Waktu Posting : 23-06-2014 15:29 | Dibaca : 2849x
21-06-2014 03:52
Asti merasa lega sekaligus heran setelah membawa Icha, putrinya, berobat ke klinik THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan). Asti lega ternyata berkurangnya pendengaran Icha selama seminggu ini hanya disebabkan oleh sumbatan kotoran telinga, bukan oleh suatu kelainan atau penyakit serius. Akan tetapi Asti juga tak habis pikir, mengapa telinga Icha justru tersumbat oleh kotoran, padahal ia rajin sekali membersihkan telinga putrinya itu. Ia pun selalu menggunakan lidi kapas khusus, tak pernah menggunakan benda tajam yang dapat melukai telinga. Nah, lho! Sudah rajin dibersihkan, kok malah tersumbat kotoran? Sebenarnya yang dimaksud dengan kotoran telinga tak lain adalah serumen, yaitu suatu substansi di dalam lubang telinga yang berwarna kekuningan dan lengket. Konsistensinya biasanya lunak, tetapi kadang-kadang padat, terutama dipengaruhi oleh keturunan, disamping faktor lain seperti iklim dan usia. Serumen, istilah yang datang dari bhs Latin, yakni cera (lilin), adalah produksi alamiah telinga. Sepertiga sisi luar dari lubang telinga memanglah memiliki kandungan kelenjar yang berperan memproduksi serumen. Pada beberapa orang dihasilkan banyak serumen seperti beberapa orang lebih gampang berkeringat dibanding yang lain. Oleh lantaran berniat dibentuk, pastinya serumen tak ditujukan semacam pengganggu, malah sebaliknya serumen adalah satu wujud perlindungan pada telinga. Baca juga : Konsumsi 5 Makanan Bergizi Ini Untuk Dapatkan Payudara Sehat Serumen di lubang telinga bakal menangkap debu, mikroorganisme, ataupun partikel-partikel asing, serta menghindarnya masuk ke susunan telinga yang lebih dalam. Serumen juga mempunyai efek bakterisidal (bisa membunuh bakteri). Efek itu disangka datang dari komponen asam lemak, lisozim serta immunoglobulin yang dikandungnya. Kecuali itu, pH serumen yang relatif rendah adalah satu aspek penambahan yang bisa menghindar terjadinya infeksi. Serumen juga berperan semacam pelumas yang bakal melindungi telinga agar tak kekeringan. Dalam keadaan kekeringan, lubang telinga bakal benar-benar gampang terbuka, mengakibatkan telinga bakal jadi nyeri serta rawan pada infeksi. Ini menunjukkan bahwasanya serumen tak cuma membuat perlindungan telinga dari ancaman yang datang dari luar, tetapi juga melindungi supaya lingkungan didalam telinga terus ada dalam keadaan yang fisiologis. Pembersihan serumen dengan cara terus-menerus terlebih hingga di hilangkan semuanya malah bakal merugikan. Pada prinsipnya, telinga bakal bersihkan dianya. Umumnya serumen bakal terbentuk sedikit untuk sedikit, lalu bakal keluar sendiri pada saat mengunyah dengan membawa dan beragam kontaminan yang terjebak bersamanya. Sesudah hingga diluar lubang telinga serumen bakal hilang menguap oleh panas. Tetapi, kondisinya barangkali tidak sama pada tiap-tiap orang, tergantung pada banyak produksi serumen. Baca juga : Kebiasaan yang bisa cegah Obesitas bagi Wanita Kantor Rutinitas mengorek-ngorek telinga umum kita temui, ada yang memakai batang korek api, tisu, lidi kapas spesial, atau juga benda-benda kecil yang terbuat dari logam. Apa pun bahan yang dipakai, bersihkan telinga tak bisa kita kerjakan sendiri. Bersihkan telinga mesti dikerjakan oleh orang yang pakar serta terlatih. Karenanya kita bisa berkunjung ke klinik-klinik THT dirumah sakit paling dekat atau ke praktek pribadi dokter, terutama dokter spesialis THT. Dengan mengorek telinga, kita malah mendorong serumen ke celah sempit itu, tempat di mana semestinya serumen tak terbentuk. Mengakibatkan serumen bakal terjerat serta terakumulasi sampai pada akhirnya mengakibatkan sumbatan pada lubang telinga. Sumbatan itu bakal menghambat hantaran gelombang nada ke gendang telinga hingga pendengaran bakal jadi menyusut. Kecuali menyusutnya pendengaran, tanda-tanda disebabkan sumbatan serumen bisa juga berbentuk rasa terhalang serta barangkali juga rasa nyeri pada telinga. Kadang-kadang sumbatan serumen yang padat jadi lembab, umpamanya sesudah mandi, maka sumbatan itu bisa mengembang serta mengakibatkan masalah pendengaran sesaat. Jadi, sudah saatnya untuk melupakan kebiasaan mengorek telinga agar terhindar dari berbagai macam bahaya yang ditimbulkannya.
31-01-2026 09:36
Anies Baswedan, salah satu tokoh politik dan intelektual Indonesia yang dikenal luas lewat kiprahnya sebagai Mantan Gubernur DKI Jakarta (20172022) dan kandidat Capres dalam Pemilihan Presiden 2024, belakangan ini menarik perhatian publik dengan fase baru dalam kariernya. Setelah kekalahan dalam kontestasi politik nasional dan jenjang politik lanjutan yang sempat ia perjuangkan, Anies sempat menggambarkan dirinya sebagai pengangguran karena tidak lagi menjabat posisi politik formal. Namun kini, sebutan itu bukan lagi gambaran yang pas atas aktivitasnya seharihari.Istilah ikon pengangguran sempat mencuat di media sosial ketika Anies sendiri menyinggung masa jeda kariernya setelah Pilpres 2024, yang kemudian viral dan memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian melihatnya sebagai pernyataan ringan, sementara sebagian lain menilai hal itu sebagai refleksi dari fase transisi politik seorang figur publik.Namun, Oktober 2025 menjadi momen penting dalam perjalanan terbaru Anies Baswedan. Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), ia mengumumkan bahwa dirinya sudah tidak bisa lagi menjadi ikon pengangguranbukan karena stigma itu hilang, tetapi karena ia kini memiliki kegiatan profesional yang signifikan: mendirikan dan memimpin sebuah inisiatif baru bernama Karsa CityLab.Karsa CityLab digambarkan sebagai sebuah platform atau lembaga yang fokus pada pengembangan kota melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis data. Tujuan utamanya adalah membantu kotakota di Indonesia untuk mengejar kemajuan melalui percepatan pertumbuhan yang inklusif dan solusi kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat urban. Lembaga ini dimaksudkan menjadi katalisator pembangunan kota dengan cara menghubungkan pemangku kepentingan, riset kebijakan, serta praktik terbaik dari berbagai disiplin ilmu.Dalam struktur organisasi Karsa CityLab, Anies Baswedan berperan sebagai pendiri dan penasihat. Kehadirannya di posisi tersebut juga menarik perhatian karena lembaga ini melibatkan sejumlah tokoh terkemuka nasional. Misalnya, Meutia Farida Hatta Swasonoputri dari proklamator kemerdekaan Indonesia, Mohammad Hattabergabung dalam Dewan Braintrust yang menjadi komponen penting dalam mengarahkan visi strategis lembaga.Model kerja Karsa CityLab sendiri menunjukkan pergeseran peran Anies dari seorang politisi aktif menuju figur pemikir dan agen perubahan sosial yang berfokus pada isu pembangunan kota dan kebijakan publik berbasis data. Langkah tersebut dipandang sejumlah pengamat sebagai jawaban atas kritik dan ekspektasi publik terhadap kontribusi intelektualnya setelah ritme kontestasi politik yang begitu intens dalam beberapa tahun terakhir.Lebih jauh lagi, inisiatif ini menunjukkan dinamika baru dalam lanskap karier tokoh politik Indonesia yang tidak selalu berakhir di ranah parlemen atau pemerintahan. Bagi Anies sendiri, keterlibatannya dalam Karsa CityLab bukan sekadar aktivitas profesional pasca politik, melainkan juga manifestasi dari komitmen terhadap pembangunan masa depan kota yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.Meski peran politik Anies dalam kontestasi besar masih menjadi bahan perdebatan dan analisis di banyak forum, pergeseran fokusnya menuju pemikiran strategis kota melalui Karsa CityLab memberikan narasi baru yang patut dicermati. Ini bukan sekadar tentang tidak lagi menganggurtetapi tentang bagaimana seorang tokoh dengan pengalaman panjang di pemerintahan dan dunia publik bisa menerjemahkan wawasannya ke ruang yang lebih teknis dan kolaboratif untuk memberi dampak praktis bagi Indonesia.
21-09-2018 16:54
Alkohol seringkali digunakan sebagai salah satu bahan dalam skincare ataupun kosmetik. Banyak orang yang menghindari kandungan alkohol saat ingin memilih produk skincare dan kosmetik karena beranggapan jika alkohol dapat membawa dampak buruk pada kesehatan kulit. Alkohol memang terkenal sebagai kandungan "berbahaya" yang dianggap dapat menyebabkan kulit iritasi, kering bahkan bersifat karsinogenik. Namun ternyata, anggapan jika alkohol berbahay ternyata salah besar. Jika memang berbahaya, maka produk kosmetik atau skincare tidak akan dapat beredar luas dan tidak akan mendapat ijin BPOM, namun nyatanya banyak produk beralkohol yang mengantongi ijin BPOM yang berarti aman untuk digunakan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan beauty vlogger asal korea selatan, ia mengatakan jika alkohol merupakan produk yang aman digunakan untuk kulit dan ada beberapa manfaat dari alkohol yang ada dalam sebuah produk kosmetik maupun makeup seperti berikut ini : 1. Alkohol sebagai pelarut Alkohol merupakan pelarut yang sangat baik untuk bahan lain yang ada dalam produk sehingga kandungan dalam produk skincare atau kosmetik tersebut dapat terformulasikan secara baik dan bekerja maksimal pada kulit. 2. Alkohol sebagai pengawet Alkohol berperan penting untuk mencegah formula produk agar tidak terkontaminasi oleh kuman, bakteri dan jamur sehingga formula produk tidak akan berubah dan dapat bekerja maksimal saat diaplikasikan pada kulit dan produk pun tetap higienis. Alkohol juga akan menambah masa kadaluarsa produk sehingga dpaat lebih lama digunakan. 3. Alkohol akan mengurangi kadar minyak pada kulit Efek ini pasti akan sangat disenangi oleh orang dengan tipe kulit berminyak karena dapat menggunakan produk mengandung alkohol serta mampu mengurangi kadar minyak berlebih pada kulit. Namun proses tersebut bersifat sementara dan kandungan alkohol tidak akan mengganggu atau mengubah secara signifikan produksi minyak alami pada kulit. 4. Alkohol dapat meringankan tekstur produk Kandungan alkohol dalam produk skincare dan kosmetik dapat meringankan tekstur formula produk sehingga saat diaplikasikan pada kulit maka akan memberikan efek ringan.