Waktu Posting : 13-07-2016 06:36 | Dibaca : 2158x
30-05-2014 23:30
Untuk wanita kebersihan organ intim sebaiknya dijaga. Ada bakteri serta kuman bisa menyebabkan penyakit yang beresiko pada daerah kewanitaan ini. Kecuali itu, nilai plusnya ialah untuk membahagiakan pasangan Anda. Perawatan pada organ intim wanita betul-betul memerlukan perhatian spesial. Semacam bahan pembersih, pakai pembersih spesial kewanitaan yang tak memiliki kandungan minyak wangi. Bisa diambil jenis pembersih yang berbahan dasar susu untuk memperoleh kestabilah pH di daerah seputar vagina. Tetapi penggunaan pembersih ini janganlah dipakai tiap-tiap hari sebab bisa mengakibatkan kelembapan yang menyusut atau membuatnya terlampau kering. Jauhi juga pemakaian bedak yang mempunyai tujuan untuk mengharumkan vagina. Sebelum saat memakai celana dalam, keringkan vagina terlebih dulu memakai handuk atau tisu. Bila hendak menggunakan patyliner janganlah digunakan terlampau lama. Butuh dicermati juga saat haid untuk kerap ganti pembalut. Pada waktu membersihkan vagina kerjakan lewat cara yang benar, yakni dari arah depan ke belakang, bila terbalik bisa mengakibatkan bakteri yang ada di sekitar anus bisa terbawa masuk ke vagina. Baca juga : Mengenal Operasi Laparoskopi, Kelebihan dan Kekurangannya Kecuali perawatan sehari-harinya itu, Anda dapat juga melaksanakan ratus vagina. Treatment ini ialah serangkaian perawatan yang dikerjakan lewat cara tradisional yang telah ada dari zaman dulu. Langkah yang dikerjakan ialah dengan pengasapan di bagian organ intim. Cara ini dikerjakan dengan memasukkan badan pada satu buah kotak spesial yang memiliki ukuran besar. Pakaian yang dikenakan juga ialah pakaian spesial ratus. Waktu melakuakn ratus, posisi duduk mesti pas dengan vagina tepat berada diatas lubang ratus. Pemakaian bahan ratus diantaranya daun sirih, kayu manis, akar wangi, serta daun mayosi yang dibakar memakai tungku tradisional. Untuk memperoleh hasil yang optimal kerjakan waxing pada organ intim sebelum saat lakukan ratus. Sistem ratus memerlukan saat lebih kurang sepanjang 30 menit. Kecuali menjaga organ intim wanita, ratus juga untuk perawatan badan. Alhasil, badan bakal jadi lebih fresh serta wangi. Baca juga : Cara Atasi Penyakit Komplikasi Secara Alami Kecuali untuk wanita yang sudah menikah, ratus dapat juga dikerjakan untuk wanita yang belum menikah untuk perawatan vagina yang bersih, keset, serta wangi. Baiknya kerjakan tiga kali satu minggu untuk memperoleh hasil yang maksimal. Sedang untuk Anda yang telah menikah, kerjakan treatment ratus sebelum saat melakukan hubungan intim dengan suami. Pastinya bakal menghadirkan sensai yang tidak sama, serta bakal menyajikan kesan sendiri. ‘Selamat merawat’.
22-07-2016 09:33
Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga: 5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini) 9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula
19-06-2020 01:24
Pada masa kehamilan, sangat penting dalam menjaga asupan makanan. Dan tentunya wanita hamil wajib mengkonsumsi makanan sehat agar kesehatan ibu maupun bagi perkembangan janin. Tidak hanya sekedar mengkonsumsi makanan yang banyak selama masa kehamilan tetapi juga harus memperhatikan akan kebutuhan kalori serta gizi selama kehamilan. Di masa kehamilan seringkali ibu merasakan gangguan seperti mual, muntah dan bahkan diare yang dapat terjadi karena perut kembung dan bergas hingga merasa kegerahan sehingga lebih mudah berkeringat dibanding dari yang biasanya. Hal-hal tresebut di atas merupakan hal yang sangat umum terjadi, namun ternyata hal tersebut dapat membuat ibu hamil kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi. Hal ini tidak diboleh dianggap sebagai sesuatu yang sepele dan diabaikan. Karena situasi seperti ini bisa membahayakan keadaan ibu dan juga janin yang berada di dalam kandungan. Situasi yang demikian dapat membuat air ketuban berkurang dan produksi ASI sedikit, kelahiran preamtur dan bahkan menyebabkan kematian baik ibu maupun janin yang dikandung. Kenali tanda-tanda dari dehidrasi yang dapat memberikan dampak yang berbahaya. Sering merasa pusing atau sakit kepala Tanda yang paling sering ditemui sebagai tanda dehidrasi yaitu merasa serimg pusing atau sakit kepala. Ini terjadi karena pada saat hamil, volume darah ibu hamil akan meningkat hampir dua kali lipat dari jumlah yang biasanya. Dan bila terjadi kondisi dehidrasi maka aliran darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang sehingga menimbulkan kepala mudah pusing atau terasa sakit. Mulut terasa kering dan sering merasa haus Ketika cuaca dalam keadaan panas seringkali lebih memilih untuk meminum air dingin dan manis. Misalnya saja seperti soda, teh atau es kopi, namun yang sebenarnya justru dengan mengkonsumsi minuman yang manis dapat membuat kita merasa semakin haus. Dan bila ibu hamil merasa haus serta mulut yang terasa kering, sebaiknya perbanyak untuk mengkonsumsi air putih dibandingkan dengan minuman manis lainnya serta kurangi kafeimn maupun minuman kemasan yang tidak memiliki manfaat bagi tubuh. Merasa kontraksi palsu Ibu hamil yang mengalami dehidrasi secara umum akan merasakan kontraksi. Dan bila ibu hamil mengeluh tentang kontraksi palsu maka biasanya dokter atau bidan akan menyaran agar ibu hamil tersebut minum air segera. Biasanya dokter akan menyuruh ibu hamil untuk duduk dan beristirahat kemudian meminum dua gelas besar air putih. Air seni keruh atau kuning Pada situasi yang normal maka air seni berwarna bening dan tidak berbau. Nah, bila air seni berwarna keruh atau kuning serta berbau tajam maka hal ini menandakan bila ibu hamil sedang mengalami dehidrasi. Tetapi ada kalanya vitamin yang dikonsumsi oleh ibu hamil menyebabkan air seni menjadi kuning, jadi sebaiknya tanyakan kepada dokter. Bibir pecah-pecah dan lidah mengalami pembengkakan Tanda yang lainnya yang merupakan suatu kondisi ibu hamil mengalami dehidrasi yaitu bibir yang pecah-pecah dan lidah yang seperti bengkak. Cobalah untuk mengoleskan pelembap bibir dan bila belum membaik cobalah untuk mengkonsumsi air dan periksakan ke dokter bila semakin parah. Menurut seorang ahli ginekologi, kebidanan dan ilmu reroduksi di Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai yaitu Fahimeh Sasan mengatakan bahwa ibu hamil harus mengkonsumsi paling tidak 10 gelas cairan per hari. Dan cairan tersebut dapat berupa air, jus, teh, kopi yang pada dasarnya merupakan cairan yang dapat diminum ibu hamil. Namun bila berada di tempat dengan cuaca yang memiliki suhu panas maka membutuhkan asupan air yang lebih dari itu agar terhindar dari dehidrasi selama kehamilan. Akan lebih baik lagi bila ibu hamil meminum air putih yang hangat dibandingkan dengan minuman jenis lainnya. Itulah ulasan mengenai tanda-tanda dari dehidrasi yang dapat dialami oleh ibu hamil. Lalu bagaimana bila terjadi hal yang mengharuskan ibu hamil terpaksa kehilangan janin, seperti keguguran. Tentunya bila hal tersebut terjadi maka tindakan yang harus dilakukan adalah tindakan kuretase. Di mana tindakan ini bertujuan untuk mengangkat jaringan yang ada di dalam rahim karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi bila tidak dibersihkan. Untuk melakukan tindakan kuretase tersebut pastinya sesudah melalui prosedur dan atas saran dokter serta dilakukan di klinik kuret yang resmi. Dalam hal ini tentunya klinik aborsi yang telah berpengalaman serta ditangani oleh dokter ahlinya yang berkompeten. Salah satunya adalah klinik kuretase yang melakukan berbagai tindakan medis seperti persalinan, tindakan pembedahan dan penanganan dalam mengatasi berbagai gangguan pada sistem reproduksi wanita.