Waktu Posting : 23-05-2014 08:38 | Dibaca : 2486x
29-05-2014 03:43
Nanang sudah setahun ini mengidap amandel. Hampir setiap bulan amandelnya kumat. Menurut dokternya, sudah derajat tiga dan belum perlu dioperasi. Namun setiap kali serangan amandelnya datang, Nanang mesti minum antibiotika. Kalau tidak, amandelnya meradang hebat, bernanah dan tak sembuh-sembuh. Linggar juga begitu. Bahkan ia sudah sering sekali sampai tak bisa bernapas kalau sedang serangan. Tapi Linggar tak mau dioperasi. Ia takut, dan lebih suka memilih minum kapsul antibiotika saja. Nanang dan Linggar memang sudah sejak kecil minum obat antibiotika, obat untuk memusnahkan kuman penyakit. Namun menurut pengakuan ibunya, obat antibiotikanya sering tidak pernah dihabiskan. Selain minumnya kurang teratur, begitu terasa membaik, ia langsung menyetop sendiri minum antibiotikanya. Padahal dokternya memberinya sampai 5 hari. Ia minum cuma 2 sampai 3 hari saja. Tapi apakah karena minum antibiotika yang tak habis, dapat menimbulkan amandel? Oh, tidak. Bukan karena antibiotika yang tak dihabiskan amandel muncul, tapi karena kelenjar pertahanan tubuh di rongga mulut itu yang kalah perang melawan bibit penyakit. Dan kebiasaan minum antibiotika yang setengah-setengah itu dapat membuat kuman penyebabnya menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika tersebut. Dan kalau kumannya sudah kebal begitu, ia akan menyerang ulang penderita, dengan demikian penyakit akan menahun. Amandelnya sering terserang, dan tak sembuh jika diberikan jenis antibiotika yang sama. Perlu dicari jenis antibiotika yang lain. Baca juga : Inilah Herbal Penangkal Bau Mulut Terlalu Bebas Berantibiotika Obat antibiotika tergolong obat daftar G. Artinya hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Namun di kota-kota besar, toko-toko obat menjualnya tanpa resep dokter, dan digunakan secara bebas, bahkan tanpa aturan yang benar. Mudah dipahami, akibat dari pemakaian antibiotika yang tidak tertib ini, maka populasi berjenis-jenis kuman menjadi bertambah merajalela. Ia bukan saja menurunkan generasi yang kebal terhadap beberapa jenis antibiotika yang digunasalahkan, tapi juga semakin sukar menciptakan jenis antibiotika baru untuk memusnahkan generasi kuman yang baru. Banyak kuman sudah resisten sehingga pemakaian antibiotika semakin terbatas untuknya. Kita perlu melakukan uji kebal (resistensi tes) untuk memilih jenis antibiotika mana yang cocok untuk kuman yang sedang diidap seorang penderita penyakit infeksi. Dengan demikian tembakan kita lebih terarah. Sekarang sedikit-sedikit orang membeli kapsul sendiri, lalu meminumnya dengan aturan sendiri, dan tak tahu kapan obat harus dihentikan. Pemakaian antibiotika yang berkepanjangan juga bukan tanpa efek sampingan. Organ hati, ginjal dan darah adalah bagian dari tubuh kita yang paling sering dipengaruhinya. Sejak penisilin ditemukan, generasi kuman sudah semakin beraneka dan antibiotika pun kian bermunculan untuk membasminya. Masing-masing mempunyai peluru sendiri untuk menembak bagian kuman yang mana, dan tidak setiap antibiotika mampu membunuh semua kuman yang pernah kita kenal. Ada jenis yang bisa menyeluruh, ada yang hanya untuk beberapa jenis saja. Tetrasiklin tidak untuk anak kurang dari 10 tahun Sekarang terdapat banyak anak-anak yang mengeluh karena gigi-geliginya berwarna tidak seperti mutiara. Kuning keruh keabuan, bukan karena malas menggosok gigi, tapi karena memang mutu giginya yang buruk akibat pemakaian antibiotika dari golongan tetrasiklin (tetracycline). Jenis antibiotika ini berpengaruh terhadap pembentukan gigi-geligi sejak janin. Jadi memang tidak boleh diberikan bagi anak-anak, sekurang-kurangnya sampai anak mencapai usia 8 tahun. Baca juga : Atasi Jerawat Membandel Dengan Bahan Alami Celakanya, karena setelah gigi (benihnya) terbentuk buruk, tidak ada cara untuk memutihkannya, dengan mengasah atau mengikisnya sekalipun, kecuali melapisinya dengan mantel gigi pada seluruh permukaan gigi, terutama yang tampak dari luar. Obat jenis ini pun paling sering digunakan karena amat umum dan cukup tua selain golongan kloramfenikol (chloramphenicol). Di puskesmas, poliklinik, di balai pengobatan, tetrasiklin banyak digunakan, dan kini saatnya kita perlu pandai memilih jenis antibiotika mana yang boleh dan mana yang tidak. Bisa Suntikan Untuk jenis tertentu, antibiotika hanya dapat diberikan melalui suntikan. Antibiotika streptomisin (streptomycine) untuk penderita penyakit TBC atau Lepra, diberikan hanya lewat suntikan. Biasanya, penderita lebih tertib karena harus mengunjungi dokternya, dibanding yang harus diminum sendiri. Jika ada satu orang yang tidak tertib menggunakan antibiotika, berarti akan tumbuh jutaan kuman yang sedang dibasmi yang mewariskan generasi baru yang kebal terhadap antibiotika tersebut. Dapat dihitung, berapa banyak jenis kuman yang melahirkan generasi baru yang kian kebal terhadap antibiotika yang ada, harus menjadikan kita semakin takut. Iya, kan?!
11-06-2014 14:28
Pada beberapa kejadian, para pria lebih rawan terkena beberapa persoalan kesehatan. Beberapa misal penyakitnya yakni penyakit jantung, impotensi, keganasan pada paru-paru, AIDS atau HIV. Beberapa penyakit itu memanglah dapat menyerang siapapun, baik wanita ataupun pria. Tetapi, beberapa persoalan kesehatan di bawah ini ialah yang kerap menyerang pria, salah satunya : Kesehatan Jantung Penyakit jantung dapat nampak dengan beragam jalan. Gejalanya dapat berlainan pada tiap-tiap orang. Tetapi dari tanda-tanda itu, bisa mengakibatkan persoalan yang serius. Komplikasi yang serius juga dapat berlangsung bila penyakit ini tak secepatnya dideteksi secara mendalam, satu diantaranya ialah stroke. Darah tinggi ialah pemicu utama dari stroke serta penyakit jantung. Oleh karenanya, Anda dianjurkan untuk teratur melaksanakan kontrol darah tinggi anda. Penyakit Pernafasan/Paru-Paru Beragam penyakit pernafasan amat memungkinkan menyerang pria. Berbagai macam penyakit paru-paru dapat berlangsung pada pria lantaran sekelompok besar pria adalah seseorang perokok. Batuk jadi satu diantara tanda-tanda awal yang paling kerap nampak. Seiring waktu berjalan, tanda-tanda batuk itu bisa dikarenakan oleh penyakit yang lebih serius lagi serta dapat mengancam jiwa pasien. Batuk yang dapat jadi dikarenakan oleh penyakit membahayakan salah satunya seperti kanker paru-paru, emfisema, atau beberapa penyakit pernafasan yang lain. Menurut American Lung Association, tiap-tiap tahunnya banyak pria yang terdiagnosis terkena kanker paru-paru lantaran mempunyai kisah merokok di saat lalunya. Meskipun kanker paru-paru dapat berlangsung lantaran beberapa aspek, tetapi merokok terus jadi satu diantara pemicu utama terjadinya kanker paru-paru. Baca juga : Benarkah Seks Baik untuk Kesehatan? Penyakit Disebabkan Alkohol Pada masa moderen seperti saat ini, konsumsi alkohol memanglah tak cuma dikerjakan beberapa Pria, Wanita juga mempunyai rutinitas ini. Tetapi, beberapa penyakit yang nampak disebabkan konsumsi alkohol terlalu berlebih dalam periode waktu yang lama benar-benar berisiko pada pria. Misalnya saja seperti resiko keganasan pada mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, serta usus besar. Kecuali itu, alkohol dapat juga menggangu tugas organ dalam menghasilkan hormon pada pria hingga bisa menyebabkan impotensi serta infertilitas. Penyakit Organ Hati Hati untuk manusia berperan semacam organ yang merubah makanan jadi tenaga, serta bersihkan badan dari zat-zat beracun yang bakal menyerang badan dari darah. Pada organ hati, ada organ kecil yang bernama empedu. Organ itu keluarkan satu zat untuk memecah lemak. Nah, beberapa penyakit organ hati yang paling kerap berlangsung pada pria ialah sirosis, hepatitis, sumbatan pada saluran empedu, atau kanker hati serta beberapa penyakit hati yang lain. Menurut American Cancer Society, alkohol serta tembakau bisa menambah resiko Anda terkena penyakit pada organ hati. Diabetes Penyakit yang lain yang rawan menyerang pria ialah diabetes. Bila seseorang pria menderita diabetes maka pria itu bakal mendapatkan resiko yang semakin besar menderita impotensi serta kandungan testoteron yang rendah. Hal itu bisa mengakibatkan penambahan depresi atau kekhawatiran yang terlalu berlebih. Tetapi, hal itu tak menyerang seluruh pria yang terkena diabetes. Namun apabila tak diobati, diabetes bisa mengakibatkan rusaknya saraf, ginjal, jantung, stroke, persoalan penglihatan sampai kebutaan. Untuk mencegah hal itu, Anda dapat mengawali dengan pola makan yang sehat serta teratur olahraga. Baca juga : Anda Botak? Cegah Dengan 3 Hal Ini Influenza serta Pneumonia Influenza serta infeksi kuman pneumokokus ialah dua hal yang paling berisiko pada kesehatan pada beberapa pria. Seseorang pria yang alami persoalan dengan system kekebalan badannya bakal rawan pada penyakit seperti, diabetes, tidak berhasil jantung kongestif, anemia, AIDS, atau kanker. Oleh karenanya dianjurkan untuk beberapa pria memperoleh vaksinasi, lantaran pada pria yang di vaksin bakal menurunkan resiko sampai 70% dari penyakit influenza atau pneumonia. Kanker Kulit Menurut Skin Cancer Foundation, pria diatas 50 thn ada pada resiko paling tinggi untuk terkena kanker kulit 2 x lipat dibanding wanita. Hal semacam ini karena pria seringkali terkena paparan cahaya matahari dibanding wanita. The Center for Disease Control and Prevention mereferensikan untuk memakai pakaian lengan panjang serta celana panjang, topi, kacamata hitam, serta tabir surya saat tengah ada diluar rumah. Hal semacam ini untuk menurunkan resiko terkena kanker kulit dengan hindari paparan cahaya matahari dengan cara segera. HIV atau AIDS Awal mulanya, barangkali beberapa pria tak mengerti ada penyakit ini, lantaran tanda-tanda awal HIV serupa sekali dengan tanda-tanda flu. Infeksi ini paling banyak berkembang di kalangan gay, biseksual, serta homo.
30-01-2020 12:43
Pasti merasa sangat senang ketika setelah menikah dan cek urine mendapati dua garis pada alat test pack kehamilan. Ini berarti bahwa anda akan segera memiliki bayi. Masa-masa kehamilan terlebih merupakan kehamilan yang pertama merupakan masa yang paling membahagiakan. Menjadi ibu hamil merupakan sebuah anugrah yang luar biasa karena tidak semua orang dapat memperoleh anugrah tersebut. Dengan menjadi ibu hamil tentunya banyak hal yang harus dipersiapkan dan tentunya semua orangtua mengharapkan akan dapat melahirkan anak yang sehat dan lengkap. Oleh karena itulah ada baiknya bila sebagai ibu hamil memeriksakan kesehatan terlebih dahulu sebelum janin yang dikandung semakin besar. Tujuan dari pemeriksaan ini yaitu agar dapat meminimalisir berbagai gangguan kehamilan yang dapat menggangu serta membahayakan kesehatan ibu dan janin. Dalam proses kehamilan ada beberapa penyakit yang dapat dideteksi secara dini melalui pemeriksaan tes laboraturium seperti : Ketahui golongan darah Hal ini sangat penting karena informasi mengenai golongan darah akan sangat berguna ketika anda mengalami pendarahan hebat baik pada saat kehamilan maupun pada saat melahirkan. Melakukan pemeriksaan darah lengkap (CBC) Tujuan dari pemeriksaan ini yaitu mengukur angka sel darah merah dan juga sel darah serta hemaglobin di dalam tubuh. Bahkan menurut The American College of Obstetricins and Gynecologist bahwa melalui test cbc ini dapat terungkap bila anda memiliki jenis anemia tertentu. Begitu juga bila terdapat infeksi virus HIV serta kanker darah dapat terdeteksi. Urinalisis Analisa urine dapat digunakan untuk mengetahui apakah anda memiliki penyakit saluran kemih atau tidak, dan untu mengukur kadar glukosa. Karena kadar glukosa yang tinggi dapat menyebabkan penyakit diebetes melitus. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita diabetes akan beresiko menjadi gemuk dan menderita penyakit diebetes di usia muda. Tes Hepatitis B dan C Bila ibu hamil terinfeksi virus hepatitis B dan hepatitis C yang menginfeksi hati maka hal ini dapat menyebabkan virus menular pada janin. Sehingga ibu hamil sebaiknya melakukan tes ini agar dapat terdeteksi lebih awal bila terjangkit virus hepatitis B maupun hepatitis C ini. Tes Infeksi Menular Seksual (IMS) Dilakukannya tes ini untuk memastikan apakah ibu hamil terinfeksi sifilis dan klamidia pada awal kehamilan atau tidak. Karena bila terkena sifilis dan klamidia maka dapat menyebabkan terjadinya komplikasi pada ibu hamil. Dan apabila ibu hamil memiliki salah satu dari IMS tersebut maka ibu hamil akan dirawat selama kehamilan dan diuji kembali agar mengetahui apakah perawatan tersebut berhasil atau tidak. Serangkaian tes yang tersebut di atas bertujuan agar dapat meminimalisir terjadinya gangguan kehamilan baik di masa depan maupun sesudah bayi lahir. Namun seandainya setelah melalui pemeriksaan awal kehamilan terdapat kemungkinan yang membuat harus melakukan tindakan kuretase maka sebaiknya dilakukan pada klinik aborsi yang benar-benar terpercaya. Di mana tindakan tersebut dilakukan akibat adanya indikasi ataupun kondisi yang riskan dari janin tersebut. Atau hal yang membuat ibu hamil tidak memungkinkan untuk meneruskan kehamilan tersebut. Klinik Raden Saleh adalah salah satu klinik aborsi Jakarta yang memberikan pelayanan kebidanan dan kandungan dengan memberikan proses yang aman tanpa efek samping sesuai dengan prosedur medis. Ditangani oleh dokter obgyn yang telah berpengalaman dan profesional. Menggunakan alat medis steril yang selalu tersimpan dalam lemari sterilisator. Didukung dengan fasilitas bangunan klinik yang modern, memiliki 4 dokter spesialis obgyn berpengalaman, USG 3 dimensi, ruang tindakan, ruang farmasi dan lain-lain. Itulah rangkai tes yang semestinya dilakukan oleh ibu hamil pada awal kehamilannya. Konsultasikan terlebih dahulu baik dengan dokter maupun bidan mengenai tes ini. Dokter akan memberikan informasi lengkap mengenai tes laboratorium yang akan anda jalani.