Waktu Posting : 20-12-2017 07:38 | Dibaca : 1802x
23-10-2014 11:22
Kolesterol tidak hanya terjadi pada orang tua saja. Pada usia 20-30an, Anda bisa memiliki kadar kolesterol tinggi jika Anda tidak bisa menjaga asupan makanan Anda. Lalu, apa yang menjadi penyebabnya? Dan, apa gejala memiliki kadar kolesterol tinggi? Kadar kolesterol yang tinggi di darah dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu konsumsi makanan yang tinggi kadar kolesterol, tidak rutin melakukan olahraga/exercise, merokok, dan riwayat keluarga. Kadar kolesterol tinggi biasanya banyak terjadi di orang-orang yang bertubuh gemuk atau obesitas. Baca juga : Rahasia Hidup Sehat Ekonomis Di samping itu, kadar kolesterol yang tinggi di darah, menurut referensi medis, biasanya belum memiliki gejala. Diperlukan hasil tes darah laboratorium untuk mengetahui kadar kolesterol di dalam darah. Yang perlu Anda ketahui adalah kadar kolesterol tinggi bisa mengakibatkan serangan jantung dan stroke. Jika kadar kolesterol sudah tinggi, cara mengatasinya yaitu mengubah lifestyle Anda, yaitu mengurangi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol, melakukan olahraga rutin, dan menghindari merokok. Jika Anda sudah memperbaiki lifestyle Anda, kadar cholesterol LDL tetap saja tinggi, Anda disarankan untuk mengkonsumsi obat kolesterol. Sedangkan jika kadar kolesterol Anda lebih dari 200 mg/dL, disarankan mengkonsumsi obat kolesterol disertai dengan melanjutkan perubahan lifestyle untuk menjadi lebih sehat. Nah, mulai sekarang, ayo kita terapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit berbahaya seperti kadar kolesterol yang tinggi. Salah satu sumber penyakit bisa disebabkan oleh kadar kolesterol yang tinggi dalam darah. Sebelum Anda benar-benar terserang penyakit yang aneh-aneh dan serius, biasanya tubuh akan mengalami kenaikan berat badan terlebih dahulu. Untuk jalan pencegahan, Anda sebaiknya diet dan menurunkan kolesterol. Baca juga : Tips Membersihkan Lensa Kontak Nah, cara diet berikut juga merupakan salah satu yang efektif bukan hanya menurunkan berat badan namun juga menurunkan kadar kolesterol, seperti dikutip www.health.com. Cara yang direkomendasikan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah adalah diet TLC atau Therapeutic Lifestyle Changes yang sudah terkenal khusus untuk diet penurunan kolesterol. Dalam diet ini Anda harus mengurangi makanan mengandung kolesterol, bukan hanya makanan berlemak, bersantan, dan gorengan saja, namun juga semua makanan kemasan, olahan dan buah durian yang diklaim memiliki tinggi kolesterol.
03-10-2025 14:38
Kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta selama periode 2017-2022 membawa sejumlah kebijakan yang berupaya mengubah wajah ibu kota menjadi lebih manusiawi, inklusif, dan berkelanjutan. Transformasi kota di bawah kendali Anies tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perbaikan kualitas hidup masyarakat Jakarta secara menyeluruh. Namun, seperti halnya perubahan besar, kebijakan-kebijakan tersebut juga menimbulkan beragam respons dan dampak yang perlu dikaji lebih dalam.Salah satu kebijakan penting yang menjadi sorotan adalah penataan kawasan permukiman kumuh dengan pendekatan tanpa penggusuran massal. Misalnya, penataan Kampung Akuarium yang dilakukan melalui dialog intensif dan partisipasi aktif warga, bukan dengan cara membongkar paksa. Model ini menunjukkan langkah progresif dalam mengedepankan hak-hak warga miskin kota dan memperlihatkan kepekaan sosial dalam tata kelola kota.Selain itu, Anies juga berupaya meningkatkan ruang terbuka hijau di Jakarta dengan memperbanyak taman dan ruang publik yang ramah pejalan kaki. Pembangunan ruang publik ini bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga. Peningkatan aksesibilitas trotoar serta jalur pedestrian di berbagai titik strategis juga menjadi bagian dari upaya membangun kota yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.Kebijakan transportasi juga mendapat perhatian serius. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di era Anies memperluas layanan bus TransJakarta dan meningkatkan integrasi moda transportasi umum. Meski masih menghadapi tantangan kemacetan dan infrastruktur yang belum optimal, upaya ini menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan memperbaiki mobilitas warga.Di bidang olahraga dan rekreasi, pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) menjadi ikon baru kota yang menyasar tidak hanya sebagai sarana olahraga kelas dunia, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya. Proyek ini sekaligus memperlihatkan ambisi Jakarta untuk menjadi kota metropolitan yang mampu mengakomodasi kebutuhan beragam lapisan masyarakat.Meski begitu, transformasi kota di bawah kepemimpinan Anies tidak luput dari kritik. Beberapa pihak mempertanyakan efektivitas kebijakan dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial yang masih mengakar di ibu kota. Ada juga yang menilai bahwa beberapa proyek besar, seperti pembangunan JIS, belum sepenuhnya berdampak langsung bagi masyarakat bawah. Tantangan seperti gentrifikasi dan relokasi warga miskin tetap menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius.Selain itu, beberapa kebijakan pengelolaan ruang publik dan tata kota menuai kontroversi terkait dampaknya pada kelompok rentan. Ketimpangan akses layanan publik dan perbedaan kualitas fasilitas antar wilayah juga menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan.Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kebijakan Anies Baswedan membawa nuansa baru dalam pengelolaan Jakarta yang lebih manusiawi dan partisipatif. Pendekatan dialog dan keterlibatan warga menjadi modal penting dalam transformasi kota yang berkelanjutan. Visi Anies untuk membangun Jakarta yang inklusif, berkeadilan sosial, dan berwawasan lingkungan memberikan arah yang jelas bagi pengembangan ibu kota di masa depan.Kesimpulannya, transformasi kota Jakarta di masa Anies Baswedan memperlihatkan kemajuan dalam berbagai aspek, meski masih menyisakan tantangan besar. Evaluasi terus-menerus dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci agar perubahan yang diinisiasi tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar berdampak positif bagi seluruh warga Jakarta.
19-06-2014 21:50
Penyakit jantung merupakan pemicu kematian paling besar, jauh besar melebihi kanker. Sebelum saatnya terlambat, jaga kesehatan jantung Anda. Menurut kaum pakar, pemicu kematian terbesar pada wanita menopause ialah penyakit jantung atau kardiovaskuler (jantung serta pembuluh-pembuluh darah). Angkanya juga semakin besar dari pada kematian yang disebabkan penyakit kanker yang kerap ditakutkan wanita. Satu diantara pemicunya ialah tingkat kepedulian wanita dalam menjaga kesehatan jantung tetap rendah. Beberapa hasil riset menyebutkan, resiko penyakit jantung pada wanita lebih rendah dari pada pria. Hal semacam ini lantaran hormon estrogen pada wanita dapat membuat perlindungan susunan dalam pembuluh darah dari rusaknya serta menghindar penyempitan disebabkan menumpuknya lemak serta plak pada pembuluh darah. Estrogen juga menghindar penggumpalan sel darah merah dengan cara tiba-tiba. Tetapi bersamaan pertambahan umur, estrogen juga menyusut hingga perlindungan tubuh pada penyakit jantung serta pembuluh darah turut alami penurunan. Saat estrogen sudah betul-betul ‘habis’, resiko penyakit jantung serta pembuluh darah pada wanita juga sama besarnya dengan pria. Hal semacam ini kerapkali luput dari perhatian serta baru disadari wanita sesudah alami tanda-tanda penyakit jantung. Baca juga : Cara Menjaga Kesehatan Otak Sinyal tanda Serangan Jantung Cermati apabila Anda atau orang paling dekat menderita tanda-tanda seperti ini : • Sakit dada hebat seperti ditindih benda berat di dada tengah atau kiri. Rasa sakit umumnya menjalar ke bahu, rahang, atau lengan kiri, dibarengi keringat dingin, keluhan lemas, pusing, serta lain lain. • Tanda-tanda ini baiknya selekasnya di pastikan dengan EKG (alat rekam jantung). Bila penanganan terlambat, dapat menyebabkan otot beralih, meninggalkan cacat, atau sesak napas. • Pengobatan mesti dikerjakan pada ‘Waktu Emas’ yakni secepat-cepatnya hingga 6 jam dari diawali sakit dada. Selekasnya bawa ke dokter pakar jantung atau rumah sakit yang mempunyai EKG. Apabila seseorang merasakan serangan jantung, maka beberapa hal berikut ini perlu dilakukan segera : - Sebelum dibawa ke dokter jantung sebaiknya penderita dibaringkan atau diistirahatkan dulu. - Berikanlah pada penderita obat yang bisa mengencerkan darah, misalnya aspirin dan sejenisnya. - Jika ada berilah penderita obat jantung untuk diisap yang diletakkan di bawah lidah. - Jika tersedia cobalah pakaikan masker oksigen - Lebih baik jangan mengerok penderita yang umumnya dilakukan untuk mengusir masuk angin. Hal ini bisa menyebabkan terlambatnya pengobatan dengan membuang peluang emas. Gizi seimbang Baiknya, janganlah terlambat untuk menjaga kesehatan jantung Anda. Lebih cepat mulai bakal berikan hasil tambah baik. Langkah pertama ialah melakukan gaya hidup sehat, yakni menjauhi rokok serta alkohol, dan konsumsi makanan dengan nilai gizi seimbang serta sesuai sama dengan keperluan tubuh, yakni karbohidrat, protein (nabati serta hewani), lemak, vitamin, dan mineral. Anda dapat memilih program diet yang paling pas dengan diri Anda, umpamanya Mediteranian Diet (komposisi karbohidrat 45%, protein hewani serta nabati masing-masing 20%, lemak 10%, vitamin serta mineral kurang lebih 5%), atau Food Combining (tak konsumsi karbohidrat serta protein dengan cara berbarengan). Konsumsi oatmeal atau hasil gandum juga baik untuk kesehatan jantung lantaran komposisi gizinya cukup komplit, memiliki kandungan nyaris seluruhnya elemen vitamin serta mineral, tetapi tak memiliki kandungan kolesterol. Baca juga : Inilah Rahasia Awet Muda yang Perlu Anda Ketahui Stres juga bikin kerja jantung lebih berat. Karenanya betapa sebaiknya apabila Anda dapat hindari stres, umpamanya dengan meditasi atau memahami agama. Kecuali jantung lebih sehat, mutu hidup Anda juga meningkat. Olahraga Beberapa orang melupakan olahraga dengan alasan aktivitas yang padat. Walau sebenarnya olahraga merupakan satu diantara kunci utama kesehatan. Tetapi kerap juga berlangsung salah paham, bahwasanya olahraga bisa menyembuhkan penyakit kardiovaskuler. Sesungguhnya, faedah olahraga ialah menghindar penyakit. Apabila tanda-tanda penyakit jantung mulai timbul, besar kemungkinan Anda tinggal satu langkah menuju penyakit itu. Karenanya, siapkan saat olahraga, sekurang-kurangnya 1/2 jam tiap-tiap dua hari sekali untuk menjaga kesehatan jantung Anda. Tiap-tiap olahraga yang menggerakkan semua anggota tubuh dengan cara seimbang -termasuk seluruhnya otot serta pembuluh darah- bisa menguatkan jantung serta pembuluh darah. Umpamanya jalan kaki, jogging, atau berenang. Anda tak butuh melakukan olahraga terlalu berlebih. Tetapi utamakan kedisiplinan dalam menggerakkan tubuh. Kecuali itu, kerjakan juga kontrol desakan darah serta konsultasi dengan dokter dengan cara teratur untuk memonitor keadaan jantung Anda.