Waktu Posting : 13-07-2014 22:46 | Dibaca : 2734x
05-06-2014 22:16
Olaharaga Yoga Untuk Pemula dapat dilakukan secara baik dengan mengetahui aturan – aturan serta tatacara secara benar. Senam yoga adalah salah satu aktivitas kebugaran yang mulai diminati oleh kalangan kaum hawa saat ini. Karena senam yoga memiliki manfaat yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh baik dalam sistem imun ataupun cara kerja otot didalam organ tubuh. Diera yang penuh dengan kecanggihan teknologi olahraga bukan lagi menjadi lifestyle melainkan menjadi kebutuhan, yang sangat penting terutama pada sistem metabolisme tubuh. Seperti halnya olahraga senam kegel, yoga juga sebagai jenis senam yang difavoritkan pada akhir – akhir ini. Bagi para pemula sudah seharusnya mengetahui cara – cara untuk melakukan yoga dengan baik. Sehingga sebelum mengawali senam yoga haruslah mengetahui beberapa tips olahraga yoga untuk pemula dibawah ini. 1. Belajar mengenai yoga, dimana sebelum memulai suatu hal itu kita harus mengetahui apa yang akan kita lakukan. Seperti yang disebutkan diatas, bahwa yoga bukanlah olahraga biasa tetapi yoga lebih memberikan pelatihan terhadap keseimbangan, stamina, kekuatan dan fleksibilitas, mengurangi stress dan kecemasan. 2. Mengetahui kondisi tempat untuk latihan yoga, hal ini mengacu pad kondisi tempat yang sesuai untuk digunakan latihan yoga. Untuk melakukan latihan yoga seorang pemula haruslah mengetahui ruangan yang baik. Karena dengan kondisi ruangan yang baik akan menunjang aktivitas untuk dilakukan didalamnya. Misalnya, kondisi ruangan yoga yang bersih dengan pencahayaan secara cukup serta tidak terdapat hal – hal, yang dapat mengganggu pelaksanaan yoga. Jika perlu lakukan yoga pada tempat terbuka untuk mendapatkan manfaat oksigen secara segar. Baca juga : Trik Dongkrak Energi Tubuh dari Makanan dan Olahraga 3. Perlengkapan yoga, dimana dalam melakukan yoga membutuhkan berbagai hal dan perlu dipersiapkan seperti tikar ataupun matras sebagai alas duduk dalam melakukan yoga. Selain itu gunakan pakaian yang nyaman terutama tidak terlalu ketat. Karena pakaian yang longgar adalah pilihan terbaik untuk digunakan yoga supaya tidak membatasi gerakan – gerakan demi gerakan pada senam yoga tersebut. 4. Memperhatikan kondisi pernafasan, dimana fungsi hidung serta setiap organ dalam sistem pernafasan menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam senam yoga. Lakukan pernafasan yang benar dengan berbagai postur dalam gerakan yoga. Lakukan pernafasan yoga dengan menarik nafas dan mengeluarkan nafas melalui hidung supaya bisa bernafas lebih dalam. 5. Perhatikan makan dan minum, dimana latihan yoga dirasakan paling baik untuk dilakukan pada waktu perut kosong. Sehingga sebelum melakukan yoga kosongkan perut selama 2 jam sebelum pelaksanaan. Tujuannya supaya gerakan – gerakan senam yoga bisa dilakukan secara baik dan tepat. Baca juga : Tips Kesehatan Ibu Hamil Tua Selain mengetahui tips dalam melakukan yoga sebagai pemula harus mengetahui gerakan – gerakan senam yoga sehingga dapat terlaksana dengan baik. Berikut ini terdapat beberapa gerakan senam yoga. 1. Child pose, merupakan gerakan yang berfungsi untuk peregangan pinggul, paha depan dan punggung. Pada posisi seperti ini sebaiknya tidur karena, akan membuka pinggul dan membantu mengurangi sesak. 2. Tree pose, dilakukan untuk peregangan pinggul, paha bagian dalam, memperkuat kaki dan tulang belakang. Gerakan ini sangat baik pada waktu hari – hari ketika kondisi pikiran sedang kacau karena tujuan utama gerakan ini adalah memusatkan pikiran supaya lebih tenang. Senam yoga sendiri memiliki filosofi yang berarti mengontrol, menyatukan dan bergabung atau bersama. Dengan demikian pada gerakan yoga yang akan dilakukan didalamnya terdapat unsur dari semua manfaat berdasarkan dari arti yoga tersebut. Yoga sudah lama dalam peradaban manusia kurang lebih 5000 tahun lalu, serta mempunyai kelebihan yaitu tidak melatih fisik tetapi, secara mental dan spiritual. Cara melakukan olahraga yoga untuk pemula yang sudah dijelaskan diatas bisa dijadikan acuan sebelum melakukan senam ini.
12-05-2026 07:19
Kasus tragis dua asisten rumah tangga (ART) atau PRT yang nekat melompat dari lantai 4 sebuah indekos di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali menghebohkan publik. Salah satu korban meninggal dunia, sementara yang lain mengalami patah tulang.Adriel Viari Purba, seorang pengacara sekaligus content creator yang juga merupakan calon legislatif (caleg) gagal dari Partai Gerindra untuk DPRD Kota Tangerang Selatan pada Pemilu 2024, kini terseret sebagai tersangka utama dalam kasus ini. Ia dituding sebagai majikan yang melakukan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap kedua ART tersebut, sehingga mereka nekat kabur dengan cara melompat dari lantai tinggi.Menurut informasi yang beredar, kedua ART berinisial R (30) dan D (15-18) melompat pada 22 April 2026 malam. Mereka diduga tidak tahan lagi dengan siksaan dan tekanan dari majikan. Satu korban tewas di tempat, sedangkan korban lainnya selamat namun mengalami luka serius berupa patah tulang.Polisi telah menetapkan tiga tersangka, termasuk Adriel Viari Purba sebagai majikan utama yang mempekerjakan salah satu korban sejak November 2025. Dua tersangka lainnya berperan sebagai perekrut. Adriel Viari Purba resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada awal Mei 2026 atas dugaan kekerasan, penyekapan, serta perlakuan tidak manusiawi terhadap pekerja rumah tangga. Polisi juga mendalami dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan eksploitasi anak di bawah umur.Di media sosial, tudingan terhadap Adriel Viari Purba sebagai majikan kejam terus bergaung keras. Netizen mengecam perlakuan sadis yang diduga dilakukan, hingga membuat kedua ART memilih melompat demi melarikan diri. Kasus ini semakin menyita perhatian karena latar belakang Adriel sebagai mantan caleg Gerindra yang gagal di Pilleg 2024.Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat tentang pentingnya perlindungan hak pekerja rumah tangga dan sanksi tegas bagi pelaku kekerasan, terlepas dari status sosial atau latar belakang pelaku.Polisi terus mendalami kasus ini. Perkembangan terbaru akan terus dipantau. Semoga keadilan segera ditegakkan bagi para korban.
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.