Waktu Posting : 26-04-2016 06:43 | Dibaca : 2436x
29-05-2014 03:43
Nanang sudah setahun ini mengidap amandel. Hampir setiap bulan amandelnya kumat. Menurut dokternya, sudah derajat tiga dan belum perlu dioperasi. Namun setiap kali serangan amandelnya datang, Nanang mesti minum antibiotika. Kalau tidak, amandelnya meradang hebat, bernanah dan tak sembuh-sembuh. Linggar juga begitu. Bahkan ia sudah sering sekali sampai tak bisa bernapas kalau sedang serangan. Tapi Linggar tak mau dioperasi. Ia takut, dan lebih suka memilih minum kapsul antibiotika saja. Nanang dan Linggar memang sudah sejak kecil minum obat antibiotika, obat untuk memusnahkan kuman penyakit. Namun menurut pengakuan ibunya, obat antibiotikanya sering tidak pernah dihabiskan. Selain minumnya kurang teratur, begitu terasa membaik, ia langsung menyetop sendiri minum antibiotikanya. Padahal dokternya memberinya sampai 5 hari. Ia minum cuma 2 sampai 3 hari saja. Tapi apakah karena minum antibiotika yang tak habis, dapat menimbulkan amandel? Oh, tidak. Bukan karena antibiotika yang tak dihabiskan amandel muncul, tapi karena kelenjar pertahanan tubuh di rongga mulut itu yang kalah perang melawan bibit penyakit. Dan kebiasaan minum antibiotika yang setengah-setengah itu dapat membuat kuman penyebabnya menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika tersebut. Dan kalau kumannya sudah kebal begitu, ia akan menyerang ulang penderita, dengan demikian penyakit akan menahun. Amandelnya sering terserang, dan tak sembuh jika diberikan jenis antibiotika yang sama. Perlu dicari jenis antibiotika yang lain. Baca juga : Inilah Herbal Penangkal Bau Mulut Terlalu Bebas Berantibiotika Obat antibiotika tergolong obat daftar G. Artinya hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Namun di kota-kota besar, toko-toko obat menjualnya tanpa resep dokter, dan digunakan secara bebas, bahkan tanpa aturan yang benar. Mudah dipahami, akibat dari pemakaian antibiotika yang tidak tertib ini, maka populasi berjenis-jenis kuman menjadi bertambah merajalela. Ia bukan saja menurunkan generasi yang kebal terhadap beberapa jenis antibiotika yang digunasalahkan, tapi juga semakin sukar menciptakan jenis antibiotika baru untuk memusnahkan generasi kuman yang baru. Banyak kuman sudah resisten sehingga pemakaian antibiotika semakin terbatas untuknya. Kita perlu melakukan uji kebal (resistensi tes) untuk memilih jenis antibiotika mana yang cocok untuk kuman yang sedang diidap seorang penderita penyakit infeksi. Dengan demikian tembakan kita lebih terarah. Sekarang sedikit-sedikit orang membeli kapsul sendiri, lalu meminumnya dengan aturan sendiri, dan tak tahu kapan obat harus dihentikan. Pemakaian antibiotika yang berkepanjangan juga bukan tanpa efek sampingan. Organ hati, ginjal dan darah adalah bagian dari tubuh kita yang paling sering dipengaruhinya. Sejak penisilin ditemukan, generasi kuman sudah semakin beraneka dan antibiotika pun kian bermunculan untuk membasminya. Masing-masing mempunyai peluru sendiri untuk menembak bagian kuman yang mana, dan tidak setiap antibiotika mampu membunuh semua kuman yang pernah kita kenal. Ada jenis yang bisa menyeluruh, ada yang hanya untuk beberapa jenis saja. Tetrasiklin tidak untuk anak kurang dari 10 tahun Sekarang terdapat banyak anak-anak yang mengeluh karena gigi-geliginya berwarna tidak seperti mutiara. Kuning keruh keabuan, bukan karena malas menggosok gigi, tapi karena memang mutu giginya yang buruk akibat pemakaian antibiotika dari golongan tetrasiklin (tetracycline). Jenis antibiotika ini berpengaruh terhadap pembentukan gigi-geligi sejak janin. Jadi memang tidak boleh diberikan bagi anak-anak, sekurang-kurangnya sampai anak mencapai usia 8 tahun. Baca juga : Atasi Jerawat Membandel Dengan Bahan Alami Celakanya, karena setelah gigi (benihnya) terbentuk buruk, tidak ada cara untuk memutihkannya, dengan mengasah atau mengikisnya sekalipun, kecuali melapisinya dengan mantel gigi pada seluruh permukaan gigi, terutama yang tampak dari luar. Obat jenis ini pun paling sering digunakan karena amat umum dan cukup tua selain golongan kloramfenikol (chloramphenicol). Di puskesmas, poliklinik, di balai pengobatan, tetrasiklin banyak digunakan, dan kini saatnya kita perlu pandai memilih jenis antibiotika mana yang boleh dan mana yang tidak. Bisa Suntikan Untuk jenis tertentu, antibiotika hanya dapat diberikan melalui suntikan. Antibiotika streptomisin (streptomycine) untuk penderita penyakit TBC atau Lepra, diberikan hanya lewat suntikan. Biasanya, penderita lebih tertib karena harus mengunjungi dokternya, dibanding yang harus diminum sendiri. Jika ada satu orang yang tidak tertib menggunakan antibiotika, berarti akan tumbuh jutaan kuman yang sedang dibasmi yang mewariskan generasi baru yang kebal terhadap antibiotika tersebut. Dapat dihitung, berapa banyak jenis kuman yang melahirkan generasi baru yang kian kebal terhadap antibiotika yang ada, harus menjadikan kita semakin takut. Iya, kan?!
23-06-2014 01:59
Obat adalah suatu hal yang biasanya dikonsumsi waktu seorang sakit. Waktu menanggung derita flu, batuk, sakit maag atau sakit kepala (pusing), umumnya orang mengobatinya dengan konsumsi obat bebas yang bisa dibeli di warung, toko atau apotik. Hal semacam ini dikarenakan lantaran penyakit itu biasanya cepat pulih serta dikira tak beresiko. Namun, ada hal yang butuh dicermati waktu Anda konsumsi obat bebas atau antibiotik. Obat Bebas Obat bebas ialah obat yang bisa dibeli dengan cara bebas atau tak memerlukan resep dokter. Obat bebas cukup aman dikonsumsi apabila ikuti ketentuan gunakan serta dosis yang terdaftar dalam paket. Anda pula mesti meyakinkan apakah obat bebas itu betul-betul obat bebas yang aman, bukan hanya obat yang memerlukan resep dokter namun bisa dibeli dengan cara bebas. Baca juga : Cara Melindungi Diri dari Serangan Flu Cocokkan obat yang bakal dikonsumsi dengan penyakit yang terkena. Umpamanya, waktu Anda batuk, cermati apakah batuk itu terhitung tipe batuk kering atau batuk berdahak. Batuk kering umumnya dikarenakan lantaran ada iritasi. Sedang batuk berdahak lantaran masuknya virus atau bakteri hingga tubuh keluarkan lendir untuk melawannya. Atau apabila Anda menanggung derita flu, bisa dideteksi apakah flu dikarenakan virus atau bakteri. Flu yang dikarenakan virus umumnya keluarkan cairan encer yang sesungguhnya dapat sembuh dengan cukup beristirahat, minum banyak air, serta makan makanan bergizi serta memiliki kandungan vitamin terutama vitamin C, tiada butuh konsumsi obat. Sebaliknya, apabila cairan kental bermakna flu dikarenakan oleh bakteri yang butuh diatasi dengan konsumsi obat atau mungkin dengan pergi ke dokter untuk memperoleh antibiotik. Baca juga : Pijat yang Tepat, Badan Sehat dan Segar Anda butuh tahu apa kandungan yang ada dalam obat bebas serta meyakinkan supaya Anda atau orang yang bakal konsumsi obat itu tak mempunyai alergi pada kandungan obat. Jauhi konsumsi kandungan spesifik dari obat dikonsumsi dengan dosis 2 x lipat atau lebih. Hal semacam ini bisa saja jika seorang konsumsi obat flu serta obat sakit kepala berbarengan hingga kandungan parasetamol yang ada dalam ke-2 obat itu masuk ke tubuh dengan dosis ganda. Di bawah ini tabel kandungan yang biasanya ada dalam obat bebas serta kegunaannya. Efek samping yang bisa berlangsung apabila kelebihan dosis (over dosis) obat ialah nyeri lambung, jantung berdebar, gelisah, kejang atau hilang kesadaran. Efek terburuknya bisa menyebabkan kematian. Kapan Waktu yang Pas untuk Minum Obat? Konsumsi obat, baik obat bebas atau obat dengan resep dokter terhitung antibiotik baiknya tak dikerjakan waktu perut dalam situasi kosong lantaran bisa mengakibatkan efek yang jelek. Senantiasa pakai air putih bukan hanya kopi, susu atau teh waktu minum obat. Serta yang terutama senantiasa ikuti saran penggunaan supaya terlepas dari efek samping yang beresiko. Antibiotik Apabila Anda tak kunjung pulih sesudah konsumsi obat bebas, baiknya Anda selekasnya pergi ke dokter supaya bisa diberikan obat yang jitu. Untuk penyakit yang menyangkut infeksi, biasanya dokter bakal menyajikan antibiotik, meskipun dalam banyak masalah ada yang bisa sembuh tiada konsumsi antibiotik. Maka, tiada kelirunya Anda bertanya tipe dan manfaat obat yang didapatkan dokter. Antibiotik yang dikonsumsi terlalu berlebih dalam periode pendek bisa mengakibatkan alergi seperti gatal-gatal, nyeri lambung, mual atau bengkak pada bibir, kelopak mata, serta sisi tubuh yang lain. Efek yang lain ialah bakteri jadi kebal, hingga jika bakteri yang sama menyerang tubuh dibutuhkan antibiotik dengan dosis yang semakin banyak atau antibiotik yang lebih berat untuk melawannya. Karenanya bila Anda sakit tak terlampau kronis, baiknya jauhi pemakaian antibiotik, lantaran bisa bikin bakteri dalam tubuh lebih kebal. Di negara-negara maju, pemakaian antibiotik dibatasi serta tak gampang diberikan pada pasien. Dokter umumnya bakal menyajikan resep dengan obat non antibiotik terkecuali keadaan infeksi atau penyakit pada pasien telah tergolong kronis. Pakai obat dengan bijak, serta rasakan faedahnya. Baiknya Anda melindungi keadaan kesehatan tubuh Anda. Tetapi bila Anda sakit, pakai serta pastikan obat dengan jitu. Semoga cepat pulih!
25-07-2018 17:00
Obat Kuat Pria Perkasa sendiri memang sering dicari. Apalagi mereka para pria yang mengalami lemah syahwat, ejakulasi dini dan tidak tahan lama saat berhubungan intim dengan pasangan. Untuk anda para pria dewasa yang sudah menikah, tentunya menjadi perkasa dan kuat saat melakukan hubungan intim sangat penting untuk sebuah keharmonisan keluarga. Tapi karena masih ada beberapa pria yang masih mengalami masalah pada kehidupan seksual, maka dapat mengkonsumsi obat kuat untuk pria. Ketahui juga cara memilih obat kuat supaya tidak salah pilih dan tidak menimbulkan efek samping. 3 Tips Memilih Obat Kuat Pria Perkasa Pilih Obat Kuat Dengan Bahan Herbal Saat ini obat kuat untuk pria yang dijual di pasaran sudah cukup banyak. Tapi tidak semua obat memberikan efek sesuai yang kita inginkan. Ada juga beberapa obat yang tidak sepenuhnya mengandung bahan alami. Jadi pilih obat kuat yang mengandung bahan herbal alami supaya kesehatan tetap terjaga dan aman dikonsumsi. Salah satunya obat kuat powerman coffee. Pilih Obat Kuat yang Legal Obat kuat legal ini merupakan obat yang sudah resmi dan sudah melalui uji test kesehatan dari badan umum yang berkaitan. Dengan begitu anda tidak perlu takut jika ingin mengkonsumsinya. Karena saat ini juga banyak obat kuat palsu yang membahayakan. Jadi anda dapat memilih obat kuat yang sudah terdaftar resmi seperti pada produk powerman coffee. Memiliki nomor P IRT No.210327 5010295-19. Pilih Obat Kuat yang Tidak Menimbulkan Efek Samping Efek samping dalam hal ini merupakan efek samping berbahaya. Karena dalam setiap obat mungkin masih memiliki efek samping seperti mengantuk. Tapi karena ini obat kuat mungkin akan lebih berbahaya. Jadi ada baiknya untuk membaca aturan pakai terlebih dahulu serta kandungan yang ada di dalamnya. Dengan begitu anda akan terhindar dari bahaya kesehatan. Sedangkan untuk powerman coffee tidak akan menimbulkan efek samping yang berbahaya meskipun dikonsumsi setiap hari. Karena bahan yang digunakan merupakan kopi yang sangat bermanfaat sebagai obat kuat pria perkasa untuk menambah vitalitas pria dalam berhubungan intim.