Waktu Posting : 28-05-2014 03:26 | Dibaca : 4464x
25-04-2014 20:50
Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi) - Tidak semua kasus darah tinggi atau hipertensi terelakkan. Bila itu menjadi bagian dari hidup Anda, bagaimana bisa tetap sehat berdampingan dengan kondisi itu? Mungkin tak bisa ditumpas, tetapi darah tinggi bisa dijinakkan. Caranya? Prinsipnya seberapa bisa tekanan darah dipertahankan pada nilai yang optimal. Terlebih pada mereka yang berisiko, seperti ada keturunan darah tinggi. Demikian pula bila mengidap pula kencing manis (diabetes melitus), lemak darah abnormal (kolesterol, trigliserida), dan ada riwayat gangguan jantung. Darah tinggi bergabung dengan keadaan tersebut bersifat memperburuk. Bukan saja tidak bijak kelewat cepat minum obat medis, seberapa bisa tidak perlu minum obat dulu. Kalau tanpa minum obat tensi darah masih bisa ditekan normal, obat jangan dipilih dulu. Obat baru diminum apabila dengan cara-cara tanpa obat, tensi masih berada di atas normal. Sedapat mungkin tensinya optimal. Apa sajakah cara-cara tanpa obat itu? Baca juga : Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penyakit Kanker Pertama, bila berat badan lebih dari berat idealnya, turunkan dulu sampai ideal. Berat badan ideal diukur dengan BM (Body Mass Index), yakni berat badan (Kg) dibagi tinggi badan (M) pangkat dua. Bila indeksnya 23-25, berarti ideal. Di atas 25 kegemukan, di bawah 23 mungkin kurus. Seraya dengan menurunkan berat badan sampai ideal, perlu diet rendah garam. Bukan tawar sama sekali, melainkan membatasi saja. Tanpa sadar, konsumsi garam dari menu harian kita rata-rata lebih tinggi tiga kali lipat dari yang tubuh butuhkan. Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi) orang dengan kultur modern sering disebabkan oleh kelebihan sodium (natrium) dalam darah, khususnya pada tubuh yang salt sensitive. Hipertensi masyarakat di pedesaan yang hidupnya lebih papa, juga sering gara-gara menu hariannya yang serba asin (ikan asin, kecap asin). Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi (Hipertensi) Selain itu, perlu rutin bergerak badan (olahraga). Tak perlu olahraga atau senam khusus, dengan memilih rutin jalan kaki cepat ( brisk walking), dengan laju 100 M/menit, atau 6 Km/jam, selama 40-45 menit, lima kali seminggu, tensi darah diharapkan terbantu untuk turun. Berat badan menjadi ideal, diet rendah garam, dan gerak badan teratur, mendukung upaya penurunan tensi darah. Selebihnya cukup kalium (dari buah-buahan) dan kalsium. Kalium dan kalsium membantu mengendurkan tensi darah juga. Lain dari itu, jiwa juga perlu tenang, tidak stres, dan hidup tidak tergesa-gesa. Perlu ada waktu untuk bersilaturahmi, ada orang yang mau mendengar isi hati, berekreasi, dan perlu hidup lebih santai. Orang yang tak ada riwayat darah tinggi, tensinya bisa mendadak melonjak kalau pikirannya lagi gundah. Pada kasus demikian, langsung memberinya obat pun tidak arif karena tahu sejatinya dia bukan kasus darah tinggi sejati. Baca juga : Fakta Hubungan Perokok Dengan Kejadian Hipertensi Demikian pula orang yang takut kepada dokter (white coat hypertension). Begitu ketemu dokter, darahnya langsung tinggi. Namun, tak demikian kalau mengukurnya sendiri di rumah. Kasus demikian harus bijak ditanggapi. Memberinya obat berarti mencelakakan lantaran begitu keluar dari kamar praktik dokter, tensinya sudah normal lagi. Pemberian obat di sini hanya menambah anjlok tensi darahnya. Untuk mengganti obat medis bisa dicoba beberapa obat herbal yang terbuat dari bahan alami berkhasiat yang secara ilmiah sudah terbukti. Sebut saja mengkudu, buah naga, kulit manggis, daun sirsak, seledri, mentimun, belimbing, dan bawang putih. Kalau bisa pilih yang sudah buatan farmasi dan berizin Depkes karena pasti berbeda khasiatnya bila dikonsumsi langsung dari bahan mentahnya. Jus Ultra Noni tentu lebih berkhasiat dari sekian buah mengkudu yang Anda blender atau peras sendiri. Tak cukup makan mentahnya sebab butuh proses dengan teknologi tinggi untuk menyaripatikan zat berkhasiat yang ada dalam mengkudu.
28-04-2014 07:01
Beberapa Gangguan Kekurangan Iodium - Gangguan fisik akibat kekurangan Iodium menimbulkan beberapa dampak kesehatan bagi tubuh terutama untuk pertumbuhan tulang. Kandungan Iodium ini memang merupakan bagian zat gizi mikro bagi tubuh namun jika kebutuhannya tidak diberikan cukup oleh makanan yang dikonsumsi tentunya akan menyebabkan berbagai gangguan berbahaya bagi kesehatan anda. Anda yang sebelumnya kurang memperhatikan pemenuhan zat gizi mikro seperti halnya mineral Iodium ini sebaiknya perlu melakukan pembenahan diri agar terhindar dari berbagai dampak kesehatan akibat kekurangan Iodium. Untuk memenuhi kebutuhan mineral Iodium ini anda dapat memperolehnya melalui konsumsi makanan seperti : a. Makanan laut: ikan-ikan laut ( tongkol, cumi-cumi , dll) b. Makanan hasil fortifikasi: ikan asin, garam, dan lain - lainnya c. Makanan nabati yang mengandung Iodium: bayam, dan lain-lainnya Dengan mengkonsumsi makanan yang kaya mineral Iodium ini, anda akan terhindar dari bahaya gangguan akibat penyakit kekurangan Iodium seperti halnya : 1. Penyakit gondok Manifestasi klinis akibat kekurangan kandungan Iodium bagi tubuh banyak diungkapkan dengan munculnya gangguan gondok. Penyakit gondok ini menimbulkan pembesaran pada bagian leher yang menyebabkan gangguan pada perputaran kepala anda untuk memandang daerah sekitarnya. Penyakit gondok ini memang terjadi karena kekurangan Iodium yang akut baik sejak anda kecil maupun saat anda beranjak dewasa. Kejadian penyakit gondok yang meningkat membuat pemerintah memberlakukan fortifikasi mineral Iodium pada garam sehingga masyarakat lebih mudah untuk mencukupi kebutuhannya berupa mineral Iodium ini. Kelainan penyakit gondok ini banyak terjadi pada kalangan pedesaan yang banyak mengkonsumsi sayur singkong. Selain kekurangan konsumsi Iodium, zat toksikan daun singkong juga mendukung terjadinya kelainan gondok pada masyarakat sehingga anda perlu melakukan pembatasan terhadap konsumsi daun singkong tersebut. Anda yang sekarang sedang menderita penyakit ini ada baiknya anda memeriksakannya ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang memadai serta menghindarkan diri anda dari kejadian penyakit gondok yang bertambah parah. Baca juga : Berbagai Penyebab Jerawat di Wajah 2. Penyakit kretin (kerdil) Seseorang yang memiliki pertumbuhan terbatas seperti halnya kerdil ini merupakan bagian penyakit yang disebabkan oleh kekurangan mineral Iodium. Dalam ilmu medis, penyakit kerdil sering disebut sebagai penyakit kretin. Penyakit satu ini memang tidak mengganggu fungsional tubuh secara menyeluruh namun ternyata keberadaannya memberikan gangguan anatomi tubuh seperti tinggi tubuh yang terbatas atau pendek. Dengan adanya gangguan ini sudah pasti me nyebabkan seseorang menjadi rendah diri karena postur tubuhnya berbeda dengan yang lainnya. Kelainan ini selain didukung dengan kekurangan Iodium di masa pertumbuhan ataupun dalam masa kandungan, ternyata juga dipengaruhi oleh hubungan genetik dengan keluarganya. Untuk itu, dalam mencegah terjadinya penyakit kretin ini, anda perlu melakukan konsumsi mineral Iodium yang memang memadai serta melihat riwayat kelainan penyakit keluarga agar tidak menimbulkan perasaan rendah diri yang berlarut-larut. 3. Kondisi tulang yang mudah mengeropos Tulang merupakan bagian padat yang menyongkong tubuh seseorang. Dengan adanya tulang ini, anda akan mampu berdiri tegak serta mampu membentuk kerangka tubuh anda. Bagian tulang mengandung kalsium, zat kapur serta Iodium yang membuatnya menjadi keras serta mengalami pertambahan panjang serta besar. Untuk itu, anda yang mengonsumsi mineral Iodium dengan jumlah asupan yang kurang dapat menyebabkan tulang anda menjadi mudah mengeropos karena kandungan tulang yang berisikan zat mineral Iodium juga berada dalam jumlah yang sedikit. Untuk mengatasi hal ini anda perlu melakukan konsumsi makanan yang kaya akan Iodium serta juga bisa ditambahkan dengan suplemen Iodium untuk menjaga asupan Iodium yang memadai jumlahnya sehingga kesehatan tubuh anda tetap terjaga. Baca juga : Rahasia Sembuhkan Marasmus Anak 4. Kekebalan tubuh yang menurun Berbagai mineral dalam tubuh merupakan nutrisi yang tepat untuk menjaga kekebalan tubuh dalam kondisi yang baik. Contohnya saja yaitu mineral Iodium yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh ini. Untuk itu, meskipun berbagai mineral seperti halnya Iodium ini dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit namun kehadirannya cukup penting untuk memberikan sistem fungsional tubuh yang berjalan lancar.
30-06-2024 00:19
Penyakit jantung menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Perlu diingat, penyakit ini tak hanya menyerang lanjut usia saja, namun anak muda juga berpotensi terserang penyakit jantung. Masih banyak anak muda yang menganggap remeh soal penyakit jantung. Terlebih, ada beberapa gejala dari penyakit ini yang disepelekan. Padahal, ciri-ciri penyakit jantung dapat muncul bahkan dari usia muda, lho. Apabila tidak terdeteksi dan segera mendapat tindakan, gejala tersebut bisa bertambah parah. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Selain hidup lebih sehat, cara ini turut meminimalisir terserang penyakit jantung di usia muda. Lantas, apa saja ciri-ciri penyakit jantung di usia muda? Simak pembahasannya dalam artikel ini. Meski baru menginjak usia muda, bukan berarti detikers tak dapat terserang penyakit jantung. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum-minuman alkohol, kurang tidur, dan ditambah jarang olahraga bisa membuatmu rentan terkena penyakit jantung. https://pafitarempakota.org/ Untuk lebih jelasnya, berikut sejumlah ciri-ciri penyakit jantung di usia muda : 1. Mengalami Nyeri Dada Ciri yang pertama adalah kerap mengalami nyeri dada. Hal ini bisa disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh arteri. Biasanya, rasa nyeri di dada akan berlangsung selama beberapa menit. Nyeri dada bisa terjadi kapan saja, baik saat beraktivitas maupun sedang istirahat. 2. Mudah Lelah Apakah detikers gampang lelah setelah melakukan aktivitas ringan hingga sedang? Jika iya, hal ini harus diwaspadai karena bisa menjadi ciri-ciri penyakit jantung di usia muda. Rasa lelah dapat disebabkan oleh berkurangnya pasokan oksigen dan darah ke otak serta otot. Jantung tidak bisa memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh. Alhasil, darah yang seharusnya dialirkan ke organ seperti otot-otot pada tangan atau kaki malah dialirkan ke jantung dan otak. Selain itu, rasa lelah yang muncul ketika bangun di pagi hari juga bisa menjadi indikasi masalah pada jantung. Apabila hal itu terjadi selama beberapa hari, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. 3. Tidur Mendengkur Banyak orang yang tidur sampai mendengkur atau ngorok. Namun, jika suara mendengkur begitu keras dan terdengar seperti terengah-engah, itu bisa menjadi pertanda Obstructive Sleep Apnea (OSA). OSA merupakan kondisi ketika dengkuran mengakibatkan terputusnya napas saat tidur. Kondisi itu dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah dan menimbulkan tumpukan karbon dioksida. Nah, OSA juga membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang nantinya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 4. Muncul Rasa Sakit di Tubuh Bagian Kiri Dalam beberapa kasus, seseorang mengalami rasa sakit atau nyeri pada anggota tubuh bagian kiri. Rasa sakit itu umumnya muncul pertama kali di dada, lalu menyebar ke bagian luar dada seperti pundak atau lengan. Rasa nyeri tersebut dapat menjadi indikasi adanya penyumbatan pembuluh darah atau otot jantung yang melemah. Gejala yang satu ini perlu diwaspadai sebab dapat menjadi pertanda seseorang mengalami gagal jantung, penyakit jantung koroner, hingga perikarditis. 5. Sesak Napas Ciri-ciri berikutnya adalah mengalami sesak napas. Banyak orang yang mengira sesak napas adalah indikasi gangguan di sistem pernapasan. Padahal, dalam kondisi tertentu sesak napas bisa menandakan seseorang mengalami masalah pada jantungnya. Soalnya, penyakit jantung dapat membuat aliran darah dari jantung ke organ tubuh menjadi tidak lancar. Hal tersebut yang kemudian dapat menimbulkan sesak napas. Sesak napas umumnya muncul ketika sedang menjalani aktivitas. Namun, dalam beberapa kasus sesak napas bisa muncul saat tengah beristirahat atau berbaring. Kondisi tersebut umumnya merupakan indikasi gagal jantung. 6. Batuk Kronis Batuk yang terjadi secara terus menerus perlu jadi perhatian lebih. Soalnya, kondisi itu bisa menjadi salah satu gejala gagal jantung. Ketika terjadi gagal jantung, kontraksi jantung menjadi lebih lemah. Kondisi tersebut menyebabkan cairan masuk ke dalam paru-paru sehingga memicu tubuh untuk menghilangkan kelebihan cairan itu dengan cara batuk. Umumnya, batuk pada penyakit gagal jantung akan mengeluarkan dahak kental berwarna putih. Dalam sejumlah kasus, batuk juga disertai bercak darah. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang di usia muda bisa terserang penyakit jantung. Mengutip laman Cardio Metabolic Institute, berikut sejumlah penyebabnya : 1. Kelebihan Berat Badan Kelebihan berat badan punya pengaruh besar terhadap risiko terkena serangan jantung. Meski begitu, seseorang yang mengalami berat badan berlebih juga memiliki masalah kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol tinggi. 2. Tekanan Darah Tinggi Ada banyak kasus seseorang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi di usia muda hingga dewasa. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, yakni suatu penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Hipertensi dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya merokok dan stres berat. Selain itu, jarang berolahraga juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. 3. Merokok dan Vape Penyebab utama anak muda mengalami penyakit jantung karena kebiasaan merokok dan vaping. Menurut berbagai penelitian, seseorang yang merokok satu bungkus dalam sehari berisiko meningkatkan serangan jantung dua kali lipat dibandingkan dengan bukan perokok. Meskipun rokok memiliki kemungkinan lebih besar yang menyebabkan serangan jantung daripada vape, namun bukan berarti vape aman untuk dipakai. Rokok elektrik tersebut mengandung nikotin dan senyawa beracun yang mempercepat detak jantung serta meningkatkan tekanan darah. Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan, vape membuat seseorang 34% lebih mungkin terkena serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak vape. Itu dia enam ciri-ciri penyakit jantung yang menyerang usia muda. So, jaga kesehatan dari sekarang.