Wajah Mulus Bebas Luka Jerawat

Additional Image

Waktu Posting : 14-01-2015 03:57 | Dibaca : 3035x

Jerawat adalah salah satu masalah pada kulit wajah yang paling sering diderita banyak orang. Penyebab dari jerawat itu sendiri sebenarnya ada banyak. Namun penyebab paling besar timbulnya jerawat adalah kurangnya menjaga kebersihan kulit wajah dan dari segi makanan yang dikonsumsi. Sayangnya masalah jerawat pada kulit wajah tidak hanya muncul saat jerawat itu datang. Bahkan saat jerawat itu pergi masalah baru akan muncul kembali. Masalah tersebut adalah luka yang ditimbulkan akibat jerawat yang pernah muncul. Luka yang ditimbulkan ini biasanya membekas berwarna hitam. Diindikasi luka menghitam ini akibat dari tangan usil yang suka memencet jerawat saat masih belum atau sudah muncul. Namun penjelasana medis tentang luka menghitam ini adalah karena terganggunya kolagen akibat radang yang disebabkan oleh jerawat. Karena membekas dan juga berwarna hitam, luka bekas jerawat ini akan mengurangi kemulusan kulit wajah. Akibatnya wajah terlihat suram dan tidak menyenangkan.

Baca juga : Obat Tradisional Kolesterol  

Jenis-jenis Luka Bekas Jerawat

Rasanya banyak orang pernah mengalami munculnya jerawat pada wajah. Banyak orang pula mengalami luka bekas jerawat yang sangat mengganggu kemulusan kulit wajah. Namun tidak banyak orang yang memiliki wawasan luka yang ditimbulkan akibat munculnya jerawat. Padahal wawasan ini perlu untuk dapat mengobati bekas luka jerawat kita dengan tepat sehingga wajah bisa kembali mulus.

Ada tiga jenis luka bekas jerawat yang telah teridentifikasi. Luka bekas jerawat pertama adalah atrophic, yakni luka jerawat yang tidak dalam melainkan sedikit dangkal. Luka kedua adalah boxcar. Luka kedua ini adalah jenis luka bekas jerawat yang lebih dalam dari luka pertama dan memiliki ciri-ciri luka yang menggulung. Luka ketiga adalah ice pick yakni luka bekas jerawat yang sangat dalam yang tampilannya menyerupai lubang kecil dibagian atasnya. Ketiga luka ini biasanya memiliki tingkat keparahan yang dapat dilihat dari warna kulit tempat timbulnya jerawat. Biasanya orang dengan kulit warna hitam akan cenderung mengalami bekas luka yang menghitam pula. Sedangkan pada orang yang memiliki kulit cerah, bekas luka akan kemerahan.

Luka-luka bekas jerawat ini jika dibiarkan akan membawa dampak buruk pada kulit wajah. Bahkan luka-luka ini semakin bertambah parah karena beberapa hal dibawah ini:

1.     Terpapar sinar matahari atau uv.

2.     Dipencet/ disentuh dengan tangan.

3.     Diolesi dengan vitamin E.

Baca juga : Bersih dari Komedo dengan Bahan Alami 

Mengatasi Bekas Luka Jerawat

Untuk mengatasi bekas luka jerawat sangat efektif dilakukan jika kita mengetahui bekas luka-luka yang ditimbulkan oleh jerawat. Namun yang paling sering digunakan untuk mengatasi bekas luka jerawat adalah dengan menggunakan cream jerawat yang berjenis kortikosteroid. Gunakan cream jerawat ini selama jerawat muncul dan meradang. Oleskan cream pada jerawat yang meradang supaya kortikosteroid diserap kulit sehingga radang akan berkurang. Namun cream ini adalah cream yang dalam penggunaannya harus berada dalam pengawasan dokter karena jika dipakai dengan serabutan akan membawa dampak berbahaya bagi kulit wajah. 

Penggunaan cream jenis kortikosteroid ini akan berefek langsung pada jerawat yang timbul. Setelah dioleskan, cream ini akan memberikan efek kering pada jerawat dan tidak lagi berwarna merah meradang. Saat luka jerawat mengering sebaiknya gunakan pigmen kulit yang akan membantu kecerahan wajah kembali normal. Pigmen kulit seperti kojid acid sangat bagus digunakan karena bahan-bahan alami seperti jamur, bearbarry dan vitamin C. Untuk luka jerawat yang sangat dalam biasanya diatasi dengan melakukan prosedur laser yang lebih mahal dari prosedur lainnya.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran

18-06-2014 23:06

Pernahkah Anda menonton video di YouTube tentang telur yang matang lebih cepat karena pengaruh telepon genggam? Ancaman radiasi dari ponsel memang tak bisa dianggap sepele. Jika radiasi telepon genggam saja bisa membuat telur matang sempurna, apa jadinya telinga kita jika hampir setiap hari menempel dekat sekali dengan alat elektronik itu? Perdebatan mengenai bahaya gelombang elektromagnetik dan radiasi dari telepon seluler bagi kesehatan manusia sudah berlangsung sangat lama. Ada ilmuwan yang membenarkan mengenai bahaya tersebut, ada pula yang membantahnya. Dasarnya, penelitian seputar pengaruh telepon genggam terhadap manusia menunjukkan hasil yang berbeda. Namun, pada intinya semua perangkat yang mengeluarkan gelombang elektromagnetik pasti bisa mempengaruhi tubuh manusia. Eksperimen sederhana seperti menggoreng telur menggunakan radiasi dari telepon genggam yang tengah aktif menunjukkan bahwa gelombang itu mengubah sesuatu yang organik. Baca juga : Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran  Eksperimen itu cukup masuk akal karena frekuensi yang digunakan telepon genggam mirip dengan microwave yang juga mengandalkan gelombang elektromagnetik, memang digunakan untuk memanaskan makanan dalam kehidupan sehari-hari. Yang menjadi masalah adalah, penggunaan telepon genggam sangat dekat ke telinga dan otak yang sangat sensitif terhadap gelombang frekuensi tertentu. Orang yang secara rutin berdiri di dekat antena microwafe selama dua-tiga tahun dapat dipastikan akan sakit. Gelombang elektromagnetik dapat mempengaruhi struktur dalam tubuh, termasuk komposisi berbagai macam cairan dalam telinga seperti ion kalium, ion natrium, protein, serta berbagai enzim. Padahal cairan-cairan itu sangat penting dalam proses pendengaran. Penyebab gangguan pendengaran yang lebih signifikan sebenarnya adalah suara. Jangan pikir hanya suara keras seperti konser dan kegaduhan pabrik yang bisa membuat seseorang kehilangan pendengarannya. Suara musik dari pemutar musik MP3 juga berpotensi membuat pendengaran kita terganggu jika kita terbiasa menyetel volume musik di atas 60% dengan durasi lebih dari satu jam setiap hari. Paparan suara yang keras dapat merusak sensor yang berada di sel rambut dalam rumah siput telinga. Ironisnya, suara-suara itu menyerang frekuensi percakapan di atas 2.000 Hertz terlebih dahulu. Sementara itu, frekuensi percakapan itu berada pada 500 Hertz, 1.000 Hertz, 2.000 Hertz, dan 4.000 Hertz. Dengan begitu, banyak penderita gangguan pendengaran yang terlambat menyadari bahwa pendengarannya bermasalah. Baca juga : Tips Sukses Diet Sehat  Baik telepon genggam maupun suara gaduh bukanlah hal asing dalam hidup kita. Bagaimana pun harus diakui, kita tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari kedua hal tersebut. Telepon genggam (ponsel) misalnya, mengambil peranan penting dalam kelangsungan komunikasi kita. Sementara itu, kebisingan juga tak dapat terhindarkan terutama untuk masyarakat perkotaan. Yang bisa kita lakukan mungkin menekan risiko sampai sekecil mungkin, demi menghindarkan diri dan keluarga dari segala ancaman kesehatan. Ini bisa kita  lakukan dengan aktif melakukan pencegahan. Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran Gunakan handsfree untuk menerima panggilan dari telepon genggam. Semakin dekat telepon genggam dengan telinga, semakin besar pula potensi radiasi yang akan terpaapr pada kepala kita. Usahakan tidak menerima panggilan telepon terlalu lama. Pilih jenis telepon genggam dengan tingkat radiasi terendah. Jika suhu telepon genggam terasa meningkat alias memanas, sebaiknya jauhkan dari tubuh kita. Jauhkan telepon genggam dari anak-anak karena otak dan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan yang sangat sensitif terhadap segala potensi gangguan. Setel volume pemutar musik MP3 atau radio maksimal 60%. Sebaiknya tidak mendengarkan musik melalui earphone lebih dari satu jam. Hindari membiarkan anak-anak berada di pusat permainan di mall selama berjam-jam. Hindari berada di tempat bising seperti konser dan klub malam dalam waktu lama. Periksakan telinga ke dokter THT setiap 3-6 bulan sekali.

Featured Image
Tidur Siang Bikin Gemuk

05-06-2014 19:43

Tidur siang bikin gemuk sering kali menjadi omongan banyak orang terutama kalangan wanita. Namun, benarkan jika tidur siang itu bisa membuat tubuh menjadi gemuk?, sehingga banyak orang yang takut untuk tidur siang karena dianggap sebagai pemicu kenaikan berat badan. Anggapan tersebut terkait dengan kebiasaan seseorang yang tidur usai makan siang. Pasalnya, ada mitos kalori yang dimasukkan setelah makan siang akan menumpuk menjadi lemak jika dibawa tidur siang. Namun, ternyata hingga saat ini peneliti belum menemukan hubungan kegemukan dengan tidur siang. Sehingga jelasnya kebiasaan tidur siang yang lama memang akan membuat tubuh tidak bergerak dengan demikian kalori, yang dibakar menjadi lebih sedikit dan lemak di dalam tubuh semakin menumpuk. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam mengatasi tidur siang bikin gemuk adalah membatasi durasi waktu lebih pendek untuk tidur siang kurang lebih hanya 30 menit saja ketika anda tidak ingin gemuk karena tidur siang.   Baca juga : Manfaat Minyak Wortel Untuk Kesehatan dan Kecantikan Tidur siang yang terlalu lama atau lebih dari 30 menit akibatnya justru membuat tubuh merasa mengantuk terus sepanjang hari. Tidur siang bikin gemuk itu benar tetapi ketika seseorang setelah makan kemudian langsung tidur karena proses pembakaran lemak tidak terjadi dan kalorinya tidak terpakai justru lemak tertimbun di dalam tubuh. Tidur siang juga bisa dilakukan untuk mengganti waktu tidur pada malam hari ketika seseorang harus lembur kerja. Tidur siang juga bukan berarti memperbanyak waktu tidur yang penting jumlah keseluruhan tidur dalam satu hari masih dalam batas wajar yaitu 6 hingga 7 jam dalam sehari untuk orang dewasa. Tidur siang dianjurkan untuk anak – anak karena masa pertumbuhannya membutuhkan nutrisi baik supaya mampu berkembang secara baik sesuai dengan umurnya. Ketika anda memiliki tubuh gemuk sebaiknya menghindari tidur siang dalam durasi lama. Karena jumlah kalori dari makanan yang dikonsumsi jika tidak terpakai justru tersimpan dan membuatnya menjadi lebih gemuk. Sehingga ketika berkeinginan untuk tidur siang sebaiknya lakukan sebelum makan untuk mencegah terjadinya penimbunan lemak. Diusia yang sudah tua juga dianjurkan untuk tidur siang untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Menyimpan kalori diusia tubuh yang sudah tua itu lebih baik karena mampu membuat tubuh tetap kuat sehingga mampu melakukan beberapa aktifitas ringan.   Baca juga : Mengenal Manfaat Kesehatan Blueberry dari Antiaging Hingga Kanker Tidur siang dalam waktu singkat akan membantu menjaga kadar hormon stress ataupun kortisol, sehingga pikiran akan menjadi lebih segar setelah bangun. Dengan tingkat stress yang rendah justru lebih baik untuk mencegah kenaikan berat badan. Ternyata tidur siang yang tepat juga akan membuat sistem pencernaan mendapatkan suplai darah dalam jumlah cukup dibandingkan pada saat beraktivitas. Tetapi sebaiknya jika tidur siang dilakukan langsung usai makan siang justru akan menimbulkan penyakit gangguan pencernaan termasuk refluks  asam lambung. Sedangkan bagi penderita refluks asam lambung, tidur siang langsung setelah makan makan siang akan membuat kondisinya semakin lebih buruk. Posisi tubuh horisontal pada saat berbaring membuat asam lambung mudah berbalik ke arah mulut, yang akhirnya akan memicu terjadinya nyeri pada bagian dada ataupun pangkal tenggorokan. Tidak hanya itu bagi orang – orang yang pekerjaannya menuntut kewaspadaan ekstra tinggi juga tidak disarankan untuk tidur siang setelah makan. Tidur siang hari dengan kondisi perut kenyang dapat mengurangi tingkat kewaspadaan setelah terjaga. Tidur siang bikin gemuk itu memang benar tetapi ketika tidur setelah makan namun, jika tidur dalam waktu singkat dan sebelum makan mampu membuat fikiran lebih fresh ketika bangun.  

Featured Image
Pikir Dulu Sebelum Pasang Tato

16-07-2016 22:15

Saat ini tato merupakan hal yang lumrah dijumpai dan banyak digunakan orang. Akan tetapi ternyata tato menyimpan dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan.     1. Infeksi Infeksi tato ini dapat muncul dari berbagai macam sumber seperti dari tinta, jarum, dan lain sebagainya. Infeksi yang banyak terjadi adalah infeksi yang berasal dari bakteri. Bakteri mycobacterium chelonae ini biasanya berasal dari rinta dan dapat menimbulkan ruam yang menyakitkan dan bertahan lama. Selain bakteri, mungkin juga terjadi infeksi yang berupa jamur, virus, dan mungkin juga menimbulkan kutil.   Baca juga : Jangan Terlalu Sering Pegang Payudara dan Vagina Pacar       2. Alergi Tato dapat menyebabkan alergi dalam kulit. Seseorang dengan kulit yang tipi cenderung rentan untuk mengalami alergi ini. Hanya saja alergi ini juga tidak dapat ditebak. Bisa saja ketika membuat tato pertama seseorang tidak mengalami alergi namun baru timbul ketika membuat tato kedua atau ketiga. Masalah inipun juga sulit untuk diatasi. Beberapa dapat diselesaikan dengan menyuntikkan steroid, namun banyak juga yang sampai membutuhkan operasi untuk mengangkat kulit yang bermasalah.     3. Paparan matahari Walaupun terlihat tertutup, tetapi tato ternyata dapat meningkatkan risiko kulit terbakar sinar matahari. Bagi sebagian orang, paparan sinar matahari ini dapat membuat tato mereka menjadi gatal. Warna yang paling rentan menyebabkan kulit terbakar pada tato adalah warna kuning, hitam, merah dan biru.     4. Tertutupinya kulit Memiliki tato dapat menutup masalah-masalah kulit yang terjadi. Tato disebut dapat menutupi dan membuat beberapa kasus kanker kulit. Tato dapat membuat dermatologis kesulitan untuk melakukan pengawasan terhadap kulit dan mencari bibit-bibit kanker kulit.   Baca juga : Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Softlens       5. Rentan terbakar MRI Orang yang memiliki tato akan bermasalah ketika mereka melakukan pemeriksaan MRI. Ketika melakukan MRI ada kemungkinan terjadi sengatan dari mesin terhadap bagian-bagian tato yang ada di tubuh. Sengatan ini membuat kulit bagaikan terbakar. Kasus ini potensial terjadi pada tato dengan warna merah dan hitam. Tinta yang digunakan untuk kedua tato ini banyak menggunakan unsur-unsur besi.   Tato memang dapat membuat tampilan Anda jadi lebih menarik dibanding sebelumnya. Tetapi dengan melihat dampak negatifnya terhadap kesehatan, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum memilikinya. 

...