Mengorek Kuping Asyik, Tetapi Berbahaya Bagi Kesehatan

Additional Image

Waktu Posting : 21-06-2014 03:52 | Dibaca : 4555x

Asti merasa lega sekaligus heran setelah membawa Icha, putrinya, berobat ke klinik THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan). Asti lega ternyata berkurangnya pendengaran Icha selama seminggu ini hanya disebabkan oleh sumbatan kotoran telinga, bukan oleh suatu kelainan atau penyakit serius. Akan tetapi  Asti juga tak habis pikir, mengapa telinga Icha justru tersumbat oleh kotoran, padahal ia rajin sekali membersihkan telinga putrinya itu. Ia pun selalu menggunakan lidi kapas khusus, tak pernah menggunakan benda tajam yang dapat melukai telinga.  Nah, lho! Sudah rajin dibersihkan, kok malah tersumbat kotoran?

Sebenarnya yang dimaksud dengan kotoran telinga tak lain adalah serumen, yaitu suatu substansi di dalam lubang telinga yang berwarna kekuningan dan lengket. Konsistensinya biasanya lunak, tetapi kadang-kadang padat, terutama dipengaruhi oleh keturunan, disamping faktor lain seperti iklim dan usia.

Serumen, istilah yang datang dari bhs Latin, yakni cera (lilin), adalah produksi alamiah telinga. Sepertiga sisi luar dari lubang telinga memanglah memiliki kandungan kelenjar yang berperan memproduksi serumen. Pada beberapa orang dihasilkan banyak serumen seperti beberapa orang lebih gampang berkeringat dibanding yang lain. Oleh lantaran berniat dibentuk, pastinya serumen tak ditujukan semacam pengganggu, malah sebaliknya serumen adalah satu wujud perlindungan pada telinga.

Baca juga : Konsumsi 5 Makanan Bergizi Ini Untuk Dapatkan Payudara Sehat 

Serumen di lubang telinga bakal menangkap debu, mikroorganisme, ataupun partikel-partikel asing, serta menghindarnya masuk ke susunan telinga yang lebih dalam. Serumen juga mempunyai efek bakterisidal (bisa membunuh bakteri). Efek itu disangka datang dari komponen asam lemak, lisozim serta immunoglobulin yang dikandungnya. Kecuali itu, pH serumen yang relatif rendah adalah satu aspek penambahan yang bisa menghindar terjadinya infeksi.

Serumen juga berperan semacam pelumas yang bakal melindungi telinga agar tak kekeringan. Dalam keadaan kekeringan, lubang telinga bakal benar-benar gampang terbuka, mengakibatkan telinga bakal jadi nyeri serta rawan pada infeksi. Ini menunjukkan bahwasanya serumen tak cuma membuat perlindungan telinga dari ancaman yang datang dari luar, tetapi juga melindungi supaya lingkungan didalam telinga terus ada dalam keadaan yang fisiologis.

Pembersihan serumen dengan cara terus-menerus terlebih hingga di hilangkan semuanya malah bakal merugikan. Pada prinsipnya, telinga bakal bersihkan dianya. Umumnya serumen bakal terbentuk sedikit untuk sedikit, lalu bakal keluar sendiri pada saat mengunyah dengan membawa dan beragam kontaminan yang terjebak bersamanya. Sesudah hingga diluar lubang telinga serumen bakal hilang menguap oleh panas. Tetapi, kondisinya barangkali tidak sama pada tiap-tiap orang, tergantung pada banyak produksi serumen.

Baca juga : Kebiasaan yang bisa cegah Obesitas bagi Wanita Kantor 

Rutinitas mengorek-ngorek telinga umum kita temui, ada yang memakai batang korek api, tisu, lidi kapas spesial, atau juga benda-benda kecil yang terbuat dari logam. Apa pun bahan yang dipakai, bersihkan telinga tak bisa kita kerjakan sendiri. Bersihkan telinga mesti dikerjakan oleh orang yang pakar serta terlatih. Karenanya kita bisa berkunjung ke klinik-klinik THT dirumah sakit paling dekat atau ke praktek pribadi dokter, terutama dokter spesialis THT.

Dengan mengorek telinga, kita malah mendorong serumen ke celah sempit itu, tempat di mana semestinya serumen tak terbentuk. Mengakibatkan serumen bakal terjerat serta terakumulasi sampai pada akhirnya mengakibatkan sumbatan pada lubang telinga. Sumbatan itu bakal menghambat hantaran gelombang nada ke gendang telinga hingga pendengaran bakal jadi menyusut. Kecuali menyusutnya pendengaran, tanda-tanda disebabkan sumbatan serumen bisa juga berbentuk rasa terhalang serta barangkali juga rasa nyeri pada telinga. Kadang-kadang sumbatan serumen yang padat jadi lembab, umpamanya sesudah mandi, maka sumbatan itu bisa mengembang serta mengakibatkan masalah pendengaran sesaat.

Jadi, sudah saatnya untuk melupakan kebiasaan mengorek telinga agar terhindar dari berbagai macam bahaya yang ditimbulkannya.

 

 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Fungsi Beberapa Organ Yang Terlihat Tidak Berguna

02-06-2014 06:11

Evolusi membuat beberapa fungsi organ-organ menjadi tidak terlihat, padahal mungkin organ-organ tersebut dulunya sangat bermanfaat bagi nenek moyang manusia. Berikut ini penjelasan fungsi dari organ-organ yang terlihat kurang berguna tersebut. 1. Puting susu pada pria Puting susu pada wanita berguna untuk menyusui keturunannya yang masih bayi, namun pada pria, fungsi organ ini seperti tidak ada. Puting susu pada pria sebenarnya ada karena semua makluk hidup saat diciptakan awalnya adalah wanita. Sehingga kedua jenis kelamin sama-sama memiliki puting susu, namun tanpa estrogen (hormon kewanitaan), organ tersebut hanyalah ornamen semata. Baca juga : Ketahui 4 Asupan Pencegah Migrain 2. Rambut ketiak Profesor evolusi biologi manusia di Harvard University, Daniel Lieberman, menjelaskan, ada dua tipe kelenjar keringat di tubuh, ekrin dan apokrin yang banyak terdapat pada ketiak. Kelenjar apokrin penting untuk mengeluarkan sinyal seksual. Sehingga dengan adanya rambut, bau yang dihasilkan dari kelenjar tersebut bertahan lebih lama. 3. Alis Para peneliti percaya, alis dapat melindungi mata dari keringat dan air hujan, sehingga membantu nenek moyang untuk berburu. Namun menurut Lieberman, alis juga berfungsi untuk menunjukkan emosi sehingga membantu dalam berkomunikasi. 4. Usus buntu Usus buntu merupakan organ vestigial, yang artinya kehilangan banyak fungsi awalnnya karena proses evolusi. Awalnya, kata Lieberman, organ ini berfungsi sebagai wadah fermentasi pada usus. Namun karena manusia tidak lagi makan makanan berkualitas rendah seperti rumput, maka organ ini tidak lagi berfungsi. Namun penelitian menunjukkan, organ ini mungkin penting sebagai tempat tumbuhnya banyak bakteri "baik". Baca juga : Apakah Minum Susu Bikin Tubuh Gemuk? 5. Amandel Amandel merupakan organ yang penting untuk sistem imun. Melalui mulut, bakteri banyak masuk ke dalam tubuh. Nah, untuk mencegah infeksi, maka sel imun di tenggorokan melancarkan aksi melawan bakteri tersebut . 6. Gigi bungsu Gigi merupakan organ yang sudah tumbuh meski belum digunakan. Artinya meskipun gigi bungsu baru terlihat setelah dewasa, namun sejatinya organ ini sudah tumbuh jauh sebelumnya. Dulu manusia membutuhkan gigi bungsu untuk mendukung tulang rahang supaya tumbuh dengan baik. Namun karena manusia makan makanan yang tergolong lunak dan masak, maka tulang rahang pun tidak tumbuh dengan kapasitas penuh. Sehingga tidak ada tempat bagi gigi bungsu untuk tumbuh.

Featured Image
Deforestasi Legal Tinggi: Ancaman Lingkungan dan Tantangan Sumatra

22-01-2026 15:49

Pulau Sumatra kembali menjadi sorotan nasional setelah terungkap fakta mengkhawatirkan mengenai kondisi hutan di wilayah ini. Pada 18 Januari 2026, seorang tokoh nasional mengungkap bahwa hampir seluruh pembukaan hutan, sekitar 97 persen, dilakukan melalui mekanisme legal yang sah menurut izin pemerintah. Fenomena ini dikenal sebagai deforestasi legal tinggi, dan menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesejahteraan masyarakat setempat.Fenomena deforestasi legal tinggi menunjukkan bahwa legalitas izin bukan jaminan keberlanjutan. Izin resmi memungkinkan perusahaan menebang dan memanfaatkan hutan secara masif, dengan sedikit atau tanpa pengawasan yang ketat. Akibatnya, praktik penebangan berlangsung secara berkelanjutan dan berpotensi merusak ekosistem secara sistemik. Dampak ekologis dari kegiatan ini tidak hanya lokal, tetapi bisa memengaruhi seluruh wilayah Sumatra.Akibat nyata dari deforestasi legal tinggi terlihat dari meningkatnya frekuensi bencana alam. Banjir bandang, tanah longsor, dan kerusakan lahan pertanian menjadi lebih sering terjadi karena hilangnya tutupan hutan yang seharusnya menahan air hujan. Ketika hujan lebat datang, tanah yang gundul tidak mampu menahan aliran air, sehingga bencana sulit dihindari. Ini menunjukkan bahwa legalitas izin tidak selalu menjamin perlindungan lingkungan.Tokoh nasional yang memaparkan data ini menekankan bahwa masyarakat lokal menjadi pihak yang paling terdampak. Kehilangan lahan, risiko terhadap mata pencaharian, dan ancaman bencana alam menjadi beban mereka, sementara perusahaan tetap beroperasi secara sah. Kondisi ini menimbulkan ketimpangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan, sekaligus menunjukkan perlunya reformasi menyeluruh dalam sistem perizinan hutan.Menanggapi sorotan publik, pemerintah pada 20 Januari 2026 mengambil langkah tegas dengan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti menyebabkan kerusakan hutan. Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pencabutan izin ini merupakan bagian dari upaya menata ulang tata kelola hutan dan mencegah bencana ekologis lebih lanjut. Sebagian besar perusahaan yang izinnya dicabut bergerak di sektor pemanfaatan hutan alam, hutan tanaman, dan perkebunan, dengan luas kawasan yang terkena dampak mencapai lebih dari satu juta hektare.Langkah pemerintah ini mendapat dukungan luas dari masyarakat, tokoh politik, dan organisasi lingkungan. Mereka menilai pencabutan izin sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menegakkan regulasi lingkungan. Namun, para pengamat menekankan bahwa pencabutan izin hanyalah langkah awal. Tanpa reformasi mendasar terhadap sistem perizinan, deforestasi legal tinggi tetap berisiko berlangsung. Transparansi data perizinan, audit independen terhadap aktivitas perusahaan, dan partisipasi masyarakat lokal menjadi hal penting untuk mencegah praktik eksploitasi hutan yang merusak.Kasus di Sumatra memperlihatkan bahwa deforestasi legal tinggi bukan sekadar masalah lingkungan. Dampaknya juga meluas ke bidang sosial dan ekonomi. Kualitas air menurun, keamanan pangan terganggu, dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan ikut terpengaruh. Oleh karena itu, pengelolaan hutan tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek; keberlanjutan harus menjadi prioritas utama.Selain itu, bencana yang muncul akibat deforestasi legal tinggi menekankan perlunya pengawasan yang ketat. Audit independen, penguatan lembaga pengelola hutan, dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci agar praktik eksploitasi berlebihan bisa dikendalikan. Partisipasi masyarakat memungkinkan pemetaan risiko bencana yang lebih tepat, sekaligus membantu pemulihan lahan yang rusak.Para pengamat menegaskan bahwa kebijakan kehutanan Indonesia harus menitikberatkan pada keberlanjutan jangka panjang. Deforestasi legal tinggi hanya dapat dikendalikan jika ada transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum yang konsisten. Langkah tegas seperti pencabutan izin memang penting, tetapi tanpa reformasi struktural, risiko kerusakan hutan tetap tinggi.Tantangan terbesar ke depan adalah menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Deforestasi legal tinggi tetap menjadi ancaman serius jika sistem perizinan tidak diperbaiki secara fundamental. Reformasi perizinan, pengawasan ketat, dan keterlibatan masyarakat menjadi strategi penting agar hutan Sumatra tetap lestari, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko bencana ekologis.Kasus ini menjadi pengingat bahwa legalitas izin tidak selalu sejalan dengan keberlanjutan. Deforestasi legal tinggi menuntut tindakan proaktif dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan kolaborasi ini, Sumatra dapat tetap produktif secara ekonomi sekaligus terjaga secara ekologis, menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Featured Image
Olahraga Yang Cocok Dengan Usia Anda

12-06-2014 07:27

Tak seluruh jenis olahraga dapat dilakukan oleh seluruh umur. Tentukan yang sesuai supaya tak membahayakan diri sendiri. Mengukur kekuatan olahraga bukan hanya dari kekuatan untuk mengerjakannya. Teratur tidaknya Anda olahraga, berat tubuh dan umur juga mempengaruhi, lho. Anda pasti tetap ingat sebagian masalah kematian yang menimpa kaum artis, saat selesai melaksanakan olahraga. Agar terlepas dari beberapa hal yang tak dikehendaki waktu olahraga, baiknya tentukan olahraga yang sesuai dengan umur Anda. Di bawah ini ialah ketentuan-aturan olahraga menurut umur.   Baca juga : Mengetahui Serba-serbi Kanker Payudara Umur 20-an Umur 20-an ialah umur di mana metabolisme manusia tengah ada di puncak paling tinggi. Pada umur ini badan mempunyai kekuatan untuk bekerja sangat optimal. Mereka yang ada pada umur ini tidak bermasalah untuk melaksanakan macam olahraga apa pun. Walau begitu, latihan yang teratur terus mesti dilakukan untuk bikin badan gampang menyesuaikan. Umur 30-an Pada umur ini orang gampang tertipu. Umumnya lantaran semangat serta kekuatan paling tinggi yang didapat pada umur 30-an, banyak yang berasumsi tetap mempunyai kekuatan sama di umur 30-an. Walau sebenarnya masuk umur 30-an adalah tanda keadaan badan menjalani penurunan. Seperti bantalan antar ruas tulang punggung, saat masuk umur 30-an terjadi penurunan, hingga fungsinya juga jadi tak optimal. Jenis olahraga yang pas dilakukan baiknya terkonsentrasi pada olahraga kardio, seperti jogging, bersepeda santai, atau berenang jarak menengah.   Baca juga: Ada Apa Di Balik Terapi Pijat   Umur 40 serta 50-an Masuk umur ini, olahraga permainan atau kompetitif seperti sepakbola baiknya memanglah telah tak dilakukan lagi. Terkecuali Anda betul-betul mempunyai kesehatan ekstra. Kaum pakar merekomendasikan mereka yang ada di umur ini lebih konsentrasi melaksanakan olahraga tai-chi, yoga, santai, pilates, jogging ringan, dan jalan kaki. Umur diatas 60-an Pada umur ini seluruh tugas organ badan telah terjadi penurunan perannya. Anda yang ada di umur ini terus diharap untuk waspada dalam melaksanakan olahraga yang paling mudah sekalipun. Tetapi, memutuskan tak bergerak juga sama bahayanya. Tai chi serta Yoga umpamanya, tetap dapat dilakukan seandainya jeli menentukan gerakan.

...