-hatilah. Ramuan herbal lainnya untuk penderita epilepsi adalah dengan minum jus anggur merah. Selain anggur, wortel juga sangat baik untuk pasien epilepsi. Jus buah dan sayuran tersebut harus Anda minum setiap hari sebanyak 500 cc sekali minum. Konsumsi sebanyak 3x dalam sehari dan lakukan selama kurang lebih 3-4 bulan untuk hasil yang maksimal. Selain menyegarkan, jus juga sangat sehat. Akan tetapi jangan tambahkan gula atau susu dalam jus Anda.
29-07-2014 07:22
Stroke termasuk penyakit penyebab kematian terbesar di dunia. Penyakit ini bisa mengancam siapa saja yang memiliki pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Secara umum serangan stroke diakibatkan otak tidak mendapatkan pasokan darah yang mengangkut nutrisi makanan dan oksigen. Kondisi ini terjadi karena adanya pembuluh darah yang menuju ke otak mengalami penyempitan bahkan pecah. Segera terapkan obat herbal berkhasiat untuk pencegahan dan pengobatan. Pastikan anda membeli produk tersebut pada toko terpercaya yang jual obat herbal stroke yang terbukti ampuh. Apa saja cara pencegahan stroke yang terbukti efektif? Baca juga : Gejala Serangan Penyakit Rematik Perbaiki pola makan anda agar lebih sehat, terutama menjauhi makanan yang tinggi kandungan lemak dan kolesterol yang bisa mencetus penyumbatan pembuluh darah. Konsumsi makanan sehat dengan gizi dan nutrisi seimbang. Jangan lupa lakukan olahraga secara teratur untuk membakar lemak berlebihan di dalam tubuh. Hentikan kebiasaan merokok. Racun yang terkandung di dalam rokok terbukti bisa mencetus penyakit stroke. Jika anda tidak ingin mengidap stroke, segera hentikan kebiasaan buruk ini sekarang juga. Hentikan kebiasaan konsumsi minuman beralkohol. Jaga berat badan anda tetap proporsional. Hindari kondisi yang memicu stres. Konsumsi obat herbal yang terbukti ampuh mengatasi penyakit hipertensi. Karena sebagian besar penderita stroke diawali dengan mengidap penyakit hipertensi. Baca juga : Cara Sehat Menguruskan Badan dengan Obat Kurus Alami