Cara Menjaga Kesehatan Mental Bagi Lansia Saat di Rumah Aja

Additional Image

Waktu Posting : 07-10-2021 06:47 | Dibaca : 682x

Dalam hal menjaga kesehatan para lansia tidak jarang menjadi hal yang kerap terlupakan. Salah satu penyebabnya, banyak lansia lebih memilih untuk mengutamakan kesehatan fisik dibandingkan dengan kesehatan jiwa. Padahal, kesehatan jiwa yang baik dapat mendukung terjaganya kesehatan fisik juga. Nah, untuk mengatasinya berikut cara menjaga kesehatan mental lansia.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Bagi Lansia Saat di Rumah Aja

1. Batasi Informasi

Cara pertama menjaga kesehatan mental lansia yaitu dengan batasi informasi mengenai virus Corona. Informasi mengenai hal ini memang penting untuk diketahui. Namun, WHO menyarankan agar membatasi untuk menonton, membaca, dan mendengarkan berita yang malah membuat lansia jadi cemas dan gelisah.

Karenanya, utamakan untuk mencari informasi dari sumber-sumber yang sudah terpercaya, termasuk juga Halodoc. Karena dalam situs Halodoc, selain menyediakan fitur konsultasi dan buat janji dengan dokter, Halodoc juga menyediakan informasi yang valid terkait dengan kesehatan.

2. Berbagi Cerita Positif

Cara selanjutnya yaitu berbagi cerita positif. Bila kamu aktif di sebuah komunitas, cobalah untuk memberi informasi dan cerita positif terkait virus Corona. Jika kamu mengenal orang yang terkena COVID-19 lalu dia bisa pulih dan kembali bersama keluarganya, kamu bisa bagikan kisah tersebut di komunitas.

Bisa juga dengan memberikan informasi dari pemberitaan tentang para mantan pasien di negara lain yang sudah sembuh dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Hal ini penting dilakukan agar tidak membuat cemas dan paradigma bahwa orang yang terkena virus ini sudah pasti akan mati.

3. Apresiasi Tenaga Medis

Mungkin salah satu keluarga atau orang terdekat kamu termasuk petugas medis yang sedang menangani virus Corona ini. Atau, kamu sendiri yang termasuk bagian di antara mereka? Nah, cobalah untuk mengapresiasi diri sendiri bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik untuk menangani pandemi ini. Maka jagalah diri kamu dengan cukup istirahat selama bekerja atau antara shift, makan makanan yang sehat, dan kelola stres dengan baik ya.

Lalu bagi kamu yang memiliki keluarga, kerabat, atau teman tenaga medis, berikanlah apresiasi dengan pesan-pesan penyemangat atau tetap berhubungan secara berkala melalui media sosial. Hal ini akan membuat mentalnya semakin kuat menghadapi wabah Corona dan tentunya membantu agar virus ini segera berlalu.

4. Dukungan Emosional

Seperti yang diketahui, virus Corona sangat rentan menyerang para orang tua lanjut usia terutama yang sedang mengidap penyakit.

Oleh karena itu, isolasi pun dilakukan untuk mencegah mereka terkena virus tersebut. Namun, hal ini tentu saja akan berdampak bagi kesehatan mentalnya. Misalnya bagi lansia yang sedang mengalami penurunan kognitif atau demensia akan membuat mereka lebih cemas, marah, stres, dan gelisah.

Bukan hanya itu, dukungan praktis dan emosional dari keluarga terdekatnya, tentu akan sangat membantu untuk menenangkannya. Untuk itu cobalah berbagi fakta sederhana tentang apa yang terjadi dan memberikan informasi yang jelas tentang cara mengurangi risiko infeksi menggunakan kata-kata yang mudah dipahami.                                        

5. Menjaga Kesehatan Lansia

Cara terakhir yaitu dengan menjaga kesehatan lansia. Agar kesehatan lansia tetap bugar, kamu bisa mengajak mereka untuk mempelajari latihan fisik yang sederhana selama #dirumahaja.

Selain itu, kamu bisa mengajak mereka untuk  melakukan kegiatan menyenangkan bersama dengan bercerita, melukis, menanam dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya yang bisa membuat mereka lebih produktif.

Demikian cara menjaga kesehatan mental bagi lansia saat di #RumahAja. Semoga dapat membantu.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
PAFI, Pusat Pengembangan Profesi Farmasi

07-08-2024 16:49

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Pusat berperan sebagai pusat pengembangan profesi farmas. Dengan berbagai program dan kegiatan, PAFI berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para ahli farmasi di berbagai kota.  Berikut adalah peran dan kontribusi  pafi.id, dalam pengembangan profesi farmasi. Pelatihan dan Sertifikasi Salah satu fokus utama PAFI adalah menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi bagi anggotanya. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek farmasi, seperti farmakologi, manajemen apotek, dan teknologi farmasi terbaru. Dengan mengikuti pelatihan ini, para ahli farmasi dapat meningkatkan kompetensi mereka dan mendapatkan sertifikasi yang diakui secara nasional. Sertifikasi ini penting untuk memastikan bahwa para ahli farmasi memiliki kualifikasi yang memadai untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Seminar dan Workshop PAFI  Pusat secara rutin mengadakan seminar dan workshop yang menghadirkan para ahli dan praktisi farmasi terkemuka. Seminar dan workshop ini memberikan kesempatan bagi anggota PAFI untuk mendapatkan pengetahuan terbaru tentang perkembangan di bidang farmasi, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan profesional mereka. Dengan mengikuti seminar dan workshop, para ahli farmasi dapat terus memperbarui pengetahuan mereka dan mengikuti perkembangan terbaru di bidang farmasi. Program Magang dan Pendampingan PAFI juga menyelenggarakan program magang dan pendampingan bagi para mahasiswa dan lulusan baru farmasi. Program ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman praktis di lapangan dan belajar langsung dari para profesional. Dengan mengikuti program magang dan pendampingan, para mahasiswa dan lulusan baru dapat mengembangkan keterampilan praktis mereka dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Penelitian dan Publikasi PAFI mendorong anggotanya untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Penelitian ini mencakup berbagai topik, seperti pengembangan obat baru, manajemen penyakit, dan teknologi farmasi. Dengan melakukan penelitian, para ahli farmasi dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi. PAFI juga mendukung publikasi hasil penelitian ini di jurnal-jurnal ilmiah terkemuka, sehingga dapat diakses oleh para praktisi dan peneliti di seluruh dunia. Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan PAFI menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan di bidang farmasi. Kerja sama ini meliputi penyelenggaraan program pendidikan, pengembangan kurikulum, dan penelitian bersama. Dengan menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan, PAFI berupaya meningkatkan kualitas pendidikan farmasi di daerah ini dan memastikan bahwa para lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Peningkatan Profesionalisme PAFI juga berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya. Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan etika dan standar profesional di bidang farmasi. Dengan mengikuti kegiatan ini, para ahli farmasi dapat mengembangkan sikap profesional yang diperlukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kesimpulan PAFI Pusat memainkan peran penting sebagai pusat pengembangan profesi. Melalui pelatihan dan sertifikasi, seminar dan workshop, program magang dan pendampingan, penelitian dan publikasi, kolaborasi dengan institusi pendidikan, dan peningkatan profesionalisme,  pafi.id   berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para ahli farmasi. Dengan terus berinovasi dan melibatkan berbagai pihak, PAFI akan terus berkontribusi dalam pengembangan profesi farmasi dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Featured Image
Bahaya Tidur Tanpa Menggunakan Bantal

09-02-2021 14:01

Sering tidur tanpa menggunakan bantal? Hati-hati ya, karena secara medis ada sejumlah bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal. Tidur tanpa bantal bisa mengancam kesehatan. Karena tidur dengan menggunakan bantal merupakan cara beristirahat yang ideal serta disarankan oleh para medis. Hal tersebut dikatakan oleh Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher, dr.Arina Ikasari Muhtadi Sp. THT-KI yang dikutip dari laman kompas.com. Lebih lanjut lagi menurutnya bahwa menggunakan bantal ketika tidur merupakan suatu keharusan karena bantal bisa memberikan efek yang positif pada tubuh manusia ketika terlelap. Tidur tanpa menggunakan bantal bisa menyebabkan bahaya terutama pada seseorang dengan kondisi tertentu.   Beberapa bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal di antaranya adalah : Sakit leher dan punggung Dilansir darilaman Medical News Today bahwa beberapa orang yang tidur tanpa menggunakan bantal dengan posisi telentang maupun menyamping bisa menyebabkan sakit leher dan punggung. hal tersbeut karena ada tekanan pada leher bila tidur tanpa bantal. Selain itu juga bisa mengganggu kualitas tidur dan memicu sakit tidak hanya pada leher tetapi juga pada punggung.  Risiko terkena penyakit refluks Bantal  mempunyai berbagai fungsi serta manfaat bagi tubuh dan kesehatan tubuh. Dan salah satu fungsi yang terpenting dari bantal yaitu bisa membantu meninggikan kepala ketika tidur dengan posisi minimal 30 derajat atau seukuran satu bantal. Dr Arina menyebutkan bila orang-orang yang memiliki kebiasaan tidur tanpa bantal jauh lebih berisiko terkena penyakit refluks atau penyakit asam lambung. Ini karena posisi kepala sejajar atau tidak lebih tinggi dari bagian badan ketika tidur. Berbahaya bagi penderita sakit jantung Bantal dianjurkan bagi orang-orang yang menderita sakit jantung atau yang pernah mengalaminya. Dan bahkan sebaiknya orang-orang yang pernah memiliki riwayat jantung sebaiknya menggunakan dua bantal agar jantung lebih mudah bekerja. Oleh karena itu tidur tanpa bantal bisa berbahaya pada kesehatan para penderita penyakit jantung karena membuat jantung bekerja ekstra.   Itulah beberapa bahaya yang bisa terjadi bila tidur tanpa menggunakan bantal sehingga sebaiknya bila anda tidur menggunakan bantal. 

Featured Image
7 Penyakit Akibat Ciuman

15-07-2016 04:25

Ciuman adalah ritual manusia untuk menujukan kasih sayang dan perhatiannya terhadap pasangannya. tapi dibalik rutinitas itu kenali beberapa penyakit menular yang disebarkan melalui ciuman. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ciuman yang sehat dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Namun bila dilakukan dalam kondisi tertentu, ciuman antar pasangan justru dapat menjadi media penularan penyakit. Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Meski banyak menawarkan manfaat kesehatan, namun ciuman juga dapat menjadi media penularan sejumlah virus dan bakteri penyebab penyakit. Virus dan bakteri dalam air liur atau darah dari satu orang dapat menyebar ke orang lain dengan berciuman. Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman 1. Herpes Virus yang dianggap bagian dari keluarga herpes termasuk Epstein-Barr, varicella-zoster (penyebab cacar air) dan herpes simplex (menyebabkan cold sores). Herpes simplex virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus saat Ciuman. Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lesi terbentuk atau telah meletus. Virus ini bisa 'menumpahkan' (menyebar ke orang lain) dari lokasi leci bahkan ketika herpes itu telah sembuh. Sedangkan cacar air mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung, tetesan liur atau penyebaran udara.   2. Mono Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut Epstein-Barr virus, seperti dikutip dari Wikipedia, virus ini adalah salah satu tipe virus herpes. Namanya cukup unik, Infectious mononucleosis atau EBV infectious mononucleosis, Pfeiffer's disease, Filatov's disease atau bekennya disebut mono. Penyakit ini pertama kali dijabarkan oleh Sprunt dan Evans di sebuah bulletin yang disebarkan di Johns Hopkins Hospitals tahun 1920. Gejala yang muncul akibat penyebaran virus ini adalah sakit tenggorokan, demam, gelisah, rasa tidak nyaman di badan, peradangan, mual-mual hingga kehilangan nafsu makan. Penyakit ini juga mempengaruhi beberapa bagian tubuh dan memicu terbentuknya penyakit lain, seperti radang tenggorokan hingga hepatitis. Infeksi menyebar melalui pertukaran air liur, dan melewati masa inkubasi selama kurang lebih 4-7 minggu. Umumnya, gejala akan dirasakan selama 2-3 minggu dan bertahan selama beberapa bulan lamanya.penyakit ini bisa diobati dan sembuh, hanya saja umumnya menyerang seseorang dalam waktu yang cukup lama. Cenderung saat terserang virus orang akan berburu antibiotik sebagai pengobatan dini. Dalam kasus ini, antibiotik tidak dapat membantu meredakan serangan virus.   3. Glandular fever atau kissing disease Glandular fever adalah istilah umum untuk infeksi virus yang disebut infeksi mononukleosis, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyebar melalui air liur dan infeksi terjadi melalui kontak.   4. Flu dan pilek Pilek ditularkan melalui kontak langsung dengan virus. Anda bisa terinfeksi flu dari tetesan liur atau dari kontak langsung dengan sekresi (cairan dan lendir) dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi.   5. Hepatitis B Ciuman juga dapat menularkan virus ini, meskipun darah memiliki tingkat virus lebih tinggi ketimbang air liur. Infeksi dapat terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang lebih mungkin terinfeksi saat berciuman jika mereka berdua memiliki luka terbuka di atau di sekitar mulut.   6. Kutil Kutil di dalam mulut dapat menyebar melalui ciuman, terutama jika sebelumnya ada daerah yang mengalami trauma atau luka.   7. Penyakit Meningokokus Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang meliputi meningitis, radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan septikemia. Bakteri ini dapat ditularkan baik melalui kontak langsung atau melalui tetesan liur.   Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman Nah, itulah Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman dan Jadi pastikan anda terhindar dari penyakit akibat ciuman tersebut serta yang perlu dilakukan sebelum ciuman adalah periksa kesehatan mulut pasangan anda, jangan gonta ganti pasangan, tetap mengkonsumsi makanan sehat dan yang terpenting adalah gunakan hati anda untuk melakukan ciuman jangan asal serobot.

...