Waktu Posting : 14-07-2014 06:01 | Dibaca : 4414x
07-09-2014 23:46
Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita. Penyebab Kanker Serviks Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV. Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks. Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim. Gejala Kanker Serviks Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa: Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil. Nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah. Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi. Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain: Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan. Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki. Masalah urinasi/buang air kecil. Berat badan turun drastis. Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih. Penanganan Kanker Serviks Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.
23-10-2014 23:49
Pembicaraan sekitar awet muda terasa bakal senantiasa ramai dimana berbagai wanita tengah berkumpul. Terlebih bila diantara anggota peer grup itu, ada satu atau dua orang yang tampak awet muda dibanding rekan-rekan seusianya. Manusia itu tak terlepas dari proses penuaan. Ada dua pemicu kenapa penuaan pada kulit dapat berlangsung yakni penuaan dari dalam serta penuaan dari luar. Penuaan dari dalam ialah penuaan kulit yang sesuai sama berjalannya saat atau umur. Sedang penuaan dari luar ialah penuaan yang bisa tampak di daerah yang kerap terpapar oleh sinar matahari, umpamanya daerah muka, leher serta lengan bawah. Baca juga : 5 Cara Dapatkan Jantung Sehat Untuk penuaan dari luar, dampak terbesarnya dari paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari jadi pemicu paling utama penuaan kulit, aekitar 60-80 %. Kerap terpapar sinar matahari segera bakal bikin seorang cepat keriput lantaran ada perusakan yang lebih cepat pada susunan penunjang kulit, yakni kolagen serta elastin. Kolagen rusak lantaran terdegradasi hingga susunan kulitnya tak bagus lagi. Sesaat elastin bila terserang sinar matahari bakal menebal hingga komponen kulit jadi tak elastic lagi hingga tampak kendur serta muncul kerutan. Kecuali itu, kerap terpapar sinar matahari mengakibatkan munculnya vlek hitam. Sinyal Penuaan. Umumnya penuaan mulai terlihat tampak pada umur 30 tahunan. Pada umur itu pemebentukan jaringan elastin serta kolagen mulai tak seimbang. Tetapi, sesungguhnya sinyal tanda penuaan tak cuma dihadapi oleh mereka yang berumur diatas kepala tiga. Mereka yang berumur 20 tahunan juga rawan alami penuaan awal bila tak lakukan perawatan serta lakukan pola hidup tak benar. Bila kulit tak dirawat, jadi kulit bakal tampak cepat tua walau umur masih tetap muda. Pasalnya, tiap-tiap 28 hari sekali, beberapa sel kulit alami pergantian atau peremajaan diri. Beberapa sel kulit yang awal mulanya berupa bulat bakal naik ke permukaan serta beralih bentuk jadi gepeng, saat sebelum pada akhirnya mati serta jadi sisi dari susunan kulit ari. Baca juga : Lindungi Kulit Dari Pengaruh Buruknya Cuaca Dengan 6 Cara Ini Dengan cara umum, tersebut sinyal tanda penuaan kulit yang kerap dihadapi : 1. Kulit kering. Kulit kering berlangsung disebabkan menyusutnya jumlah, manfaat serta kegiatan kelenjar keringat. 2. Kulit lebih kasar serta bersisik. Kulit jadi kasar serta bersisik lantaran susunan minyak yang ada di kulit jadi menyusut dari mulanya. 3. Kulit berkerut. Munculnya kerutan ini berlangsung lantaran menyusutnya serat kolagen dalam kulit, dan menyusutnya jaringan lemak di susunan bawah kulit. Biasanya kerutan muncul pada daerah ekspresi seperti daerah pojok bibir, pojok mata serta dahi. 4. Munculnya bercak-bercak pigmen yang tak rata pada ruang kulit. Pemicunya lantaran terjadinya pengurangan jumlah sel pembuat pigmen (melanosit) yang menyebabkan manfaat sel itu alami penurunan, hingga berlangsung penumpukan pigmen melanin yang tak teratur di susunan kulit. Sinyal tanda ini bakal makin kentara demikian umur diatas 40 th., kulit makin kendur serta berkerut. Makin tua, sinyal tanda penuaan makin terlihat, seperti kerutan halus, keriput, kulit kusam serta hiperpigmentasi (vlek) yang tak dapat dihindari.
13-07-2016 22:09
Saat musim kemarau, cuaca cenderung panas dan kering serta matahari menyengat di kulit. Itulah mengapa kamu juga butuh pintar-pintar mengakali bagaimana caranya agar kamu tidak kepanasan sepanjang hari dan bisa beraktivitas seperti biasa tanpa terganggu. Baca juga : Tips Memilih Cream Pemutih Wajah yang Aman Salah satunya adalah dengan cermat memilih baju. Warna baju seringkali juga jadi pertimbangan ketika akan keluar rumah, banyak orang pasti akan menghindari baju warna hitam jika akan keluar rumah saat hari sedang panas. Tapi tahukah kamu bahwa ternyata bukan baju warna hitam yang seharusnya kamu hindari saat suhu di luar sedang panas. Memakai baju warna hitam sangat aman dipakai ke mana saja, bahkan jika hari sedang panas dan kamu berkeringat, karena meskipun kamu berkeringat, pakaian hitam tak akan terlihat basah karena keringat. Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Berbeda jika kamu memakai baju warna abu-abu. Bukan hanya terasa panas karena abu-abu adalah turunan warna dari hitam, baju warna abu-abu juga rentan memperlihatkan bercak basah karena keringat. Jadi, saat cuaca panas, jangan pakai baju warna abu-abu. Dibanding baju warna hitam yang panas tapi bisa menyamarkan keringat di baju, abu-abu cenderung panas dan bisa membuatmu malu karena bercak basah di ketiak atau di punggung. Nggak mau ini terjadi kan?