Cara Mengobati dan Mengatasi Gusi Bengkak

Additional Image

Waktu Posting : 27-06-2014 08:02 | Dibaca : 3833x

Gusi bengkak umumnya berlangsung disebabkan ada pembusukan pada gigi. Gusi bengkak (parulus) dapat bermakna bengkak kecil atau bengkak bernanah pada jaringan lunak gigi (gusi), lantaran terjadinya peradangan atau infeksi.

Akumulasi plak pada gusi jadi pemicu utama gusi yang membengkak. Bila timbul rasa nyeri maka ini mengisyaratkan tanda-tanda penyakit gusi telah lebih kronis semacam disebabkan dari hilangnya tulang di seputar gigi serta mengarah pada pembentukan kantong gusi dalam. Bakteri dalam kantong mengakibatkan infeksi gusi, bengkak, nyeri, serta rusaknya tulang selanjutnya.

Gusi bengkak, terhitung penyakit-penyakit gusi yang lain, dapat dikarenakan oleh berbagai aspek, seperti seperti kebersihan mulut yang jelek, kisah keluarga penyakit gusi, merokok, serta histori keluarga diabetes.
 
Baca juga : Cara Meningkatkan Berat Badan Secara Sehat

Langkah Menangani serta Menyembuhkan Gusi Bengkak

gusi bengkakSebagai langkah awal, kurangi tingkat infeksi serta peradangan pada gusi, sekalian sedikit meredakan rasa sakitnya. Ini dapat dikerjakan dengan berbagai langkah simpel, yakni :

Air larutan garam
Larutkan satu sendok garam pada satu gelas air hangat, lalu manfaatkanlah larutan itu untuk berkumur. Langkah ini bisa kurangi pembengkakan pada gusi. Kerjakan sistem itu sepanjang berbagai kali dalam satu hari.

Teh celup atau kantong teh
Dengan letakkan kantong teh celup yang kering (baiknya teh hitam) pada gusi yang membengkak bisa kurangi infeksi, juga keluarkan nanah yang ada di gusi. Letakkan kantong teh diantara dinding pipi sisi dalam serta gusi bengkak sepanjang berbagai jam, atau bila dapat biarlah selama malam. Jalan ini semestinya dapat kurangi bengkak serta rasa sakit yang dihadapi.

Konsumsi vitamin C
Tingkatkan konsumsi vitamin C 1000 mg, sampai 3 kali satu hari. Vitamin itu nanti bakal berperan dengan cara alami selaku antibiotik untuk melawan infeksi pada gusi.

Ketiga langkah diatas hanya cara penyembuhan rumahan (home remedy) untuk kurangi bengkak pada gusi serta meredakan rasa sakitnya.
 
Baca juga : Makanan untuk Menambah Sel Darah Merah

Untuk menyembuhkan penyakit gusi bengkak itu sendiri secara detail, tiada jalan lain kecuali berkunjung ke dokter gigi. Gusi yang bengkak memerlukan perawatan medis supaya kondisinya kembali normal. Kecuali itu, dokter barangkali bakal bertindak penyembuhan lanjut untuk menyembuhkan serta mencegah gusi bengkak di saat yang bakal datang.

Anda dapat meminta untuk dilaksanakan X-ray pada mulut. Tiada upaya terbaik untuk mendiagnosa gusi bengkak dengan cara akurat kecuali dengan melaksanakan X-ray pada daerah yang terdampak. Akhirnya kelak bakal mempermudah dokter Anda menjalankan diagnosa dengan tambah baik.

Janganlah terperanjat bila dokter merekomendasikan supaya gigi Anda dicabut, lantaran sistem itu bakal menjadikan gusi mengempis serta menolong sistem pengobatan dengan cara prima.

Tanyakan pula kepada dokter Anda jalan paling baik untuk menjaga kebersihan gigi serta gusi, dan menjaga kesehatan mulut dengan cara menyeluruh. Dengan senantiasa mencermati kebersihan serta kesehatan mulut, Anda bisa kurangi kemungkinan terjadinya gusi bengkak di masa datang.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Beragam Khasiat Minyak Peppermint untuk Mengatasi Gangguan Kesehatan

14-08-2020 19:55

Essential oil merupakan minyak alami yang diekstrak dari suatu jenis tanaman tertentu dan kini sedang menjadi primadona di kalangan masyarakat karena dipercaya dapat menyembuhkan beragam penyakit. Biasanya minyak ini didapatkan dari akar, batang, daun, bunga serta buah-buahan dan minyak esensial tersebut biasanya digunakan sebagai aromaterapi. Essential oil adalah jenis minyak alami yang digunakan sepanjang sejarah sebagai obat serta sebagai terapi kesehatan. Karena pada umumnya minyak alami ini ketika dihirup akan menimbulkan rasa menenangkan. Selain itu minyak essential yang dioleskan di tubuh yang dipercaya memiliki banyak manfaat seperti menghangatkan tubuh, membantu untuk menyembuhkan infeksi bakteri gatal serta menangkis akibat serangan serangga.   Salah satu essential oil yang tentunya sudah tidak asing lagi dan merupakan salah satu aroma favorit bagi banyak orang yaitu peppermint oil atau minyak alami yang diekstrak dari daun peppermint.  Peppermint oil ini memiliki warna yang kekuningan dan cenderung hampir bening. Minyak esensial yang satu ini tidak hanya memberikan efek menenangkan dan menyegarkan tetapi juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Di antara manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari minyak peppermint ini adalah : Dapat meringankan gejala IBS (Irritable Bowel Syndrome) Pada beberapa penelitian ditemukan bila manfaat dari minyak peppermint yaitu dapat mengatasi gangguan pada usus besar yang bisa menyebabkan sakit perut, kembung, diare maupun sembelit. Minyak peppermint ini dapat membantu untuk meredakan sakit perut serta gejala IBS lainnya. Hal ini karena kandungan pada minyak tersebut dapat mengurangi kejang pada usus besar dan melemaskan otot-otot usus serta mengurangi kembung. Meredakan sakit maag Penggunaan minyak peppermint yang dikombinasikan dengan jintan dapat mengobati dispepsia fungsional atau maag yang ditandai dengan adanya kembung serta nyeri perut. Di beberapa penelitian ditemukan bila kombinasi keduanya dapat memberikan efek untuk meredakan gejala maag. Mengurangi rasa mual Sesudah operasi pasien pada umumnya akan merasa mual dan ternyata pada satu penelitian kecil ditemukan bila pasien tersebut menghirup minyak peppermint akan memiliki tingkat mual yang lebih rendah karena efek dari minyak peppermint. Meredakan sakit kepala Manfaat lainnya dari minyak peppermint  yaitu mampu meredakan sakit kepala karena kemampuannya untuk meningkatkan sirkulasi serta mengendurkan otot-otot yang tegang karena sifat yang menenangkannya. Kombinasi dari minyak peppermint dan minyak kayu putih serta etanol menurut uji klinis yang dilakukan di Neurological Clinic, University of Kiel bahwa kombinasi tersebut dapat membantu mengurangi sakit kepala. Pada saat dioleskan pada dahi serta pelipis maka minyak tersebut akan menunjukkan efek relaksasi pada otot dan mental. Menyegarkan napas serta menjaga kesehatan mulut Khasiat minyak peppermint secara alami dapat menyegarkan napas karena kandungan mentholnya. Dan selain itu juga minyak tersebut mampu membunuh bakteri serta jamur yang menyebabkan infeksi dan gigi berlubang. Di sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Dentistry ditemukan bahwa pada minyak peppermint dengan tea tree oil dan minyak esensial thyme menunjukkan aktivitas antimikroba. Mendorong pertumbuhan rambut Minyak peppermint banyak digunakan banyak diguakan di dalam produk perawatan rambut karena minyak ini dapat menebalkan rambut serta merawat rambut yang rusak secara alami. Dan dengan kandungan mentol di dalam minyak peppermint ini dapat menjadi agen antiseptik yang kuat sehingga mampu menghilangkan kuman yang menumpuk pada rambut. Mengurangi rasa gatal Berdasarkan pada suatu penelitian menunjuukan bila kandungan mentol di dalam minyak peppermint dapat membantu dalam mengurangi rasa gatal. Di mana rasa gatal ini dapat membuat anda merasa tidak nyaman serta frustasi. Pada sebuah uji coba yang melibatkan wanita hamil sebanyak 96 orang dengan gejala gatal, setelah menggunakan  minyak peppermint yang dikombinasikan dengan minyak wijen mengalami rasa perbaikan untuk rasa gatalnya. Melegakan pernapasan Menghirup minyak peppermint dapat membantu untuk melegakan sinus serta tenggorokan yang gatal. Ini karena peppermint bertindak sebagai ekspektoran yang dapat membantu membuka saluran udara serta membersihkan lendir dan mengurangi sumbatan. Menurut studi laboratorium menunjukkan bila minyak ini memiliki sifat antimikroba serta antivirus yang dapat melawan infeksi yang menyerang saluran pernapasan.    Ternyata banyak banget khasiat kesehatan dengan menggunakan minyak peppermint ini ya. Wajib dan harus siap sedia di rumah bila suatu waktu ada gangguan kesehatan dapat diatasi dengan minyak peppermint ini. Butik Herbal   Bagus merupakan Toko Herbal   yang menyediakan berbagai kebutuhan produk herbal. Dan produk herbal yang dijual merupakan produk yang berkualitas tinggi serta terbuat 100% dari bahan alami tanpa bahan campuran.   

Featured Image
Amankah Tren Diet Raw Food?

02-06-2014 03:29

Gaya hidup mengonsumsi makanan sehat kian digandrungi. Tren mengunggah gambar dan cerita di media sosial juga dipercaya memiliki andil besar dalam menyebarluaskan gerakan ini. Mengunggah foto makanan sehat yang dihias atau dibnetuk khusus agar eye catchy menjelma sebagai keasyikan tersendiri. Salah satu metode yang semakin diakrabi, yaitu mengonsumsi makanan mentah (raw food). Diet raw food adalah penatalaksanaan cara makan dengan cara cuma mengkonsumsi makanan mentah. Biasanya makanan ini dimasak dengan menggunakan panas yang rendah. Diet ini sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia karena dipercayai para pelaku diet bisa mencegah penuaan dini, menangkal penyakit degeneratif seperti kanker, menurunkan berat badan, dan lain-lain. Beberapa selebritis Hollywood berhasil melakukannya. Sebut saja Cher, Uma Thurman, Lisa Bonet, Natalie Portman, Sting, Jason Mraz, sampai Alicia Silverstone. Selebriti tanah air pun tak kalah gencar. Ada Sophie Navita yang kini bergelut dengan kampanye #indonesiamakansayur, juga penyanyi Andien dan Titi DJ yang terlihat gemar mengunggah foto gaya hidup sehatnya di Instagram. Beberapa tag familiar seperti #rawfood, #eatclean, dan #youarewhatyoueat juga tampak berseliweran di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Path. Baca juga : Apakah Minum Susu Bikin Tubuh Gemuk?   Beberapa dekade lalu, Artturi Virtanen, seorang ahli biokimia asal Finlandia, menciptakan teori diet raw food. Teori itu juga menyebutkan, dalam pemanasan makanan secara berlebihan akan terbentuk beragam senyawa asing pada makanan yang tak dapat dicerna dengan baik. Selain merangsang terbentuknya zat kimia yang berpotensi menimbulkan kanker, pengolahan makanan modern juga bisa melenyapkan agen-agen antikanker. Pengikut raw food diet (raw foodist) memiliki anggapan bahwa memasak makanan akan menghancurkan nilai atau daya kehidupan yang dimiliki makanan itu. Untuk itu, pengikut diet ini tidak akan makan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang dipanaskan lebih dari 46 derajat Celcius. Untuk memulainya secara konsisten, tentu tak sembarangan. Seseorang harus membekali diri dari pengetahuan tentang cara mengolah dengan benar berbagai bahan mentah yang akan dikonsums. Sebab jika tidak, malah akan berakibat buruk bagi kesehatan. Pakar Gizi Klinik dari Universitas Padjadjaran Bandung, Gaga Irawan Nugraha, menyebutkan ada plus minus yang didapatkan saat seseorang menerapkan gaya hidup diet raw food. Beberapa syaratnya adalah makanan mentah itu bebas dari bahan kimia dan bersih. Selain itu, seseorang yang menerapkan metode ini harus tahu benar kebutuhannya terhadap komposisi gizi. Baca juga : Mandi Garam Bisa Hilangkan Letih dan Kurangi Lemak  Keputusan untuk memasak sayur-sayuran atau membiarkannya tetap mentah saat dikonsumsi, bersipat personal. Itu sangat bergantung pada kandungan apa yang ingin tetap dijaga. Namun, secara umum, mengolah sayur sebenarnya tak akan merusak kandungan mineral dan seng.  Saat mengonsumsi sayur, seseorang biasanya mencari mineral dan serat. Vitamin yang terkandung dalam sayuran bisa diganti dari buah-buahan dan jenis makanan lain. Jadi sah-sah saja jika sayur diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi jika yang diinginkan adalah mineral dan serat. Sementara itu, saat mengkonsumsi kacang-kacangan, kandungan yang bisa didapatkan adalah vitamin, mineral, lemak, dan protein. Namun, seluruh zat gizi dalam kacang-kacangan diliputi oleh dinding sel sehingga takmudah dicerna tubuh. Agar dinding sel mudah pecah, cara termudah yaitu memasaknya. Namun, ada cara lain untuk mengonsumsi kacang-kacangan ini secara mentah, yaitu direndam selama beberapa waktu sebelum dikonsumsi. Secara umum, definisi pola makan yang sehat adalah mengonsumsi makanan yang mengandung zat gizi cukup yang diperlukan tubuh. Konsumsi makanan mentah hanya satu dari beberapa metode yang bisa dilakukan seseorang untuk melakukan diet, menjaga kesehatan, sekaligus bentuk kepedulian linkungan. Intinya bukan mentah atau tidaknya makanan, tapi komposisi makanan utama dan camilan yang dikonsumsi seseorang, serta kebersihan makanan itu sendiri.

Featured Image
7 Penyakit Akibat Ciuman

15-07-2016 04:25

Ciuman adalah ritual manusia untuk menujukan kasih sayang dan perhatiannya terhadap pasangannya. tapi dibalik rutinitas itu kenali beberapa penyakit menular yang disebarkan melalui ciuman. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ciuman yang sehat dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Namun bila dilakukan dalam kondisi tertentu, ciuman antar pasangan justru dapat menjadi media penularan penyakit. Baca juga : Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Komedo Meski banyak menawarkan manfaat kesehatan, namun ciuman juga dapat menjadi media penularan sejumlah virus dan bakteri penyebab penyakit. Virus dan bakteri dalam air liur atau darah dari satu orang dapat menyebar ke orang lain dengan berciuman. Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman 1. Herpes Virus yang dianggap bagian dari keluarga herpes termasuk Epstein-Barr, varicella-zoster (penyebab cacar air) dan herpes simplex (menyebabkan cold sores). Herpes simplex virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus saat Ciuman. Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lesi terbentuk atau telah meletus. Virus ini bisa 'menumpahkan' (menyebar ke orang lain) dari lokasi leci bahkan ketika herpes itu telah sembuh. Sedangkan cacar air mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung, tetesan liur atau penyebaran udara.   2. Mono Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebut Epstein-Barr virus, seperti dikutip dari Wikipedia, virus ini adalah salah satu tipe virus herpes. Namanya cukup unik, Infectious mononucleosis atau EBV infectious mononucleosis, Pfeiffer's disease, Filatov's disease atau bekennya disebut mono. Penyakit ini pertama kali dijabarkan oleh Sprunt dan Evans di sebuah bulletin yang disebarkan di Johns Hopkins Hospitals tahun 1920. Gejala yang muncul akibat penyebaran virus ini adalah sakit tenggorokan, demam, gelisah, rasa tidak nyaman di badan, peradangan, mual-mual hingga kehilangan nafsu makan. Penyakit ini juga mempengaruhi beberapa bagian tubuh dan memicu terbentuknya penyakit lain, seperti radang tenggorokan hingga hepatitis. Infeksi menyebar melalui pertukaran air liur, dan melewati masa inkubasi selama kurang lebih 4-7 minggu. Umumnya, gejala akan dirasakan selama 2-3 minggu dan bertahan selama beberapa bulan lamanya.penyakit ini bisa diobati dan sembuh, hanya saja umumnya menyerang seseorang dalam waktu yang cukup lama. Cenderung saat terserang virus orang akan berburu antibiotik sebagai pengobatan dini. Dalam kasus ini, antibiotik tidak dapat membantu meredakan serangan virus.   3. Glandular fever atau kissing disease Glandular fever adalah istilah umum untuk infeksi virus yang disebut infeksi mononukleosis, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyebar melalui air liur dan infeksi terjadi melalui kontak.   4. Flu dan pilek Pilek ditularkan melalui kontak langsung dengan virus. Anda bisa terinfeksi flu dari tetesan liur atau dari kontak langsung dengan sekresi (cairan dan lendir) dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi.   5. Hepatitis B Ciuman juga dapat menularkan virus ini, meskipun darah memiliki tingkat virus lebih tinggi ketimbang air liur. Infeksi dapat terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang lebih mungkin terinfeksi saat berciuman jika mereka berdua memiliki luka terbuka di atau di sekitar mulut.   6. Kutil Kutil di dalam mulut dapat menyebar melalui ciuman, terutama jika sebelumnya ada daerah yang mengalami trauma atau luka.   7. Penyakit Meningokokus Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang meliputi meningitis, radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan septikemia. Bakteri ini dapat ditularkan baik melalui kontak langsung atau melalui tetesan liur.   Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman Nah, itulah Inilah 7 Penyakit Akibat Ciuman dan Jadi pastikan anda terhindar dari penyakit akibat ciuman tersebut serta yang perlu dilakukan sebelum ciuman adalah periksa kesehatan mulut pasangan anda, jangan gonta ganti pasangan, tetap mengkonsumsi makanan sehat dan yang terpenting adalah gunakan hati anda untuk melakukan ciuman jangan asal serobot.

...