Waktu Posting : 01-07-2014 09:29 | Dibaca : 4474x
03-04-2016 18:42
Tips Mengurangi Polusi Udara Di Dalam Rumah - Kerancuan udara didalam ruang biasanya dikarenakan oleh udara dari luar tempat tinggal serta partikel atau gas yang dilepaskan dari perlengkapan serta benda-benda didalam tempat tinggal. Udara yang terkontaminasi ini paling beresiko untuk anak-anak serta bayi yang kebanyakan waktunya ada serta bermain didalam tempat tinggal. Mengakali Polusi Udara dari Luar Udara alami dari luar tempat tinggal memiliki kandungan debu, terlebih untuk yang tinggal di dekat ruang industri atau jalan raya yang padat. Anda bisa mengaplikasikan beberapa langkah di bawah ini sebagai jalan keluarnya: Pakai ventilasi serta jendela dengan filter atau kawat kasa semacam penyaring debu. Jagalah lantai tetaplah bersih dengan teratur menyapu atau pakai vacuum cleaner. Demikian pula semua sisi tempat tinggal seperti sofa, karpet, serta perlengkapan. Bersihkan furnitur setiap hari menggunakan lap basah serta piranti elektronik menggunakan lap kering. Letakkan keset di depan pintu tempat tinggal. Yakinkan pula kebanyakan orang melepas alas kaki sebelumnya masuk tempat tinggal. Jagalah tempat tinggal supaya tak sangat lembap hingga tak jadi tempat bakteri berkembang. Hal semacam ini bisa dikerjakan dengan memakai kipas angin atau AC serta menjemur baju diluar tempat tinggal. Memperbanyak tanaman di halaman sekitaran atau bila sangat mungkin, didalam tempat tinggal, yang dengan cara alami bakal melepas oksigen. Baca juga : 3 Cara Alami Taklukan Tenggorokan Gatal Mengetahui Sumber Polusi Tak cuma dari luar tempat tinggal, polusi bisa bersumber dari benda-benda didalam tempat tinggal. Mengetahui sumber-sumber ini bisa menolong Anda mengakali serta membuat udara yang lebih fresh dirumah. Karpet serta mebel baru Karpet baru biasanya memiliki kandungan volatile organic compounds (VOC) yang bisa membahayakan kesehatan, terlebih anak-anak pengidap asma serta alergi. Gas bernama VOC ini kaya akan didalam perlengkapan tempat tinggal. VOC bisa mengakibatkan sakit kepala, mual, sakit tenggorokan, serta iritasi padamata. Kecuali karpet, furnitur baru yang terbuat dari kayu umumnya dapat memiliki kandungan gas beresiko bernama formaldehida yang berisiko mengakibatkan masalah pernafasan. Sebelumnya dipakai, baiknya furnitur serta karpet baru di buka serta dijemur terlebih dulu sepanjang hari diluar tempat tinggal. Kecuali itu, buka sebanyak-banyaknya ventilasi udara pada hari-hari pertama karpet serta mebel dipakai. Jauhi pula memakai pembersih karpet semprot lantaran malah bakal semakin banyak meninggalkan bahan kimia pada susunan karpet. Penyejuk ruang Penyejuk ruang (air conditioner/AC) memanglah bisa bikin udara didalam tempat tinggal merasa sejuk. Tetapi baiknya bersihkan AC dengan teratur serta selingi pemakaiannya dengan buka jendela pada pagi atau malam hari. Bila tak, pertukaran udara dalam ruang tertutup serta ber-AC tak bakal berlangsung. Ini pula bermakna berlangsung penimbunan bakteri serta virus dalam ruang. Bakteri itu biasanya menyebar saat seorang bersin atau batuk. Kecuali itu, walau AC bermanfaat untuk melindungi supaya ruang tak sangat lembap, tetapi pemakaian AC yang terlalu berlebih lama kelamaan bisa bikin kulit serta mata kering. Buatan pengharum ruang Banyak dari pada kita yang kerap menggunakan pengharum ruang untuk membuat situasi yang fresh serta bersih. Tetapi, bukanlah betul-betul bersihkan ruang dari bau yang tak enak, namun beberapa produk ini cuma menyamarkan bau dengan aroma buatan atau sintetis serta kurangi ketajaman penciuman manusia. Berbagai bahan kimia dalam pengharum ruang pula bisa beresiko jelek pada kesehatan, seperti etanol, kampor, fenol, serta formaldehida. Beberapa bahan kimia ini berisiko mengakibatkan keadaan spesifik seperti migrain, asma, pusing, ruam. Cat dinding Jauhi menaruh cat didalam tempat tinggal lantaran buatan ini biasanya memiliki kandungan VOC. Waktu mengecat dinding, pastikan cat dengan kandungan VOC yang rendah serta yakinkan semuanya jendela dalam kondisi terbuka. Biarlah jendela tetaplah terbuka sampai berhari-hari sesudah cat jadi kering untuk meyakinkan sebanyak-banyaknya VOC yang dapat lepas ke udara luar. Buatan pembersih Buatan seperti pembersih lantai serta deterjen, terlebih yang memiliki kandungan amonia serta klorin bisa berisiko mengakibatkan masalah pernafasan. Pakai masker serta sarung tangan waktu bersihkan tempat tinggal dengan cairan pembersih membuat perlindungan kulit serta system pernafasan. Sebisa-bisanya, minimalisasi pula pemakaian pembersih semprot. Semacam alternatif, Anda bisa coba bikin cairan pembersih sendiri memakai larutan cuka atau air hangat ditambahkan soda kue untuk bersihkan sisi spesifik didalam tempat tinggal. Kecuali itu, baju yang barusan di ambil dari penatu kerap pula memiliki kandungan perchloroethylene, yakni bahan kimia yang dapat dibuktikan bisa mengakibatkan kanker pada binatang. Lakukan untuk mengangin-anginkan baju berbagai hari sebelumnya dipakai. Asap rokok Kecuali menyebabkan bau, asap rokok bisa mengakibatkan perokok pasif berisiko menderita beragam penyakit seperti sinusitis, bronkitis, pneumonia, serta jadi memperburuk gejala asma. Residu asap rokok yang ketinggalan di lantai, karpet, sofa, serta bantal jugameninggalkan aroma tak enak. Keadaan ini bisa membahayakan anak-anak yang kerap bermain di ruang itu. Baca juga : 6 Dampak Gizi Buruk Pada Saat Kehamilan yang Penting Diwaspadai Gas serta kompor Tabung gas LPG serta kompor yang bocor bisa melepas karbon monoksida yang bisa mengakibatkan kelelahan, sakit kepala, mual, serta bahkan juga kematian. Sesaat gas nitrogen dioksida bisa mengakibatkan masalah pernafasan. Kecuali meyakinkan kompor serta tabung gas terpasang dengan prima, meletakkan benda itu dekat dengan jendela atau ventilasi udara, dan menempatkan kipas angin bisa bikin gas selekasnya lepas ke luar tempat tinggal. Check pula beberapa hal lain yang berisiko jadi penyebabnya aroma tak sehat didalam tempat tinggal seperti mengosongkan isi tempat sampah dengan teratur. Pula teliti saluran pembuangan air serta WC. Pada dasarnya, udara yang fresh serta sehat semestinya tak beraroma. Bersihkan tempat tinggal serta meminimalisasi pemakaian bahan kimia bisa menolong membuat udara yang menyehatkan untuk semua anggota keluarga.
22-07-2016 09:33
Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga: 5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini) 9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula
04-08-2014 02:04
Berat badan bertambah pasca lebaran adalah hal yang biasa. Anda bisa mulai mengontrol asupan makanan dengan sarapan yang sehat. Jika biasanya Anda sarapan dengan makanan berat seperti nasi uduk atau lontong sayur, kini saatnya mengganti menu tersebut dengan menu sederhana namun tidak kalah mengenyangkan. Roti gandum dengan isi telur, daging asap dan daun selada adalah pilihan terbaik. Baca juga : Tips Sehat dan Aman Mengkonsumsi Mie Instant Hindari makanan yang mengandung gula terlalu banyak karena akan membuat Anda cepat mengantuk. Jika Anda penggemar donat, saatnya mengganti makanan manis tersebut dengan sereal beras, susu, kismis dan campuran kacang-kacangan. Tambahkan madu untuk memberikan rasa manis yang alami. Jika Anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk sarapan pagi. Sediakan oatmeal yang tersedia dalam kemasan. Oatmeal mengandung banyak karbohidrat yang tidak menggemukkan karena kaya akan serat. Dengan mengonsumsi oatmeal maka perut akan terasa cepat kenyang dan Anda dapat bertahan dalam waktu yang lama untuk beraktivitas tanpa rasa lapar. Baca juga : Gejala kolesterol yang Harus Diwaspadai Anda bisa berkreasi dengan oatmeal. Campurkan potongan buah seperti, strawberry, anggur, pisang atau kiwi ke dalam mangkuk oatmeal. Jika ingin rasa yang lebih menarik, Anda bisa menaruh es krim rendah lemak di atasnya. Membuat sarapan sehat tidaklah mudah. Jika Anda termasuk wanita yang sibuk, sebaiknya rencanakan menu-menu sarapan yang akan dibuat saat weekend. Dengan begitu Anda pun tidak akan terburu-buru dan kerepotan.