Kiat Berpuasa Untuk Penderita Hipertensi

Additional Image

Waktu Posting : 28-06-2014 05:38 | Dibaca : 2957x

Pada prinsipnya, tiada persoalan untuk pasien hipertensi guna berpuasa, sepanjang tensi darahnya teratasi serta pasien meminum obat dengan cara teratur. Waktu ini telah banyak obat yang dapat diminum cukup satu kali dalam satu hari, yang dapat diminum waktu sahur atau berbuka. Terkecuali untuk pasien yang memperoleh dosis tiga kali /hari serta tensi darah tetap dalam step penyesuaian dengan dosis.

Di samping itu, pasien hipertensi pun mesti tetap mencermati gaya hidup yang sehat sepanjang berpuasa. Kunci utama untuk pasien hipertensi dalam melaksanakan ibadah puasa ialah mengatur tensi darah supaya tetap stabil.
 
Baca juga : Kenali Penyebab Hipertensi Sekunder 

Berikut tips yang bisa Anda lakukan agar tensi atau tekanan darah Anda tetap stabil :
  • Jauhi makanan yang memiliki kandungan banyak garam atau asin, makanan yang diawetkan, makanan kaleng, serta makanan cepat saji.
  • Kurangi makanan yang memiliki kandungan lemak.
  • Mengatur berat tubuh dengan konsumsi protein seperlunya.
  • Banyak makan makanan yang memiliki kandungan kalsium lantaran kalsium dapat turunkan desakan darah. Kalsium terdapat banyak di sayuran serta buah-buahan.
  • Olahraga teratur paling sedikit 30 menit. Olahraga ringan sepanjang bln  puasa seperti jalan kaki atau melaksanakan pekerjaan rumah.
Jadi, untuk Anda pasien hipertensi Anda dapat tetap menjalani beribadah puasa sepanjang bln ramadhan. Lantaran kecuali menunaikan perintah agama, beragam riset medis menunjukkan puasa pun baik untuk kesehatan.

Apa sih Hipertensi itu?

Hipertensi ialah satu situasi dimana seorang alami penambahan tekanan darah diatas normal di mana tekanan darah sistolik semakin besar atau sama juga dengan 140 mmHg serta atau desakan diastolic sama atau semakin besar 90 mmHg.
 
Baca juga : Kiat Membatasi Makanan Tinggi Lemak Bagi Anak Anda

Hipertensi tak mempunyai tanda-tanda yang spesial hingga kerapkali susah disadari oleh penderitanya. Karenanya tiap-tiap orang, terlebih yang mempunyai resiko hipertensi serta berumur di atas 30 thn dianjurkan untuk memerikasakan darah dengan cara teratur. Tetapi ada berbagai hal yang bisa menjadi indikator hipertensi, yakni pusing atau sakit kepala, kerap gelisah, muka merah, tengkuk jadi pegal, gampang tersinggung, telinga berdenggung, sulit tidur, sesak napas, gampang capek, mata berkunang-kunang, mimisan, serta pandangan kabur

Beragam unsur yang menyebabkan terjadinya hipertensi, dimulai dari pola hidup, umur, kegemukan atau obesitas, kurang kegiatan fisik, kurang berolaraga, terlampau banyak mengkonsumsi garam, merokok, minum alkohol terlalu berlebih, serta stres.

Yakinkan Anda mempunyai alat pengukur tensi darah, baik yang berbentuk cuff air raksa (sphygmomanometer) maupun alat digital yang lain. Alat ini penting untuk mengukur penambahan tensi darah diatas normal yang diperlihatkan oleh angka systolic (sisi atas) serta angka bawah (diastolic) pada kontrol tensi darah memakai alat pengukur tensi darah yang baik.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Bahaya Ga Sih Ada Kandungan Alkohol Dalam Skincare?

21-09-2018 16:54

Alkohol seringkali digunakan sebagai salah satu bahan dalam skincare ataupun kosmetik. Banyak orang yang menghindari kandungan alkohol saat ingin memilih produk skincare dan kosmetik karena beranggapan jika alkohol dapat membawa dampak buruk pada kesehatan kulit. Alkohol memang terkenal sebagai kandungan "berbahaya" yang dianggap dapat menyebabkan kulit iritasi, kering bahkan bersifat karsinogenik. Namun ternyata, anggapan jika alkohol berbahay ternyata salah besar. Jika memang berbahaya, maka produk kosmetik atau skincare tidak akan dapat beredar luas dan tidak akan mendapat ijin BPOM, namun nyatanya banyak produk beralkohol yang mengantongi ijin BPOM yang berarti aman untuk digunakan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan beauty vlogger asal korea selatan, ia mengatakan jika alkohol merupakan produk yang aman digunakan untuk kulit dan ada beberapa manfaat dari alkohol yang ada dalam sebuah produk kosmetik maupun makeup seperti berikut ini : 1. Alkohol sebagai pelarut Alkohol merupakan pelarut yang sangat baik untuk bahan lain yang ada dalam produk sehingga kandungan dalam produk skincare atau kosmetik tersebut dapat terformulasikan secara baik dan bekerja maksimal pada kulit. 2. Alkohol sebagai pengawet Alkohol berperan penting untuk mencegah formula produk agar tidak terkontaminasi oleh kuman, bakteri dan jamur sehingga formula produk tidak akan berubah dan dapat bekerja maksimal saat diaplikasikan pada kulit dan produk pun tetap higienis. Alkohol juga akan menambah masa kadaluarsa produk sehingga dpaat lebih lama digunakan. 3. Alkohol akan mengurangi kadar minyak pada kulit Efek ini pasti akan sangat disenangi oleh orang dengan tipe kulit berminyak karena dapat menggunakan produk mengandung alkohol serta mampu mengurangi kadar minyak berlebih pada kulit. Namun proses tersebut bersifat sementara dan kandungan alkohol tidak akan mengganggu atau mengubah secara signifikan produksi minyak alami pada kulit. 4. Alkohol dapat meringankan tekstur produk Kandungan alkohol dalam produk skincare dan kosmetik dapat meringankan tekstur formula produk sehingga saat diaplikasikan pada kulit maka akan memberikan efek ringan.

Featured Image
Pentingnya Memahami Istilah Kuretase dan Resikonya

17-12-2019 16:08

Pastinya pernah mendengar istilah kuretase terutama bagi anda kaum hawa,kata kuret ini berkaitan dengan keguguran. Di mana setelah seorang wanita mengalami kehamilan kemudian keguguran maka ibu ini akan dikerut untuk membersihkan rahim. Agar dapat mengetahui lebih dalam mengenai kuret ini, simak yuk penjelasannya berikut ini.  Di dalam bahasa medis kuret yang dikenal dengan nama D&C (dilation and curretage) atau di dalam bahasa Indonesia disebut dengan dilasi dan kuretase. Tindakan kuretase merupakan suatu prosedur operasi dilasi yang dilakukan sesudah wanita mengalami keguguran ketika usia kandungan pada trimester pertama. Kuretase ini mengacu pada pembukaan atau pelebaran leher rahim karena leher rahim tidak dapat trebuka dengan sendirinya setelah mengalami keguguran. Lain halnya ketika proses melahirkan maka tubuh ibu secara otomatis akan merangsang pelebaran leher rahim dan juga dengan bantuan dari dorongan kepala bayi. Tetapi pada saat keguguran tidak mengalami pelebaran leher rahim sehingga perlu adanya tindakan dilasi untuk mebuka leher rahim. Sesudah dilasi tersebut barulah dilakukan tindakan kuretase yang bertujuan untuk membersihkan isi rahim dari jaringan abnormal. Dan ternyata tindakan kuretase tidak hanya dilakukan setelah mengalami keguguran tetapi juga diperlukan pada saat :   Aborsi atau sesudah melahirkan   Tindakan dilasi dan kuretase dibutuhkan untuk membuang jaringan di dalam rahim selama atau setelah terjadinya keguguran atau aborsi. Sedangkan sesudah melahirkan, dilasi serta kuretase perlu dilakukan untuk membuang sisa-sisa dari placenta. Dilakukannya pembersihan ini untuk mencegah infeksi atau pendarahan hebat.   Pengobatan untuk kelainan rahim   Dilasi serta kuretase dapat membantu untuk mendiagnosis dan juga untuk mengobati adanya pertumbuhan kelainan jaringan pada rahim seperti polip, fibroid, endometriosis, ketidakseimbangan hormonal atau[un kanker rahim. Contoh atau sampel dari jaringan rahim tersebut akan diperiksa untuk mengetahui ada atu tidaknya kelainan sel rahim. Tindakan kuretase pada prosedur yang paling awal dilakukan adalah dilasi baru kemudian kuretase. Untuk semua prosedur tersebut pada umumnya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit. Langkah-langkah yang dilakukan saat proses kuret biasanya adalah sebagai berikut :   Dilatasi   Yaitu pelebaran yang dilakukan untuk bisa mencapai rahim. Dokter ahli obgyn akan membuka vagina anda dan kemudia melebarkan rahim dengan secara perlahan sehingga dapat mencapai rahim. Setelah leher rahim melebar kemudian diberikan obat agar leher rahim dapat lunak. Dokter juga akan memberikan obat mati rasa agar pasien tidak merasa kesakitan.   Kuretase   Sesudah proses dilasi selesau maka dokter akan mencapai rahim dan melakukan tindakan kuretase yang fungsinya untuk membersihkan rahim.  Adakah resiko atau terjadi komplikasi setelah dilakukan kuretase?  Kasus terjadinya resiko atau komplikasi setelah kuretase sangat jarang ditemukan namun sekitar 16% wanita yuang pernah menjalani tindakan kuret ini dapat membentuk jaringan parut di dalam rahim atau di sekitar leher rahim. Hal tersebut dikenal sebagai sindrom asherman yang dapat menyebabkan ketidaksuburan serta perubahan siklus menstruasi. Sindrom ini dapat disembuhkan dengan melakukan operasi lagi untuk menghilangkan jaringa parut tersebut. Namun bila mengalami keguguran pada usia kehamilan di atas 20 minggu maka kemungkinan besar dapat terjadi komplikasi lainnya seperti infeksi, pendarahan berat, perforasi dinding rahim. Ini akibat dari rahim yang mengembang lebih besar dan lebih tipis selama kehamilan.   Tentunya setelah penjelasan di atas, tindakan kuret perlu dilakukan pada klinik yang terjamin legalitasnya. Klinik Raden Saleh  adalah salah satunya, klinik legal yang telah tersertifikasi dan memiliki dokter ahli spesialis kandungan (SP.oG) yang akan membantu proses kuret lebih aman dan meminimalisir dampak dari tindakan kuret tersebut. Apalagi saat ini tersedia informasi mengenai prosedur kuret yang beredar di dunia maya tetapi proses kuret yang salah. Seperti menggunakan obat sebagai cara menggugurkan kandungan  tetapi tidak menggunakan dosis yang tepat, justru tindakan yang demikian dapat berdampak buruk. Karena tidak semua ibu hamil dapat menggunakan metode ini apalagi bila :   Alergi terhadap obat tersebut Mengalami kehamilan ektopik Memiliki gangguan perdarahan Memiliki penyakit ginjal, paru-paru, penyakit hati Sedang menggunakan KB Telah minum obat kortikosteroid   Bahaya dari penggunaan obat tersebut tentunya tidak bisa dianggap sebagai seuatu yang sepele. Maka pertimbangkan dan lakukan dengan cara yang aman dan sempurna agar terhindar dari terjadinya komplikasi atau resiko akibat dari obat tersebut. Selain itu juga dapat menimbulkan resiko seperti pendarahan yang hebat sehingga jika tidak segera ditangai oleh dokter kandungan akan dapat menyebabkan pendarahan dan bahkan kematian akibat kehabisan darah. Jangan gunakan obat aborsi atau jamu aborsi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan dan menimbulkan resiko kesehatan lainnya.       

Featured Image
Setelah Alami Keguguran, Perlukah Menjalani Kuret?

31-08-2024 20:14

Keguguran merupakan peristiwa yang umum terjadi pada wanita hamil. Kehamilan dianggap mengalami keguguran jika kehamilan hilang secara spontan sebelum usia kandungan memasuki minggu ke-20.  Setelah mengalami keguguran, tubuh wanita mungkin akan mengeluarkan jaringan janin dengan sendirinya. Namun, kemungkinan wanita juga mengalami “keguguran tidak lengkap”, yaitu ketika perdarahan uterus gagal membersihkan rahim. Terutama pada keguguran yang terlewat, yaitu saat tubuh ibu lalai menyadari bahwa janinnya telah mati, juga mungkin terjadi.  Alasan Kuret Perlu Dilakukan setelah Keguguran Setelah keguguran, wanita biasanya memiliki tiga pilihan. Di antaranya adalah obat untuk menginduksi keguguran, menunggu untuk melihat apakah keguguran akan terjadi dengan sendirinya, atau pelebaran dan kuretase.  Prosedur  kuret  melibatkan pelebaran serviks dan menggunakan alat khusus untuk menghilangkan isi rahim, dan membantu mencegah infeksi dan komplikasi setelah keguguran.  Dilatasi dan kuret merupakan prosedur bedah singkat. Pada prosedur ini, serviks dilatasi dan alat khusus digunakan untuk mengikis lapisan rahim. Kondisi yang Harus Lakukan Prosedur Kuret Setelah mengalami keguguran, mungkin kamu perlu dikuret karena salah satu dari beberapa alasan berikut : Menghapus jaringan di dalam rahim selama atau setelah keguguran atau aborsi untuk menghapus bagian-bagian kecil plasenta setelah melahirkan. Ini juga membantu mencegah infeksi atau pendarahan hebat.  Diagnosis atau obati perdarahan uterus yang abnormal. Kuret dapat membantu mendiagnosis atau mengobati pertumbuhan seperti fibroid, polip, ketidak seimbangan hormon, atau kanker rahim. Sampel jaringan uterus akan dokter lihat di bawah mikroskop untuk memeriksa sel-sel abnormal.  Prosedur kuret hanya membutuhkan waktu 10-15 menit, tetapi kamu perlu tetap di rumah sakit hingga lima jam. Sedangkan waktu pemulihan total dari prosedur kuret adalah sekitar dua minggu. Sebagian besar wanita akan mengalami rasa sakit dan kram pasca operasi yang biasanya berlangsung 3-4 hari, serta bercak yang dapat bertahan hingga dua minggu.  Rasa nyeri setelahnya dapat kamu kelola dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Setelah melakukan kuret, wanita biasanya perlu menghindari hubungan seksual selama beberapa minggu setelah prosedur. Meski begitu, kamu dapat bekerja kembali beberapa hari setelah kuret.  Manfaat Menjalani Kuret setelah Keguguran Berikut ini beberapa manfaat menjalani kuret setelah mengalami keguguran : Mempersingkat proses gejala fisik Kuret merupakan tindakan medis yang bisa kamu jadwalkan, sedangkan keguguran alami dapat berlangsung selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Selain mengurangi gejala fisik seperti pendarahan dan kram, dalam beberapa kasus, seseorang mungkin memilih kuret untuk mengatasi trauma emosional langsung dari keguguran. Meminimalisasi nyeri fisik Kuret dapat kamu lakukan dengan anestesi atau sedasi, dan obat pereda nyeri dapat dokter berikan. Beberapa orang mengalami kram ringan setelah kuret. Namun, biasanya secara fisik dapat kembali ke rutinitas normal dalam satu atau dua hari. Menurunkan risiko tertentu Keguguran yang tidak lengkap memungkinkan terjadinya risiko. Misalnya, sisa-sisa jaringan kehamilan dapat menyebabkan pendarahan dan infeksi yang berkepanjangan. Prosedur kuretase umumnya tergolong aman, tapi seperti halnya operasi apapun, kuret juga memiliki risiko tersendiri. Hanya saja, sebagian besar komplikasi yang mungkin terjadi dapat kamu obati.  Sisa kehamilan tidak terlihat Melihat jaringan sisa kehamilan (seperti sisa-sisa janin) dapat membuat pengalaman keguguran menjadi lebih traumatis. Selama kuret, kamu tidak akan melihat jaringan yang diangkat.  Mengurangi kemungkinan prosedur medis selanjutnya Jika kamu mengalami keguguran dan pendarahan terus berlanjut, jaringan belum sepenuhnya luruh, atau mengalami infeksi. Oleh karenanya, penanganan medis (termasuk kuret) perlu dokter lakukan untuk mencegah komplikasi. Menjalani kuret akan menangani banyak masalah medis di awal, sehingga prosedur medis lebih lanjut dapat kamu cegah.  Untuk menjalani tindakan kuret harus dilakukan Dokter Spesialis Kandungan ObGyn (Sp.OG). Klinik Raden Saleh merupakan Fasilitas layanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan wanita secara spesialistik (dalam bidang kuret). Dengan ditangani langsung oleh dokter spesialis kandungan SpOG. Klinik kuret ini mengutamakan kesejahteraan wanita dengan memberikan perawatan khusus di bidang ginekologi, dengan fokus pada prosedur penting pengangkatan jaringan dari rahim yang dikenal dengan istilah kuret. Terletak di Jln. Raden Saleh Jakarta yang dinamis, klinik kami berdedikasi untuk menawarkan layanan medis ahli Kuret dalam mengutamakan lingkungan yang nyaman dan penuh kasih.

...