Waktu Posting : 13-08-2018 17:35 | Dibaca : 1544x
Banyak artikel yang mengatakan jika wanita memiliki risiko lebih tinggi terserang hipertensi dari pada pria. Apa penyebabnya?
Peneliti dari Wake Forest Baptis Medical Center menemukan fakta untuk menjawab pertanyaan tersebut yang dipublikasikan dalam Therapeutic Advances in Cardiovascular Disease. Penelitian ini merupakan penelitian yang pertama yang menemukan perbedaan secara signifikan yang menjadi penyebab hipertensi banyak diderita wanita dari pada pria.
Carlos Ferrario selaku pimpinan riset mengatakan "Kalangan medis berpikir jika penyebab hipertensi pada pria dan wanita sama, sehingga pengobatan dilakukan berdasarkan anggapan tersebut. Pada studi ini, gender pertama kali dipertimbangkan sebagai elemen yang sangat penting untuk mencari pengobatan anti hipertensi. Banyak hal yang dipertimbangkan seperti kenaikan tekanan darah".
Ferrario juga mengatakan jika 20-30 tahun belakangan ini angka kematian pada pria akibat penyakit kardiovaskular menurun. Namun tidak dengan wanita yang justru penyakit kardiovaskular ini menjadi penyakit pembunuh utama pada wanita.
Apa yang menyebabkan hasil berbeda antara wanita dan pria padahal mereka dirawat dengan cara yang sama?
Para peneliti mengungkapkan perbedaan hasil berkaitan dengan gender dan juga kurangnya pengertian mekanisme bilogi dasar pada pria dan wanita. Studi ini dilakukan pada 100 orang wanita dan pria berusia 53 tahun dan lebih yang menderita hipertensi namun tidak diberikan perawatan dengan baik. Seluruh responden hanya mengalami penyakit akibat darah tinggi.
Hasilnya penyakit [embuluh darah sekitar 30-40% lebih banyak diderita oleh wanita dari pada pria. Ada perbedaan fisiologis yang signifikan antara sistem kardiovaskular pria dan wanita. Banyaknya hormon juga turut mengatur tekanan darah dalam tubuh dan berperan meningkatkan risiko penyakit jantung.
15-10-2025 18:08
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayahnya. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi akibat aktivitas industri, pertambangan, serta pertumbuhan penduduk yang pesat, DLH Kalimantan Timur menyusun sejumlah program unggulan yang menyentuh berbagai aspek pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan berkelanjutan.Berikut adalah program-program strategis yang menjadi andalan DLH Kalimantan Timur (https://dlhkalimantantimur.id/) dalam mendukung pelestarian dan perlindungan lingkungan hidup.1. Program Pengelolaan Sampah Berbasis MasyarakatSalah satu fokus utama DLH Kalimantan Timur adalah pengelolaan sampah terpadu. Program ini menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya. DLH mendorong terbentuknya bank sampah, penguatan TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle), serta kampanye pilah sampah dari rumah.Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk sadar lingkungan, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil pemilahan dan daur ulang sampah. Program ini juga mendukung pencapaian target pengurangan sampah nasional sebesar 30% pada tahun 2025.2. Program Kampung Iklim (ProKlim)DLH Kalimantan Timur mendukung penuh pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Program ini bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.ProKlim di Kalimantan Timur telah diterapkan di berbagai desa dan kelurahan yang memiliki inovasi dalam pengelolaan air, energi terbarukan, penanaman pohon, serta pertanian ramah lingkungan. DLH memfasilitasi pembinaan teknis, pendampingan, serta penilaian terhadap kampung-kampung iklim ini agar bisa meraih sertifikasi nasional.3. Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan LingkunganDLH Kalimantan Timur secara rutin melakukan monitoring kualitas udara, air, dan tanah di berbagai wilayah. Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi pencemaran akibat aktivitas industri, rumah tangga, maupun pertambangan.Beberapa indikator yang dipantau antara lain indeks kualitas udara (ISPU), kadar BOD dan COD pada air sungai, serta parameter logam berat di kawasan rawan pencemaran. Selain pemantauan, DLH juga menerapkan sistem perizinan lingkungan dan AMDAL secara ketat untuk memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai kaidah lingkungan.4. Program Rehabilitasi dan Reboisasi Lahan KritisUntuk mengatasi deforestasi dan degradasi lahan, DLH Kalimantan Timur menggencarkan rehabilitasi lahan kritis melalui program reboisasi. Wilayah sasaran meliputi daerah bekas tambang, lahan tandus, dan kawasan penyangga DAS (daerah aliran sungai).Bibit pohon lokal seperti ulin, meranti, dan sengon ditanam bekerja sama dengan kelompok tani, komunitas lingkungan, serta perusahaan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Selain menurunkan risiko bencana ekologis, program ini juga membuka lapangan kerja hijau di daerah pedesaan.5. Program Edukasi dan Sosialisasi LingkunganDLH Kalimantan Timur sangat memahami pentingnya kesadaran publik dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, edukasi menjadi salah satu program unggulan yang menyasar sekolah, komunitas, dan instansi pemerintah.Kegiatan yang dilakukan antara lain penyuluhan lingkungan di sekolah (Adiwiyata), pelatihan kader lingkungan, serta lomba inovasi lingkungan hidup. Dengan pendekatan edukatif ini, diharapkan terbentuk generasi muda yang peduli dan berdaya dalam mengelola lingkungan secara bijak.6. Program Digitalisasi Data dan Sistem Informasi LingkunganSeiring perkembangan teknologi, DLH Kalimantan Timur mulai menerapkan sistem informasi berbasis digital untuk pengelolaan data lingkungan. Salah satunya melalui dashboard pemantauan kualitas lingkungan hidup yang memuat data real-time mengenai kualitas udara, cuaca, dan kondisi pencemaran.Langkah ini meningkatkan transparansi dan memudahkan pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven policy). Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui situs resmi https://dlhkalimantantimur.id/.
12-06-2014 21:14
Sudah barang tentu Anda kerap mendengar tentang penyakit ini bukan? Penyakit yang di mana dikarenakan oleh virus yang bisa menginfeksi organ hati. Virus hepatitis A merupakan satu diantara dari beberapa tipe virus hepatitis yang bisa mengakibatkan peradangan yang lalu memberi pengaruh pada kapabilitas hati penderitanya untuk berperan dengan normal. Orang dengan hepatitis A mempunyai tanda-tanda yang beragam. Biasanya pasien penyakit ini bakal rasakan beberapa gejala seperti terasa tak sehat, hilang nafsu makan, gampang capek, nyeri pada perut serta terasa tak nyaman pada area seputar hati mendekati tulang rusuk sisi bawah, urin berwarna gelap, jadi nyeri pada pada sendi serta otot, demam, kulit serta mata menguning, timbul mual serta muntah. Baca juga : Mengenal Yoga dan Manfaatnya untuk Kesehatan Penyakit hepatitis A bisa menyerang siapapun serta tak melihat umur dan jenis kelamin. Kejadian hepatitis A juga kerap ditemukan pada bayi, anak-anak, orang dewasa serta orang tua. Penyakit ini bisa menyebar dari satu orang ke orang yang lain lewat makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh virus Hepatitis A. Lain juga dengan virus Hepatitis B serta C, penyakit ini dapat juga menyebar lewat jalinan seksual atau lewat kontak dengan darah seperti sama-sama sharing dalam pemakaian jarum, atau waktu melahirkan. Ini nyaris tak sempat berlangsung pada perkara Hepatitis A. Apabila Anda merasakan beberapa gejala seperti di atas, biasanya dokter bakal meminta Anda untuk melakukan tes darah. Tes darah ini bermanfaat untuk mengendalikan fungsi hati serta memperhatikan apakah badan Anda mempunyai antibody pada virus hepatitis A didalam darah. Ada dua tipe antibody yakni IgM, yang berperan untuk memberikan apakah waktu ini Anda tengah terinfeksi penyakit ini atau tak serta IgG, antibodi ini bakal memberikan apakah Anda sempat terinfeksi pada awalnya ataukah tidak. Baca juga : Cara Tepat Merawat Gigi Berkawat Kecuali tes fisik oleh dokter, untuk meyakinkan diagnosa biasanya pasien juga disarankan untuk melakukan rangkaian prosedur kontrol Liver Fuction Test, seperti AST atau SGPT, Bilirubin, serta IgM anti HAV. Untuk penyembuhan penyakit ini, biasanya dokter cuma fokus pada beberapa cara untuk menangani tanda-tanda yang timbul biasanya, seperti : • Memperbanyak istirahat Umumnya pasien hepatitis A kerapkali terasa capek serta terasa tenaganya menyusut untuk melaksanakan pekerjaan keseharian mereka. Perbanyak istirahat lantaran Anda barangkali saja terasa capek serta sakit sepanjang sebagian waktu. • Dapatkan langkah menangani mual Mual bisa bikin Anda susah untuk makan. Dapatkan langkah untuk bikin makanan lebih menarik. Makan makanan kecil seharian seringkali dengan porsi lebih kecil di banding tiga kali makan besar. Bila Anda alami kesusahan makan kalori yang cukup, jauhi makanan rendah kalori serta menentukan makanan berkalori tinggi. Umpamanya, minum juice buah atau susu, serta bukan hanya air. • Biarlah hati beristirahat Liver Anda barangkali alami penurunan fungsi kerjanya dalam metabolisme obat serta alkohol bisa memperberat hal itu. Senantiasa tanyakan obat-obatan dengan dokter Anda, lantaran barangkali saja dokter merekomendasikan menghentikan atau merubah beberapa obat Anda. Hentikan minum alkohol waktu Anda alami sinyal tanda atau tanda-tanda hepatitis A.
22-01-2026 15:49
Pulau Sumatra kembali menjadi sorotan nasional setelah terungkap fakta mengkhawatirkan mengenai kondisi hutan di wilayah ini. Pada 18 Januari 2026, seorang tokoh nasional mengungkap bahwa hampir seluruh pembukaan hutan, sekitar 97 persen, dilakukan melalui mekanisme legal yang sah menurut izin pemerintah. Fenomena ini dikenal sebagai deforestasi legal tinggi, dan menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesejahteraan masyarakat setempat.Fenomena deforestasi legal tinggi menunjukkan bahwa legalitas izin bukan jaminan keberlanjutan. Izin resmi memungkinkan perusahaan menebang dan memanfaatkan hutan secara masif, dengan sedikit atau tanpa pengawasan yang ketat. Akibatnya, praktik penebangan berlangsung secara berkelanjutan dan berpotensi merusak ekosistem secara sistemik. Dampak ekologis dari kegiatan ini tidak hanya lokal, tetapi bisa memengaruhi seluruh wilayah Sumatra.Akibat nyata dari deforestasi legal tinggi terlihat dari meningkatnya frekuensi bencana alam. Banjir bandang, tanah longsor, dan kerusakan lahan pertanian menjadi lebih sering terjadi karena hilangnya tutupan hutan yang seharusnya menahan air hujan. Ketika hujan lebat datang, tanah yang gundul tidak mampu menahan aliran air, sehingga bencana sulit dihindari. Ini menunjukkan bahwa legalitas izin tidak selalu menjamin perlindungan lingkungan.Tokoh nasional yang memaparkan data ini menekankan bahwa masyarakat lokal menjadi pihak yang paling terdampak. Kehilangan lahan, risiko terhadap mata pencaharian, dan ancaman bencana alam menjadi beban mereka, sementara perusahaan tetap beroperasi secara sah. Kondisi ini menimbulkan ketimpangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan, sekaligus menunjukkan perlunya reformasi menyeluruh dalam sistem perizinan hutan.Menanggapi sorotan publik, pemerintah pada 20 Januari 2026 mengambil langkah tegas dengan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti menyebabkan kerusakan hutan. Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pencabutan izin ini merupakan bagian dari upaya menata ulang tata kelola hutan dan mencegah bencana ekologis lebih lanjut. Sebagian besar perusahaan yang izinnya dicabut bergerak di sektor pemanfaatan hutan alam, hutan tanaman, dan perkebunan, dengan luas kawasan yang terkena dampak mencapai lebih dari satu juta hektare.Langkah pemerintah ini mendapat dukungan luas dari masyarakat, tokoh politik, dan organisasi lingkungan. Mereka menilai pencabutan izin sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menegakkan regulasi lingkungan. Namun, para pengamat menekankan bahwa pencabutan izin hanyalah langkah awal. Tanpa reformasi mendasar terhadap sistem perizinan, deforestasi legal tinggi tetap berisiko berlangsung. Transparansi data perizinan, audit independen terhadap aktivitas perusahaan, dan partisipasi masyarakat lokal menjadi hal penting untuk mencegah praktik eksploitasi hutan yang merusak.Kasus di Sumatra memperlihatkan bahwa deforestasi legal tinggi bukan sekadar masalah lingkungan. Dampaknya juga meluas ke bidang sosial dan ekonomi. Kualitas air menurun, keamanan pangan terganggu, dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan ikut terpengaruh. Oleh karena itu, pengelolaan hutan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek; keberlanjutan harus menjadi prioritas utama.Selain itu, bencana yang muncul akibat deforestasi legal tinggi menekankan perlunya pengawasan yang ketat. Audit independen, penguatan lembaga pengelola hutan, dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci agar praktik eksploitasi berlebihan bisa dikendalikan. Partisipasi masyarakat memungkinkan pemetaan risiko bencana yang lebih tepat, sekaligus membantu pemulihan lahan yang rusak.Para pengamat menegaskan bahwa kebijakan kehutanan Indonesia harus menitikberatkan pada keberlanjutan jangka panjang. Deforestasi legal tinggi hanya dapat dikendalikan jika ada transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum yang konsisten. Langkah tegas seperti pencabutan izin memang penting, tetapi tanpa reformasi struktural, risiko kerusakan hutan tetap tinggi.Tantangan terbesar ke depan adalah menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Deforestasi legal tinggi tetap menjadi ancaman serius jika sistem perizinan tidak diperbaiki secara fundamental. Reformasi perizinan, pengawasan ketat, dan keterlibatan masyarakat menjadi strategi penting agar hutan Sumatra tetap lestari, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko bencana ekologis.Kasus ini menjadi pengingat bahwa legalitas izin tidak selalu sejalan dengan keberlanjutan. Deforestasi legal tinggi menuntut tindakan proaktif dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan kolaborasi ini, Sumatra dapat tetap produktif secara ekonomi sekaligus terjaga secara ekologis, menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.