Waktu Posting : 01-09-2014 13:37 | Dibaca : 2965x
09-05-2016 02:48
Udara panas kerapkali bikin anak-anak tidak nyaman waktu tidur siang ataupun malam. Hingga pilihan memakai kipas angin atau AC waktu anak-anak tidur jadi satu diantara jalan keluar supaya udara selalu sejuk. Tetapi, apakah benar tidur memakai kipas angin dalam kurun waktu yang lama dapat menyebabkan anak alami paru-paru basah? Sebenarnya tiada sebutan paru-paru basah dalam dunia medis. Penyakit yang umumnya menyerang paru-paru itu diberi nama pneumonia. Pemicunya juga bukan akibat pemakaian kipas angin sepanjang tidur. Pneumonia adalah penyakit radang paru-paru yang sebenarnya dapat menyerang siapapun, dari bayi sampai orang lansia. Baca juga : Cara Mengobati Mata Bengkak Tanpa Obat Tetes Mata Bakteri pneumonia yang mengakibatkan radang di paru-paru ini umumnya menyerang waktu pertahanan badan rendah, hingga bakteri ini amat gampang memperbannyak diri. Gejala paling utama pneumonia ialah batuk yang dibarengi dengan napas cepat serta sesak napas (asma/bengek). Untuk menghindarinya, Anda harus meyakinkan anak mendaparkan gizi yang seimbang, hingga ketahanan badan anak senantiasa terpelihara. Kecuali itu, cermati pula kebersihan lingkungan anak. Disamping itu, apabila benar-benar kipas angin atau AC dapat menjadikan anak tambah nyaman sewaktu tidur, jadi untuk mencegah masalah kesehatan, Anda dapat mengakalinya dengan menghindari kipas itu. Hindarkan mengarahkan kipas dengan cara langsung ke arah badan anak. Kecuali itu, secepatnya tukar baju anak apabila basah akibat keringat. Baca juga : Inilah 3 Nutrisi Utama untuk Pelari Sementara itu bagi Anda yang tidak ingin terkena penyakit paru-paru, Anda bisa mencegah dan menangkalnya dengan rutin mengkonsumsi minuman kesehatan produksi kami diantaranya Ultra Noni, Ultra Mangosteen dan DragonNoni.
15-07-2016 07:24
Padatnya kegiatan, kerap membuat orang menunda jadwal makan, atau bahkan lupa untuk mengisi perut. Sebaiknya kurangi atau hentikan kebiasaan tersebut. Jika telat makan terus menerus akan buruk bagi kesehatan Anda.  1. Mood memburuk, mudah murung dan lesu Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan glukosa yang seharusnya disuplai dari makanan. Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman  2. Metabolisme melambat Dengan tidak adanya asupan makanan maka proses metabolisme melambat, yang berakibat pada berkurangnya kemampuan fisik dan mental anda. 3. Kram perut Makan teratur sangat bermanfaat bagi tubuh. Selain untuk asupan nutrisi, juga bisa mengatur sistem pencernaan untuk lebih aktif. Jika Anda selalu menangguhkan makan, apalagi keseringan, maka sistem pencernaan akan terkejut, dan meresponnya tidak bagus. Akibatnya perut pun akan kram. Baca juga : Jangan Terlalu Sering Pegang Payudara dan Vagina Pacar  4. Maag Sekalipun anda tidak makan, lambung tetap dapat menghasilkan asam. Normalnya asam ini tidak akan membahayakan jaringan lambung. Tapi itu akan berubah jika Anda sering telat makan. 5. Nutrisi kurang, tubuh jadi kurang fit Akibatnya tubuh bisa terserang bakteri seperti H Pylori yang dapat meningkatkan kadar asam lambung. Jika berlebihan dapat merusak jaringan lambung dan mengakibatkan maag.Â
16-06-2014 00:33
Supaya kita bisa bergerak serta melakukan aktivitas keseharian, tubuh perlu daya. Sumber daya datang dari karbohidrat, yang bakal dipecah jadi glukosa. Karbohidrat bakal terbakar jadi daya bila kita bergerak, atau disimpan di jaringan otot serta lemak bila kita minim gerak. Reaksi melepas glukosa dalam darah ini ditetapkan oleh indeks glikemik (IG). Indeks glikemik ialah tingkatan pangan dalam dampaknya menambah gula darah. Makin tinggi IG satu makanan, makin cepat makanan dirubah jadi glukosa. Dalam keadaan normal, tubuh mempunyai mekanisme untuk melindungi kandungan gula darah dalam situasi stabil. Namun beberapa orang spesifik, seperti pasien diabetes, tak bisa melakukan hal semacam itu. Karenanya, indeks glikemik satu makanan benar-benar butuh dicermati. Pastinya kita disarankan untuk menentukan makanan rendah IG yang sifatnya lambat menambah gula darah. Indeks glikemik memanglah bukan hanya hanya satu patokan untuk menentukan makanan sehat. Waktu mengatur diet rendah IG, Anda butuh tahu makanan mana yang paling baik untuk kesehatan. Enam hal tersebut tak bisa Anda lupakan : Baca juga : Hati-hati Mengkonsumsi Minuman Bernergi Jauhi karbohidrat Makanan yang memiliki kandungan 100 % protein (daging, ikan, telur), serta yang memiliki kandungan 100% lemak (minyak, mentega), tak memiliki kandungan karbohidrat. Karenanya makanan itu tak berefek menambah gula darah, atau mungkin dengan kata lain, rendah IG. Jauhi zat tepung Ini zat yang paling gampang dirubah jadi glukosa didalam tubuh. Zat tepung dalam situasi mentah, susah dipecah oleh tubuh. Tetapi bila partikel-partikel dalam zat itu sudah di proses, misalnya tepung terigu, tubuh dengan gampang memecahnya serta merubah zat itu jadi glukosa. Serat diperbanyak Pemecahan zat-zat makanan di dalam tubuh dapat diperlambat dengan serat. Karenanya, indeks glikemik rendah dimiliki oleh makanan dengan serat yang tinggi. Bedakan tipe gula Ada empat tipe gula : glukosa, fruktosa, laktosa, serta sukrosa. Makanan dengan kandungan glukosa tinggi, umpamanya minuman ringan, bakal segera menambah kandungan gula dalam darah. Sedangkan fruktosa (gula pada buah) serta laktosa (umumnya pada olahan susu) tak menambah kandungan gula dalam darah. Karenanya, beberapa jenis makanan itu mempunyai IG rendah. Adapun sukrosa mempunyai IG cukup. Baca juga : Tubuh Bugar Berkat Posisi Tidur Seimbang Konsumsi lemak Komponen ini bakal memperlambat pengosongan lambung. Makin lama lambung dikosongkan, makin lama juga makanan diolah. Dengan cara automatis produksi glukosa diperlambat. Cermati derajat keasaman makanan Keasaman satu makanan memengaruhi kecepatan pencernaannya didalam tubuh. Maka pemecahan makanan jadi glukosa lebih lambat. Jeruk merupakan contoh makanan yang memiliki derajat keasaman tinggi. Glycemic Load Kita juga butuh mengkalkulasi Glycemic Load (GL) selain IG makanan. Sistem penilaian peringkat untuk porsi makanan dan jumlah karbohidrat dalam makanan menurut ukuran IG disebut GL. Untuk memperlihatkan dampak makanan dalam satu porsi, sehari, atau berhari-hari diperlukan GL. Langkah mengkalkulasi GL gampang saja, yakni : IG x kandungan karbohidrat dalam 1 porsi makanan (g)/100. Akhirnya menunjukkan efek satu porsi makanan pada kandungan gula dalam darah. Misalnya, nasi merah mempunyai IG 88 sedang IG gula putih 64. Bila cuma memperhatikan angka itu, lebih baik gula dari pada nasi merah. Walau sebenarnya bukan hanya seperti itu. Di sinilah GL butuh dicermati. Kita mesti 'menghitung' dahulu jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh. Kita umumnya makan nasi satu piring, namun gula mustahil dimakan dalam jumlah satu piring, bukan?