Waktu Posting : 02-06-2014 06:41 | Dibaca : 2536x
23-06-2024 04:24
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) menjadi tempat bersatunya para ahli farmasi, khususnya asisten apoteker, untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam industri farmasi. Keanggotaan dalam PAFI bukan hanya formalitas, melainkan juga jalan menuju peningkatan pelayanan, pengakuan, pengaruh, dan kemampuan menghadapi perubahan dalam dunia farmasi. Ada beberapa keuntungan jika bergabung PAFI, seperti tersebut di bawah ini : Meningkatkan Kualitas Pelayanan Keanggotaan dalam PAFI memberikan akses asisten apoteker terhadap informasi terbaru mengenai ilmu farmasi dan teknologi terkini. Dalam organisasi ini, mereka dapat memperoleh pelatihan dan mengikuti seminar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sehingga pelayanan yang diberikan dapat lebih berkualitas dan profesional. Pengakuan dan Reputasi Sebagai anggota PAFI, asisten apoteker mendapatkan pengakuan sebagai tenaga kesehatan dengan kompetensi dan kredibilitas tinggi di bidang farmasi. Hal ini bukan hanya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap apoteker, tetapi juga membangun jaringan dan hubungan dengan sesama ahli farmasi, memberikan pengalaman berharga dalam dunia farmasi. Pengaruh pada Kebijakan dan Regulasi PAFI memiliki peran penting dalam menentukan kebijakan dan regulasi di bidang farmasi. Keanggotaan dalam organisasi ini memberikan kesempatan kepada asisten apoteker untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, memberikan masukan berharga, dan berkontribusi pada pembentukan kebijakan farmasi di Indonesia. Menghadapi Tantangan dan Perubahan Sebagai tenaga kesehatan di bidang farmasi, asisten apoteker harus mampu menghadapi tantangan dan perubahan yang terus berkembang. Keanggotaan dalam PAFI memberikan mereka akses kepada informasi dan dukungan yang diperlukan untuk menghadapi dinamika dunia farmasi, serta kesempatan untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi. Kolaborasi dan Pertukaran Pengetahuan PAFI juga menyediakan platform bagi asisten apoteker untuk berkolaborasi dan bertukar pengetahuan. Dalam dunia farmasi yang terus berkembang, kerjasama ini memberikan manfaat ganda, memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan asisten apoteker melalui pembelajaran dari pengalaman sesama anggota. Mendukung Inovasi dan Riset Keanggotaan dalam PAFI memungkinkan asisten apoteker untuk mendukung inovasi dan riset di bidang farmasi. Mereka dapat terlibat dalam proyek-proyek kolaboratif yang mendukung pengembangan obat-obatan baru dan penelitian-penelitian yang memajukan ilmu farmasi, sehingga memberikan kontribusi positif pada pembaruan dalam bidang kesehatan. Advokasi Hak Profesi PAFI tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas individu, tetapi juga memperjuangkan hak dan kepentingan kolektif asisten apoteker. Sebagai wadah advokasi, PAFI dapat memastikan bahwa suara dan aspirasi asisten apoteker didengar, dan hak-hak mereka diakui dan dihormati di tingkat nasional. Penguatan Etika Profesi Dalam PAFI, asisten apoteker dapat terlibat dalam diskusi dan pelatihan terkait etika profesi. Ini membantu memastikan bahwa setiap anggota mematuhi standar etika yang tinggi dalam memberikan pelayanan farmasi, membangun kepercayaan masyarakat dan menjaga integritas profesi. Akses Informasi Privileged PAFI sering kali memiliki akses informasi privilese, termasuk perkembangan terkini dalam teknologi farmasi. Keanggotaan dalam organisasi ini memberikan asisten apoteker keunggulan dalam menerapkan teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan di apotek. Pengembangan Karir Terakhir, keanggotaan dalam PAFI dapat membantu asisten apoteker dalam pengembangan karir mereka. Dengan akses ke jaringan profesional dan peluang pembelajaran terus-menerus, asisten apoteker dapat merencanakan dan meraih potensi penuh dalam perjalanan karir mereka dalam industri farmasi. Keanggotaan dalam Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) bukan hanya simbolis, melainkan merupakan langkah krusial untuk memajukan profesionalisme asisten apoteker di Indonesia. Dengan meningkatkan kualitas pelayanan, memperoleh pengakuan dan reputasi yang tinggi, memiliki pengaruh pada kebijakan dan regulasi, serta mendapatkan dukungan dalam menghadapi tantangan, asisten apoteker dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik. Sebuah keputusan bijak untuk mencapai kesuksesan dalam karir dan memberikan kontribusi positif pada perkembangan farmasi di tanah air. Oleh karena itulah, tak perlu ragu untuk sekarang mendaftar bergabung sekarang juga di PAFI melalui alamat situs https://pafikwandang.org /.
04-08-2014 08:38
1. Gunakan air bersih untuk memasak mie,jangan gunakan air sisa rebusan mie. 2. Masukan mie ketika air yang direbus sudah mendidih. 3. Masaklah mie hingga matang, jangan dimasak setengah matang karena masih ada zat lilin yang melapisi lapisan mie belum lepas. 4. Jika anda membuat mie goreng maka pisahkan mie dengan air rebusan mie hingga mie sedikit kering, namun jika anda membuat mie rebus maka jangan memakai air rebusan sebagai kuah tapi masaklah air bersih lagi untuk kuahnya. Baca juga :Pencetus Penyakit Diabetes 5. Gunakanlah sebagian dari bumbu bawaan mie saja, karena bumbu bawaan mie mengandung banyak pengawet. Dan alangkah baiknya anda mengunakan bumbu buatan sendiri untuk merendahkan konsumsi pengawet pada bumbu. 6. Pakai minyak zaytun sebagai pengganti minyaknya. 7. Minum habbasy oil 1 - 2 kapsul 1 jam sebelum konsumsi mie instan agar kadar toksin pengawet, penyedap, dan lilinnya bisa tereduksi. Baca juga : Tips Kembali Langsing Usai Lebaran Â
07-09-2014 23:46
Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita. Penyebab Kanker Serviks Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV. Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks. Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim. Gejala Kanker Serviks Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa: Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil. Nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah. Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi. Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain: Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan. Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki. Masalah urinasi/buang air kecil. Berat badan turun drastis. Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih. Penanganan Kanker Serviks Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.