Waktu Posting : 16-05-2016 17:09 | Dibaca : 4127x
08-09-2024 04:33
Ada berbagai jenis kawat gigi yang bisa dipilih berdasarkan berdasarkan bahan maupun metode pemakaiannya. Dengan mengenal jenisnya, pasien bisa lebih mudah memilih kawat gigi sesuai kebutuhan, baik untuk kebutuhan estetika maupun untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Behel atau kawat gigi merupakan salah satu alat untuk mengatasi kelainan susunan gigi  yang menimbulkan keluhan. Kelainan susunan gigi yang dimaksud di antaranya adalah gigi tonggos, gingsul, renggang , dan rahang bawah maju. Selain menimbulkan masalah penampilan, kelainan susunan gigi tersebut juga dapat mengganggu fungsi bicara, mengunyah, serta meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi. Kelainan susunan gigi bisa diatasi dengan pemakaian kawat gigi. Pemilihan jenis kawat gigi akan disesuaikan dengan kelainan susunan gigi, pertimbangan estetika, serta biaya. Mengenal Jenis-Jenis Kawat Gigi Berikut ini adalah berbagai jenis dari kawat gigi yang umum digunakan untuk mengatasi kelainan susunan gigi : 1. Kawat gigi konvensional Kawat gigi konvensKawat gigi  jenis ini terbuat dari logam stainless steel yang ditempelkan pada bagian depan gigi menggunakan semen khusus. Logam (bracket) yang ada pada masing-masing gigi akan dihubungkan dengan karet elastis (elastic band) dan kawat khusus (wire) untuk memberikan tekanan pada gigi. Ini dilakukan agar gigi dapat bergeser perlahan ke posisi yang diinginkan. Selain terbuat dari logam, bracket gigi konvensional juga ada yang berbahan dasar keramik. Kawat gigi jenis ini memiliki tampilan yang lebih menarik karena warnanya mirip dengan warna gigi, sehingga tidak begitu terlihat jika dibandingkan dengan bracket dari bahan logam. Efektivitas bahan keramik sama baiknya dengan bahan logam dalam merapikan gigi. Namun, kawat gigi bahan keramik tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh penderita deep bite, yaitu kelainan susunan gigi yang membuat gigi bagian atas menutupi gigi bawah secara berlebihan saat menggigit. 2. Kawat gigi self ligating Kawat gigi self ligating tidak menggunakan karet elastis, melainkan menggunakan klip kecil khusus pada masing-masing bracket. Jenis kawat gigi ini lebih tahan lama daripada kawat gigi konvensional. Selain itu, pemakainya juga tidak perlu sering kontrol ke dokter gigi. 3. Kawat gigi lingual Lingual braces atau kawat gigi lingual sebenarnya memiliki kesamaan dengan kawat gigi konvensional. Hal yang membedakannya adalah letak bracket kawat gigi lingual yang berada di sisi dalam gigi, sehingga kawat gigi tidak terlihat dari luar. Jenis kawat gigi ini umumnya dipilih oleh pasien yang tidak ingin terlihat jelas menggunakan kawat gigi. Meski demikian, pemasangan jenis kawat gigi ini bisa menimbulkan efek samping kesulitan bicara. Selain itu, kawat gigi jenis ini berisiko mengganggu kebersihan lidah dan menyebabkan nyeri saat mengunyah. Perawatan Kelainan Susunan Gigi Selain dengan Kawat Gigi Selain menggunakan kawat gigi, berikut ini adalah alat lain yang bisa digunakan untuk memperbaiki kelainan susunan gigi: Clear aligner Clear aligner merupakan alat yang saat ini mulai populer digunakan untuk mengatasi kelainan susunan gigi ringan. Tidak seperti kawat gigi yang bersifat semi permanen, clear aligner bisa dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien. Clear aligner perlu dipasang selama 22 jam setiap hari dan bisa dilepas pada saat makan, minum, atau ketika menyikat gigi. Hal ini membuat pengguna clear aligner lebih mudah dalam menjaga kebersihan rongga mulut  dan gigi. Clear aligner merupakan alat transparan yang melapisi seluruh gigi, sehingga tidak begitu terlihat. Hal ini membuat clear aligner lebih unggul secara estetika. Selain itu, clear aligner juga lebih baik untuk kesehatan gusi dan jaringan di sekitar gigi. Clear aligner memang memiliki lebih banyak kelebihan daripada kawat gigi, tetapi alat ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memperbaiki susunan gigi. Headgear Jenis alat lainnya untuk mengatasi gangguan susunan gigi adalah headgear. Namun, alat ini lebih difungsikan untuk memperbaiki posisi rahang atas dan rahang bawah yang tidak sejajar, terutama pada anak-anak. Alat ini memiliki bagian-bagian yang dipasang di luar rongga mulut, yaitu leher dan kepala. Agar efektif, headgear harus digunakan selama 12–14 jam per hari atau bahkan lebih. Jika Anda berencana memakai kawat gigi, konsultasikan dengan dokter gigi mengenai jenis kawat gigi yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Pemasangan kawat gigi sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi. Salah satu klinik perawatan gigi yaitu Klinik GiO menawarkan berbagai jenis kawat gigi Jogja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pasien. Klinik GiO didukung oleh dokter spesialis kawat gigi Jogja yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus ortodontik. Dengan keahliannya, setiap pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan hasil yang optimal. Selain  dilengkapi dengan teknologi ortodontik modern, harga kawat gigi yang ditawarkan juga terjangkau. Untuk  mendukung proses perawatan lebih efektif dan efisien, tmenggunakan alat-alat canggih agar membantu dalam diagnosa dan perawatan yang lebih akurat. Setiap pasien di Klinik gigi GiO ( klinik kawat gigi Jogja)  mendapatkan pelayanan yang personal dan profesional. Rencana perawatan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individu pasien, sehingga hasilnya lebih efektif dan memuaskan.
02-07-2024 12:23
Kanker otak stadium 4 (Glioblastoma Multiforme) adalah kanker yang tumbuh cepat dan agresif di otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini menyerang jaringan otak terdekat. Tetapi pada umumnya tidak menyebar ke organ yang jauh. GBM adalah kanker otak yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu enam bulan atau kurang jika tidak ditangani, oleh karena itu, sangat penting untuk segera mencari perawatan ke dokter spesialis neuro-onkologi dan bedah saraf. Kanker otak stadium 4 tidak dapat disembuhkan Glioblastoma tetap merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Rata-rata penderitanya memiliki harapan hidup rata-rata 15 bulan. Hanya 5,5% pasien bertahan lima tahun setelah diagnosis. GBM terdiri dari subtipe primer dan sekunder yang berevolusi melalui jalur genetik yang berbeda, yang memengaruhi pasien pada usia yang berbeda dengan hasil yang berbeda. GBM dapat terjadi pada semua usia. Namun cenderung lebih sering terjadi pada kelompok usia paruh baya tua dan lebih sering terjadi pada pria. Tidak ada obat untuk GBM, perawatan mungkin memperlambat pertumbuhan kanker dan mengurangi gejala. https://pafikotasimpangtigaredelong.org/ Gejala kanker otak stadium 4 Gejala bisa bervariasi tergantung pada lokasi kanker di otak, tetapi gejala yang mungkin terjadi adalah berikut ini : Sakit kepala terus-menerus Penglihatan ganda/kabur Muntah Kehilangan selera makan Perubahan suasana hati dan kepribadian Perubahan kemampuan berpikir dan belajar Kejang Penurunan kemampuan berbicara secara bertahap. Diagnosis kanker otak stadium 4 Ada beberapa jenis tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis GBM, antara lain : 1. Tes Neurologis Jenis tes ini memeriksa penglihatan, pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan refleks. Tes ini dapat memberi petunjuk tentang bagian otak yang terkena GBM. 2. Tes Pencitraan Tes pencitraan dapat membantu menemukan lokasi dan ukuran GBM. MRI sering digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini. Tes pencitraan lain mungkin termasuk CT Scan dan Positron Emission Tomography (PET). 3. Mengambil sampel jaringan untuk pengujian Biopsi adalah prosedur untuk mengambil sampel jaringan untuk pengujian. Cara pengambilannya dilakukan menggunakan jarum sebelum operasi atau selama operasi untuk mengangkat GBM. Sampel dikirim ke laboratorium untuk pengujian. Tes dapat mengetahui apakah sel-sel itu kanker atau apakah itu sel GBM. Tes khusus sel kanker dapat memberi tim dokter pasien lebih banyak informasi tentang GMB dan prognosis pasien. Tim menggunakan informasi ini untuk membuat rencana perawatan. Prosedur Pengobatan kanker otak stadium 4 Kanker otak stadium 4 memang tak bisa disembuhkan namun dengan pengobatan bisa memperlambat dan memperpanjang harapan hidup. Perawatan andalan untuk GBM adalah operasi atau pembedahan, diikuti dengan radiasi dan kemoterapi. Tujuan utama pembedahan adalah mengangkat kanker sebanyak mungkin tanpa melukai jaringan otak normal di sekitarnya. 1. Pembedahan Pembedahan dilakukan untuk mengurangi jumlah jaringan kanker padat di dalam otak, membuang sel-sel di pusat kanker yang mungkin resisten terhadap radiasi dan/atau kemoterapi tahap awal. Di samping itu juga mengurangi tekanan pada otak. 2. Terapi radiasi Setelah operasi dan luka sembuh, terapi radiasi bisa dimulai. Tujuan dari terapi radiasi adalah untuk secara selektif membunuh sisa sel kanker yang telah menyusup ke jaringan otak normal di dalamnya. Dalam terapi radiasi sinar eksternal standar, beberapa sesi ‘fraksi’ dosis standar radiasi dikirim ke lokasi kanker.. Sayangnya, setiap perawatan menyebabkan kerusakan pada jaringan sehat dan normal di sekitarnya. Namun pada saat pemberian terapi selanjutnya, sel sehat telah berhasil memperbaiki diri sementara sel kanker tidak. Proses ini diulang untuk total 10 sampai 30 kali perawatan, biasanya diberikan sekali sehari, lima kali seminggu, tergantung jenis tumornya. Penggunaan terapi radiasi memberi sebagian besar pasien hasil yang lebih baik dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih lama dibandingkan dengan operasi saja atau perawatan suportif terbaik. Pasien yang menjalani kemoterapi diberikan obat khusus yang dirancang untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dengan obat temozolomide adalah standar pengobatan GBM saat ini. Obat ini umumnya diberikan setiap hari selama terapi radiasi dan kemudian selama enam siklus setelah radiasi selama fase perawatan. Prognosis Glioblastoma adalah kanker agresif yang sulit diobati. Perawatan dilakukan untuk meringankan gejala dan membantu pasien tetap nyaman serta memperpanjang hidup pengidapnya.
05-07-2014 16:49
Asik bekerja oke-oke saja, namun agar tidak aktivitas yang semestinya berfaedah bagi Anda itu malah berefek menghabiskan biaya disebabkan kesehatan Anda menjalani penurunan. Lagipula, banyak lamgkah yang dapat dikerjakan untuk melindungi stamina Anda supaya terus stabil. Satu diantara jalan yang paling murah serta gampang ialah dengan mengatur pola minum air putih. Gaya hidup rajin minum air putih kerapkali tak dicermati oleh kebanyakan orang-orang Indonesia. Riset The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) yang dikerjakan pada 2010 juga mendapati 46% dari 1.200 orang yang dilihat di berbagai kota besar di Indonesia mempunyai kecenderungan menderita dehidrasi ringan. Baca juga : Cara Mengatasi Jerawat di Usia Dewasa Orang-orang biasanya kurang mengetahui apakah itu dehidrasi ringan. Rasa haus merupakan pemberi tanda awal terjadinya dehidrasi ringan. Hal semacam itu umumnya lantaran malas minum air putih dengan beragam dalih. Walau sebenarnya, hilangnya dahaga malah merupakan indikasi bahwasanya tingkat dehidrasi yang dihadapi seorang telah lebih tinggi. Jadi, waktu merasa haus, baiknya secepatnya minum seperlunya, lantaran bila dilewatkan terus-menerus, bisa memiliki potensi mengakibatkan penyakit-penyakit serius, seperti konstipasi (sulit buang air besar), infeksi saluran kemih serta infeksi batu ginjal Kebanyakan badan manusia pada intinya memanglah terbagi dalam air : Pada bayi prematur sejumlah 80% dari berat tubuh, bayi normal 70-75%, sedang orang dewasa sejumlah 50-60%. Kekurangan 1,5% kandungan air dalam badan saja dapat membahayakan mood, terlebih untuk wanita yang lebih rawan pada efek dehidrasi. Dibawah ini ialah dampak-dampak yang memiliki potensi menyerang pria serta wanita disebabkan dehidrasi ringan : A. Pada pria, dengan titik dehidrasi 1,5% Performa kognitif : Kewaspadaan dengan cara visual menurun Kemampuan kerja rekam visual menurun Baca juga : 6 Langkah SADARI yang Perlu Anda Pelajari 2. Fase yang melibatkan mood : Didera kelelahan serta inertia Tensi darah serta rasa kuatir meningkat B. Pada wanita, dengan titik dehidrasi 1,3% Performa kognitif : Kewaspadaan dengan cara visual menurun Kemampuan kerja rekam visual menurun 2. Fase yang melibatkan mood : Didera kelelahan serta inertia Tensi darah serta rasa kuatir meningkat Gampang bingung/panik Semangat serta kegiatan menurun 3. Gejala-gejala Daya konsentrasi menurun Kesusahan merampungkan tugas Diserang sakit kepala