Waktu Posting : 28-04-2014 02:46 | Dibaca : 9757x
Apa beda Osteomalacia dengan Osteoporosis? - Defisiensi zat gizi dalam tubuh mampu menurunkan fungsi tubuh seperti halnya muncul gangguan berupa osteomalacia dan Osteoporosis. Kedua gangguan ini sering diartikan sama oleh sebagian masyarakat. Padahal dalam kenyataannya, kedua penyakit ini memiliki pengertian yang jauh berbeda satu sama lainnya. Jika dilihat dari sepintas mungkin keduanya ini merupakan bentuk gangguan organ yang sama yaitu tulang namun untuk lebih jelasnya anda akan mengetahui secara jelas dan detail tentang perbedaan keduanya yaitu :
A. Osteomalacia
Osteomalacia merupakan gangguan atau kelainan tulang akibat berkurangnya atau menurunnya kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium atau vitamin D. Gangguan penyakit ini bisa menyebabkan tulang menjadi lunak serta kehilangan kekuatannya yang lama kelamaan akan menyebabkan cacat pada tulang.
Baca juga : Apa Itu Demam Berdarah?
Penderita : penderita penyakit osteomalacia sebagian besar yaitu anak – anak yang memiliki kelainan tulang dengan bentuk yang bengkok. Kelainan tulang ini dikarenakan asupan vitamin D yang kurang ataupun ketidakmampuan tulang untuk menyerap kalsium bagi kekuatan tulangnya. Namun, tidak hanya anak – anak yang berisiko menderita penyakit osteomalacia namun juga orang dewasa mampu berisiko menderita penyakit ini. Perbedaan nyata antara penderita anak – anak dan dewasa ini terletak pada pemulihan tulangnya. Anak – anak lebih mudah untuk dilakukan pemulihan tulangnya jika menderita osteomalacia dibandingkan dengan penderita dewasa karena susunan tulang dewasa sudah berada tahap pertumbuhan maksimal sehingga sulit dilakukan pembenahan sekalipun dengan cara operasi tulang.
Gejala : Manifestasi klinis yang biasanya dapat diketahui oleh para penderita penyakit osteomalacia yaitu sebagai berikut :
a. Kelemahan otot pada bagian alat geraknya terutama pada bagian gerak bawah
b. Perasaan nyeri pada bagian tulang belakang atau punggung, kaki serta daerah panggul penderitanya
c. Jika tidak dilakukan penanganan yang serius maka akan muncul kesulitan gerak bagi penderitanya
d. Munculnya kelainan tulang kaki dengan bentuk tulang yang menjadi bengkok
Pencegahan: Untuk menghindari penyakit osteomalacia ini, anda perlu melakukan beberapa upaya preventif di bawah ini yaitu :
a. Melakukan konsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi serta vitamin D. Contoh makanannya seperti telur, kecambah, ikan laut, dll
b. Melakukan kebiasaan diri untuk berjemur dibawah sinar matahari di pagi hari. Matahari merupakan unsur kimiawi yang memberikan vitamin D yang baik bagi pertumbuhan tulang. Anda mampu mendapatkan vitamin D secara alami ini dengan berjemur dibawah matahari pada pada pukul 7 sampai dengan pukul 9 pagi.
Baca juga : Berbagai Penyebab Jerawat di Wajah
c. Berhati – hatilah ketika anda memutuskan diri untuk melakukan rongent atau penyinaran tulang dengan radiasi sinar yang terlalu lama. Hal ini mampu memunculkan kelainan tulang yang akan membuat anda kesulitan untuk bergerak.
d. Melakukan konsumsi multivitamin agar tulang anda tidak kekurangan asupan vitamin terutama yaitu vitamin D. Fungsi vitamin D yang penting inilah yang memungkinkan seseorang untuk mengkonsumsi vitamin D secara eksklusif.
Pengobatan: pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit osteomalacia yaitu
a. Melakukan operasi tulang jika memang tulang anda mengalami pembengkokan karena gangguan penyakit osteomalacia.
b. Konsultasi dengan dokter untuk mengetahui beberapa treatment / pengobatan tentang tulang
c. Mengkonsumsi multivitamin untuk nutrisi tulang anda
B. Osteoporosis
Penyakit Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang terjadi akibat kepadatan tulang yang berkurang. Hal ini dapat dikatakan bahwa Osteoporosis merupakan kondisi tulang yang mudah mengeropos. Jika anda mengalami kondisi tulang yang seperti ini maka sudah pasti anda akan mengalami produktivitas kerja yang menurun.
Penderita: penyakit Osteoporosis banyak menyerang kalangan individu yang sudah mengalami lanjut usia atau menopause. Secara alami, kepadatan tulang memang akan mengalami penurunan kepadatan ketika umur tulang juga bertambah dewasa namun bukan berarti Osteoporosis menjadi gangguan tulang yang wajar terjadi. Akhir – akhir ini, Osteoporosis juga banyak dialami kalangan individu usia 20 tahunan sehingga hal ini merupakan bukti nyata bahwa Osteoporosis menjadi gangguan tulang yang harus segera diatasi agar tidak terjadi produktivitas individu yang kian menurun.
Baca juga : Beberapa Gangguan Kekurangan Iodium
Gejala: penyakit Osteoporosis ini akan membuat penderitannya mengalami nyeri sekitar tulang belakang, kemampuan tulang untuk bergerak pun menjadi sedikit terganggu, mengalami sakit didaerah sekitar sendi, anatomi tulang belakang yang akan sedikit membungkuk.
Pencegahan: tahap awal untuk mencegah terjadinya Osteoporosis yaitu dengan melakukan cek kepadatan tulang secara teratur, konsumsi susu yang kaya akan kalsium tulang, mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi, rajin berolahraga, mengurangi aktivitas yang terlalu berat, dan lain sebagainya.
Pengobatan : jika anda sudah mengalami gangguan Osteoporosis ini maka yang perlu anda lakukan adalah mencegah penyakit ini untuk tidak bertambah parah. Untuk itu, maka berikut ini beberapa upaya yang tepat dalam mengobati penyakit osteoporosi, yaitu
a. Melakukan konsultasi dengan dokter terkait penyakit anda
b. Melakukan terapi kekuatan tulang
c. Melakukan konsumsi suplemen kalsium bagi tulang anda.
Semoga artikel mengenai perbedaan Osteoporosis dan osteomalacia ini bermanfaat untuk anda.
03-07-2014 16:48
Waktu anak berpuasa, umumnya ia terlihat lemas serta tak semangat. Walau demikian, bukan hanya pertanda anak-anak tidak bisa berpuasa. Orangtua dapat mulai mengajarkan puasa dengan cara bertahap. Umpamanya, puasa hingga jam makan siang, lalu dilanjutkan sampai azan magrib bergema. Namun, bagaimana bila anak telah menunaikan puasa dengan cara penuh? Pasalnya, anak-anak terus membutuhkan konsumsi nutrisi dengan cara maksimal serta melakukan aktivitas seperti hari umum. Baca juga : Tips Puasa Bagi Penderita Maag Nah, di bawah ini berbagai tips agar anak terus fit selama berpuasa : Waktu sahur, pastikan menu seperti makanan yang kaya serat seperti sayuran serta buah-buahan serta mempunyai indeks glikemik rendah seperti tipe karbohidrat seperti beras putih ganti dengan beras merah atau oatmeal. Jenis makanan seperti inilah yaang bisa menjaga kandungan gula darah stabil lebih lama dalam darah. [Baca juga : Tips Berpuasa Bagi Penderita Asma ] Lakukan anak meminum air putih waktu sahur agar tak dehidrasi waktu berpuasa. Upayakan senantiasa ada menu berkuah seperti sup untuk menaikkan konsumsi cairan. Jauhi makanan pedas, minuman bersoda yang dapat menambah kandungan asam lambung serta bikin anak terkena sakit maag (gastritis) dan jauhi makanan yang terlampau asin serta memiliki kandungan bumbu penyedap rasa lantaran bisa menambah rasa haus. Walau sahur bermanfaat semacam “bensin” dalam menggerakkan puasa, namun upayakan supaya anak tak makan terlalu berlebih supaya ia tak kembung serta terlampau kenyang. Waktu berbuka, mulai dengan makanan manis dengan porsi yang cocok agar kekurangan glukosa waktu puasa dapat terpenuhi. Umpamanya, sebutir kurma atau teh manis hangat. Walau lapar, sampaikan anak supaya tak menuruti udara nafsu dengan berbuka seperlunya saja agar sistem pencernaan tak “kaget”. Nah, semoga dengan beberapa tips diatas, anak Anda bisa terus fit dalam melakukan aktivitasnya meskipun berpuasa. Oh ya, janganlah lupa libatkan anak dalam menentukan menu makanan berbuka supaya lebih semangat melakukan puasa.
09-10-2014 19:27
Asslmkm.. Selamat Malam Dok.. Saya mau tanya bagaimana cara menghilangkan keloid di dada . Saya sudah coba obat herbal Jelly Gamat tetapi belum berhasil. Adakah cara lain yang ampuh? Terima Kasih BR//Abdul Aziz Muslim
19-01-2015 21:07
Malam bu,usia saya 35 tahun saya mempunyai masalah disekitar wajah dan leher yaitu tumbuh kutil diwajah dan leher tapi tumbuhnya kecil,dan tahi lalat diarea bawah mata saya tumbuhnya sedikit lebih besar,gimana bu?