Waktu Posting : 06-05-2016 15:56 | Dibaca : 2139x
06-09-2018 02:13
Dehidrasi bisa terjadi saat tubuh kehilangan banyak cairan dalam jumlah yang cukup banyak sehingga tubuh perlahan akan kehilangan kemampuan untuk berfungsi secara normal. Dehidrasi bisa terjadi secara akut (sementara) maupun dehidrasi kronis (dalam jangka panjang). Penyebab dehidrasi akut pada umumnya akibat kejadian tertentu seperti olahraga yang terlalu keras hingga diare atau muntah. Sementara dehidrasi kronis pada umunya terjadi akibat gaya hidup seperti jarang minum atau mengonsumsi air yang tidak bersih. Menurut penelitian, sekitar 75% masyarakat Indonesia menderita dehidrasi kronis. Jika dehidrasi terus dibiarkan maka akan menimbulkan beragam masalah kesehatan pada tubuh karena air merupakan komponen penyusun tubuh yang sangat penting. Sekitar 60% tubuh tersusun dari air dan 75% dari otot, 85% dari otak manusia terdiri dari air. Jika tubuh mengalami dehidrasi maka dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada sistem organ seperti : 1. Pencernaan Kurang cairan dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi. Disarankan untuk mengonsumsi makanan sumber serat dan banyak minum agar tidak terjadi sembelit. Mengonsumsi banyak cairan juga dapat menurunkan risiko kanker kolektoral terutama pada bagian distal (ujung usus). 2. Saraf Kurang cairan pada tubuh dapat menyebabkan tubuh kehilangan fokus bahkan penurunan kesadaran. Mengonsumsi banyak cairan kerap dikaitkan dengan penurunan intensitas migrain. 3. Saluran kemih dan Ginjal Banyak ahli sepakat jika kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Dehidrasi berkaitan dengan munculnya penyakit batu ginjal serta gagal ginjal kronis. 4. Kandungan Selama masa kehamilan, dehidrasi dapat menyebabkan berkurangnya jumlah cairan ketuban. Cairan yang cukup juga sangat diperlukan untuk ibu menyusui agar ASI lancar. 5. Peredaran darah Dehidrasi dapat dikaitkan dengan meningkatnya kekentalan plasma darah. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan munculnya risiko DVT (deep vein thrombosis) serta emboli pulmoner, penyakit jantung koroner dan penurunan tekanan darah).
16-08-2014 06:50
Tak susah dilukiskan, untuk memperoleh kulit sehat serta indah sesungguhnya gampang. Hal yang pertama kali mesti di ketahui ialah apa tipe kulit Anda. Hal semacam ini mempunyai tujuan untuk mengenal perawatan serta produk kecantikan apa yang sesuai serta pas untuk Anda. Pada intinya, jenis kulit bergantung dari berbagai aspek seperti kandungan air di kulit yang berpengaruh pada kenyamanan serta keelastisan kulit, kandungan minyak yang punya pengaruh pada kelembutan kulit, dan tingkat sensitivitas kulit. Pada umumnya, jenis kulit dibagi 5, yakni normal, berminyak, kering, peka, serta campuran. Bersamaan dengan bergulirnya waktu, jenis kulit Anda bisa mengalami perubahan. Umpamanya, saat remaja, Anda bertipe kulit berminyak namun saat Anda telah dewasa jadi jenis kulit normal. Baca juga : Kenali Posisi Tidur yang Terbaik Bagi Anda Di bawah ini panduan kecantikan yang dapat Anda kenali serta praktikan perawatannya sesuai tipe/jenis kulit : Kulit Jenis Normal Kulit jenis normal mempunyai karakteristik tak terlampau berminyak serta tak terlampau kering. Ciri-cirinya : · Pori-pori tak tampak besar. · Tak terlampau sensitif · Keseluruhannya, kulit normal tampak halus Untuk menjaga kulit tipe normal, manfaatkanlah pembersih muka yang lembut. Dinginkan kulit dengan menyajikan toner yang menawarkan kesegaran. Paling akhir, berikan pelembab serta pijat dengan jemari. Kulit Jenis Campuran Kulit jenis campuran mempunyai karakteristik kering atau mungkin normal di bagian khusus serta berminyak di bagian yang lain seperti bagian T (hidung, kening, serta pipi). Umumnya orang mempunyai jenis kulit campuran. Ciri-cirinya : · Pori-pori melebar · Komedo · Kulit mengkilat Apabila Anda mempunyai jenis kulit campuran, cucilah muka saat pagi hari dengan pembersih muka untuk bersihkan kulit serta menghindari komedo. Saat malam, berikan cream pembersih pada bagian yang kering untuk menyeimbangkan minyak yang berlebihan. Kulit Jenis Kering Kulit jenis ini umumnya dikarenakan oleh berbagai aspek seperti genetik, hormon, dampak cahaya UV, penyembuhan serta lain-lainnya. Kulit kering dapat tampak dari kulit yang pecah-pecah, terkelupas, gatal, atau mungkin inflamasi. Ciri-cirinya : · Pori-pori kulit tak terlihat · Kulit kemerahan · Tak elastis · Garis kulit tampak terang Kulit kering dapat diatasi dengan berbagai langkah ; mandi janganlah terlampau lama serta terus-terusan, memakai sabun yang lembut di kulit, janganlah menggosok-gosok kulit terlampau keras, serta menggunakan pelembut usai mandi. Baca juga : Cara Mengelola Marah dengan Baik Kulit Jenis Berminyak Pada umumnya, kulit berminyak dapat dikarenakan oleh masa puber, hormon yang tak seimbang, stress atau mungkin kerap terpapar cahaya matahari serta terlampau lembab. Ciri-cirinya : · Pori-pori kulit membesar · Kulit mengkilat · Banyak komedo serta jerawat Untuk menjaga kulit jenis berminyak bisa dikerjakan dengan beberapa langkah gampang seperti janganlah terus-terusan bersihkan muka, menggosok-gosok muka janganlah terlampau keras, serta janganlah memencet atau mungkin memecahkan jerawat. Kulit Jenis Sensitif Bila Anda mempunyai jenis kulit ini, coba mencari tahu pemicunya. Kulit peka dapat disebabkan berbagai sebab, tetapi biasanya ialah disebabkan pemakaian produk kulit yang tak sesuai yang mengakibatkan keringnya kulit, hingga mempermudah timbulnya gatal-gatal. Ciri-cirinya ialah : · Kulit kemerahan · Gatal · Sensasi terbakar · Kering Janganlah membersihkan muka dengan sabun apabila Anda mempunyai kulit peka. Manfaatkanlah lotion pembersih ringan dengan kandungan hipoalergenik. Terapkan pelembab untuk memperkuat kulit serta menghindari iritasi.
11-06-2014 02:10
Assalamualaikum bu,ibu saya berumur 50thn,ia kena diabet,sbelumnya punya gangguan maag,akhir2 ini sering kambuh maagnya,attensi darahnyapun mulai dlu rendah,Ɣªήğ ingin sy tanyakan gmn crnya mengatasi maagnya biar Ǧªªªк̲̣к̲̣к̲̣. Kambuh?sedangkan kl diabet mknya :) Ҩɑ̤̈̊к̲̣̣ bleh sring,hrs di takar.skian trimakasi atas jwbnya