Waktu Posting : 05-06-2014 22:45 | Dibaca : 3061x
Mata sakit dan bengkak bisa terjadi dengan berbagai sebab sehingga membuat seseorang merasa tidak nyaman terutama dalam melakukan aktifitas sehari – hari. Penyakit mata dapat terjadi karena adanya infeksi ataupun iritasi yang disebabkan oleh virus. Selain itu juga dapat disebabkan oleh gangguan polusi udara sekitar yang mengandung banyak polutan akibat pencemaran udara. Sakit mata adalah salah satu penyakit yang sangat mengganggu dalam melakukan aktifitas khususnya bagi para pekerja. Dengan mengalami sakit mata seseorang tidak dapat berkeja secara optimal karena harus menahan rasa sakit dan perih pada mata sehingga pekerjaan terganggu. Selain itu ketika mengalami sakit mata disertai bengkak akan cenderung merasa malu untuk berpergian keluar rumah, dan sakit mata juga bisa menular sehingga akan dijauhi oleh orang – orang disekitar ketika mengalami sakit mata disertai dengan bengkak. Karena hanya melalui pandangan saja sakit mata bisa tertular kepada orang lain. Hal ini disebabkan oleh mata manusia yang sangat sensitif terhadap angin serta tatapan mata.
Baca juga : Kesemutan di Tangan
Kemudian, bagaimana cara mengobati sakit mata yang disertai dengan bengkak. Mata sakit dan bengkak dapat diatasi dengan menggunakan obat alami dari tumbuhan disekitar kita. Karena, mata yang bengkak ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Usia anak – anak juga bisa mengalami mata sakit dan bengkak yang terinfeksi dari bakteri serta iritasi karena terkena polusi udara sekitar terutama debu – debu dijalanan. Untuk mencegah terkena polutan debu dijalanan sebaiknya dalam berkendara keluar rumah gunakan kacamata ataupun helm sebagai penutup mata supaya terhindar dari sakit mata disertai membengkak. Sakit mata adalah sebuah istilah umum yang didengar oleh serta dipergunakan sebagai untuk istilah gangguan pada mata, yang disebabkan oleh adanya peradangan lapisan penutup bola mata dan kelopak mata, akibat terjadinya iritasi dari infeksi virus. Ketika sakit mata terjadi karena virus, maka sudah pasti penyakit mata tersebut bisa menular pada orang lain. Pada hakikatnya sakit mata tidak begitu mudah menular hanya dengan saling memandang saja. Namun, yang jelas – jelas terbukti menularkan penyakit ini adalah terjadinya kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang, yang sedang mengalami sakit mata karena virus.
Baca juga : Hati-hati Dehidrasi Ringan Ancam Produktivitas
Dalam mengatasi sakit mata disertai dengan bengkak tidak harus pergi kedokter dimana terdapat cara yang mudah dan relatif murah. Salah satu cara herbal adalah dengan memanfaatkan daun sirih sebagai obat sakit mata ini. Daun sirih memiliki khasiat serta manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan manusia baik itu tubuh bagian dalam maupun organ luar. Cara penggunaannya tidak sulit dimana cukup mengambil 5 helai daun sirih kemudian siapkan 4 gelas air dan rebuslah sampai mendidih. Pada saat merebus jangan mencampur daun sirih dalam kondisi helaian potong – potong dengan menggunakan tangan hingga beberapa bagian baru dicampur dengan rebusan air tersebut. Tujuannya adalah untuk memudahkan keluarnya senyawa alami pada daun sirih tersebut supaya mampu mengurangi sakit mata dan pembengkakan disekitar kelopak mata. Jika air sudah mendidih tuangkan air tersebut pada piring yang berukuran besar dan aduk potongan daun sirih didalam air tersebut hingga rata. Jika sudah merata diamkan hingga hangat dan saring air tersebut dengan menyisihkan daun sirih dan air. Gunakan air rebusan daun sirih ini untuk membersihkan mata yang sakit dan bengkak tersebut. Mata sakit dan bengkak secara perlahan akan sembuh ketika cara tradisional ini dilakukan secara rutin pada pagi dan sore hari.
22-07-2016 09:33
Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga: 5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini) 9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula
18-06-2014 23:06
Pernahkah Anda menonton video di YouTube tentang telur yang matang lebih cepat karena pengaruh telepon genggam? Ancaman radiasi dari ponsel memang tak bisa dianggap sepele. Jika radiasi telepon genggam saja bisa membuat telur matang sempurna, apa jadinya telinga kita jika hampir setiap hari menempel dekat sekali dengan alat elektronik itu? Perdebatan mengenai bahaya gelombang elektromagnetik dan radiasi dari telepon seluler bagi kesehatan manusia sudah berlangsung sangat lama. Ada ilmuwan yang membenarkan mengenai bahaya tersebut, ada pula yang membantahnya. Dasarnya, penelitian seputar pengaruh telepon genggam terhadap manusia menunjukkan hasil yang berbeda. Namun, pada intinya semua perangkat yang mengeluarkan gelombang elektromagnetik pasti bisa mempengaruhi tubuh manusia. Eksperimen sederhana seperti menggoreng telur menggunakan radiasi dari telepon genggam yang tengah aktif menunjukkan bahwa gelombang itu mengubah sesuatu yang organik. Baca juga : Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran Eksperimen itu cukup masuk akal karena frekuensi yang digunakan telepon genggam mirip dengan microwave yang juga mengandalkan gelombang elektromagnetik, memang digunakan untuk memanaskan makanan dalam kehidupan sehari-hari. Yang menjadi masalah adalah, penggunaan telepon genggam sangat dekat ke telinga dan otak yang sangat sensitif terhadap gelombang frekuensi tertentu. Orang yang secara rutin berdiri di dekat antena microwafe selama dua-tiga tahun dapat dipastikan akan sakit. Gelombang elektromagnetik dapat mempengaruhi struktur dalam tubuh, termasuk komposisi berbagai macam cairan dalam telinga seperti ion kalium, ion natrium, protein, serta berbagai enzim. Padahal cairan-cairan itu sangat penting dalam proses pendengaran. Penyebab gangguan pendengaran yang lebih signifikan sebenarnya adalah suara. Jangan pikir hanya suara keras seperti konser dan kegaduhan pabrik yang bisa membuat seseorang kehilangan pendengarannya. Suara musik dari pemutar musik MP3 juga berpotensi membuat pendengaran kita terganggu jika kita terbiasa menyetel volume musik di atas 60% dengan durasi lebih dari satu jam setiap hari. Paparan suara yang keras dapat merusak sensor yang berada di sel rambut dalam rumah siput telinga. Ironisnya, suara-suara itu menyerang frekuensi percakapan di atas 2.000 Hertz terlebih dahulu. Sementara itu, frekuensi percakapan itu berada pada 500 Hertz, 1.000 Hertz, 2.000 Hertz, dan 4.000 Hertz. Dengan begitu, banyak penderita gangguan pendengaran yang terlambat menyadari bahwa pendengarannya bermasalah. Baca juga : Tips Sukses Diet Sehat Baik telepon genggam maupun suara gaduh bukanlah hal asing dalam hidup kita. Bagaimana pun harus diakui, kita tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari kedua hal tersebut. Telepon genggam (ponsel) misalnya, mengambil peranan penting dalam kelangsungan komunikasi kita. Sementara itu, kebisingan juga tak dapat terhindarkan terutama untuk masyarakat perkotaan. Yang bisa kita lakukan mungkin menekan risiko sampai sekecil mungkin, demi menghindarkan diri dan keluarga dari segala ancaman kesehatan. Ini bisa kita lakukan dengan aktif melakukan pencegahan. Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran Gunakan handsfree untuk menerima panggilan dari telepon genggam. Semakin dekat telepon genggam dengan telinga, semakin besar pula potensi radiasi yang akan terpaapr pada kepala kita. Usahakan tidak menerima panggilan telepon terlalu lama. Pilih jenis telepon genggam dengan tingkat radiasi terendah. Jika suhu telepon genggam terasa meningkat alias memanas, sebaiknya jauhkan dari tubuh kita. Jauhkan telepon genggam dari anak-anak karena otak dan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan yang sangat sensitif terhadap segala potensi gangguan. Setel volume pemutar musik MP3 atau radio maksimal 60%. Sebaiknya tidak mendengarkan musik melalui earphone lebih dari satu jam. Hindari membiarkan anak-anak berada di pusat permainan di mall selama berjam-jam. Hindari berada di tempat bising seperti konser dan klub malam dalam waktu lama. Periksakan telinga ke dokter THT setiap 3-6 bulan sekali.
11-12-2025 22:35
Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam kualitas hidup masyarakat. Pelayanan yang baik, edukasi yang memadai, serta akses terhadap fasilitas kesehatan yang aman dan legal adalah faktor yang menentukan kesejahteraan perempuan dan keluarga. Di Indonesia, isu mengenai Klinik Aborsi dan Klinik Kuret sering muncul dalam diskusi publik, terutama terkait batasan hukum, kebutuhan medis, hingga risiko kesehatan. 1. Aborsi dalam Perspektif Hukum di IndonesiaDalam regulasi Indonesia, aborsi tidak diperbolehkan secara bebas dan hanya boleh dilakukan dalam kondisi tertentu. Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009 serta PP No. 61 Tahun 2014 mengatur bahwa tindakan aborsi hanya dapat dilakukan karena alasan :Kedaruratan medis, misalnya mengancam nyawa ibu atau janin memiliki kelainan berat yang tidak bisa diperbaiki.Kehamilan akibat perkosaan, dengan syarat tertentu dan dalam usia kehamilan yang dibatasi.Tindakan tersebut hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis berwenang di fasilitas kesehatan resmi yang memenuhi standar. Dengan demikian, apa pun bentuk layanan, baik yang sering disebut sebagai klinik aborsi atau klinik kuret, tidak boleh memberikan layanan aborsi ilegal di luar ketentuan hukum.2. Peran Klinik Reproduksi dalam Pelayanan Kesehatan yang AmanIstilah Klinik Aborsi sering disalahartikan. Pada dasarnya, fasilitas kesehatan yang berwenang bukanlah klinik aborsi dalam arti bebas, melainkan klinik atau rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan reproduksi menyeluruh. Fasilitas tersebut dapat mencakup :Konseling kesehatan reproduksiPemeriksaan kehamilanPenanganan komplikasi kehamilanTindakan medis seperti kuret untuk penanganan keguguran, bukan untuk aborsi ilegalTindakan kuretase sendiri merupakan prosedur medis untuk membersihkan sisa jaringan di rahim. Banyak orang awam menyamakan kuret dengan aborsi, padahal kuret lebih sering dilakukan karena keguguran spontan atau kondisi medis lainnya.3. Risiko Aborsi Ilegal dan Pentingnya EdukasiAborsi yang dilakukan di tempat tidak resmi dan tanpa pengawasan medis menimbulkan risiko besar, seperti :Infeksi beratPendarahanKerusakan rahimInfertilitasRisiko kematianOleh sebab itu, edukasi tentang kesehatan reproduksi menjadi sangat penting. Masyarakat perlu memahami bahwa tindakan medis terkait kehamilan harus dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan profesional yang mengikuti standar keselamatan.4. Pelayanan Konseling Reproduksi dan Pentingnya Dukungan PsikologisKehamilan yang tidak direncanakan atau kondisi medis tertentu sering membuat perempuan dan keluarga mengalami tekanan emosional. Layanan kesehatan reproduksi yang profesional biasanya menyediakan :Konseling pra-tindakanKonseling pasca-tindakanEdukasi kontrasepsiPendampingan psikologisDengan pendekatan holistik, perempuan dapat membuat keputusan kesehatan dengan aman dan sesuai aturan hukum.5. Dinamika Sosial seputar Aborsi di IndonesiaIsu aborsi di Indonesia bukan hanya soal medis, tetapi juga terkait aspek agama, budaya, dan moral. Banyak perempuan yang membutuhkan dukungan justru terjebak dalam stigma, sehingga menyebabkan mereka mencari solusi tidak aman. Oleh karena itu, keberadaan layanan edukatif dan informasi resmi sangat dibutuhkan.6. Membangun Akses Kesehatan Reproduksi yang Lebih BaikUntuk meningkatkan keselamatan perempuan, beberapa hal penting dilakukan :Peningkatan edukasi mengenai reproduksi sejak remajaAkses yang lebih besar terhadap layanan KB dan konsultasiPenguatan regulasi dan penegakan hukum terhadap praktik ilegalPenyediaan fasilitas kesehatan ramah perempuanPelatihan tenaga medis berstandar WHODengan langkah tersebut, dinamika isu aborsi bisa ditangani secara lebih manusiawi, ilmiah, dan sesuai hukum.Pelayanan kesehatan reproduksi di Indonesia harus mengedepankan keselamatan, legalitas, dan edukasi. Aborsi hanya legal dalam kondisi medis tertentu dan harus dilakukan di fasilitas resmi oleh tenaga kesehatan berwenang. Istilah Klinik Aborsi atau Klinik Kuret sering menimbulkan salah persepsi, sehingga masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai fungsi klinik reproduksi.Optimalisasi layanan kesehatan reproduksi bukan hanya untuk mencegah praktik aborsi ilegal, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan.