Waktu Posting : 27-05-2014 16:55 | Dibaca : 2504x
17-06-2014 18:18
Iritasi mata ialah persoalan umum yang dihadapi oleh tiap-tiap orang serta seluruhnya usia. Seperti gatal, rasa panas, terbakar atau iritasi yang menyakitkan di mata. Beberapa gejala umum yang terkait dengan iritasi mata gatal, kemerahan, nyeri, bengkak, robek, terbakar, sakit, kelelahan hingga penglihatan kabur serta ada banyak lagi. Dalam kondisi ini kerap terasa seakan-akan ada suatu hal yang ada di matanya. Beberapa situasi bisa menyebabkan iritasi mata hingga membutuhkan konsultasi segera dengan dokter mata, tetapi ada juga yang tak membutuhkan perawatan medis serta dapat pulih dengan sendirinya. Namun bila anda sempat menanggung derita keadaan iritasi mata, Anda mesti hindari menggosok mata Anda, memakai riasan mata serta anda juga mesti membuat perlindungan mata dari debu. Baca juga : Berkenalan Dengan Infeksi Menular Seksual Tersebut merupakan banyak hal yang bisa membahayakan mata, salah satunya : 1. Benda asing yang masuk ke mata Benda asing seperti butiran debu, lensa kontak, atau bedak bubuk dapat juga membahayakan mata Anda. Benda itu bisa bikin kornea mata tergores serta saat telah terjerat di mata, bakal benar-benar susah untuk diidentifikasi. Sisa goresan itu bakal bikin Anda serta mengucek mata Anda serta pada akhirnya dapat jadi parah situasi mata Anda. 2. Luka bakar pada mata Luka bakar pada yang dikarenakan oleh uap bahan kimia, uap panas, cahaya matahari, pengeriting atau pengering rambut listrik (hairdryer), semburan api sampai ledakan kompor ialah hal yang benar-benar beresiko untuk mata. 3. Pukulan atau benturan segera pada mata Sebagian aktivitas olahraga terkadang ada yang membahayakan mata. Umpamanya saja gulat, tinju, tenis yang dapat mengena mata. Lantaran olahraga itu mempunyai kontak fisik yang cukup tinggi, kecuali itu pukulan atau benturan segera pada mata bisa dapat mengakibatkan kerusakan kulit serta jaringan di seputar mata, bola mata, juga tulang-tulang rongga mata. Baca juga : Kiat Merawat Telinga Agar Tetap Sehat 4. Kantong hawa penyelamat (airbag) Pemakaian kantong hawa yang terbuka dengan cara automatis saat mobil alami suatu benturan keras. Sayangnya, hal itu malah bisa mencederai mata. Kecepatan kantong hawa waktu mengembang nyaris sama dengan pukulan pada mata. Tak cuma itu, bahan kimia yang ada pada kantong hawa juga dapat bikin luka bakar pada mata. 5. Serpihan yang berterbangan Serpihan yang berterbangan seperti, serbuk kayu hasil gergaji atau potongan rumput yang terurai dari mesin potong rumput bisa menusuk mata. Serpihan itu bisa terbang dengan cepat ke mata serta menyebabkan pendarahan pada irislah serta kornea mata, serta berbuntut pada rusaknya susunan bola mata. Nah, sebelum saat mata Anda terkena infeksi, baiknya Anda lakukan usaha pencegahan. Langkahnya dengan memakai kacamata pelindung waktu beraktivitas yang terkait dengan kontak fisik, bahan kimia, listrik maupun beberapa bahan lain yang beresiko untuk mata.
25-06-2014 01:03
Puasa Ramadhan dengan cara umum mempunyai efek positif untuk kesehatan. Berbagai panduan tersebut butuh Anda pikirkan supaya puasa Anda tetap menyehatkan. Minum yang cukup. Hidrasi ialah hal terutama sepanjang puasa Ramadhan. Sesudah berbuka puasa, Anda mesti minum dalam jumlah besar. Anda pula mesti minum waktu bersahur. Upayakan minum yang cukup, kir-kira 1, 5 liter sampai sahur. Hal semacam ini lantaran keperluan hidrasi tubuh ialah kira-kira 1, 5 liter /hari. Makan yang sehat. Anda baiknya mengaplikasikan diet sehat pada waktu berbuka puasa. Janganlah terlalu berlebih melahap kue serta makanan manis, terlebih dalam jumlah besar. Hal semacam ini lantaran melahap kue serta makanan manis dalam jumlah besar, tak bakal memuaskan rasa lapar serta bakal mengganggu pola makan Anda. Pikirkan mengonsumsi kurma yang bisa isi lagi daya dengan cepat. Janganlah segera berbuka dalam porsi besar. Awalilah dengan minum serta camilan seperti sup, kolak atau makanan pembuka lain serta tunggulah hingga meresap di pencernaan sebelum saat makan besar. Janganlah makan terlampau banyak. Buka puasa semestinya tak sama dengan makan terlalu berlebih. Makan terlalu berlebih tak cuma mengganggu tubuh, namun pula bikin ngantuk waktu shalat tarawih. Walau puasa diawali dari matahari terbit hingga tenggelam, Anda baiknya tetap makan tiga kali satu hari : yang pertama waktu bersahur, yang ke-2 waktu berbuka serta yang ketiga seputar 2 atau 3 jam sesudah berbuka. Waktu bersahur, dianjurkan makan sayur serta buah-buahan yang cukup, untuk vitamin serta sumber karbohidratseperti nasi serta ubi-ubian yang bisa bertahan hingga berbuka puasa. Utama untuk bersantap sahur mendekati waktu imsak. Bila sangat mungkin, istirahatlah dimuka siang untuk menghimpun daya. Jauhi cahaya matahari serta panas yang menyebabkan dehidrasi. Minimalkan pemakaian tenaga fisik. Atlet mesti ekstra hati-hati untuk tak olahraga terlampau keras sepanjang bln. Ramadhan. Disarankan untuk olahraga yang tak intensif di sore hari sebelum akan berbuka dan tentukan olahraga yang tak terlampau berat. Pasien diabetes. Pasien diabetes mesti dengan cara teratur memantau gula darah mereka, cukup hidrasi serta tak makan yang manis-manis tiada nasehat medis. Orang yang lemah fisik. Puasa semestinya tak memperburuk status kesehatan orang dengan keadaan medis. Ibu hamil atau menyusui, lanjut usia, pasien hipertensi, penyakit jantung atau asma, umumnya tak harus berpuasa Ramadhan. Apabila tetap berpuasa, mereka mesti berkonsultasi dengan dokter bila rasakan sinyal tanda masalah kesehatan. Untuk keselamatan yang tambah baik, dianjurkan untuk pergi ke dokter sebelum saat serta setelah Ramadhan. Janganlah menghentikan penyembuhan tiada nasehat medis. Orang yang perlu memperoleh penyembuhan berkala mesti memperoleh anjuran dari dokter serta ustadz mereka. Mereka tak mesti berpuasa Ramadan bila hal semacam itu membawa resiko pada kesehatan mereka. Minum vitamin serta obat seperti umum dengan penyesuaian. Contoh minum vitamin serta obat pada saat berbuka puasa, saat ingin tidur serta saat sahur Selekasnya membatalkan puasa apabila memperoleh persoalan kesehatan. Apabila Anda alami persoalan medis sepanjang satu hari serta tak dapat sehat dengan cepat, barangkali baiknya Anda tak berpuasa satu hari atau lebih. Hari-hari dimana Anda tak berpuasa dapat ditukar sebelum saat Ramadhan selanjutnya.
06-09-2018 02:13
Dehidrasi bisa terjadi saat tubuh kehilangan banyak cairan dalam jumlah yang cukup banyak sehingga tubuh perlahan akan kehilangan kemampuan untuk berfungsi secara normal. Dehidrasi bisa terjadi secara akut (sementara) maupun dehidrasi kronis (dalam jangka panjang). Penyebab dehidrasi akut pada umumnya akibat kejadian tertentu seperti olahraga yang terlalu keras hingga diare atau muntah. Sementara dehidrasi kronis pada umunya terjadi akibat gaya hidup seperti jarang minum atau mengonsumsi air yang tidak bersih. Menurut penelitian, sekitar 75% masyarakat Indonesia menderita dehidrasi kronis. Jika dehidrasi terus dibiarkan maka akan menimbulkan beragam masalah kesehatan pada tubuh karena air merupakan komponen penyusun tubuh yang sangat penting. Sekitar 60% tubuh tersusun dari air dan 75% dari otot, 85% dari otak manusia terdiri dari air. Jika tubuh mengalami dehidrasi maka dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada sistem organ seperti : 1. Pencernaan Kurang cairan dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi. Disarankan untuk mengonsumsi makanan sumber serat dan banyak minum agar tidak terjadi sembelit. Mengonsumsi banyak cairan juga dapat menurunkan risiko kanker kolektoral terutama pada bagian distal (ujung usus). 2. Saraf Kurang cairan pada tubuh dapat menyebabkan tubuh kehilangan fokus bahkan penurunan kesadaran. Mengonsumsi banyak cairan kerap dikaitkan dengan penurunan intensitas migrain. 3. Saluran kemih dan Ginjal Banyak ahli sepakat jika kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Dehidrasi berkaitan dengan munculnya penyakit batu ginjal serta gagal ginjal kronis. 4. Kandungan Selama masa kehamilan, dehidrasi dapat menyebabkan berkurangnya jumlah cairan ketuban. Cairan yang cukup juga sangat diperlukan untuk ibu menyusui agar ASI lancar. 5. Peredaran darah Dehidrasi dapat dikaitkan dengan meningkatnya kekentalan plasma darah. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan munculnya risiko DVT (deep vein thrombosis) serta emboli pulmoner, penyakit jantung koroner dan penurunan tekanan darah).