Waktu Posting : 08-06-2014 09:02 | Dibaca : 3020x
08-07-2024 04:12
Batuk merupakan salah satu penyakit yang paling umum menyerang. Batuk akan menjadi penyakit yang berbahaya jika tak kunjung sembuh, apalagi jika sudah berusaha untuk mengobatinya. Batuk yang terjadi terus menerus dalam jangka waktu sekitar dua bulan atau lebih yang terjadi pada orang dewasa dan satu bulan pada anak-anak bisa dikategorikan dalam batuk kronis. Batuk kronis bukan suatu penyakit melainkan suatu gejala yang mendasari gangguan kesehatan lainnya. Ada banyak faktor yang menyebabkan gejala batuk terus menerus. Salah satu penyebab batuk kronis yaitu kebiasaan merokok. Kurang minum air putih juga bisa menyebabkan batuk tak kunjung sembuh bahkan hingga kondisi yang lebih parah disertai flu. Gejala batuk terus menerus antara lain : suara menjadi serak batuk mengeluarkan darah sesak nafas hingga mengeluarkan bunyi hidung tersumbat dan berair berat badan turun drastis tenggorokan menjadi sakit dada terasa nyeri pusing, sakit kepala hingga pingsan demam tinggi disertai keringat di malam hari https://pafikotatamianglayang.org/ Penyebab batuk terus menerus antara lain : Infeksi Infeksi seperti tuberkulosis (TB), bronkitis dan penumonia bisa menyebabkan batuk terus menerus yang tak kunjung sembuh. Penyakit asam lambung Asam lambung (GERD) disebabkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan dan mengiritasi dan menyebabkan batuk terjadi terus menerus. Obat tekanan darah Batuk yang terjadi terus menerus juga bisa disebabkan mengonsumsi obat tertentu terutama obat yang biasa diresepkan untuk penderita gagal jantung dan tekanan darah tinggi. Polusi udara Sering terpapar polusi udara yang berupa debu, sulfur oksida, bahan kimia, jamur dan nitrat dioksida dapat menjadi pemicu batuk. Gagal jantung Penyakit ini dapat menyamar sebagai penyakit paru-paru yang ditandai batuk terus menerus dan sesak napas. Gejala khas yag sering terjadi pada penderita gagal jantung yaitu batuk yang akan sangat terasa berat saat berbaring telentang, sesak napas dan terjadi pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.
05-06-2014 09:55
Kesemutan ditangan bisa dialami oleh banyak orang dari semua kalangan umur. Berbagai penyebab bisa menimbulkan hal tersebut. Kesemutan merupakan sensasi tertusuk – tusuk , terbakar dan mati rasa pada bagian tertentu, seperti ada ratusan semut yang tiba – tiba menggerayangi bagian tersebut. Semua orang pernah mengalami kesemutan yang umumnya berlangsung singkat baik itu pada bagian tangan ataupun kaki. Tetapi kesemutan yang berlangsung lama dan berulang – ulang bisa menjadi tanda bahwa kondisi tersebut membahayakan diri seseorang entah itu adanya gejala penyakit atau lainnya. Mungkin ketika seseorang mengalami kesemutan akan menganggap hal biasa padahal, hal tersebut membutuhkan perhatian. Dimana, kita harus mengenali dan mengetahui bagaimana kondisi tubuh kita mulai dari peredaran darah hingga detak jantung yang sehat. Kesemutan seringkali terjadi ketika tangan terlalu lama menahan beban berat. Jika kesemutan terjadi secara berangsur – angsur akan membuat bagian tangan atau kaki menjadi mati rasa sehingga tidak dapat digunakan untuk beraktivitas seperti biasanya. Baca juga : Tips Kesehatan Ibu Hamil Tua Secara istilah medis kesemutan disebut dengan parestesia. Secara umum kesemutan disebabkan oleh tekanan pada syaraf, dimana pada saat sistem persarafan berjalan lancar, arus listrik kecil mengalir pada di sepanjang jaringan saraf pada lengan dan kaki, tulang belakang serta otak. Namun, jika terjadi tekanan secara terus – menerus pada saraf, arus tersebut terhambat sehingga menyebabkan sensasi kesemutan. Kondisi ini akan terjadi jika seseorang tidur kemudian tangan tertindih tubuh dalam waktu lama dan pada saat bangun tangan sulit digerakkan karena kesemutan. Selang beberapa waktu ketika tangan digerak – gerakan dengan halus kesemutan tersebut akan berkurang secara perlahan. Kesemutan ditangan yang berlangsung secara lama atau terjadi dalam waktu sering dimana menujukkan kondisi kronis harus diperhatikan. Dimana, hal ini bisa mengindikasikan adanya gangguan saraf yang lebih permanen. Berikut ini terdapat kondisi yang dapat menyebabkan kesemutan kronis. - Diabetes, bisa merusak pembuluh darah kecil yang memasok saraf pada jari tangan. Hal tersebut bisa menyebabkan kesemutan, nyeri, bahkan mati rasa pada bagian tangan. - Kompresi saraf, misalnya dengan saraf ulnaris dimana saraf yang dimulai dari leher dan memanjang kebawah hingga pada bagian dalam lengan atas dan siku. - Carpal tunnel syndrome, merupakan sensasi nyeri dan kesemutan ditangan yang diakibatkan oleh akumulasi tekanan pada terowongan kecil memanjang dari pergelangan tangan hingga pada bagian telapak tangan. - Malnutrisi, yaitu kondisi tubuh yang kekurangan nutrisi penting untuk berjalannya sistem saraf termasuk vitamin B12. - Kerusakan saraf, akibat infeksi ataupun cidera mampu menyebabkan kesemutan pada tangan. Baca juga : Mata Sakit dan Bengkak Kesemutan yang dialami seseorang ternyata dapat diatasi dengan alami. Sehingga ketahui beberapa tips mengatasi kesemutan berikut ini. - Hindari cedera saraf leher / punggung dengan tidak mengangkat beban yang berat. Beristirahat secara teratur dengan menjaga postur tubuh secara baik supaya kesemutan tidak terjadi secara sering. - Kendalikan diabetes, jika anda seseorang yang mengalami diabetes sebaiknya mengendalikan dengan diet, olahraga, obat – obatan serta rutin melakukan pemeriksaan. - Hindari kekurangan vitamin B12 dengan melakukan diet seimbang. - Segera kunjungi dokter apabila kesemutan disertai dengan adanya tanda – tanda gangguan saraf lain. Kesemutan harus diwaspadai dengan baik karena bisa menjadi tanda – tanda adanya penyakit didalam tubuh. Kondisi tubuh yang kurang sehat dan menjalur pada sistem saraf akan berakibat terjadinya kesemutan. Kesemutan ditangan dapat diatasi dengan melakukan beberapa hal diatas dan anda bisa mengetahui apa yang menyebabkan kesemutan dengan adanya penjelasan diatas.
10-05-2014 08:29
Salah satu cara paling efektif dalam mencegah kanker adalah memperbaiki pola hidup kita, terutama makanan. Makanan yang sehat berkaitan dengan sistem ketahanan tubuh yang sehat. Jika daya tahan tubuh kuat, maka risiko terkena kanker pun amat kecil. Mengapa? Karena sebelum sel kanker berkembang lebih lanjut, sudah ada pasukan pertahanan tubuh yang menggempurnya hingga mati dan tidak bisa berkembang. Seluruh jenis buah dan sayuran bisa diklaim sebagai makanan yang bisa mencegah kanker. Sebut saja dari teh sampai petai semuanya diklaim memiliki aktivitas antioksidan yang dapat mencegah kanker. Pada intinya, banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa makanan memiliki potensi antikanker. Meskipun belum terbukti seratus persen bisa menyembuhkan, tetapi makanan tersebut bisa membuat penderita kanker lebih sehat. Dan banyak pula penderita kanker yang akhirnya memilih terapi alternatif berupa konsumsi sayur dan buah ini daripada pengobatan medis atau terapi alternatif tersebut mendampingi terapi medis yang mereka jalani. Baca juga : Hilangkan Bekas Luka dari Dalam dan dari Luar Zat antikanker utama dari sayur dan buah adalah vitamin C, vitamin A, vitamin E, selenium, zinc, mangan, dan banyak zat fitokimia lainnya yang tersebar dalam sayur danbuah-buahan. Indonesia sangat kaya makanan antikanker, sebut saja mengkudu, manggis, sirsak, buah naga, dll. Semuanya memiliki manfaat antikanker. Inti pokoknya ada pada sifat fungsional komponen zat non gizi yang terkandung di dalamnya. Kandungan zat non gizinya mampu menguatkan sistem kekebalan tubuh (imun) kita dalam melawan bakteri dan gempuran radikal bebas yang akan menggerogoti kesehatan sel-sel kita. Kita bisa dengan mudah mendapatkan antioksidan dari makanan yang kita makan. Sumber utama antioksidan adalah sayur-sayuran dan buah-buahan. Komponen utama antioksidan adalah vitamin A, C, dan E dan segala turunannya serta senyawa non gizi lainnya, tetapi bermanfaat bagi kesehatan. Berikut ini adalah sedikit dari sumber antioksidan dan jenis-jenis antioksidan yang ada pada makanan kita. Makanan Senyawa Fitokimia Jeruk dan stroberi Asam elagis Citrus fruit dan jus Flavonoid Tomat, khususnya tomat yang telah dimasak,jambu, semangka dan cabe merah Likopen Buah dan sayuran berwarna kuning danoranye Betakaroten Jeruk, apel, bawang putih, dan teh Quercetin Manggis Xanthone dan turunannya Teh (semua jenis teh, kecuali teh herbal) Katekin Bawang putih dan bawang merah Komponen sulfur seperti alisin dan saponin Produk olahan kedelai, seperi tahu, susu kedelai, tempe, kacang kedelai Isoflavon (diadezein dan genistein) Sayuran krusiferus, seperti brokoli, brussel sprout, kol, dan kembang kol Isotiosianat Sekarang yang sedang fenomenal adalah jus kulit manggis. Manggis adalah buah yang berlimpah kandungan xanthone-nya dan xanthon adalah antioksidan yang diketahui paling sakti saat ini. Banyak khasiat yang dimiliki xanthone yang terdapat dalam buah manggis, khususnya bagian kulit buahnya. Kekuatan xanthon dalam mengatasi berbagai penyakit degeneratif telah dibuktikan dan ditunjukkan oleh berbagai hasil penelitian. Baca juga : Melancarkan BAB dengan Makanan Alami Hal lain yang perlu diketahui, pemilihan herbal (obat herbal/jus herbal) harus disesuaikan dengan jenis penyakit, stadium penyakit, penyakit lain yang menyertai dan kondisi pasien. Untuk hal ini, sebaiknya Anda mempunyai pengetahuan tentang bahan herbal yang akan digunakan atau langsung menghubungi herbalis yang terpercaya untuk berkonsultasi tentang resep herbal yang akan Anda gunakan.