Kiat Mencegah Kanker Prostat

Additional Image

Waktu Posting : 11-06-2014 23:01 | Dibaca : 2896x

Kanker prostat ialah kanker yang terbentuk pada jaringan prostat. Prostat ialah kelenjar pada alat reproduksi lelaki yang terdapat dibawah kandung kemih, di depan rektum. Kanker prostat umumnya berlangsung pada pria yang lebih tua. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), kanker prostat merupakan kanker dengan jumlah masalah paling kerap nomor 2, yang berlangsung pada kaum pria di Amerika Serikat. Banyak hal di bawah ini dapat dikerjakan untuk mencegah terjadinya kanker prostat. Salah satunya :

Tomat serta Beberapa Makanan Merah

Beberapa makanan yang bisa mencegah terjadinya kanker prostat ialah tomat serta beberapa makanan berwarna merah yang lain, seperti semangka. Hal itu lantaran warna merah cerah pada makanan itu memiliki kandungan antioksidan yang kuat yang dimaksud lycopen. Suatu studi memberikan bahwasanya seseorang pria yang konsumsi tomat, terhitung saus tomat mempunyai resiko lebih rendah terkena kanker prostat di banding mereka yang tak.

Buah serta Sayuran

Nutrisi serta vitamin yang ada dalam buah-buahan dan sayuran bisa turunkan resiko terkena kanker prostat. Kecuali itu, sayuran hijau juga memiliki kandungan senyawa yang menolong badan untuk mencegah munculnya sel kanker.
 
Baca juga :  Kebiasaan Tak Sehat di Kantor yang Harus Anda Tinggalkan

Ikan

Ikan merupakan satu diantara makanan yang disarankan untuk hindari kanker prostat. Asam lemak yang ada dalam ikan, yang lebih di kenal dengan omega-3 bisa menolong kurangi resiko terkena kanker prostat. Kandungan Omega-3 ada dalam sarden, tuna, serta salmon. Pada riset yang dikerjakan UCLA, diet rendah lemak yang digabungkan dengan suplemen minyak ikan bakal memperlambat perkembangan sel kanker prostat (UCLA, 2011).

Tahu serta Teh

Menurut MayoClinic, nutrisi yang dimaksud isoflavon bisa turunkan resiko kanker prostat. Isoflavon dapat Anda dapatkan pada tahu (yang terbuat dari kedelai), kacang tanah, kacang-kacangan serta buncis. Kecuali itu, kaum pria yang konsumsi teh hijau atau konsumsi suplemen yang datang dari teh hijau mempunyai resiko terkena kanker prostat lebih rendah dibanding mereka yang tak konsumsi teh hijau.

Lemak

Suatu studi memberikan ada jalinan pada lemak hewani dengan penambahan resiko kanker prostat. Kecuali daging, lemak hewani juga ada dalam lemak pada babi, mentega, serta keju. Jadi, bila Anda hendak hindari kanker prostat dianjurkan untuk ganti lemak hewani dengan lemak nabati. Misalnya saja, minyak zaitun dapat Anda pakai untuk ganti mentega, permen dapat anda ubah dengan buah, keripik kentang dapat juga ditukar dengan sayuran fresh (salad), serta keju pada salad Anda dapat ditukar dengan kacang-kacangan atau bijian.
 
Baca juga : Gaya Hidup Buruk yang Berakibat Obesitas

Berhenti Merokok

Sesungguhnya berhenti merokok tak cuma untuk mencegah terkena kanker prostat. Beberapa penyakit juga mengharuskan Anda untuk berhenti merokok. Jadi, sangat banyak ruginya bila Anda terus merokok. Studi yang dikerjakan Harvard School of Public Health (HSPH) serta University of California, San Francisco, memperlihatkan bahwasanya pasien kanker prostat yang tetap merokok mempunyai resiko semakin besar alami kambuh yang kerap, juga kematian. Bila Anda tetap merokok serta terkena kanker prostat, sel kanker bakal jadi lebih agresif (HSPH, 2011). Nah, sebelum saat terlambat serta menyebabkan kematian maka Anda dianjurkan untuk selekasnya berhenti merokok.

Olahraga

Waktu tengah sehat juga, olahraga amat penting untuk badan. Nah, olahraga di sini ialah untuk mencegah timbunan lemak dalam badan lantaran hal itu dapat mengakibatkan penambahan resiko kanker prostat. Olahraga dengan cara teratur bisa menolong Anda dalam menjaga berat tubuh serta melindungi kesehatan. Anda bisa melakukan lari, bersepeda, maupun berenang.

Beberapa panduan tadi dapat Anda pakai untuk turunkan resiko terkena kanker prostat.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Ketahui Penyebab Strokedi Sini

11-06-2024 23:54

Dari dulu hingga kini, stroke termasuksalah satu penyakit yang paling ditakuti. Penyakit ini terjadi ketika jaringan otak tidak berfungsi dengan baik dan aliran darah serta oksigen ke dalamnya kurang. Hingga saat ini, diketahui setidaknya ada beberapa hal yang dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko stroke, di antaranya : 1. Tingginya Tekanan Darah Penyebab paling umum terjadinya stroke adalah tingginya tekanan darah, atau dalam dunia medis disebut hipertensi. Sebaiknya kamu waspada akan ancaman stroke jika memiliki tekanan darah lebih dari 140/90. 2. Kebiasaan Merokok Memiliki kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Pasalnya, nikotin yang terkandung di dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah (penyebab paling umum dari stroke). Selain itu, asap rokok juga dapat menyebabkan lemak di arteri leher utama menumpuk, darah menjadi lebih kental, dan lebih rentan membeku. Bahaya rokok ini juga perlu diwaspadai oleh mereka yang sering terpapar asap rokok, lho. 3. Mengidap Penyakit Jantung Penyakit jantung dan stroke memang bisa dibilang memiliki hubungan yang erat. Pasalnya, orang yang mengidap penyakit ini lebih rentan terserang stroke, dibanding yang tidak. Hal ini tak terlepas dari fungsi jantung yang sangat vital, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh. Berbagai gangguan pada jantung yang dimaksud dalam hal ini termasuk fibrilasi atrium, kerusakan katup jantung, detak jantung yang tidak teratur, dan arteri yang tersumbat karena timbunan lemak. 4. Genetik Faktor ini cukup berpengaruh pada risiko stroke seseorang. Artinya, jika kamu memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke, risiko kamu untuk bisa mengalami kondisi serupa akan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri dan keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 5. Obesitas Jika  obesitas disebut-sebut bisa sebabkan stroke, jawabannya tentu iya. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang tertuang dalam Obesity and Stroke Fact Sheet dari Obesity Action Coalition, yang menjelaskan bahwa peluang untuk terkena stroke dapat meningkat pada orang yang kelebihan berat badan, tak peduli pria ataupun wanita. Selain itu, obesitas juga menjadi faktor risiko untuk hipertensi, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan stroke. 6. Kolesterol Tinggi yang Tak Terkontrol Kolesterol yang kadarnya terlalu tinggi akan membentuk lapisan pada dinding-dinding pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menjadi sempit, sehingga sel-sel darah pun menjadi sulit mengalir ke seluruh tubuh. Jika aliran darah terhambat, risiko penyakit berbahaya seperti stroke pun meningkat. 7. Mengidap Diabetes Diabetes bisa dibilang penyebab tidak langsung terjadinya stroke. Hal ini karena orang yang mengidap penyakit ini biasanya lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi dan cenderung obesitas. Kedua kondisi itu dapat meningkatkan risiko stroke. Terlebih, diabetes dapat membuat pembuluh darah menjadi rusak, sehingga stroke jadi lebih mungkin terjadi. 8. Usia Meski bukan faktor penentu utama (karena siapapun bisa mengalami stroke), usia nyatanya dapat meningkatkan risiko. Secara umum, peluang seseorang untuk terserang stroke akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah berusia lebih dari 55 tahun. 9. Gender Pada usia yang sama, jika dibandingkan, wanita memiliki risiko yang lebih kecil ketimbang pria, untuk mengalami stroke. Namun, bukan berarti wanita terbebas dari risiko stroke, lho. Mengingat penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tanpa pandang bulu. Hanya saja, kemungkinan stroke pada wanita baru meningkat ketika telah menginjak usia lanjut. Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Cegah penyakit ini dengan menerapkan gaya hidup sehat. Jika kamu merasa berisiko mengalami penyakit ini, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter maupun mengonsumsi obat sesuai petunjuk ahli farmasi. Kunjungi websitenya di https://pafisorongkab.org/.    

Featured Image
Tujuan dan Indkasi Tindakan Kuretase

13-01-2025 18:39

Kuret (atau kuretase) adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim wanita. Prosedur ini biasanya melibatkan penggunaan alat yang disebut kuret, yang berfungsi untuk mengikis lapisan dalam rahim. Kuret sering dilakukan bersamaan dengan dilatasi, di mana leher rahim dibuka (dilatasi) sebelum jaringan diangkat. Prosedur ini dikenal sebagai Dilatasi dan Kuretase (D&C).Tujuan dan Indikasi Prosedur Kuret :Kuret dilakukan untuk berbagai alasan medis, antara lain :Mengatasi Perdarahan AbnormalJika seorang wanita mengalami perdarahan menstruasi yang berat atau tidak teratur, kuret bisa digunakan untuk membersihkan lapisan rahim dan menghentikan perdarahan.Mengobati Keguguran atau Kehamilan Tidak BerhasilSetelah keguguran, jaringan janin atau plasenta mungkin tertinggal di rahim. Kuret dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa jaringan tersebut dan mencegah infeksi atau komplikasi lebih lanjut.Diagnostik untuk Kondisi RahimDalam kasus tertentu, kuret dilakukan untuk mengambil sampel jaringan dari dinding rahim yang akan diperiksa di laboratorium. Ini bisa digunakan untuk mendiagnosis kondisi seperti kanker rahim, polip, atau hiperplasia endometrium (penebalan lapisan rahim).Menghilangkan Polip atau Tumor Jinak di RahimPolip atau tumor jinak (fibroid) di dalam rahim dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau perdarahan yang tidak normal. Kuret bisa digunakan untuk menghilangkannya.Menghentikan Perdarahan Pasca MelahirkanSetelah melahirkan, jika ada sisa plasenta atau jaringan lain yang tidak keluar secara sempurna, kuret dapat dilakukan untuk membersihkannya dan mencegah komplikasi seperti perdarahan berat atau infeksi.Manfaat dari Prosedur Kuret :Mengatasi Kondisi Medis yang SeriusKuret bisa membantu mengatasi kondisi seperti perdarahan hebat, keguguran, atau infeksi di rahim dengan menghilangkan jaringan yang menyebabkan masalah.Mencegah Komplikasi Lebih LanjutJika jaringan yang tersisa di dalam rahim tidak diangkat, ini bisa menyebabkan infeksi serius, perdarahan berkepanjangan, atau bahkan masalah kesehatan jangka panjang. Kuret membantu mencegah komplikasi ini.Mendapatkan Diagnosis yang AkuratKetika dilakukan untuk tujuan diagnostik, kuret memungkinkan dokter mendapatkan sampel jaringan yang bisa diperiksa untuk mengetahui adanya kanker atau kondisi lain yang memerlukan perawatan khusus.Mengembalikan Siklus Menstruasi yang NormalPada wanita yang mengalami perdarahan abnormal atau tidak teratur, kuret dapat membantu mengembalikan siklus menstruasi ke kondisi yang lebih normal dengan membersihkan lapisan rahim.Adalah Klinik Aborsi Jakarta sebuah Klinik kesehatan kandungan yang di dedikasikan untuk pelayanan kebidanan dan kandungan dengan memberikan layanan aborsi aman tanpa efek samping yang sesuai dengan prosedur medis agar menekan kasus aborsi yang tidak aman yang banyak dilakukan oleh wanita dengan cara aborsi yang tidak aman seperti menggunakan obat aborsi, jamu aborsi, dan cara ilegal lainnya.Tindakan di Klinik Raden Saleh  ini ditangani oleh Dokter SpOG (Obstetri & Genekologi) Asli dan bukan Bidan atau dokter Umum seperti di Klinik Aborsi lainnya. Peralatan medis Modern dan canggih serta alat medis Steril dimiliki dan digunakan di Klinik Aborsi Raden Saleh sehingga menjamin proses Aborsi aman tanpa efek samping tanpa takut adanya penularan penyakit serta tanpa infeksi.

Featured Image
Pernikahan Dini Berisiko Mengalami 5 Masalah Kesehatan Ini!

13-11-2018 17:05

Melakukan pernikahan sekali seumur hidup adalah keinginan semua orang. Pernikahan akan membuat kita terhindar dari hal-hal buruk yang dapat berdampak negative dalam kehidupan sehari-hari. Saat memutuskan untuk menikah, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan agar pernikahan dapat berjalan dengan lancer sesuai keinginan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan dan salah satunya adalah masalah kesehatan. Usia pernikahan telah diatur oleh undang-undang Nomor 1 tahun 1974. Undang-undang tersebut menyebutkan jika batas minimal usia pernikahan untuk laki-laki 19 tahun sedangkan untuk perempuan 16 tahun. Namun walaupun sudah diatur oleh undang-undang tetap saja masih sering terjadi pernikahan di bawah umur. Mereka yang melakukan pernikahan di bawah umur memiliki banyak alas an seperti pendidikan rendah, kemiskinan, hokum adat, norma sosial maupun hokum yang kurang tegas. Padahal banyak sekali risiko kesehatan yang dapat mengancam bagi mereka yang melakukan pernikahan dini. Berikut ini beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi saat melakukan pernikahan dini : 1. Saat hamil di usia muda maka berisiko terserang tekanan darah tinggi. Perlu dilakukan pengobatan agar tidak terjadi komplikasi dan tekanan darah tinggi sangat berbahaya bagi pertumbuhan calon bayi. 2. Bayi berisiko lahir premature. Hal ini karena berat badan bayi rendah dan belum siap untuk dilahirkan. Kelahiran premature dapat mengalami gangguan pencernaan, pernapasan, penglihatan dan lainnya. 3. Berisiko besar ibu meninggal saat melahirkan. Hal ini terjadi karena perempuan di bawah 18 tahun belum siap fisiknya untuk hamil dan melahirkan seperti panggul yang masih kecil sehingga bayi akan mengalami kesulitan untuk keluar. 4. Berisiko besar mengalami keguguran. Hal ini terjadi karena menikah di usia belia belum siap secara fisik dan mental. Organ tubuh yang belum matang akan berakibat pada pertumbuhan bayi yang juga tidak akan bisa berkembang dengan maksimal. 5. Sering mengalami bentrok dan kekerasan rumah tangga. Secara psikologis mental pasangan belum dewasa sehingga lebih rentan terjadi kekerasan rumah tangga.          

...