Waktu Posting : 15-07-2016 07:24 | Dibaca : 3503x
Padatnya kegiatan, kerap membuat orang menunda jadwal makan, atau bahkan lupa untuk mengisi perut. Sebaiknya kurangi atau hentikan kebiasaan tersebut.
Jika telat makan terus menerus akan buruk bagi kesehatan Anda.
 1. Mood memburuk, mudah murung dan lesuÂ
Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan glukosa yang seharusnya disuplai dari makanan.
Baca juga :Â 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman Â
2. Metabolisme melambat
Dengan tidak adanya asupan makanan maka proses metabolisme melambat, yang berakibat pada berkurangnya kemampuan fisik dan mental anda.
3. Kram perut
Makan teratur sangat bermanfaat bagi tubuh. Selain untuk asupan nutrisi, juga bisa mengatur sistem pencernaan untuk lebih aktif. Jika Anda selalu menangguhkan makan, apalagi keseringan, maka sistem pencernaan akan terkejut, dan meresponnya tidak bagus. Akibatnya perut pun akan kram.
Baca juga :Â Jangan Terlalu Sering Pegang Payudara dan Vagina Pacar Â
4. MaagÂ
Sekalipun anda tidak makan, lambung tetap dapat menghasilkan asam. Normalnya asam ini tidak akan membahayakan jaringan lambung. Tapi itu akan berubah jika Anda sering telat makan.
5. Nutrisi kurang, tubuh jadi kurang fit
Akibatnya tubuh bisa terserang bakteri seperti H Pylori yang dapat meningkatkan kadar asam lambung. Jika berlebihan dapat merusak jaringan lambung dan mengakibatkan maag.Â
05-06-2014 05:54
Perut kembung jadi problema yang nyaris dirasakan tiap-tiap orang. Kerapkali persoalan ini menyebabkan rasa tak nyaman. Ketidaknyamanan yang timbul, kecuali lantaran banyak gas yang dapat bikin perut jadi tambah kira-kira 7,5 cm, dapat juga menyebabkan suara-suara seperti orang kelaparan. Anda juga dapat terasa serba salah. Perut kembung berlangsung lantaran timbunan hawa didalam saluran cerna yang bikin badan jadi tak nyaman. Bisa disebut, didalam usus itu mirip-mirip terjadi perang sipil. Kira-kira 20 % gas pemicu perut kembung sesungguhnya datang dari gas atau hawa yang ditelan. Selebihnya, merupakan hasil buatan dari saluran cerna, seperti produksi bakteri didalam usus yang menolong mengolah makanan. Sejumlah 80 % gas ini datang dari pemecahan makanan yang tak diolah pada saluran pencernaan. Hal-hal lain ini dapat berlangsung saat badan tak bisa menyerap karbohidrat spesifik, seperti gula, pati, serta serat yang ada pada banyak makanan, lantaran ketidakhadiran atau kurangnya enzim yang menolong sistem mengolah. Baca juga : Tips Nutrisi Penting Untuk Kesehatan Pria Berkenaan dengan makanan, sebagian macam sayur serta buah, dan minuman seperti minuman berkarbonasi serta olahan susu umpamanya, dapat mengakibatkan perut kembung. Kecuali itu, makanan atau minuman yang memiliki kandungan sorbitol dapat juga menyebabkan persoalan itu. Sorbitol ini merupakan pemanis buatan yang dapat ditemui pada minuman bersoda, permen karet, ataupun permen yang cukup keras. Sorbitol baiknya dihindari. Mengingat badan tak bisa memecahnya serta susah untuk mengolahnya. Dalam pada itu, sayuran serta buah seperti kubis, brokoli, kembang kol, dan kacang-kacangan, meski baik untuk badan, memiliki kandungan gula kompleks serta pati. Yang sesungguhnya susah untuk dipecah serta menyebabkan perut kembung. Sedangkan gandum serta olahan susu bisa menyebabkan gas pada mereka yang menanggung derita intoleransi laktosa, gluten, maupun alami alergi. Di segi lain, makan dalam jumlah berlebihan dapat juga menyebabkan perut kembung. Begitupun waktu Anda menyantap makanan dengan cepat maupun konsumsi makanan tinggi lemak. Baca juga : Inilah Pembakar Kalori Dari Dapur Bila kerap merasakan perut kembung, jauhi tingkah laku yang dapat menambah hawa yang ditelan lewat minum dengan memakai sedotan, mengunyah permen karet, konsumsi minuman berkarbonasi, serta mengulum permen yang cukup keras. Sebagian orang menelan semakin banyak hawa waktu mereka tengah gugup. Karenanya, perlu mengelola stres serta kekhawatiran yang dihadapi, lewat cara olah raga pernapasan atau rileksasi, yang bisa menolong menurunkan gas berlebihan serta perut kembung. Bila perut kembung berbentuk sesaat, serta dapat hilang sesudah Anda mengeliminasi pemicunya, persoalan ini tetap tergolong ringan serta umum berlangsung. Yang butuh dicermati, apabila Anda terus-terusan alami perut kembung tidak ada perbaikan. Mungkin saja, meski hal semacam ini tidak sering berlangsung, perut kembung yang dihadapi, merupakan simtom dari masalah kesehatan yang lebih serius. Misalnya saja peradangan usus, kanker ovarium , serta juga irritable bowel syndrome. Apabila perut kembung Anda tak membaik, secepatnya berkonsultasi dengan dokter.
03-05-2014 14:19
Waspadai 5 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan - Ada lima jenis penyakit mata yang paling sering diderita orang berusia di atas 40 tahun dan dapat mengakibatkan kebutaan. Berikut ini penjelasannya. 1. Miopia Jenis gangguan ini paling banyak terjadi. Tanda-tandanya, sulit melihat jauh dan harus menggunakan kaca mata minus. Yang perlu diwaspadai adalah Miopis Patologis, yaitu jenis miopia yang paling berbahaya dan berpotensi membutakan. Pada beberapa individu, miopia jenis ini dibarengi kerapuhan retina akibat penipisan selaput jala dari waktu ke waktu. Penyembuhan bisa dilakukan melalui operasi, tetapi tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan sangat tergantung dari kecepatan penanggulangannya. Satu hari tertundanya pelaksanaan pembedahan sudah mampu mengurangi presentase keberhasilan dalam derajat cukup banyak. 2. Katarak Katarak merupakan gangguan mata yang paling banyak terjadi pada orang dewasa, sebab berkaitan erat dengan faktor usia. Katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa diobati lewat operasi. Penyakit ini menyerang orang berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya diawali dengan penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan sehingga menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman dibanding siang hari. Baca juga : Cara Merawat Kulit Wajah Secara Alami Tanpa Efek Samping Gejala katarak pada stadium lanjut biasanya disertai selaput berwarna putih susu di pupil mata. Lensa mata penderita menjadi keruh dan menghalangi cahaya yang masuk sehingga tidak sampai ke retina mata bagian belakang. Selain karena faktor usia, katarak juga terjadi karena kecelakaan mata, diabetes, kelenjar paratiroid kurang aktif, radang kulit yang disebut dermatitis atopik, dan gangguan ginjal. Katarak juga bisa disebabkan alergi terhadap obat tertentu, terpaan sinar X, bahkan radang bisa disebabkan karena keturunan. 3. Glaukoma Di Indonesia glaukoma menempati urutan kedua penyakit mata yang banyak diderita golongan usia 40 tahun ke atas. Glaukoma adalah kondisi dimana cairan yang biasanya mengalir masuk dan keluar mata tiba-toba tersumbat. Sumbatan menyebabkan nyeri hebat dan hilang penglihatan. Gejala glaukoma antara lain sakit kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur atau tampak cincin bercahaya, muntah-muntah, bola mata mengeras dan nyeri, pupil mata melebar, dan kelopak mata bagian atas membengkak. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tapi yang tergolong risiko tinggi adalah penderita diabetes atau penyumbatan pembuluh darah. Lebih-lebih jika sudah berusia lebih dari 60 tahun, mengalami stres emosional dan perokok, risiko glaukoma semakin besar. Baca juga : Yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Penyakit Batu Ginjal Sekali terkena glaukoma, meskipun operasi berhasil, penglihatan tidak bisa pulih penuh. Ini karena penderita glaukoma mengalami kerusakan saraf otpik permanen. 4. Degenerasi Makula (Atrofi) Degenerasi makula atau atrofi adalah penyakit mata yang menyerang daerah dekat pusat retina. Pada usia lanjut, jenis penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab kebutaan. Ada dua bentuk degenerasi makula. Pertama, bentuk kering yang ditandai perubahan atrofi pigmen epitel dan menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan. Kedua, bentuk basah yang menyebabkan kehilangan daya lihat secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah penyempitan dan penyumbatan arteri retina karena kemunduran pada refleksi normal. Gejalanya ditandai dengan adanya perubahan pada pusat penglihatan, semacam bintik putih di tengah-tengah halaman ketika sedang membaca. 5. Retinopati Diabetika Penyakit ini merupakan komplikasi dari penyakit kencing manis yang mengganggu mata. Sekitar 60% pengidap diabetes selama 15 tahun mengalami kerusakan pembuluh darah pada mataya. Retinopati sangat berpotensi menjadi penyebab kebutaan pada penderita diabetes. Ada dua jenis retinopati diabetika. Pertama retinopati awal. Pada tahap ini, pembuluh darah di retina mata mulai berubah. Ada pembuluh yang menyempit, ada yang membesar dan membentuk kantong-kantong yang bisa menghambat jalan darah. Pada tahap ini, retinopati diabetika tidak menimbulkan gangguan serius. Tapi jika tidak segera ditangani, retinopati awal berkembang ke tahap serius dan membahayakan penglihatan. Kedua, retinopati proliferatif, yang terjadi jika retinopati awal tidak ditangani serius dan muncul pembuluh darah baru pada permukaan retina atau pada saraf optik dan kemudian mengalami kebocoran. Dari sini bisa terjadi pelepasan retina mata, glaukoma, atau cacat penglihatan berat dan kebutaan. Jika sudah mengalami retinopati. lakukan diet dan menjaga kadar gula. Kurangi pekerjaan fisik yang berat untuk menghindari pendarahan pada retina karena adanya tekanan darah yang meningkat. Hindari juga olahraga yang berat.
12-07-2026 15:53
Luka memar merupakan kondisi yang umum terjadi akibat benturan atau cedera ringan pada tubuh. Meski terlihat sepele, penanganan yang kurang tepat dapat membuat memar semakin parah dan memperlambat proses penyembuhan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menyembuhkan luka memar dengan benar agar kondisi kulit dapat pulih lebih cepat.Memar biasanya ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kebiruan, keunguan, atau bahkan kehitaman. Hal ini terjadi karena pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah akibat benturan. Untuk mengatasinya, diperlukan perawatan yang tepat sejak awal.Penanganan Awal Luka MemarLangkah pertama dalam menangani memar adalah memberikan kompres dingin pada area yang terkena. Kompres ini membantu mengurangi pembengkakan dan mencegah kerusakan jaringan yang lebih luas. Gunakan kain bersih atau kasa steril untuk membungkus es agar tidak langsung bersentuhan dengan kulit.Selain itu, istirahatkan bagian tubuh yang mengalami memar. Hindari aktivitas berat agar proses penyembuhan berjalan lebih optimal. Jika diperlukan, Anda juga dapat menggunakan perban anti air untuk melindungi area tersebut dari gesekan atau paparan luar.Untuk panduan lengkap mengenai cara menyembuhkan luka memar, penting untuk memahami setiap tahap penanganan agar tidak salah langkah.Perawatan Lanjutan agar Memar Cepat HilangSetelah 2448 jam pertama, Anda dapat beralih menggunakan kompres hangat untuk membantu melancarkan aliran darah di area memar. Hal ini dapat mempercepat proses pemulihan warna kulit.Penggunaan produk perawatan seperti Hansaplast Salep Luka juga sangat dianjurkan untuk membantu mempercepat regenerasi kulit. Salep luka ini dirancang untuk menjaga kelembapan area luka sekaligus mendukung proses penyembuhan secara alami.Selain itu, menjaga kebersihan area luka juga sangat penting. Gunakan pembersih luka yang aman untuk menghindari infeksi, terutama jika memar disertai luka terbuka. Setelah dibersihkan, tutup dengan plester luka atau plester transparan agar tetap higienis.Pentingnya Perlengkapan P3KDalam menangani luka memar, memiliki perlengkapan P3K yang lengkap sangat membantu. Beberapa item yang sebaiknya tersedia antara lain kasa luka, plester anti air, perban, serta salep luka.Untuk luka ringan atau memar pada anak, Anda bisa menggunakan plester luka anak yang lebih nyaman dan aman di kulit sensitif. Sementara itu, untuk perlindungan ekstra saat beraktivitas, plester anti air sangat efektif menjaga luka tetap kering.Selain itu, penggunaan kasa steril juga penting untuk menutup luka sebelum dibalut dengan perban. Dengan perlindungan yang tepat, risiko infeksi dapat diminimalkan.Kesalahan yang Harus DihindariDalam proses penyembuhan memar, ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari. Salah satunya adalah memijat area memar terlalu keras karena dapat memperparah kerusakan jaringan.Selain itu, penggunaan produk yang tidak sesuai, seperti salep luka bakar untuk memar, juga tidak dianjurkan. Pastikan Anda menggunakan produk yang memang diformulasikan khusus untuk jenis luka yang dialami.Mengabaikan luka memar tanpa perawatan juga dapat memperlambat penyembuhan. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan penanganan yang tepat sejak awal.Mengetahui cara menyembuhkan luka memar dengan benar sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan dan mencegah kondisi menjadi lebih parah. Mulai dari penanganan awal dengan kompres dingin, perawatan lanjutan, hingga penggunaan produk seperti Hansaplast Salep Luka, semuanya berperan dalam proses penyembuhan.Dengan didukung perlengkapan seperti plester luka, kasa steril, dan pembersih luka, Anda dapat merawat luka memar dengan lebih optimal. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan dan memilih produk yang tepat agar kulit dapat kembali sehat dengan cepat.