Waktu Posting : 29-08-2014 07:17 | Dibaca : 2714x
28-08-2018 15:00
Pada masa kanak-kanak merupakan masa yang rentan terhadap penyakit. Salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak yaitu demam tinggi bahkan hingga mengalami kejang-kejang. Demam kejang kerap kali terjadi pada usia 6 bulan hingga 6 tahun apalagi jika orangtua memiliki riwayat kejang demam saat mereka masih kecil. Anak yang mengalami kejang demam akan membuat orang tua khawatir, oleh karena itu untuk mengantisipasi kejadian kejang demam pada anak lebih baik ketahui langkah yang tepat mengatasi penyakit tersebut. Kejang demam merupakan kejang yang terjadi saat bayi atau anak mengalami demam yang disebabkan bukan dari infeksi sistem saraf pusat. Kejang yang terjadi pada anak harus mendapat perhatian khusus karena kejang dapat terjadi berulang kali yang sangat membahayakan keselamatan anak. Saat anak sering mengalami kejang maka dapat merusak sel-sel otak pada anak. Ada beberapa jenis kejang demam yang perlu diketahui berdasarkan lama dan seberapa sering terjadi, antara lain : 1. Kejang demam sederhana Jenis ini merupakan kejang pada seluruh tubuh yang berlangsung kurang dari 10 menit dan tidak terjadi lagi dalam kurun waktu 24 jam. 2. Kejang demam kompleks Jenis ini merupakan kejang lokal atau tidak terjadi pada seluruh tubuh yang biasa terjadi pada area lengan dan tungkai kaki. Kejang kompleks berlangsung sekitar 10 menit dan terjadi secara berulang lebih dari 1 kali dalam kurun waktu 24 jam. Untuk memastikan apakah anak mengalami kejang demam dapat mengeceknya seperti berikut ini : Jika posisi lengan anak tertekuk pada siku maka cobalah secara perlahan untuk meluruskannya, jika lengan mudah diluruskan maka anak tidak mengalami kejang. Jika posisi lengan anak lurus maka cobalah untuk menekuknya secara perlahan, jika lengan mudah ditekuk maka anak tidak mengalami kejang. Namun jika lengan dulit untuk diluruskan atau ditekuk maka kemungkinan besar anak mengalami kejang. Cara menghadapi saat anak kejang demam : 1. Jangan panik, tenangkan diri saat anak mengalami kejang demam. 2. Jika dalam posisi tidur telentang, maka miringkan tubuh anak. 3. Jika di rumah ada obat untuk pereda kejang maka segera berikan untuk pertolongan pertama. Obat ini biasanya dimasukan melalui dubur. 4. Jangan berikan minuman apapun saat anak sedang kejang karena dapat menyebabkan cairan masuk ke paru-paru. 5. Bawalah segera ke dokter maupun tempat pelayanan kesehatan terdekat agar segera mendapat penanganan yang tepat.
21-08-2017 10:47
Cara Sederhana Merawat Payudara Sehari-hari - Payudara yang sehat dan kencang dapat meningkatkan penampilan dan harga diri wanita. Untuk mendapatkan payudara yang sehat dan kencang maka harus dijaga serta dirawat agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyakit kanker payudara dan masalah kesehatan lainnya. Lalu apa saja ciri-ciri dari payudara yang sehat? Berikut ini beberapa ciri payudara yang sehat, yaitu : Kulit Payudara Lembut dan Tidak Ada Benjolan Pada payudara yang sehat maka kulit akan terasa lembut pada saat diraba dan pada permukaannya tidak terdapat benjolan. Bila terdapat benjolan, jangan dibiarkan agar benjolan tersebut tidak berkembang. Oleh karena itu harus terus diawasi perkembangannya. Puting Payudara Terasa Keras Puting payudara terasa lebih keras bila dibandingkan dengan bagian payudara lainnya. Bagi yang belum menikah maka puting payudara agak pendek dan wajar-wajar saja. Namun bila setelah menikah maka puting payudara akan menyembul lebih tinggi. Ukuran Kedua Bukit Payudara Ukuran payudara biasanya simetris namun ukurannya tidak sama persis. Ukuran bukit yang kiri biasanya lebih besar daripada ukuran bukit payudara yang kanan. Pada masa remaja, ukuran kedua bukit payudara ini simetris dan pada perkembangan usia selanjutnya terlebih setelah menikah serta menggunakan kontrasepsi maka perbedaan ukuran kedua bukit payudara akan semakin terlihat perbedaannya. Saat Ditekan atau Disentuh Tidak Terasa Nyeri Apabila payudara terasa sakit pada saat ditekan secara lembut maka sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Payudara Kencang dan Tidak kendur Payudara yang sehat maka bentuknya akan kencang dan tidak melorot ke bawah. Kulitnya pun terasa lembut dan kenyal bila dipegang atau diremas. Payudara yang kencang dapat menjadi suatu pertanda sebagai kesuburan. Warna Puting Payudara Payudara yang sehat pada wanita yang berkulit putih dan belum melahirkan maka puting payudara berwarna merah muda dan wanita yang memiliki kulit yang agak gelap, puting payudaranya berwarna kecoklatan. Perawatan sehari-hari yang dapat dilakukan agar mendapatkan payudara yang sehat yaitu dengan cara-cara berikut ini : Mengkonsumsi makanan yang sehat, dapat ditambahkan dengan makanan seperti brokoli, minyak zaitun, kopi dan kacang-kacangan. Menggunakan bra yang tepat, gunakan bra yang tidak terlalu ketat dan juga tidak terlalu longgar. Tujuannya agar stabilitas dari bentuk payudara terjaga. Pemijatan rutin pada payudara , dapat membantu untuk mengencangkan payudara. Lakukan pemijatan kurang lebih 15 menit. Bersihkan terlebih dahulu payudara dengan menggunakan handuk basah yang sudah direndam dengan air hangat kemudian usaplah payudara secara pelan dan lembut. Rajin berolahraga, lakukan olahraga berupa gerakan push-up agar payudara menjadi lebih sehat dan kencang. Menggunakan pelembab pada bagian payudara agar kulit payudara tetap lembut dan sehat. Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter sehingga kesehatan payudara dapat terkontrol. Apalagi bila anda telah berusia 40 tahun ke atas.
14-06-2014 19:22
Kecuali melakukan pola hidup lebih sehat, sesungguhnya kanker kolon dapat dihindari dengan skrining serta deteksi awal. Sejumlah 95 % masalah kanker usus besar bisa diatasi, bila ditemukan awal melalui tes serta kontrol rinci. Tetapi, pantas disayangkan, banyak orang-orang malas melakukan deteksi awal lantaran terasa tak yakin terkena kanker usus besar. Serta yang terutama, sebelum saat Anda melakukan pemeriksaan-pemeriksaan itu, bacalah gejala-gejala yang didapatkan dari tubuh Anda. Dengarlah nada keluhan tubuh Anda. Bila ada yang lain dari pada lazimnya, mesti aware, janganlah didiamkan. Orang sakit perut itu umum. Namun bila telah tak hilang-hilang, mesti diwaspadai. ” Walau tak nyaman, atau barangkali menjijikkan, tiada kelirunya Anda memerhatikan feses yang Anda mengeluarkan waktu BAB. Lantaran pergantian pada pola BAB – frekuensi ataupun konsistensinya – adalah tanda awal yang vital. Baca juga : Migrain Lebih Suka Mengincar Perempuan Bila Anda alami persoalan dengan saluran cerna, berkonsultasilah ke dokter. Janganlah sangsi untuk kembali ke dokter itu kalau penyembuhan yang didapatkan tidak kunjung memperlihatkan hasil, atau persoalan Anda selalu berjalan. Bila butuh, datangi dokter lain untuk meminta second opinion, supaya Anda meyakini dengan apa yang tengah berlangsung di saluran cerna Anda. Dibawah ini ialah beberapa kontrol kanker kolon yang dapat Anda lakoni, demikian Anda mencurigai ada persoalan dengan usus besar Anda. Kontrol colok dubur serta darah samar. Langkah yang paling simpel ialah dengan kontrol colok dubur, dimana dokter bakal memasukkan jarinya ke rektum. Kontrol bisa dikerjakan di klinik rawat jalan. Walau cuma mengonsumsi saat kurang dari lima menit, tetapi bisa mengakibatkan sedikit ketidaknyamanan untuk beberapa orang yang melakukan. Cara tersebut umumnya cuma bisa mendeteksi kanker yang terdapat pada 5-8cm paling akhir dari rektum. Kecuali itu, Anda dapat juga melakukan kontrol darah samar di laboratorium pada misal feses Anda untuk mendeteksi ada darah yang datang dari polip. Baca juga : Cara Alami Redakan Sakit Gigi Photo ronsen dengan bahan kontras serta kontrol biomolukuler. Memasukkan barium cair lewat pipa sempit ke dalam rektum untuk melapisi semua usus, lalu diidentifikasi dengan photo ronsen (cahaya X), juga bisa dikerjakan untuk mendeteksi kanker serta polip yang besarnya melebihi satu sentimeter. Serta akhir-akhir ini, dikenalkan kontrol biomolekuler untuk kanker usus besar pada misal tinja pasien, yakni tes tumor M2-PK (M2 pyruvates kinase), yang disebut pemberi tanda (biomarker) metabolik tumor. Gen pemberi tanda itu ditemukan E. Eigenbrodt dari Jerman pada1992, lalu di kembangkan Schebo Biotech. Dalam kontrol diukur kesibukan metabolisme tumor usus besar pada stadium awal untuk mendeteksi polip atau adenoma yang tak berdarah. Kolonoskopi. Sedangkan untuk kanker yang terdapat lebih jauh didalam usus besar, Anda bisa melakukan kontrol kolonoskopi. Kontrol itu memakai teropok serat optik fleksibel yang dimasukkan lewat rektum ke dalam usus besar. Lewat teropong itu, bisa saja pengambilan potongan kecil dari jaringan tumbuh untuk pengujian. Prosedur itu bisa dikerjakan dengan bius minimum di klinik rawat jalan. Walau tak nyaman, prosedur berjalan kurang dari 30 menit. Bila Anda dikira berisiko tinggi menderita kanker kolon, baiknya pikirkan untuk melakukan kolonoskopi tiap-tiap tiga thn sekali. Sedang bila Anda mempunyai riwayat polip di kolon, kerjakan kolonoskopi serta penghapusan polip tiap-tiap th. sampai tiada polip baru tumbuh. Di sebagian negara, kolonoskopi direferensikan untuk mereka yang berumur 50-70, semacam skrining teratur tiap-tiap tiga th. sekali.