Waktu Posting : 08-05-2016 13:42 | Dibaca : 2408x
19-06-2014 00:35
Bekerja itu merupakan aktivitas yang menyehatkan baik untuk fisik maupun psikis sekaligus dapat menjadi sumber penghasilan. Oleh karena itu, tidaklah sulit bila ada yang berpendapat bahwa orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mampu bekerja dengan baik. Pada usia lanjut, bekerja dapat memelihara fungsi otak agar tak mudah lupa, sedangkan pada orang dewasa bekerja akan menjaga rasa percaya diri. Bekerja sebaiknya tak lebih dari 8 jam dalam sehari atau 40 jam seminggu. Sewaktu-waktu boleh bekerja lembur, terutama bila di kantor sedang sibuk. Bekerja terus-menerus selama 30 jam sangat berbahaya untuk jiwa karena yang bersangkutan mengalami kelelahan yang parah, baik fisik maupun mental. Kondisi dapat memburuk bila juga meminum minuman yang mengandung kafein. Kafein dapat memicu kerja sistem kardiovaskuler termasuk jantung. Baca juga : Obesitas Bisa Merusak Kesehatan dan Penampilan Ketika seseorang bekerja keras/lembur di atas batas kemampuan, awalnya tubuh akan menyesuaikan diri dengan memacu seluruh cadangan energi, baik fisik maupun mental sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Prestasi serta produktivitas kerja meningkat sangat mengagumkan. Akan tetapi, setelah beberapa bulan berlangsung semua cadangan energi habis terpakai sehingga akhirnya yang bersangkutan dapat mengalami exhausted atau kelelahan kerja dan itulah yang disebut sebagai burn out. Apa itu burn out? Kata burn out sangat populer di dunia kerja dan kadang sulit dibedakan dengan stres di tempat kerja. Pada abad ini,burn out banyak ditemukan pada karyawan wanita dengan usia sebelum usia 30 tahun. Gejala-gejala burn out yang sering ditemukan antara lain : Exhaustion yaitu perasaan lelah dan letih pada hampir setiap waktu, baik secara emosi, mental maupun fisik. Kehilangan motivasi atau antusias terhadap semua kegiatan, termasuk untuk kerja, sulit bangun pagi hari untuk memulai kerja. Berkembang frustasi, sinis, dan emosi negatif lainnya, biasanya yang bersangkutan cenderung bersikap sinis, selalu berpikiran negatif pada orang ilaini. Masalah kognitif berupa kesulitan konsentrasi dan memusatkan perhatian serta mengalami keseulitan memecahkan masalah atau mengambil keputusan (fight atau flight). Menimbulkan masalah dalam hubungan interpersonal baik di tempat kerja maupun rumah; lebih banyak konflik seperti melakukan perdebatan atau pertengkaran dan sebaliknya lebih menarik diri untuk berbicara dengan teman kerja satu tim atau dengan anggota keluarga. Tak peduli terhadap keadaan dirinya, misalnya dengan banyak merokok, minum suplemen yang mengandung stimulan, banyak makan junk food atau sebaliknya kurang makan dan tak cukup istirahat atau tidur. Mengobati diri sendiri dengan mengonsumsi obat tidur atau minum alkohol berlebih, minum kopi untuk meningkatkan energi pada pagi hari. Preokupasi terhadap kerja terutama ketika tidak bekerja. Akhirnya, kualitas hidup dan rasa puas akan menurun secara drastis. Setelah burn out berlangsung cukup lama, yang bersangkutan dapat mengalami berbagai penyakit fisik seperti gangguan pencernaan, serangan jantung sampai kematian mendadak, depresi yang disertai ide bunuh diri, dan obesitas. Angka bunuh diri akibat burn out banyak ditemukan di Jepang yang masyarakatnya terkenal gila kerja atau workaholic. Baca juga : Begadang Pengaruhi Sistem Endokrin dan Kardiovaskular Jika mulai merasakan keluhan-keluhan seperti tadi, berarti Anda mengalami burn out. Yang perlu Anda lakukan adalah segera ambil cuti untuk beristirahat. Mulailah dengan melakukan aktivitas yang Anda inginkan yang selama ini tidak sempat dilakukan seperti mendengarkan musik yang membuat relaks dan nyaman. Tinggalkan, sekali lagi tinggalkan semua pikiran tentang pekerjaan selama Anda istirahat. Meditasi akan membuat Anda menjadi lebih relaks dan tenang atau membaca buku atau mengunjungi keluarga/kerabat untuk bersilaturahmi atau buatlah sesuatu yang benar-benar dapat membuat Anda relaks. Sediakanlah waktu untuk itu. Temukan sesuatu di luar sana untuk melakukan aktivitas atau hobi. Semua komunikasi yang dapat mencetuskan stres dalam pekerjaan, tinggalkan. Sediakan waktu untuk kegiatan bersama keluarga, liburan, atau aktivitas sosial. Bukalah telepon atau e-mail (surat elektronik) Anda setelah makan malam. Bila dengan cara tersebut tadi belum juga membantu, segera hubungi psikiater untuk konsultasi lebih lanjut.
29-08-2022 05:33
Inkontinensia urine merupakan kondisi hilangnya kontrol kandung kemih. Kondisi ini umum terjadi dan sering kali membuat pengidapnya merasa malu. Tingkat keparahannya berkisar dari sering buang air kecil saat batuk atau bersin, hingga keinginan untuk buang air kecil yang begitu tiba-tiba dan kuat. Alhasil, pengidapnya tidak bisa ke toilet tepat waktu. Meskipun sering terjadi seiring bertambahnya usia, inkontinensia urine bukanlah konsekuensi penuaan yang tidak terhindarkan. Jika inkontinensia urine mempengaruhi aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk mengunjungi dokter. Biasanya, penyesuaian gaya hidup dan perubahan pola makan atau bahkan perawatan medis tertentu dapat mengobati gejala inkontinensia urine. Inkontinensia urine bisa disebabkan oleh kondisi yang terkait saluran kemih bagian bawah maupun kondisi yang tidak terkait saluran kemih bagian bawah. Jika terkait saluran kemih bagian bawah, kondisi ini lebih diakibatkan karena aktivitas otot dinding kandung kemih yang berlebihan. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh penyakit saraf, sumbatan di saluran kemih, batu di kandung kemih atau pun kanker kandung kemih. Namun, inkontinensia urine juga dapat terjadi meski saluran kemih normal. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada lanjut usia dan terkait dengan kondisi mobilitas juga kognitif. Penyebab inkontinensia sementara atau jangka pendek dapat mencakup : Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi di dalam saluran kemih (uretra, ureter, kandung kemih dan ginjal) dapat menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil Kehamilan Selama kehamilan, rahim memberi tekanan ekstra pada kandung kemih saat mengembang. Sebagian besar wanita yang mengalami inkontinensia selama kehamilan menyadari bahwa inkontinensia akan hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Obat-obatan Inkontinensia dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk diuretik dan antidepresan. Minuman Mengonsumsi minuman tertentu, seperti kopi dan alkohol, dapat membuat seseorang perlu buang air kecil lebih sering. Jika kamu berhenti mengonsumsi minuman ini, kebutuhan untuk sering buang air kecil pun akan menurun. Sembelit Sembelit kronis (tinja yang keras dan kering) dapat menyebabkan seseorang memiliki masalah kontrol kandung kemih. Sementara itu, penyebab inkontinensia kronis atau jangka panjang dapat meliputi: Gangguan Dasar Panggul Ketika seseorang memiliki masalah dengan otot-otot dasar panggul, maka dapat memengaruhi fungsi organ, termasuk kandung kemih. Stroke Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah dengan kontrol otot. Hal ini mencakup otot-otot yang mengontrol sistem kemih. Diabetes Ketika mengidap diabetes, tubuh memproduksi lebih banyak urine. Peningkatan jumlah urine dapat menyebabkan masalah kebocoran. Selain itu, neuropati perifer dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih. Menopause Ketika tubuh wanita mengalami perubahan kadar hormon dengan cepat, otot-otot dasar panggul juga bisa menjadi lebih lemah. Hal ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Multiple Sclerosis Jika seseorang mengidap kondisi ini, mungkin akan mengalami kehilangan kontrol dengan kandung kemih, yang menyebabkan masalah kebocoran. Pembesaran Prostat Ketika prostat lebih besar dari biasanya, dapat menyebabkan beberapa masalah kontrol kandung kemih. Kondisi ini juga disebut sebagai benign prostatic hyperplasia. Pasca Pengobatan Kanker Prostat Selama operasi kanker prostat, otot sfingter terkadang dapat rusak yang menyebabkan inkontinensia stres. Berdasarkan jenisnya, berikut adalah beberapa gejala infeksi saluran kencing yang bisa terjadi: Inkontinensia Stres Urine bocor keluar di saat terjadi tekanan di kandung kemih, misalnya saat batuk, bersin, atau tertawa. Inkontinensia Urge Pengidap memiliki keinginan yang kuat untuk tiba-tiba buang air kecil diikuti dengan keluarnya urine yang tidak sengaja (mengompol). Pengidap bisa buang air kecil hingga lebih dari 8 kali dalam sehari, termasuk di malam hari. Inkontinensia Overflow Pengidap sering mengompol dalam jumlah urine yang sedikit-sedikit karena kandung kemih tidak sepenuhnya kosong. Inkontinensia urine di antaranya dapat dicegah dengan: Menjaga berat badan tetap ideal. Latihan otot panggul ( senam kegel). Membatasi mengonsumsi minuman yang bersifat diuretic, seperti teh dan kopi. Jika gejala inkontinensia urine sudah mengganggu kehidupan sosial atau menyebabkan ketidaknyamanan (rasa sakit, demam, iritasi kulit karena air kencing), segera periksa ke dokter untuk dapat ditangani dengan tepat.
05-06-2014 14:42
Diet berhasil tanpa olahraga dapat dilakukan dan seringkali menjadi pilihan banyak kalangan. Menguruskan badan tanpa olahraga dilakukan untuk membuat tampilan anda lebih percaya diri dengan tubuh ramping. Memiliki postur tubuh ramping dan molek adalah salah satu keinginan setiap wanita. Sehingga wanita yang memiliki tubuh gemuk cenderung merasa minder dan ingin menguruskan postur tubuhnya apalagi wanita gadis. Seiring dengan perkembangan zaman banyak sekali obat penurun berat badan yang bisa dikonsumsi namun harus diwaspadai akan efek sampingnya. Mereka yang malas berolahraga lebih memilih untuk menggunakan obat pelangsing tapi sebenarnya cara tersebut salah. Tanpa melakukan olahraga pun menguruskan badan bisa dilakukan secara alami dengan mengatur pola makan dalam sehari – sehari. Sehingga tanpa melakukan olahraga mereka bisa memiliki postur yang ramping dan siset. Ketika malas berolahraga anda perlu mengetahui cara menguruskan badan tanpa olahraga dengan mengatur pola makan yang lebih sehat dengan mengkonsumsi sayur dan mengurangi konsumsi makanan berlemak. Pasalnya makanan berlemak menjadi pemicu utama yang membuat tubuh menjadi gemuk dan seringkali terlihat bergelambir terutama pada bagian perut, dengan demikian akan menyebabkan suatu penyakit karena obesitas. Berikut ini adalah cara – cara yang bisa dilakukan untuk melakukan diet berhasil tanpa olahraga. Baca juga : Obat Herbal Tekanan Darah Tinggi 1. Kurangi Porsi Makan. Untuk mengurangi porsi makan baik pada pagi siang ataupun malam gunakan piring kecil yang hanya cukup untuk sedikit nasi dan lauk yang rendah lemak, sehingga jika biasanya mengkonsumsi daging sebaiknya mengganti dengan sayuran hijau. Cara ini dapat dilakukan dengan tujuan supaya jumlah lemak di dalam tubuh berkurang melalui proses metabolisme tubuh dan sebaiknya lakukan setiap hari agar tubuh terlatih dengan baik. 2. Konsumsi Makanan Beragam Warna. Cara ini dilakukan supaya merasa cepat kenyang saat makan. Misalnya dengan sayur sop dilengkapi dengan buncis berwarna hijau dengan wortel berwarna oranye serta gubis berwarna putih dan kentang . Dengan olahan menu makanan dari sayur yang mengandung antioxidant ini, akan membantu proses pembakaran lemak di dalam tubuh secara baik. 3. Atur Pola Makan Dalam Waktu Tepat. Harus bisa mengatur pola makan yang mampu membuat kondisi tubuh gemuk menjadi ramping secara perlahan. Untuk mendapatkan postur tubuh yang ramping makanlah pada pagi hari di jam 8 kemudian siang pada jam 12 dan untuk makan ke-3 sebaiknya jam 6 sore dengan porsi lebih sedikit karena kebutuhan kalori pada malam hari lebih sedikit dimana tubuh hanya butuh waktu untuk beristirahat. Baca juga : Menurunkan Kolesterol 4. Hindari Makan Di atas Jam 8 Malam. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penimbunan lemak karena kalori pada malam hari tidak dibutuhkan terlalu banyak sehingga anda harus bisa membatasi nafsu makan mulai jam 7 malam. Jika terasa lapar pada malam hari diatas jam 7 sebaiknya menganjal dengan cemilan sehat yaitu berupa buah ataupun hanya minuman berantioxidant tinggi seperti teh ataupun jus buah dicampur dengan sayur yang memiliki kandungan serat tinggi. Merampingkan badan tanpa harus berolahraga yang alami dan membuat postur tubuh menjadi langsing juga sehat. Beberapa cara yang dijelaskan diatas bisa dilakukan untuk memiliki postur tubuh ramping tanpa melakukan olahraga berat. Cara diatas harus dilakukan dengan didasari niat tanpa ada keterpaksaan. Karena hal ini akan berjalan secara baik dan tubuh ramping secara perlahan jika dilakukannya secara telaten. Postur tubuh yang semula gemuk akan berubah menjadi ramping dengan prose cukup lama tidak bisa berlangsung secara instant ketika melakukan diet berhasil tanpa olahraga.