Kiat Mencegah Penyakit Kanker

Additional Image

Waktu Posting : 14-07-2014 06:01 | Dibaca : 4414x

Faktor diet/makanan menyumbang porsi besar pada penyakit kanker, berarti makanan kita bakal jadi penyebab atau sebaliknya jadi pencegah kanker.

Sekarang kita bakal memperhatikan berbagai hal berkenaan dengan diet ini :

1. Serat bisa mencegah kanker.

Di tahun 1970, seseorang dokter Inggris bernama Dennis Burkitt mencermati bahwasanya diet kaya serat kurangi penyakit yang terkait dengan saluran pencernaan. Dia pula mencermati bahwasanya Negara yang konsumsi seratnya tinggi, yakni makanan yang datang dari dunia tumbuhan, masalah kanker kolonnya pula rendah di semua dunia.

Kita ketahui bahwasanya daging apa pun tak memiliki kandungan serat, jadi Negara yang konsumsi dagingnya tinggi, disitu masalah kanker kolon pula tertinggi.

Manfaat serat tidak cuma bermanfaat untuk mencegah kanker kolon, namun pula kanker lambung, kanker payudara serta penyakit yang lain yang bukan hanya kanker.
 
Baca juga : Faktor Utama Penyebab Kanker
 
Di mana memperoleh serat ini?

Kaum pakar merekomendasikan konsumsi 30-40 gram serat /hari, pada umumnya manusia moderen konsumsi jauh di bawah angka ini. Serat paling baik bisa ditemukan di biji-bijian utuh seperti beras pecah kulit, polongan, sayuran, buah-buahan, peas, lentil, makanan ini mesti dalam keadaan sealami barangkali, bukan hanya yang telah dibuang kulitnya serta diolah hingga jauh menyusut seratnya.

Kita makan sayuran serta buah- buahan tidak cuma untuk memperoleh seratnya, namun di dalam sayuran serta buah memiliki kandungan beragam unsur yang bisa melawan kanker.

Kerotin, zat yang menyajikan warna gelap pada sayur serta buah, dapat dibuktikan baik untuk mencegah kanker. Beta kerotin yang ada pada sayuran berwarna hijau gelap, serta kuning seperti wortel amat berguna untuk mencegah kanker paru-paru, kanker mulut, saluran kemih, payu dara, esophagus serta yang lain.

Lalu ada pula flavones serta indoles yang ada dalam sayuran seperti kubis, brokoli, bayam, kangkung, kembang kol, brussels sprouts, dan lain-lain dipercaya bisa mencegah kanker.

Unsur yang lain yang terdapat banyak pada buah serta sayuran dan bijian ialah zat yang melakukan tindakan semacam anti oksidan, umpamanya vitamin C, selenium, dan lain-lain.

Demikianlah penyebab orang yang ikuti pola makan vegetarian dengan cara benar, mempunyai kecendrungan lebih rendah terkena kanker

Ada makanan yang baik untuk mencegah kanker, ada pula makanan yang amat punya potensi untuk menyuburkan kanker, salah satunya adalah :

Lemak.

Dinegara yang tinggi konsumsi lemaknya, disitu pula terdaftar paling tinggi kematian disebabkan kanker payudara serta kanker kolon. Kita ketahui bahwasanya kita tak bisa konsumsi terlampau banyak makanan berlemak, tetapi yang lebih terlebih lagi adalah lemak yang datang dari hewani, lemak hewani ini lebih mengakibatkan kerusakan dibanding lemak nabati. Riset tunjukkan bahwasanya lemak hewani, daging serta susu amat terkait erat dengan masalah kanker prostat serta kanker indung telur kecuali kanker kolon serta kanker payudara.

Rata-rata konsumsi lemak dizaman moderen ini sudah melebihi jumlah yang dianjurkan, di Amerika rata-rata konsumsi meraih 37 dari keseluruhan kalori datang dari lemak.

The National Cancer Institute merekomendasikan tak bisa lebih dari 30%, tetapi riset tunjukkan bahwasanya mesti jauh di bawah angka 30%, yakni sekitar 10-15% untuk memperoleh manfaat anti kanker.

Daging hewani.

Ada apa dengan daging? Daging tak mempunyai serat yang amat berguna seperti sudah dikemukakan pada mulanya, daging pula kekurangan beragam unsur yang baik membuat perlindungan badan dari kanker seperti yang terdapat banyak pada dunia tumbuhan..

Selain itu daging pula memiliki kandungan protein hewani, lemak jemu serta dalam beragam daging memiliki kandungan unsur karsinogen seperti yang di kenal dengan nama heterocyclic amines (HCA) serta polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), ke-2 zat beresiko ini terbentuk ketika daging dimasak, dipanggang atau di proses. HCA terbentuk ketika daging dimasak pada suhu tinggi, PAH terbentuk ketika daging dipanggang. Ke-2 unsur ini menambah resiko kanker.

Saat kaum pakar mempelajari jalinan pada diet serta kanker, satu hal yang pasti tampak ialah bahwasanya orang yang hindari makan daging, cendrung lebih kemungkinan kecil terkena kanker. Riset yang melibatkan beberapa orang di Inggris serta Jerman tunjukkan Vegetaris 40 % lebih rendah terserang penyakit ini dibanding pemakan daging. Di Amerika, riset pada grup Seventh-day Adventists, suatu grup keagamaaan yang amat menarik lantaran nyaris seluruhnya pemeluk agama ini hindari tembakau, alkohol serta ikuti pola hidup sehat pada umumnya. Beberapa populasi mereka ialah vegetaris, sesaat beberapa yang lain cuma konsumsi daging dalam jumlah tak banyak.

Dengan cara seluruh riset tunjukkan penurunan yang siknifikan pada resiko kanker untuk grup yang tak makan daging sekalipun.

Makanan yang sehat, kegiatan fisik serta kurangi stress semakin diakui memegang fungsi vital dalam pencegahan serta pengobatan kanker. Aspek genetik memegang fungsi yang kecil, jauh di bawah aspek yang lain. Sebenarnya apa yang dilihat semacam “faktor keturunan” kerapkali hanya lantaran dalam keluarga yang sama kerapkali ter-ekspos pada aspek lingkungan yang sama – lingkungan yang banyak bersentuhan dengan bahan kimia pencetus kanker serta barangkali pola makan yang sama.

Kegiatan fisik.

Kegiatan fisik pula memegang fungsi yang amat utama dalam mencegah kanker.

Dalam situasi normal, imunitas badan mempunyai kekuatan untuk menghancurkan sel kanker sebelum saat sel ini pernah berkembang selanjutnya, ini sama sesuai imunitas badan memerangi bakteri atau virus yang masuk kedalam badan.

Sistem imunitas kita memperlengkapi badan dengan kekuatan untuk temukan serta menghancurkan sel kanker, satu diantara komponen dari sistem ini ialah sisi dari sel darah putih yang bernama T-Lymphocytes atau di kenal dengan nama T-sel.

Nah sistem imunitas badan kita bisa jadi lemah dalam keadaan spesifik seperti diet yang tak benar, kurang tidur, stress, serta tak aktif dengan cara fisik.

Bagaimana jalinan kegiatan fisik/olah raga serta kanker? Dalam satu riset yang melibatkan 17. 148 alumni Harvard, ditemukan bahwasanya orang yang berolah raga cuma kurang dari 10 menit dengan jalan kaki cepat bisa turunkan resiko kanker sejumlah 15-20% lebih rendah dari pada orang yang tak aktif sekalipun. Sesaat orang yang jalan kaki selama lebih kurang 40 menit tiap-tiap hari, mempunyai resiko kanker yang menyusut sampai 35% lebih rendah kematian disebabkan kanker. Jadi hingga titik spesifik, makin lama berolah raga makin baik, serta pasti kita ketahui pula bahwasanya kita tak dianjurkan berolah raga terlalu berlebih, lantaran dampaknya pula bakal jelek.

Ada demikian banyak faedah dari berolah raga ini, dalam soal kanker olah raga bakal menambah kekuatan pertahanan badan lewat penambahan kekuatan NK-sel (alami killer cell/sel pembunuh alami) dalam melawan sel kanker yang bakal berkembang.
 
Baca juga : 5 Cara Alami Sembuhkan Depresi

Bagaimana olah raga yang baik itu?

Kerjakanlah olah raga dengan cara moderat, tak terlalu berlebih, lantaran olah raga terlalu berlebih, seperti pelari maraton umpamanya, malah bakal menghimpit manfaat NK-sel dalam melawan penyakit.

Olah raga yang paling baik ialah jalan cepat, berenang. Bila mempunyai saat yang terbatas, loncat tali/skipping ialah olah raga yang amat baik pula.

Stress

Lalu dengan mengatur stress pula bisa melindungi sistem kekebalan badan dalam keadaan yang baik. Orang yang terlalu berlebih alami stress, sistem imunitas pula cendrung menurun

Bagaimana jalan mengatur stress? Janganlah lari pada obat-obatan. Pertama istirahatlah yang cukup, tidur sebentar disore hari sebelum saat makan malam pula bakal kurangi stress.

Dalam bekerja, seringlah rehat sesat, ambil napas dalam-dalam, menguap dengan mulut lebar serta relakskan otot.

Bila terdapat beberapa persoalan datang menekan, hingga bikin stress. Berdoalah kepada Yang Maha Kuasa, pasrahkan semua kekhawatiran Anda kepada-Nya, semakin banyak berdoa serta merenung, maka kecemasan kita pasti bakal menyusut serta stress kita pun dengan sendirinya bakal berkurang.








BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Kanker Serviks, Gejala, Penyebab Dan Penanganannya

07-09-2014 23:46

Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita. Penyebab Kanker Serviks Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV. Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks.   Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim. Gejala Kanker Serviks Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa: Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil. Nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah. Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi. Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain: Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan. Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki. Masalah urinasi/buang air kecil. Berat badan turun drastis.  Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih. Penanganan Kanker Serviks Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.

Featured Image
Penuaan Kulit, Kenali Tanda-tandanya

23-10-2014 23:49

Pembicaraan sekitar awet muda terasa bakal senantiasa ramai dimana berbagai wanita tengah berkumpul. Terlebih bila diantara anggota peer grup itu, ada satu atau dua orang yang tampak awet muda dibanding rekan-rekan seusianya. Manusia itu tak terlepas dari proses penuaan. Ada dua pemicu kenapa penuaan pada kulit dapat berlangsung yakni penuaan dari dalam serta penuaan dari luar. Penuaan dari dalam ialah penuaan kulit yang sesuai sama berjalannya saat atau umur. Sedang penuaan dari luar ialah penuaan yang bisa tampak di daerah yang kerap terpapar oleh sinar matahari, umpamanya daerah muka, leher serta lengan bawah.   Baca juga : 5 Cara Dapatkan Jantung Sehat Untuk penuaan dari luar, dampak terbesarnya dari paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari jadi pemicu paling utama penuaan kulit, aekitar 60-80 %. Kerap terpapar sinar matahari segera bakal bikin seorang cepat keriput lantaran ada perusakan yang lebih cepat pada susunan penunjang kulit, yakni kolagen serta elastin. Kolagen rusak lantaran terdegradasi hingga susunan kulitnya tak bagus lagi. Sesaat elastin bila terserang sinar matahari bakal menebal hingga komponen kulit jadi tak elastic lagi hingga tampak kendur serta muncul kerutan. Kecuali itu, kerap terpapar sinar matahari mengakibatkan munculnya vlek hitam. Sinyal Penuaan. Umumnya penuaan mulai terlihat tampak pada umur 30 tahunan. Pada umur itu pemebentukan jaringan elastin serta kolagen mulai tak seimbang. Tetapi, sesungguhnya sinyal tanda penuaan tak cuma dihadapi oleh mereka yang berumur diatas kepala tiga. Mereka yang berumur 20 tahunan juga rawan alami penuaan awal bila tak lakukan perawatan serta lakukan pola hidup tak benar. Bila kulit tak dirawat, jadi kulit bakal tampak cepat tua walau umur masih tetap muda. Pasalnya, tiap-tiap 28 hari sekali, beberapa sel kulit alami pergantian atau peremajaan diri. Beberapa sel kulit yang awal mulanya berupa bulat bakal naik ke permukaan serta beralih bentuk jadi gepeng, saat sebelum pada akhirnya mati serta jadi sisi dari susunan kulit ari.   Baca juga : Lindungi Kulit Dari Pengaruh Buruknya Cuaca Dengan 6 Cara Ini Dengan cara umum, tersebut sinyal tanda penuaan kulit yang kerap dihadapi : 1. Kulit kering. Kulit kering berlangsung disebabkan menyusutnya jumlah, manfaat serta kegiatan kelenjar keringat. 2. Kulit lebih kasar serta bersisik. Kulit jadi kasar serta bersisik lantaran susunan minyak yang ada di kulit jadi menyusut dari mulanya. 3. Kulit berkerut. Munculnya kerutan ini berlangsung lantaran menyusutnya serat kolagen dalam kulit, dan menyusutnya jaringan lemak di susunan bawah kulit. Biasanya kerutan muncul pada daerah ekspresi seperti daerah pojok bibir, pojok mata serta dahi. 4. Munculnya bercak-bercak pigmen yang tak rata pada ruang kulit. Pemicunya lantaran terjadinya pengurangan jumlah sel pembuat pigmen (melanosit) yang menyebabkan manfaat sel itu alami penurunan, hingga berlangsung penumpukan pigmen melanin yang tak teratur di susunan kulit. Sinyal tanda ini bakal makin kentara demikian umur diatas 40 th., kulit makin kendur serta berkerut. Makin tua, sinyal tanda penuaan makin terlihat, seperti kerutan halus, keriput, kulit kusam serta hiperpigmentasi (vlek) yang tak dapat dihindari.

Featured Image
Saat Cuaca Panas, Ternyata Bukan Baju Hitam Yang Harus Dihindari

13-07-2016 22:09

Saat musim kemarau, cuaca cenderung panas dan kering serta matahari menyengat di kulit. Itulah mengapa kamu juga butuh pintar-pintar mengakali bagaimana caranya agar kamu tidak kepanasan sepanjang hari dan bisa beraktivitas seperti biasa tanpa terganggu.   Baca juga : Tips Memilih Cream Pemutih Wajah yang Aman   Salah satunya adalah dengan cermat memilih baju. Warna baju seringkali juga jadi pertimbangan ketika akan keluar rumah, banyak orang pasti akan menghindari baju warna hitam jika akan keluar rumah saat hari sedang panas. Tapi tahukah kamu bahwa ternyata bukan baju warna hitam yang seharusnya kamu hindari saat suhu di luar sedang panas. Memakai baju warna hitam sangat aman dipakai ke mana saja, bahkan jika hari sedang panas dan kamu berkeringat, karena meskipun kamu berkeringat, pakaian hitam tak akan terlihat basah karena keringat. Baca juga :  Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Berbeda jika kamu memakai baju warna abu-abu. Bukan hanya terasa panas karena abu-abu adalah turunan warna dari hitam, baju warna abu-abu juga rentan memperlihatkan bercak basah karena keringat. Jadi, saat cuaca panas, jangan pakai baju warna abu-abu. Dibanding baju warna hitam yang panas tapi bisa menyamarkan keringat di baju, abu-abu cenderung panas dan bisa membuatmu malu karena bercak basah di ketiak atau di punggung. Nggak mau ini terjadi kan?

...