Waktu Posting : 30-08-2014 10:00 | Dibaca : 3896x
10-06-2014 19:39
Ganja sesungguhnya merupakan sebutan untuk Canabis (yang memiliki kandungan delta-9-tetrahidrocabinol/THC) dengan kemampuan menengah. Canabis/Marijuana yang paling murah serta potensinya lemah banyak dipakai di Amerika Serikat dengan nama Bhang. Kemampuan marijuana/canabis yang paling kuat ialah Chara yang banyak ditemukan di India. Marijuana sendiri telah di kenal dari lama juga dari sebelum saat masehi serta ada dalam konpedium obat herbal cina yakni the Herbal of Emperor Shen Nung thn 2737 SM. Efek pada kesehatan mental pada penggunaan ganja untuk rekreasi banyak di teliti. Meskipun kelompok-kelompok yang menunjang legalisasi ganja baik didalam serta luar negeri menuturkan tak ada kaitan pada pemakaian ganja dengan masalah jiwa, bukti riset berkata sebaliknya. Baca juga : Konsumsi Makanan Ini Jika Ingin Miliki Rambut Sehat Reaksi yang diinginkan dari pemakaian ganja sesungguhnya ialah perasaan tenang serta relaks, euforia, pergantian persepsi (warna jadi lebih indah) perlambatan saat dan penambahan persepsi emosional serta pengalam-pengalaman. Tetapi pada sebagian orang yang berlangsung ialah hal yang sebaliknya. Beberapa hal ini termaasuk depresi, paranoid, khawatir atau serangan panik. Juga riset menyampaikan, percobaan memasukan THC dengan cara intravena ke pasien bisa membuahkan dengan cara akut beberapa gejala defisit kognitif serta munculnya beberapa gejala negatif yang mirip tanda-tanda pada masalah psikotik kritis. Hal semacam ini juga yang bikin ada satu hipotesis ada jalinan system endocannabinoid dalam patofisiologi skizofrenia. Pemakaian ganja yang kritis juga dikaitkan dengan mengecilnya daerah otak (hippocampus serta amygdala) yang terkait dengan psikosis, depresi serta penurunan kognitif. Hasil riset yang dimuat di jurnal Aust Fam Physician. 2010 Aug ; 39 (8) : 554-7 berjudul Cannabis and mental health - management in primary care menyampaikan pemakaian awal serta berat dari ganja dikaitkan dengan onset tanda-tanda psikosis serta depresi, sedang pemakaian yang lama membuahkan keluaran hasil yang lebih jelek diantara beberapa orang yang telah alami masalah mental. Baca juga : Kiat Sehat Menyimpan Makanan dan Minuman di Kulkas Jurnal lain Ann Pharm Fr. 2008 Aug ; 66 (4) : 245-54. Epub 2008 Sep 4 berjudul Induced psychiatric and somatic disorders to cannabis juga menyampaikan bahwasanya pemakaian ganja terkait dengan munculnya tanda-tanda psikosis serta kekhawatiran. Ganja pun dapat jadi aspek yang mengeksaserbasi terjadinya psikopatologi pada pasien seperti juga zat psikoaktif lainnya. Pemakaian ganja pada remaja menambah resiko terjadinya psikosis terlebih pada individu yang rawan. Seperti banyak riset lain, riset ini dapat menyampaikan bahwasanya pasien yang telah menanggung derita psikosis yang konsumsi ganja bakal berikan hasil keluaran yang lebih jelek pada kesembuhannya. Hal semacam ini lantaran jalinan efek ganja pada system dopamin. Pemakaian yang banyak serta kritis juga sudah dikaitkan memengaruhi memori serta performas belajar, baik pada individu yang sehat serta pasien yang psikosis. Jadi memanglah dengan cara spesial penggunaan ganja untuk individu yang sehat ataupun yang telah menanggung derita masalah jiwa memiliki efek yang kurang baik. Untuk individu yang sehat meskipun tak segera memiliki jalinan karena disebabkan, ganja jadi penyebab terjadinya beberapa gejala psikosis serta psikopatologi lain serta untuk individu yang telah alami masalah jiwa, pemakaian ganja memperberat keadaan masalah jiwanya.
27-03-2015 21:45
Apakah Anda ingin mengetahui mengenai penyebab dan sekaligus pengobatan kolesterol dengan cara alami? Sering sekali kita mendengar mengenai seseorang yang terkena penyakit ini dan sulit sekali untuk disembuhkan. Bahkan beberapa orang tak mengetahui mengenia penyebab terjadinya penyakit kolesterol itu sendiri. Untuk itu melalui artikel ini akan diberikan penjelasan singkat mengenai penyebab dan pengobatan kolesterol apa yang tepat untuk dilakukan. Yang terpenting adalah tidak menimbulkan efek samping dan merupakan produk pengobatan yang alami. Adapun penyebab pengobatan kolesterol dengan cara alami yaitu 1.     Menu makanan Ada baiknya jika Anda mengkontrol makanan yang dikonsumsi dan mulai menghindari makanan yang memilik banyak lemak. Misalnya saja jeroan, seafood, durian, nangka, daging kambing, daging kuda dan masih banyak lagi. Baca juga : Obat-obat Tradisional Asam Urat  2.     Kelebihan berat badan Banyak orang yang memiliki berat badan berlebih cenderung terkena penyakit kolesterol. Hal ini karena biasanya orang yang gemuk memiliki kolesterol jahat dalam tubuh lebih tinggi. Untuk itu mengurangi berat badan berlebih akan lebih baik untuk membuat kadar kolesterol menurun. 3.     Kurang olah raga Kolesterol juga salah satu penyebabnya adalah kurang menjalankan kegiatan olah raga. Orang yang malas berolah raga lebih mudah terkena kolesterol dibandingkan dengan orang yang suka berolah raga. Untuk itu pilih olah raga yang disukai dan mulailah olah raga. Baca juga : Mencari Obat Herbal untuk Kolesterol Tinggi yang Aman  4.     Merokok Kolesterol salah satu penyebabnya adalah merokok. Perlu Anda ketahui bahwa merokok menyebabkan kolesterol dalam darah menjadi meningkat. Hal ini karena nikotin atau kandungan didalam rokok menyebabkan kolesterol baik dalam tubuh menjadi berkurang dan tak bisa mengimbangi kolesterol jahat. Sehingga lebih baik untuk menghindari bahaya merokok agar hidup lebih sehat. 5.     Usia/ Jenis kelamin Menginjak usia lima puluh pada pria akan sangat meningkat kadar kolesterol dalam tubuh. Dan pada wanita akan menurun pada saat menopouse sedangkan akan meningkat lagi setelahnya. Setelah Anda mengetahui mengenai penyebab terjadinya kolesterol alangkah baiknya jika mengetahui pula mengenai pengobatan yang harus dilakukan. Tak ada salahnya dengan menggunakan pengobatan dari dokter namun ada baiknya dibantu juga dengan produk Tahitian Noni. Produk ini adalah produk herbal alami dan tanpa efek samping yang berbahaya bagi tubuh Anda.
30-06-2014 13:04
Merokok membunuhmu. Memang benar adanya. Selain berpengaruh langsung pada kesehatan paru-paru, merokok mengakibatkan persoalan pada gigi, diantaranya : Bau mulut. Pergantian warna gigi. Peradangan bukaan kelenjar ludah di langit-langit mulut. Meningkatnya timbunan plak serta tartar pada gigi. Hilangnya tulang dalam rahang meningkat. Resiko leukoplakia meningkat, yakni bercak putih didalam mulut. Resiko penyakit gusi meningkat, yang disebut pemicu utama hilangnya gigi. Sistem pengobatan sesudah pencabutan gigi, perawatan periodontal, atau bedah mulut jadi tambah lama. Prosedur implan gigi mempunyai tingkat kesuksesan yang lebih rendah. Resiko kanker mulut meningkat. Bagaimana Merokok Mengakibatkan Penyakit Gusi? Rokok serta hasil olehan tembakau yang lain bisa mengakibatkan penyakit gusi lantaran memengaruhi lekatan tulang serta jaringan lunak pada gigi Anda. Dengan cara lebih khusus, merokok nampaknya mengganggu manfaat normal dari beberapa sel jaringan gusi. Masalah itu bikin perokok lebih rawan pada infeksi, seperti penyakit periodontal, serta nampaknya pula mengganggu aliran darah ke gusi, yang bisa memengaruhi pengobatan luka. Baca juga : Beberapa Fakta Kegiatan Seks terhadap Kesehatan Apakah Pipa Rokok serta Cerutu Mengakibatkan Persoalan Gigi? Ya bisa. Sama halnya rokok, cerutu serta pipa rokok bisa mengakibatkan persoalan kesehatan mulut. Menurut hasil riset yang diterbitkan dalam Journal of American Dental Association, perokok cerutu alami gigi keropos serta tulang alveolar keropos (yakni keroposnya sisi tulang rahang sebagai jangkar gigi) dengan kecepatan yang setara dengan perokok. Perokok pipa pula mempunyai resiko gigi keropos yang sama juga dengan perokok. Diluar resiko ini, perokok pipa serta cerutu tetap memiliki resiko terkena kanker oral serta faring (tenggorokan), meskipun bila mereka tak hirup rokok serta konsekwensi yang lain seperti bau mulut, gigi bernoda, serta penambahan resiko penyakit periodontal (gusi). Apakah Hasil Olahan Tembakau Yang Tidak Berasap Aman? Sama halnya dengan cerutu serta rokok, hasil olahan tembakau tidak berasap (umpamanya tembakau yang dihirup serta dikunyah) memiliki kandungan sekurang-kurangnya 28 bahan kimia yang sudah dapat dibuktikan menambah resiko kanker mulut dan kanker tenggorokan serta kerongkongan. Juga, mengunyah tembakau memiliki kandungan kandungan nikotin semakin banyak dari rokok, hingga mengakibatkan pemakainya lebih susah untuk berhenti. Demikian pula dengan satu kaleng tembakau yang dihirup, bisa menyajikan semakin banyak nikotin kian lebih 60 rokok. Tembakau tiada asap bisa merangsang jaringan gusi Anda, mengakibatkan gusi berkurang dari gigi Anda. Sesudah jaringan gusi berkurang, akar gigi jadi terbuka, hingga bisa menambah resiko gigi membusuk (tooth decay). Akar gigi yang terbuka pula lebih peka pada iritasi panas serta dingin atau yang lain, hingga bikin makan serta minum jadi tak nyaman. Kecuali itu, bahan gula yang kerap ditambahkan untuk menambah rasa tembakau tiada asap bisa menambah resiko gigi membusuk. Suatu riset yang diterbitkan dalam Journal of American Dental Association memperlihatkan bahwasanya pemakai tembakau kunyah empat kali memungkinkan meningkatkan gigi membusuk dibanding yang tak memakainya. Tembakau tiada asap pula umumnya memiliki kandungan pasir serta kerikil halus, yang bisa bikin gigi Anda aus. Menghilangkan Rutinitas Tembakau Tiada memperhatikan berapakah lama Anda sudah memakai produk tembakau, bila Anda berhenti memakainya saat ini, maka resiko serius untuk kesehatan Anda bakal menyusut. Sebelas tahunan sesudah berhenti merokok, kemungkinan bekas perokok terkena penyakit periodontal (gusi) tak jauh tidak sama dibanding beberapa orang yang tak sempat merokok. Juga, dengan menurunkan frekuensi Anda merokok bisa menolong mengurangi resiko terkena penyakit gusi. Satu riset mendapatkan bahwasanya perokok yang menurunkan rutinitas merokok mereka jadi kurang dari 1/2 bungkus satu hari cuma mempunyai resiko meningkatkan penyakit gusi tiga kali semakin besar dari non perokok. Angka ini memberi arti lebih rendah dibanding resiko orang yang merokok melebihi satu 1/2 pak /hari yakni enam kali lebih tinggi dari non perokok. Riset lain yang dipublikasikan dalam Journal of the Association American Dental mendapatkan bahwasanya penyakit mulut lesi leukoplakia bisa seutuhnya pulih dalam kurun waktu 6 minggu dari 97.5% pasien pemakai olahan tembakau tiada asap berhenti memakai buatan itu. Berbagai statistik dari American Cancer Society tunjukkan berbagai argumen serius lain untuk berhenti merokok. Mereka menyebutkan bahwasanya : Kira-kira 90% dari pasien kanker mulut, bibir, lidah, serta tenggorokan memakai tembakau, serta resiko terkena kanker ini meningkat bersamaan meningkatnya frekuensi merokok atau mengunyah tembakau serta lamanya merokok. Perokok mempunyai kemungkinan enam kali semakin besar dibanding non perokok untuk meningkatkan kanker ini. Seputar 37% dari pasien yang terus merokok sesudah kanker mereka membaik, bakal meningkatkan kanker ke-2 kalinya dari kanker mulut, bibir, lidah, serta tenggorokan. Jumlah ini semakin besar dibanding dengan mereka yang berhenti merokok yakni 6%. Baca juga : Kenali Faktor Risiko Akibat Kolesterol Tinggi Bagaimana Saya Bisa Berhenti Memakai Tembakau? Untuk berhenti memakai tembakau, dokter gigi atau dokter barangkali bisa menolong meredakan ketagihan nikotin Anda dengan obat-obatan, seperti permen karet serta patch nikotin. Sebagian dari buatan ini adalah obat OTC, sedang sebagian yang lain membutuhkan resep dokter. Obat lain (seperti Zyban) membutuhkan resep dokter. Kelas berhenti merokok serta grup pendukung kerap dipakai berbarengan dengan terapi obat. Program ini di tawarkan lewat rumah sakit lokal di masyarakat Anda serta terkadang lewat pemberi kerja atau perusahaan asuransi kesehatan Anda. Tanyakan pada dokter atau dokter gigi untuk info tentang program-program sejenis yang barangkali mereka ketahui. Obat herbal serta pula hipnosis serta akupunktur adalah pengobatan lain yang barangkali bisa menolong Anda menghentikan rutinitas menggunakan tembakau.