Waktu Posting : 09-07-2014 08:11 | Dibaca : 3073x
28-04-2014 21:50
Pencegahan dan Pengobatan HIV/AIDS - Respon internasional terhadap penyakit HIV/AIDS ini cukup besar yang dibuktikan dengan program penurunan penyakit seksual ini dalam bentuk program kesehatan WHO yaitu MDG’S 2015 (Millenium Development Government’s 2015). Program ini secara langsung ditujukan untuk mengurangi kesakitan serta kematian akibat penyakit HIV/AIDS. Selain itu, juga diberikan pengarahan terhadap orang – orang disekitar penderita untuk tidak menjauhi serta mengucilkan penderita penyakit HIV/AIDS karena penyakit ini tidak mampu menular hanya dengan sentuhan fisik biasa. Pengarahan yang dilakukan ini tentunya menjadi poin penting para petugas kesehatan untuk mampu memberitahukan kepada masyarakat tentang penyebab penyakit HIV/AIDS, cara penularan penyakit HIV/AIDS, pencegahan penyakit HIV/AIDS serta melakukan pengobatan penyakit HIV/AIDS. Selengkapnya mengenai penyakit HIV/AIDS ini mungkin dapat anda lihat dalam ulasan berikut ini, yaitu : Baca juga : Rahasia Sembuhkan Marasmus Anak Apa itu penyakit HIV/AIDS? Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang terjadi akibat hubungan seksual yang tidak sehat. HIV merupakan jenis virus yang menyebabkan penyakit seksual satu ini. Sedangkan untuk penyakit yang diderita oleh kalangan ODHA( orang dengan HIV/AIDS) ini dinamakan dengan AIDS ( Acquired Immune deficiency Syndrome). Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa HIV merupakan jenis virusnya sedangkan penyakit seksual ini dinamakan dengan AIDS. Mungkin kedua pengertian ini banyak disalah artikan oleh masyarakat sehingga dengan artikel ini anda dapat memahami dengan mudah mengenai kedua kata ini yang sebenarnya memiliki definisi yang berbeda. Apa penyebab penyakit seksual ini? Penyakit seksual yang mematikan serta tidak dapat disembuhkan ini disebabkan oleh beberapa perilaku yang tidak sehat. Diantara beberapa perilaku yang tidak sehat ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini : 1. Melakukan hubungan seksual yang berganti – ganti pasangan tanpa menggunakan alat pengaman seperti kondom. 2. Melakukan hubungan seksual yang menyimpang melalui oral maupun anus. 3. Melakukan injeksi jarum suntik secara bergantian. Hal ini sebenarnya banyak dialami para ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) yang melakukan konsumsi narkoba suntik. Oleh sebab itu, anda perlu berhati – hati terhadap penggunaan jarum suntik dengan memastikan terlebih dahulu sterilitas jarum suntik. Bagaimana cara penularan penyakit ini? Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang biasa dikenal dengan penyakit menular seksual yang memiliki masa inkubasi paling lama. Masa inkubasi dalam rentang yang lama ini dikaitkan dengan sistem kerja virus yang memang menyerang sel CD4 yang berperan penting dalam ketahanan atau kekebalam tubuh individu, sehingga apabila virus ini sudah masuk dalam tubuh anda maka anda akan mudah terserang beberapa bibit penyakit lainnya. Untuk itu, anda perlu melakukan pencegahan penularan virus ini. Sebelum melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS maka anda perlu mengetahui terlebih dahulu cara penularan virus ini. HIV bisa menular melalui : Baca juga : Tips Mengatasi Asam Urat dengan Aman dan Nyaman a. Cairan seksual Dalam berhubungan intim sebaiknya anda tidak melakukannya dengan banyak orang karena kesehatan organ reproduksi seseorang itu tidak bisa dipastikan secara langsung. Jika anda melakukan hubungan seksual dengan ODHA tanpa alat pengaman maka secara langsung cairan seksual tersebut menular pada anda. b. Injeksi narkoba suntikan Cairan suntikan yang digunakan secara bergantian ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit HIV/AIDS dikarenakan HIV bisa menular melalui darah sehingga ketika anda melakukan injeksi secara langsung dan bergantian maka tentunya anda akan berisiko untuk tertular penyakit satu ini. c. Melalui cairan darah Cairan darah ODHA merupakan perantara yang pasti menyebabkan terjadi penyakit HIV/AIDS. Untuk itu, anda yang sedang ingin melakukan transfuse darah perlu berhati – hati dalam menggunakan darah orang lain tersebut. Bagaimanakah cara pencegahan penyakit HIV/AIDS? Untuk mencegah terjadinya angka kesakitan penyakit HIV/AIDS yang meningkat maka anda perlu melakukan beberapa langkah pencegahan diantaranya yaitu 1. Pastikan anda dan pasangan anda hanya melakukan hubungan seksual dengan satu orang saja atau tidak berganti – ganti pasangan. 2. Melakukan hubungan seksual yang wajar dengan menghindari seksual melalui oral maupun anus. 3. Melakukan injeksi suntikan yang steril dan tidak berganti – ganti. 4. Mendekatkan diri kepada sang khalik untuk mempertebal iman. 5. Melakukan transfuse darah yang memang sudah di screening dari HIV. Bagaimana cara pengobatan penyakit HIV/AIDS? 1. Dengan melakukan VCT atau tes HIV/AIDS secara dini 2. Melakukan konsumsi ARV untuk mengembalikan efektivitas trombosit anda 3. Melakukan hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom 4. Tidak melakukan injeksi suntikan secara bergantian dengan orang lain 5. Melakukan pengobatan serta konsultasi tentang penyakit HIV/AIDS yang teratur dengan petugas kesehatan
12-06-2014 12:34
Pijat umumnya jadi pelarian untuk beberapa orang untuk terasa rileks serta menyingkirkan kemelut yang ada di otot-otot. Orang jadi yakin dengan manfaat pijat lantaran sensasi nyaman yang disiapkan oleh praktik pijat. Tetapi, cuma sedikit orang yang betul-betul mengetahui serta tahu apa serta bagaimana semestinya terapi pijat bisa bermanfaat. Pijat sendiri adalah aksi meraba serta menghimpit jaringan lunak pada badan, seperti otot-otot. Pijatan memanglah memiliki manfaat melegakan kemelut serta rasa pegal yang dihadapi badan hingga menolong menambah kelancaran aliran darah serta berikan rasa enjoy pada badan. Pijat juga berperan untuk menolong kembalikan gerakan sendi-sendi seperti awal mulanya. Baca juga : Cara Tepat Merawat Gigi Berkarat Seseorang pemijat pakar umumnya memakai tak cuma tangan, tetapi juga lengan depan, siku, sampai kaki untuk membuat desakan pada bagian-bagian badan yang butuh dipijat. Ada seputar 80 tipe pijat yang tidak sama, bermacam dimulai dari yang lembut sampai yang benar-benar keras serta aktif. Gerakan pijat yang keras ataupun lembut tergantung pada jaringan badan yang butuh dilepaskan dari kemelut. Pada jaringan badan yang terdapat agak jauh ke dalam, diperlukan gerakan yang lebih keras serta penuh desakan untuk mengobati kemelut otot yang umumnya telah lama berlangsung. Biasanya, terapis pijat bakal memakai gerakan dengan jari-jari, jempol, serta siku dengan desakan yang lebih dalam untuk mencapai susunan otot yang terdapat lebih dalam. Baca juga : Olahraga yang Cocok dengan Usia Anda Tipe pijat lain yang lebih keras dari pada pijat dengan desakan dalam ialah pijat yang dikerjakan pada lokasi-lokasi badan yang barangkali alami cedera atau terkilir. Pemijatan pada keadaan sejenis ini bakal dikerjakan sampai otot jadi rileks. Bila alami rasa sakit sepanjang sistem pemijatan, beritahukan rasa sakit pada orang yang memijat serta janganlah memaksakan diri. Pijat tak senantiasa bermakna Anda butuh memakai layanan terapis di panti pijat ataupun memanggil orang ke rumah. Pijat juga barangkali sekali dikerjakan sendiri. Pijat bisa dikerjakan sendiri untuk menangani rasa pegal serta capek dan untuk memulihkan daya saat pagi hari. Pijat yang dikerjakan sendiri bisa dikerjakan pada kaki, tangan, serta leher. Gunakan baju yang nyaman serta atur posisi badan pada posisi yang nyaman. Gunakan juga losion atau minyak pada kulit.
02-06-2014 01:29
Bagi anda yang baru saja melahirkan sang buah hati, perawatan pasca melahirkan penting untuk dilakukan. Selama masa kehamilan, pastinya anda akan mengalami banyak perubahan fisik, maupun mental. Beberapa perubahan fisik diantaranya adalah bertambahnya berat badan, kaki menjadi bengkak dan emosi yang stabil. Menurut dr. Ardiansjah Dara SpOG, pada masa kehamilan, ibu hamil akan sering mengalami pegal dan sesak nafas. Untuk itu, untuk mengembalikan kondisi tubuh ke posisi yang prima, beberapa macam perawatan perlu untuk dilakukan. Perawatan-perawatan tersebut penting dan sangat dianjurkan, tidak hanya untuk mengembalikan bentuk tubuh, juga agar hubungan suami dan istribisa tetap harmonis. Baca juga : Apa saja Manfaat Juice Sirsak? Masa Nifas Beberapa jenis perawatan pasca melahirkan yang perlu dilakukan diantaranya adalah puasa bercinta paling tidak selama enam bulan. Masa tidak bercinta dengan suami setelah melahirkan ini disebut dengan masa nifas. Masa puasa bercinta dalam masa nifas ini penting untuk menghindari timbulnya infeksi atau gangguan kesehatan lain seperti pendarahan pada organ intim terutama bagi kaum perempuan. Ini dikarenakan seusai melahirkan, organ intim perempuan membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar dapat mengembalikan fleksibilitasnya. Dan tentunya untuk menghindari infeksi saat terjadi penetrasi. Alasan lain adalah, saat melahirkan, akan masih ada darah kotor yang perlu dikeluarkan. Sehingga, darah kotor (apabila terjadi infeksi) akan terkena bakteri, membuat bau yang tidak sedap. Perawatan lain selain berpuasa dalam urusan bercinta adalah dengan melakukan diet. Diet ini berbeda dengan diet menurunkan berat badan pada umumnya. Di sini, seuasi melahirkan, anda akan diwajibkan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung kadar protein, zat besi, serat dan kalsium yang tinggi. Asupan kalori 2700 kalori perhari pun penting untuk dipenuhi.Biasanya, gangguan kesehatan paling umum adalah wasir. Untuk sebab itu, dengan mengkonsumsi banyak serat, wasir diharapkan bisa cepat hilang. Selain mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung nutrisi di atas, memenuhi kebutuhan cairan setiap harinya juga perlu dilakukan. Anda bisa minum tiga liter air putih serta dua liter susu setiap harinya. Baca juga : Cara Melakukan Perawatan Kulit Berjerawat Perawatan Kerampang Itu Penting Perawatan lain yang perlu dilakukan adalah perawatan kerampang. Kerampang, atau dalam istilah medisnya disebut dengan perineum, adalah selaput pembatas antara anus dan vagina. Pada saat melahirkan, selaput tersebut akan melebar, sehingga memudahkan jalan lahir. Tidak jarang ada kemungkinan kerampang malah sobek. Untuk sebab itu, pasca melahirkan, sangat dianjarkan para ibu untuk memijat kerampang. Selain merawat tubuh di atas, perawatan dari sisi psikologis juga perlu dijalankan. Biasanya, ibu yang baru saja melahirkan akan mudah emosi karena stress. Post partum blues, kelelahan, kurang tidur adalah penyebab stress. Anda bisa merawat dengan ke spa, pergi ke salon atau berbelanja. Lakukan perawatan yang menghilangkan penat sebagai bagian perawatan pasca melahirkan.