Waktu Posting : 11-06-2024 23:54 | Dibaca : 406x
Dari dulu hingga kini, stroke termasuksalah satu penyakit yang paling ditakuti. Penyakit ini terjadi ketika jaringan otak tidak berfungsi dengan baik dan aliran darah serta oksigen ke dalamnya kurang. Hingga saat ini, diketahui setidaknya ada beberapa hal yang dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko stroke, di antaranya :
1. Tingginya Tekanan Darah
Penyebab paling umum terjadinya stroke adalah tingginya tekanan darah, atau dalam dunia medis disebut hipertensi. Sebaiknya kamu waspada akan ancaman stroke jika memiliki tekanan darah lebih dari 140/90.
2. Kebiasaan Merokok
Memiliki kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Pasalnya, nikotin yang terkandung di dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah (penyebab paling umum dari stroke). Selain itu, asap rokok juga dapat menyebabkan lemak di arteri leher utama menumpuk, darah menjadi lebih kental, dan lebih rentan membeku. Bahaya rokok ini juga perlu diwaspadai oleh mereka yang sering terpapar asap rokok, lho.
3. Mengidap Penyakit Jantung
Penyakit jantung dan stroke memang bisa dibilang memiliki hubungan yang erat. Pasalnya, orang yang mengidap penyakit ini lebih rentan terserang stroke, dibanding yang tidak. Hal ini tak terlepas dari fungsi jantung yang sangat vital, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh. Berbagai gangguan pada jantung yang dimaksud dalam hal ini termasuk fibrilasi atrium, kerusakan katup jantung, detak jantung yang tidak teratur, dan arteri yang tersumbat karena timbunan lemak.
4. Genetik
Faktor ini cukup berpengaruh pada risiko stroke seseorang. Artinya, jika kamu memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke, risiko kamu untuk bisa mengalami kondisi serupa akan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri dan keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
5. Obesitas
Jika obesitas disebut-sebut bisa sebabkan stroke, jawabannya tentu iya. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang tertuang dalam Obesity and Stroke Fact Sheet dari Obesity Action Coalition, yang menjelaskan bahwa peluang untuk terkena stroke dapat meningkat pada orang yang kelebihan berat badan, tak peduli pria ataupun wanita. Selain itu, obesitas juga menjadi faktor risiko untuk hipertensi, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan stroke.
6. Kolesterol Tinggi yang Tak Terkontrol
Kolesterol yang kadarnya terlalu tinggi akan membentuk lapisan pada dinding-dinding pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menjadi sempit, sehingga sel-sel darah pun menjadi sulit mengalir ke seluruh tubuh. Jika aliran darah terhambat, risiko penyakit berbahaya seperti stroke pun meningkat.
7. Mengidap Diabetes
Diabetes bisa dibilang penyebab tidak langsung terjadinya stroke. Hal ini karena orang yang mengidap penyakit ini biasanya lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi dan cenderung obesitas. Kedua kondisi itu dapat meningkatkan risiko stroke. Terlebih, diabetes dapat membuat pembuluh darah menjadi rusak, sehingga stroke jadi lebih mungkin terjadi.
8. Usia
Meski bukan faktor penentu utama (karena siapapun bisa mengalami stroke), usia nyatanya dapat meningkatkan risiko. Secara umum, peluang seseorang untuk terserang stroke akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah berusia lebih dari 55 tahun.
9. Gender
Pada usia yang sama, jika dibandingkan, wanita memiliki risiko yang lebih kecil ketimbang pria, untuk mengalami stroke. Namun, bukan berarti wanita terbebas dari risiko stroke, lho. Mengingat penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tanpa pandang bulu. Hanya saja, kemungkinan stroke pada wanita baru meningkat ketika telah menginjak usia lanjut.
Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Cegah penyakit ini dengan menerapkan gaya hidup sehat. Jika kamu merasa berisiko mengalami penyakit ini, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter maupun mengonsumsi obat sesuai petunjuk ahli farmasi. Kunjungi websitenya di https://pafisorongkab.org/.
16-02-2022 16:31
Restrukturisasi dan perombakan komposisi di tubuh PT Pertamina (Persero) rupanya belum membawa angin segar bagi perusahaan pelat merah tersebut. Kinerja Pertamina terutama keuangan organisasi terus memburuk sepanjang reformasi. Hal ini bisa dilihat dari laporan keuangan yang menunjukan keuntungan yang menurun, sementara utang terus meningkat. Keuntungan Pertamina yang terus menurun bisa dilihat mulai dari tahun 2017, laba tahun berjalan Pertamina mencapai 2.70 miliar USD, selanjutnya tahun 2018 senilai 2.72 miliar USD, lalu tahun 2019 senilai 2,62 miliar USD,Pada 2020 laba Pertamina tidak mencapai miliaran dolar lagi, yakni senilai 731,46 juta USD, bahkan semester 1 tahun 2021 laba hanya tersisa 264, 56 juta USD. Ditengarai sebelum jabatan Presiden Jokowi berakhir, Pertamina sudah bubar dan berada di bawah pengawasan debt collector. Disisi lain, Pertamina menuai berbagai masalah dalam sejumlah proyeknya, diantaranya proyek kilang yang gagal, proyek pembelian TPPI yang diduga banyak skandal dan masalah, pembelian blok Rokan yang mewariskan banyak masalah, hingga terakhir mega proyek solarisasi sawit dan gasifikasi batu bara. Dua mega proyek itulah yang paling menguras stamina keuangan Pertamina. Dimana proyek ini membutuhkan minyak sawit sebagai bahan baku pencampur solar senilai kurang lebih Rp 100 triliun. Sedangkan proyek gasifikasi batu bara dibutuhkan sekitar Rp150 triliun untuk membeli batu bara sebanyak 100 juta ton. Ini uang besar bagi pendapatan oligarki sawit dan batu bara. Bahkan menurut rekanan Pertamina, sejak Agustus 2021 hingga Februari 2022 pembayaran dari Pertamina macet. Dimulai dari ongkos sewa mobil sampai filling fee SPBE, semuanya belum dibayar. Rekanan Pertamina sudah mulai mengeluh di mana keuntungan hanya 10% tetapi pembayaran sangat lama dan belum pasti akan dibayar kapan.
04-07-2024 07:52
Kelas karyawan semakin populer di kalangan pekerja yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka. Namun, mengikuti kelas sambil bekerja seringkali menimbulkan stres yang dapat mengganggu kinerja dan prestasi akademis. Untuk membantu para mahasiswa kelas karyawan meraih kesuksesan dan mengatasi stres, Ma'soem University memberikan beberapa tips yang sangat berguna. Tips Mengatasi Stres 1. Kelola Waktu Dengan Baik Manajemen waktu yang baik sangat penting dalam mengatasi stres di kelas karyawan. Pastikan untuk membuat jadwal belajar yang realistis dan disiplin dalam menaatinya. Banyak waktu yang terbuang hanya karena kurangnya perencanaan yang baik. 2. Manfaatkan Dukungan Keluarga dan Teman Dukungan dari keluarga dan teman-teman dapat sangat membantu dalam mengurangi stres. Diskusikan perasaan dan tantangan yang dihadapi dengan orang-orang terdekat, agar Anda merasa didukung dan tidak sendirian. 3. Jaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran Tubuh yang sehat akan membantu mengatasi stres dengan lebih baik. Pastikan untuk memiliki pola makan yang sehat, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup. Tetapkan waktu untuk relaksasi dan hiburan yang positif untuk mengurangi beban mental. 4. Jangan Ragu untuk Meminta Bantuan Jangan segan untuk meminta bantuan dari dosen dan kolega sekelas. Jika Anda mengalami kesulitan dalam memahami materi, mintalah penjelasan tambahan atau bergabung dalam kelompok belajar. Sukses di Kelas Karyawan Untuk sukses di kelas karyawan, hal penting lainnya adalah memiliki motivasi tinggi dan strategi belajar yang efektif. Ma'soem University menawarkan program kelas karyawan di Bandung dengan penjadwalan yang fleksibel, sehingga membantu para pekerja untuk tetap fokus pada pendidikan mereka tanpa harus mengorbankan pekerjaan. Dengan didukung oleh dosen-dosen berkualitas dan kurikulum yang relevan dengan dunia kerja, mahasiswa kelas karyawan di Ma'soem University memiliki banyak kesempatan untuk meraih prestasi akademis yang gemilang. Mengatasi stres adalah kunci utama dalam hal ini, dan dengan menerapkan tips di atas, Anda dapat memaksimalkan potensi Anda dan mencapai tujuan pendidikan Anda. Ma'soem University menyadari betapa pentingnya kesejahteraan mahasiswa, terutama bagi mereka yang mengikuti kelas karyawan. Sebagai universitas yang peduli akan kesejahteraan mahasiswanya, Ma'soem University senantiasa memberikan dukungan dan saran-saran bermanfaat agar mahasiswa kelas karyawan dapat meraih kesuksesan tanpa harus terlalu terbebani stres. Jika Anda tertarik untuk mengembangkan karir Anda melalui kelas karyawan di Bandung , Ma'soem University siap menjadi mitra pendidikan yang dapat membantu mewujudkan impian Anda. Dengan mengikuti tips mengatasi stres dan menerapkan strategi belajar yang efektif, Anda akan semakin mendekati kesuksesan dalam menyelesaikan pendidikan kelas karyawan Anda. Dengan demikian, menjalani kelas karyawan di Ma'soem University bukan hanya tentang belajar, tetapi juga tentang mencapai potensi terbaik Anda dengan cara yang seimbang dan bermakna. Raih prestasi, atasi stres, dan jadilah pribadi yang sukses dalam karir dan pendidikan Anda! Jadi, tunggu apalagi? Segera bergabung dengan Ma'soem University dan raih kesuksesan bersama
22-06-2018 01:18
Momen lebaran merupakan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim. Biasanya saat lebaran akan tersedia banyak sajian yang dihidangkan yang pada umumnya mengandung santan dan lemak yang tinggi. Lemak tersebut akan menumpuk pada bagian tubuh terutama pada perut. Kondisi seperti ini bisa dialami baik oleh pria maupun wanita. Lemak yang tertimbun dalam perut pasti akan membuat tak nyaman dan dapat meningkatkan risiko penyakit akibat kelebihan berat badan. Berikut tips diet sehat yang dapat dilakukan untuk mengikis lemak usai lebaran.. Istirahat yang cukup Tidur kurang dari 6 jam sehari dapat menganggu kebuuhan insulin dalam tubuh dalam mengontrol gula darah. Tubuh akan melepaskan sejumlah hormon yang menjadi faktor utama menambah berat badan. Sebaiknya cukupi kebutuhan istirahat dengan tidur selama 7 hingga 8 jam sehari. Olahraga teratur Olahraga yang baik untuk mengatasi masalah lemak dalam tubuh setelah lebaran yaitu dengan latihan cardio, seperti jalan cepat, bersepeda, jogging, lari dan berenang. Lakukanlah selama 30 menit sehari sebanyak 3 hingga 5 hari dalam seminggu. Diet seimbang Mengurangi porsi makan terutama jatah lemak dalam sehari menjadi salah satu cara mengatasi lemak berlebih pada tubuh. Gantilah dengan mengonsumsi makanan dengan kadar protein tinggi dan rendah karbohidrat. Cara ini efektif menghilangkan lemak dalam tubuh dengan cepat. Mencukupi kebutuhan cairan tubuh Mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas sehari dapat membantu mengoptimalkan sistem metabolisme tubuh. Cairan tubuh yang terpenuhi juga akan menjaga kerja hati yang terus mengolah kadar lemak berlebih yang ada dalam tubuh. Konsumsi camilan sehat Saat tubuh lapar dan kadar gula menurun bisa disiasati dengan mengonsumsi camilan sehat diantara makan besar sebanyak 2 hingga 3 kali untuk mengurangi penumpukan lemak dalam tubuh.