Berbagai Gejala Diabetes Melitus Tipe 2

Additional Image

Waktu Posting : 24-03-2015 21:15 | Dibaca : 2599x

Saat ini, diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu jenis penyakit serius yang cukup umum ditemui di masyarakat. Resiko penyakit diabetes cukup tinggi sehingga Anda perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi penyakit ini secara lebih efektif. Salah satu hal penting yang perlu Anda ketahui tentang penyakit diabetes tipe 2 adalah penyebabnya. Secara umum, penyakit diabetes tipe 2 disebabkan karena terganggunya produksi hormon insulin dalam tubuh yang menyebabkan kurang lancarnya proses penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh. Selain penyebabnya, hal penting lain yang perlu Anda ketahui tentang penyakit ini adalah gejala yang ditimbulkan oleh diabetes tipe 2. Dengan mengetahui gejala penyakit diabetes tipe 2, Anda akan dapat mengatasi penyakit ini secara lebih cepat dan efektif.

Baca juga :Dragonnoni sebagai obar herbal penurun Kolesterol 

Secara umum, gejala penyakit diabetes tipe 2 hampir serupa dengan gejala yang muncul akibat penyakit diabetes tipe 1. Meski demikian, gejala diabetes melitus tipe 2 biasanya lebih susah terlihat sehingga penyakit diabetes tipe 2 lebih susah didiagnosa. Salah satu gejala umum yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes tipe 2 adalah meningkatnya intensitas buang air kecil. Hal ini disebabkan karena ginjal bekerja keras untuk membuang kandungan glukosa yang terdapat dalam darah. Intensitas buang air kecil akan meningkat terutama pada malam hari. Karena intensitas buang air kecil yang meningkat, hal ini memicu gejala lain yaitu mudah terasa haus. Penurunan berat badan secara drastis juga sering dianggap sebagai salah satu gejala umum dari penyakit diabetes tipe 2. Hal ini dikarenakan terganggunya penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh sehingga berat badan jadi menurun.

Baca juga : Tips Hidup Normal dengan Diabetes Melitus  

Gejala lain yang umum muncul akibat penyakit diabetes tipe 2 adalah mudah merasa lapar. Hal ini erat kaitannya dengan terganggunya proses penyerapan glukosa oleh tubuh. Berbagai masalah kulit juga sering dianggap sebagai salah satu gejala yang umum ditimbulkan oleh penyakit diabetes. Kulit kering dan kulit mudah terasa gatal merupakan masalah kulit yang bisa dianggap sebagai gejala dari penyakit diabetes tipe 2. Gejala penyakit diabetes tipe 2 yang lain adalah terhambatnya proses penyembuhan luka. Selain itu, gejala diabetes melitus tipe 2 juga dapat muncul dalam bentuk infeksi jamur, mudah merasa lelah, emosi yang tidak stabil, mati rasa atau kesemutan, serta penglihatan yang kabur. 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Durasi Tidur yang Tepat Cegah Diabetes

05-07-2016 19:44

  Sebuah hasil survei mengungkap, jumlah orang yang setiap malam rutin tidur 8 jam semakin sedikit. Jadwal kerja yang sibuk, kemacetan di jalan, hingga godaan bermain gadget, membuat tidur menjadi prioritas nomer dua.   Dampak dari kurang tidur sebenarnya sudah banyak dibahas, mulai dari kelelahan, kurang konsentrasi, hingga obesitas.  Baca juga : Menghindari Jatuh di Kamar Mandi Dalam studi terbaru disebutkan, durasi tidur yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, juga berpengaruh pada risiko seseorang menderita diabetes.   Tim peneliti menganalisis 800 orang sehat dari berbagai negara Eropa dan secara spesifik mencari tahu hubungan antara durasi tidur dan metabolisme glukosa.   "Pada pria, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, terkait dengan respons yang rendah pada sel tubuh terhadap insulin, mengurangi penyerapan glukosa, dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko diabetes . Pada wanita, kaitan itu tidak diketahui," kata Femke Rutters, yang melakukan penelitian.  Baca juga : Beberapa Makanan yang Mempercepat Datangnya Stroke Durasi tidur yang dianggap cukup dalam penelitian ini adalah 7 jam setiap malam.   Jika kita kurang tidur, kita cenderung lebih bernafsu pada makanan tidak sehat, emosi tidak stabil, dan mengalami penurunan daya ingat dan konsentrasi. Sementara, jika kita tidur terlalu banyak, kita berpotensi mengalami nyeri punggung, diabetes, dan penyakit jantung

Featured Image
Sejarah Berdirinya Nahdhatul Ulama dalam Mempertahankan Tradisi Islam Nusantara

25-07-2024 04:22

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah perkembangan agama Islam di Nusantara. Berdiri di awal abad ke-20, NU lahir sebagai respons terhadap ancaman dari berbagai pihak yang berusaha menyerap tradisi Islam dari luar Nusantara dan menghilangkan kearifan lokal yang telah berkembang selama berabad-abad. Sebelum NU didirikan, pada akhir abad ke-19, datanglah kolonialisme Belanda yang memberikan tekanan terhadap keberadaan Islam di Indonesia. Pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk mengisolasi masyarakat Muslim dari akses terhadap tradisi Islam yang sejati, serta menciptakan ideologi baru yang lebih sesuai dengan kepentingan mereka. Hal ini membuat ulama-ulama dan masyarakat mulai merasa khawatir akan keberlangsungan agama Islam di tanah air. Pada tahun 1926, para ulama dan tokoh masyarakat yang peduli terhadap keberadaan agama Islam berkumpul di Surabaya dan mendirikan Nahdlatul Ulama. Organisasi masyarakat ini bertujuan untuk mempertahankan tradisi Islam Nusantara dengan prinsip-prinsip agama yang membawa rahmat bagi alam semesta. NU pun mulai menggalang kekuatan dalam pergerakan dakwah dan mendidik masyarakat tentang kodrat agama yang lembut serta damai. Seiring berjalannya waktu, Nahdlatul Ulama tumbuh menjadi kekuatan yang sangat kuat dalam masyarakat Indonesia, terutama di pulau Jawa. Melalui organisasinya, NU berhasil menjaga kearifan lokal dan mengintegrasikannya dengan ajaran Islam, menjadikan Islam Nusantara sebagai representasi dari harmoni antara ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Dengan demikian, berdirinya Nahdlatul Ulama menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam di Indonesia. Ormas Islam terbesar  ini tidak saja berhasil mempertahankan tradisi Islam Nusantara, tetapi juga menjadi pelopor dalam membumikan ajaran agama yang menciptakan damai dan toleransi di Indonesia. NU hadir sebagai benteng penjaga ke-Islaman dari ancaman-ancaman luar yang ingin merusak tradisi dan kearifan lokal yang telah lama melekat pada masyarakat Indonesia. Dengan demikian, melalui perjuangan keras mereka, NU telah membuktikan bahwa keberadaan Islam di Nusantara bukanlah tanpa identitas lokal, melainkan sebuah warisan yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi. Semangat perjuangan NU dalam mempertahankan tradisi Islam Nusantara membawa inspirasi bagi perjalanan agama Islam di Indonesia hingga saat ini.

Featured Image
Pilihan Makanan untuk Pengidap Rematik Asam Urat

22-07-2016 17:05

Rematik asam urat atau penyakit gout adalah jenis radang sendi yang secara medis telah terbukti dapat diringankan dengan mengonsumsi dan membatasi makanan-makanan tertentu. Pada dasarnya, pengidap rematik asam urat sebaiknya menjalani pola makan kaya karbohidrat kompleks, protein dalam kadar sedang, dan rendah lemak. Pengaturan pola makan ini bukanlah sarana pengobatan, tapi dapat membantu mengurangi gejala.  Baca juga : Penyebab Penyakit Asam Urat Purin dan Rematik Asam Urat Rematik asam urat menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada sendi, terutama pada jempol kaki. Peradangan sendi ini disebabkan oleh penumpukan kristal natrium urat, yaitu limbah alami tubuh. Asam urat adalah salah satu hasil pemecahan zat purin di dalam tubuh. Purin adalah zat alami yang ada di dalam tubuh dan dapat ditemukan di berbagai jenis makanan. Makanan mengandung purin berkadar tinggi membuat tubuh menghasilkan lebih banyak asam urat. Oleh karena itu, pengidap asam urat perlu menghindari konsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Panduan Konsumsi Makanan Rematik asam urat dapat ditangani dengan lebih banyak mengonsumsi makanan tertentu yang memperlancar sekresi purin dan membatasi konsumsi makanan serta minuman kaya purin. Berikut ini adalah contohnya. Batasi konsumsi: Daging merah: daging sapi, daging kambing dan daging bebek. Jeroan seperti hati, otak, ginjal, jantung. Beberapa jenis ikan seperti sarden, tuna, makarel. Boga bahari seperti kepiting dan udang. Makanan-makanan manis dan minuman ringan yang tinggi kadar gula buah atau fruktosanya. Makanan mengandung ragi seperti roti. Minuman keras, terutama bir. Beberapa sayuran seperti bayam, jamur, kembang kol, kacang polong, kacang panjang, kacang merah. Baca juga : Tips Agar Hubungan dengan Suami/Istri Semakin Harmonis Perbanyak konsumsi: Buah-buahan, seperti jeruk, melon, apel. Sayuran hijau, wortel, tomat. Air mineral: konsumsi setidaknya 2 liter perhari untuk meluruhkan kadar asam urat. Sumber karbohidrat yang lebih kompleks seperti kentang dan beras merah Makanan mengandung biji-bijian utuh. Susu dan yoghurt rendah lemak atau tanpa lemak mengandung kadar purin yang rendah dan protein yang tinggi. Selain memperbarui pilihan makanan, penting bagi pengidap rematik asam urat untuk menjaga berat tubuhnya dengan berolahraga secara teratur. Hal ini dikarenakan obesitas juga bisa menjadi faktor risiko utama penyakit rematik asam urat.

...