Stroke – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Additional Image

Waktu Posting : 07-07-2016 16:30 | Dibaca : 3202x

Stroke merupakan kegawatan medis. Pada tahun 2008, data dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa sebanyak 17,3 juta jiwa penduduk Indonesia harus terenggut nyawanya karena stroke.

Penyebab
Stroke terjadi ketika aliran darah di otak berhenti seketika. Dalam hitungan menit, sel otak mulai mati. Terdapat 2 jenis dari penyakit ini. Pertama, stroke iskemik, merupakan yang paling sering terjadi. Stroke iskemik merupakan akibat dari adanya jendalan darah yang menyumbat pembuluh darah. Kedua, stroke hemoragik, disebabkan karena pecahnya pembuluh darah sehingga darah mengalir keluar. Ada yang disebut dengan “Stroke Mini” atauTransient Ischaemic Attacks(TIA). TIA ini terjadi ketika aliran darah di otak hanya berhenti sebentar.

Baca juga : Seks Itu Menyehatkan

Gejala

  • Mati rasa tiba-tiba atau kelemahan wajah, lengan atau kaki (terutama pada satu sisi tubuh)
  • Kehilangan kesadaran tiba-tiba, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
  • Masalah tiba-tiba melihat pada satu atau kedua mata
  • Tiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi
  • Sakit kepala parah tiba-tiba tanpa diketahui penyebab

Ingat, satu kata kunci untuk gejala penyakit ini: gejala awalnya TIBA-TIBA.

Pengobatan
Jika mendapati diri Anda atau anggota keluarga mengeluhkan gejala-gejala tersebut seketika, Anda harus pergi segera ke rumah sakit mengingat penyakit ini merupakan suatu kegawatan medis. Penatalaksanaan awal yang biasa dilakukan di UGD adalah membaringkan pasien dan memfleksikan kepala (menekuk leher ke arah depan) 30 derajat, lalu dilakukan CT-Scan sebagai pemeriksaan standar baku emas untuk menentukan apakah ini stroke iskemik atau stroke hemoragik, karena obat untuk keduanya amatlah berbeda. Prinsip pengobatan stroke iskemik adalah melarutkan bekuan darah atau sedangkan stroke hemoragik adalah untuk menghentikan pendarahan. Rehabilitasi pasca stroke membantu individu mengatasi cacat yang dihasilkan dari kerusakan penyakit ini. Sedangkan TIA sendiri merupakan “alarm” terhadap stroke sehingga meskipun pasien dengan TIA akan “sembuh” seperti sediakala dalam waktu <24 jam, pasien dengan TIA tetap harus mengkonsumsi obat pengencer darah yang didapatkan dari dokter serta menjaga pola hidup agar terhindar dari penyakit ini.

Baca juga : Hal Yang Diperlukan untuk Meningkatkan Libido Pria  

Ketika stroke menyerang, maka tubuh akan jatuh ke dalam risiko kematian. Sekalipun bertahan hidup, maka pasien akan mengalami kecacatan. Mengingat efek kecacatan dan kematian yang tinggi dari penyakit ini, maka sebaiknya Anda menghindari faktor-faktor risikonya. Periksa tekanan darah dengan rutin. Salah satu faktor risikonya adalah tekanan darah tinggi. Selain itu, kurangi makanan berminyak dan berlemak untuk menurunkan kolesterol. Orang yang pernah terkena serangan jantung berisiko terkena penyakit ini lebih besar, maka, jaga kesehatan jantung dengan olahraga yang cukup. Jika Anda merokok, kurangi, bahkan sebisa mungkin hentikan. (dr. Ursula Penny)


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Cara Mengatasi Galaktosemia

13-07-2014 18:45

Galaktosemia merupakan kelainan dimana badan tak dapat memetabolisme galaktosa. Hal semacam ini dikarenakan oleh ada defisiensi enzim galactose-1-phosphate uridyl transferase yang bertindak merubah galaktosa jadi glukosa untuk lalu dipakai selaku tenaga. Galaktosa yang tak bisa dimetabolisme itu bakal terakumulasi dalam darah serta dan menyebabkan berbagai persoalan kesehatan seperti mual, muntah, diare, jaundice, hipoglikemi, pembengkakan hati, retardasi mental, katarak, masalah dalam proses pembekuan darah, kerentanan pada infeksi, atau juga rusaknya organ yang lain. Oleh karenanya butuh dilaksanakan perlakuan yang pas, satu diantaranya yakni penyusunan diet yang sesuai. Hal yang butuh dicermati pada diet untuk galaktosemia ialah konsumsi galaktosa dari makanan. Satu diantara sumber galaktosa yakni susu serta pula hasil olahannya seperti keju, yogurt, mentega, cream, serta beberapa produk lain yang memiliki kandungan susu. Lantaran makanan yang tak bisa diberikan pada pasien galaktosemia adalah asupan sumber kalsium dan protein, maka butuh dikerjakan modifikasi diet untuk terus mencukupi konsumsi protein serta kalsium sesuai akan keperluan.   Baca juga : Hanya Mengkonsumsi Jus Setiap Hari, Bolehkah? Untuk mencukupi keperluan protein, pasien galaktosemia tetap bisa konsumsi pangan hewani kecuali susu seperti daging sapi, daging unggas serta pula telur. Susu kedelai pula bisa diberikan semacam substitusi susu sapi, baik untuk mencukupi kecukupan protein ataupun kalsium. Kecuali itu, keperluan kalsium pula bisa didapat dari sumber makanan nabati yakni sayuran hijau seperti brokoli serta pula olahan kacang kedelai yang lain. Tetapi jika konsumsi kalsium dari sumber-sumber itu belum memenuhi, bisa diberikan suplementasi kalsium. Namun, sudah pasti hal itu butuh pertimbangan selanjutnya hingga pemenuhan keperluan kalsium dari makanan tetap merupakan penyelesaian yang paling utama.   Baca juga : Rahasia Sukses Turunkan Berat Badan Utama, vitamin! Zat gizi lain yang butuh dicermati ialah vitamin yang bisa didapat dari buah serta sayuran. Vitamin itu bisa menolong melindungi ketahanan badan pada infeksi, mengingat pasien galaktosemia rawan pada nfeksi. Hingga kecukupan vitamin butuh dicermati. Kecuali itu, untuk persoalan muntah serta diare pada pasien galaktosemia, mesti diberikan cairan serta pula elektrolit yang cukup untuk hindari terjadinya dehidrasi. Kesuksesan penyusunan diet untuk pasien galaktosemia sudah pasti amat di pengaruhi oleh peran keluarga. Hingga butuh dikerjakan edukasi gizi tentang galaktosemia dan dietnya tak cuma untuk pasien tetapi pula pada keluarga, terlebih ibu. Hal semacam itu karena ibu merupakan orang yang bertindak dalam pemenuhan keperluan gizi keluarga. Ibu mesti pandai-pandai mengontrol makanan yang bakal dikonsumsi anak, baik makanan yang dimasak sendiri ataupun makanan yang dibeli dalam wujud siap makan. Butuh kecermatan dalam membaca label serta komposisi dalam tiap-tiap buatan makanan. Penyusunan diet yang jitu bisa kurangi sinyal serta gejala yang diakibatkan galaktosemia, dan bisa menghindari pasien dari komplikasi penyakit yang barangkali bakal nampak.

Featured Image
Deteksi Dini Keberadaan Kanker Kolon (Usus Besar)

14-06-2014 19:22

Kecuali melakukan pola hidup lebih sehat, sesungguhnya kanker kolon dapat dihindari dengan skrining serta deteksi awal. Sejumlah 95 % masalah kanker usus besar bisa diatasi, bila ditemukan awal melalui tes serta kontrol rinci. Tetapi, pantas disayangkan, banyak orang-orang malas melakukan deteksi awal lantaran terasa tak yakin terkena kanker usus besar. Serta yang terutama, sebelum saat Anda melakukan pemeriksaan-pemeriksaan itu, bacalah gejala-gejala yang didapatkan dari tubuh Anda. Dengarlah nada keluhan tubuh Anda. Bila ada yang lain dari pada lazimnya, mesti aware, janganlah didiamkan. Orang sakit perut itu umum. Namun bila telah tak hilang-hilang, mesti diwaspadai. ” Walau tak nyaman, atau barangkali menjijikkan, tiada kelirunya Anda memerhatikan feses yang Anda mengeluarkan waktu BAB. Lantaran pergantian pada pola BAB – frekuensi ataupun konsistensinya – adalah tanda awal yang vital.   Baca juga : Migrain Lebih Suka Mengincar Perempuan Bila Anda alami persoalan dengan saluran cerna, berkonsultasilah ke dokter. Janganlah sangsi untuk kembali ke dokter itu kalau penyembuhan yang didapatkan tidak kunjung memperlihatkan hasil, atau persoalan Anda selalu berjalan. Bila butuh, datangi dokter lain untuk meminta second opinion, supaya Anda meyakini dengan apa yang tengah berlangsung di saluran cerna Anda. Dibawah ini ialah beberapa kontrol kanker kolon yang dapat Anda lakoni, demikian Anda mencurigai ada persoalan dengan usus besar Anda. Kontrol colok dubur serta darah samar. Langkah yang paling simpel ialah dengan kontrol colok dubur, dimana dokter bakal memasukkan jarinya ke rektum. Kontrol bisa dikerjakan di klinik rawat jalan. Walau cuma mengonsumsi saat kurang dari lima menit, tetapi bisa mengakibatkan sedikit ketidaknyamanan untuk beberapa orang yang melakukan. Cara tersebut umumnya cuma bisa mendeteksi kanker yang terdapat pada 5-8cm paling akhir dari rektum. Kecuali itu, Anda dapat juga melakukan kontrol darah samar di laboratorium pada misal feses Anda untuk mendeteksi ada darah yang datang dari polip.   Baca juga : Cara Alami Redakan Sakit Gigi Photo ronsen dengan bahan kontras serta kontrol biomolukuler. Memasukkan barium cair lewat pipa sempit ke dalam rektum untuk melapisi semua usus, lalu diidentifikasi dengan photo ronsen (cahaya X), juga bisa dikerjakan untuk mendeteksi kanker serta polip yang besarnya melebihi satu sentimeter. Serta akhir-akhir ini, dikenalkan kontrol biomolekuler untuk kanker usus besar pada misal tinja pasien, yakni tes tumor M2-PK (M2 pyruvates kinase), yang disebut pemberi tanda (biomarker) metabolik tumor. Gen pemberi tanda itu ditemukan E. Eigenbrodt dari Jerman pada1992, lalu di kembangkan Schebo Biotech. Dalam kontrol diukur kesibukan metabolisme tumor usus besar pada stadium awal untuk mendeteksi polip atau adenoma yang tak berdarah. Kolonoskopi. Sedangkan untuk kanker yang terdapat lebih jauh didalam usus besar, Anda bisa melakukan kontrol kolonoskopi. Kontrol itu memakai teropok serat optik fleksibel yang dimasukkan lewat rektum ke dalam usus besar. Lewat teropong itu, bisa saja pengambilan potongan kecil dari jaringan tumbuh untuk pengujian. Prosedur itu bisa dikerjakan dengan bius minimum di klinik rawat jalan. Walau tak nyaman, prosedur berjalan kurang dari 30 menit. Bila Anda dikira berisiko tinggi menderita kanker kolon, baiknya pikirkan untuk melakukan kolonoskopi tiap-tiap tiga thn sekali. Sedang bila Anda mempunyai riwayat polip di kolon, kerjakan kolonoskopi serta penghapusan polip tiap-tiap th. sampai tiada polip baru tumbuh. Di sebagian negara, kolonoskopi direferensikan untuk mereka yang berumur 50-70, semacam skrining teratur tiap-tiap tiga th. sekali.

Featured Image
Tahitian noni untuk diabetes

26-06-2015 04:11

Manfaat Proxeronine Dalam Buah Noni Untuk Tubuh Kandungan dalam tahitian noni Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit yang bisa dibilang berbahaya, karena bisa mengakibatkan kematian. Penyebabnya sendiri diketahui karena kadar gula dalam darah yang cukup tinggi. Hal ini mau tak mau memerlukan cara penurun kadar gula darah yang tepat guna menormalkan kembali kadar gula darah tersebut. Itulah mengapa banyak orang memilih tahitian noni untuk diabetes sebagai langkah yang paling tepat. Tahitian noni sendiri adalah minuman bioaktif yang diproses dengan memanfaatkan buah Noni Tahiti (Morinda Citrifolia). Komposisi di dalam produk ini sendiri terdiri dari 89% buah noni dan 11% campuran buah anggur serta blueberry. Produk kesehatan inipun tak mengandung bahan pengawet atau bebas pengawet serta pemanis buatan. Andapun tak akan menjumpai bahan kimia yang ditambahkan ke dalam minuman bioaktif ini. Baca juga : Cara Jitu Mengontrol Kadar Kolesterol  Manfaat proxeronine bagi tubuh Banyak penelitian yang dilakukan terkait manfaat buah noni dan hasilnya pun cukup mengejutkan. Tahitian noni untuk diabetes diketahui mampu menormalkan kembali kadar gula darah serta menyembuhkan luka akibat diabetes. Hal ini dikarenakan kandungan di dalam buah noni yang terdiri dari Proxeronine. Ini adalah bahan baku utama dari senyawa xeronine yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Prosesnya sendiri terjadi saat Anda mengkonsumsi proxeronine yang kemudian diolah di dalam tubuh menjadi xeronin dengan bantuan proxerininase dan serotonin. Bagi Anda yang ingin tahu lebih lengkap terkait manfaat proxeronine bagi penyembuhan diabetes mellitus, berikut yang disampaikan oleh kesehatan.tips. Baca juga : 3 Kesalahan Dalam Pengolahan Jus yang Harus Dihindari • Mampu meningkatkan serta menjaga sistem kekebalan tubuh. • Dapat meningkatkan stamina Anda, sehingga rasa lemas dan letih pun bisa terhindari. Dengan begini, Anda pun bisa melakukan aktivitas kembali seperti sedia kala. •    Membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang telah rusak serta meningkatkan fungsi sel. Hal ini bisa saja terjadi akibat menderita suatu penyakit ataupun faktor usia. •    Memperbaharui sel Beta Pankreas di dalam tubuh, sehingga pankreas mampu memproduksi insulin dalam kadaar yang cukup. Kondisi tersebut akan membantu tubuh menormalkan atau menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh. •    Dapat meregenerasi sel-sel yang telah mati di dalam tubuh hingga mampu berfungsi dengan baik kembali berkat tahitian noni untuk diabetes.

...