Waktu Posting : 05-06-2014 12:00 | Dibaca : 2655x
18-06-2014 23:06
Pernahkah Anda menonton video di YouTube tentang telur yang matang lebih cepat karena pengaruh telepon genggam? Ancaman radiasi dari ponsel memang tak bisa dianggap sepele. Jika radiasi telepon genggam saja bisa membuat telur matang sempurna, apa jadinya telinga kita jika hampir setiap hari menempel dekat sekali dengan alat elektronik itu? Perdebatan mengenai bahaya gelombang elektromagnetik dan radiasi dari telepon seluler bagi kesehatan manusia sudah berlangsung sangat lama. Ada ilmuwan yang membenarkan mengenai bahaya tersebut, ada pula yang membantahnya. Dasarnya, penelitian seputar pengaruh telepon genggam terhadap manusia menunjukkan hasil yang berbeda. Namun, pada intinya semua perangkat yang mengeluarkan gelombang elektromagnetik pasti bisa mempengaruhi tubuh manusia. Eksperimen sederhana seperti menggoreng telur menggunakan radiasi dari telepon genggam yang tengah aktif menunjukkan bahwa gelombang itu mengubah sesuatu yang organik. Baca juga : Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran Eksperimen itu cukup masuk akal karena frekuensi yang digunakan telepon genggam mirip dengan microwave yang juga mengandalkan gelombang elektromagnetik, memang digunakan untuk memanaskan makanan dalam kehidupan sehari-hari. Yang menjadi masalah adalah, penggunaan telepon genggam sangat dekat ke telinga dan otak yang sangat sensitif terhadap gelombang frekuensi tertentu. Orang yang secara rutin berdiri di dekat antena microwafe selama dua-tiga tahun dapat dipastikan akan sakit. Gelombang elektromagnetik dapat mempengaruhi struktur dalam tubuh, termasuk komposisi berbagai macam cairan dalam telinga seperti ion kalium, ion natrium, protein, serta berbagai enzim. Padahal cairan-cairan itu sangat penting dalam proses pendengaran. Penyebab gangguan pendengaran yang lebih signifikan sebenarnya adalah suara. Jangan pikir hanya suara keras seperti konser dan kegaduhan pabrik yang bisa membuat seseorang kehilangan pendengarannya. Suara musik dari pemutar musik MP3 juga berpotensi membuat pendengaran kita terganggu jika kita terbiasa menyetel volume musik di atas 60% dengan durasi lebih dari satu jam setiap hari. Paparan suara yang keras dapat merusak sensor yang berada di sel rambut dalam rumah siput telinga. Ironisnya, suara-suara itu menyerang frekuensi percakapan di atas 2.000 Hertz terlebih dahulu. Sementara itu, frekuensi percakapan itu berada pada 500 Hertz, 1.000 Hertz, 2.000 Hertz, dan 4.000 Hertz. Dengan begitu, banyak penderita gangguan pendengaran yang terlambat menyadari bahwa pendengarannya bermasalah. Baca juga : Tips Sukses Diet Sehat Baik telepon genggam maupun suara gaduh bukanlah hal asing dalam hidup kita. Bagaimana pun harus diakui, kita tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari kedua hal tersebut. Telepon genggam (ponsel) misalnya, mengambil peranan penting dalam kelangsungan komunikasi kita. Sementara itu, kebisingan juga tak dapat terhindarkan terutama untuk masyarakat perkotaan. Yang bisa kita lakukan mungkin menekan risiko sampai sekecil mungkin, demi menghindarkan diri dan keluarga dari segala ancaman kesehatan. Ini bisa kita lakukan dengan aktif melakukan pencegahan. Cara Mengurangi Risiko Ancaman Gangguan Pendengaran Gunakan handsfree untuk menerima panggilan dari telepon genggam. Semakin dekat telepon genggam dengan telinga, semakin besar pula potensi radiasi yang akan terpaapr pada kepala kita. Usahakan tidak menerima panggilan telepon terlalu lama. Pilih jenis telepon genggam dengan tingkat radiasi terendah. Jika suhu telepon genggam terasa meningkat alias memanas, sebaiknya jauhkan dari tubuh kita. Jauhkan telepon genggam dari anak-anak karena otak dan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan yang sangat sensitif terhadap segala potensi gangguan. Setel volume pemutar musik MP3 atau radio maksimal 60%. Sebaiknya tidak mendengarkan musik melalui earphone lebih dari satu jam. Hindari membiarkan anak-anak berada di pusat permainan di mall selama berjam-jam. Hindari berada di tempat bising seperti konser dan klub malam dalam waktu lama. Periksakan telinga ke dokter THT setiap 3-6 bulan sekali.
20-06-2022 09:44
Pijat merupakan salah satu cara untuk menghilangkan capek dan pegal serta nyeri pada tubuh. Jenis pijat sendiri ada bermacam-macam. Yang paling banyak digemari masyarakat adalah pijat urut dan pijat refleksi. Pijat refleksi merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang berasal dari China. Perbedaan yang paling dasar terletak pada metode yang digunakan. Pijat refleksi hanya mengutamakan titik-titik tertentu pada tubuh yaitu tangan, kaki dan telinga. Titik-titik tersebut diyakini berhubungan langsung dengan saraf-saraf organ tubuh. Ketika titik-titik tersebut dipijat, tentunya akan berpengaruh pada organ-organ tubuh. Pijat refleksi tidak bisa dilakukan sembarang orang, hanya terapis yang memiliki pengalaman dan sertifikasi tertentu yang boleh melakukannya. Pijat ini bisa saja menimbulkan kesalahan yang fatal jika dilakukan sembarang orang. Masyarakat menyukai pijat refleksi karena dianggap sebagai metode pengobatan penyakit tertentu dengan aman, tanpa harus mengkonsumsi obat-obat yang mayoritas mengandung bahan-bahan kimia. Pijat refleksi ini dilakukan dengan cara sederhana. Hanya menggunakan jari-jari tangan, dan jika diperlukan bisa memakai alat bantu pijat lainnya untuk menekan titik-titik syaraf pada tangan dan kaki. Banyak sekali manfaat yang didapat dengan melakukan pijat refleksi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, diantaranya: 1. Mengurangi Sakit Kepala Pijat refleksi dapat membantu meringankan rasa sakit kepala yang disebabkan oleh rasa cemas dan juga stres tanpa harus meminum obat-obatan. Terapi pijat refleksi untuk meredakan nyeri biasanya terlihat setelah 3 bulan rutin melakukannya. Menurut penelitian yang telah dilakukan, terdapat 23 persen pasien tidak lagi mengalami sakit kepala dan 11 persen lagi tidak mengkonsumsi obat-obatan ketika rutin melakukan pijat refleksi. 2. Membantu Melancarkan Peredaran Darah Telapak kaki memiliki saraf yang langsung berhubungan dengan jantung dan juga pembuluh darah. Ketika dilakukan pemijatan di titik-titik tersebut secara otomatis akan berpengaruh pula pada fungsi jantung dan pembuluh darah. Pijat refleksi juga dipercaya dapat meningkatkan kesehatan jantung. Pijat ini juga dipercaya dapat membuka simpul-simpul saraf sehingga mampu melancarkan peredaran darah. 3. Metode Recovery Pasien Stroke Stroke merupakan penyakit yang disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otak. Kekurangan ini bisa disebabkan oleh penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Akibatnya sel-sel otak akan mati karena kekurangan nutrisi dan oksigen yang terkandung di dalam darah. Kondisi tersebut tentunya akan mempengaruhi fungsi tubuh yang dikendalikan oleh otak. Umumnya pasien stroke tidak bisa untuk menggerakkan anggota gerak tubuh, baik secara sebagian maupun secara total. Penanganan bagi pasien stroke biasanya dengan melakukan terapi fisik. Pijat refleksi dapat digunakan sebagai pendamping terapi pengobatan medis. Tekanan yang diberikan saat melakukan pemijatan pada tangan ataupun kaki dapat memberikan dampak positif serta mampu mendorong peningkatan kemampuan gerak pasien stroke. 4. Membantu Meringankan Sembelit Sembelit atau disebut juga dengan konstipasi, merupakan kondisi sulit buang air besar dalam waktu yang cukup lama. Sembelit bisa terjadi karena gaya hidup yang kurang sehat terutama pola makan sehari-hari ataupun karena stres yang berlebihan. Sembelit wajar terjadi dan bisa sembuh dengan sendirinya. Meskipun demikian, sembelit tidak boleh dibiarkan dan diabaikan. Karena sembelit yang telah melampaui kewajaran dapat diindikasikan sebagai salah satu tanda penyakit yang serius. Pengobatan sembelit dapat dilakukan secara alami, baik itu dengan mengganti pola makan yang lebih sehat dan juga terapi. Salah satu terapi yang dapat dilakukan adalah pijat refleksi. Pijat refleksi dipercaya dapat mengurangi rasa stres, sehingga menimbulkan perasaan yang lebih nyaman dan menenangkan. Dan hal tersebut tentunya sangat berguna bagi penderita sembelit. 5. Metode Pendamping Kemoterapi bagi Penderita Kanker Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan kanker dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Kemoterapi dapat menimbulkan efek yang luar biasa kepada penderita, seperti nyeri, mual bahkan muntah. Pijat refleksi digunakan sebagai metode terapi pendamping bagi penderita kanker untuk membantu mengurangi rasa nyeri yang diakibatkan oleh kemoterapi. Manfaat lain yang didapat dari pijat refleksi bagi penderita kanker adalah dapat membantu meningkatkan nafsu makan, mencegah gangguan pencernaan, mencegah kelelahan serta menjaga suasana hati. Pengobatan kanker yang didampingi dengan pijat refleksi ini juga dipercaya dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita kanker. 6. Mengurangi Lelah dan Rasa Gelisah Aktivitas sehari-hari yang padat mampu membuat orang merasa jenuh. Tekanan dan tuntutan pekerjaan lama kelamaan dapat menyebabkan orang mengalami stres. Jika sudah demikian, pasti rasa gelisah dan cemas akan selalu menghantui kehidupan seseorang. Dampak lain yang dirasakan tentunya penurunan produktivitas dalam pekerjaan. Kondisi seperti itu tentunya membutuhkan relaksasi, yang mampu membuat seseorang merasa nyaman dan tenang kembali. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan pijat refleksi. Pijat refleksi yang dilakukan pada tangan dan kaki, dapat membantu mengurangi rasa cemas, gelisah dan lelah, serta meningkatkan kualitas tidur. Telah dibuktikan oleh beberapa penelitian, bahwa pijat refleksi cukup efektif untuk mengurangi gangguan psikologis yang dialami beberapa orang. Pijat refleksi juga telah dibuktikan mampu mengurangi rasa lelah yang dialami oleh ibu hamil selama kehamilan berlangsung. Itulah manfaat dari pjat refleksi, dan bagi Anda yang membutuhkan pijat panggilan Jakarta Selatan kunjungi situs https://www.jasamassagelah.com/. Anda akan mendapatkan info pijat panggilan Jakarta yang dapat membantu Anda memperoleh jasa pijat terapis handal.
25-08-2025 19:06
Iritasi kulit adalah kondisi umum yang bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meskipun sering dianggap sepele, iritasi kulit yang tidak ditangani dengan tepat dapat mengganggu kenyamanan sehari-hari dan berisiko menimbulkan infeksi atau gangguan kulit lebih serius.Apa Itu Iritasi Kulit?Iritasi kulit adalah reaksi peradangan yang terjadi ketika kulit bereaksi terhadap zat atau kondisi tertentu. Reaksi ini muncul sebagai respons tubuh terhadap paparan yang dianggap mengganggu, baik itu dari lingkungan, bahan kimia, gesekan, maupun faktor internal seperti alergi.Kondisi ini berbeda dengan infeksi karena tidak disebabkan oleh bakteri atau virus, melainkan oleh faktor fisik, kimia, atau alergi. Meski umumnya bersifat ringan, iritasi kulit dapat berkembang menjadi dermatitis atau eksim jika tidak diatasi dengan tepat.Ciri-Ciri Umum Iritasi KulitGejala atau ciri-ciri iritasi kulit bisa bervariasi tergantung penyebab dan sensitivitas individu. Namun, berikut beberapa tanda umum yang sering muncul :Kemerahan (ruam) di area kulit tertentuGatal ringan hingga intensPerih atau sensasi terbakarKulit terasa kering dan bersisikPembengkakan ringan atau benjolan kecilMengelupas atau pecah-pecah, terutama di area seperti tangan dan kakiIritasi dapat muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap, tergantung pada seberapa sering kulit terpapar faktor penyebabnya.Penyebab Iritasi KulitAda banyak faktor yang dapat memicu iritasi kulit. Beberapa penyebab umum di antaranya :1. AlergiReaksi alergi terhadap bahan tertentu seperti parfum, pewarna, atau bahan aktif tertentu dalam produk skincare bisa menyebabkan kulit meradang dan gatal.2. Paparan Bahan KimiaBahan kimia keras seperti deterjen, pemutih, pembersih rumah tangga, atau pelarut industri bisa merusak lapisan pelindung kulit dan menyebabkan iritasi.3. Penggunaan Produk yang Tidak CocokProduk skincare atau kosmetik yang tidak cocok dengan jenis kulitmisalnya terlalu kuat untuk kulit sensitifdapat memicu ruam, gatal, atau perih.4. Cuaca EkstremUdara yang terlalu dingin atau panas bisa menyebabkan kulit menjadi kering, rentan pecah-pecah, dan mudah iritasi.5. Gesekan BerulangGesekan dari pakaian, sepatu, atau benda keras yang menyentuh kulit terus-menerus juga bisa menyebabkan iritasi. Kondisi ini sering terjadi di area lipatan kulit seperti paha dalam, ketiak, atau leher.Cara Mencegah Iritasi KulitMencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah penting untuk mencegah iritasi kulit :1. Pilih Produk yang Lembut dan AmanGunakan sabun, sampo, dan produk perawatan kulit yang bebas dari pewangi buatan, alkohol, atau SLS (sodium lauryl sulfate). Pilih produk yang sudah diuji untuk kulit sensitif.2. Jaga Kelembapan KulitKulit yang kering lebih rentan mengalami iritasi. Gunakan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi. Pilih pelembap yang mengandung bahan-bahan seperti ceramide, glycerin, atau hyaluronic acid.3. Hindari Pemicu AlergiJika Anda sudah mengetahui bahwa kulit Anda alergi terhadap bahan tertentu (misalnya nikel, lateks, atau parfum), hindari paparan bahan tersebut sebisa mungkin.4. Gunakan Pakaian yang NyamanPilih pakaian berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Hindari kain sintetis yang dapat menyebabkan gesekan dan panas berlebih.5. Lindungi Kulit dari Sinar MatahariSinar UV dapat memperburuk iritasi. Gunakan tabir surya dengan minimal SPF 30, terutama jika Anda memiliki kondisi kulit sensitif atau sedang iritasi.Bahan Alami dan Kandungan Skincare untuk Meredakan IritasiBeberapa bahan alami telah terbukti efektif membantu meredakan iritasi kulit. Berikut yang paling populer dan direkomendasikan :Aloe VeraDikenal sebagai agen penenang alami, gel aloe vera dapat membantu mengurangi kemerahan, gatal, dan panas akibat iritasi. Selain itu, kandungan anti-inflamasi dan antioksidannya membantu proses penyembuhan kulit.Oatmeal KoloidOatmeal memiliki sifat menenangkan dan melembapkan. Oatmeal kolloid sering digunakan dalam sabun dan lotion khusus untuk kulit sensitif atau eksim karena kemampuannya menenangkan peradangan dan rasa gatal. ChamomileEkstrak chamomile memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-alergi. Biasanya ditemukan dalam produk skincare yang ditujukan untuk kulit sensitif, chamomile dapat membantu meredakan kemerahan dan pembengkakan ringan.Centella Asiatica (Daun Pegagan)Bahan populer dalam skincare Korea, centella asiatica sangat efektif dalam menenangkan kulit yang rusak, merangsang produksi kolagen, dan mempercepat proses penyembuhan iritasi.Iritasi kulit pada bayi adalah kondisi yang sangat umum dan sering membuat orang tua khawatir. Kulit bayi masih sangat halus, tipis, dan sensitif, sehingga lebih rentan terhadap berbagai pemicu dibandingkan kulit orang dewasa. Penanganan dan pencegahan iritasi kulit bayi pun harus lebih hati-hati dan lembut.Iritasi kulit pada bayi memang umum terjadi, namun tetap perlu perhatian khusus karena kulit bayi jauh lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Dengan perawatan yang tepat, mulai dari memilih produk yang aman, menjaga kelembapan, hingga menggunakan bahan alami seperti aloe vera atau oatmeal, kulit bayi dapat kembali sehat dan nyaman.Kapan Harus ke Dokter?Meski iritasi kulit ringan bisa ditangani sendiri di rumah, ada kondisi yang membutuhkan penanganan medis. Segera konsultasikan ke dokter jika :Iritasi tidak kunjung membaik setelah beberapa hari,Muncul luka terbuka, nanah, atau infeksi,Rasa gatal dan perih semakin parah,Iritasi menyebar luas ke bagian tubuh lain.Iritasi kulit adalah kondisi umum yang bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari alergi, paparan bahan kimia, hingga cuaca ekstrem. Meskipun tidak selalu berbahaya, iritasi kulit bisa mengganggu aktivitas dan kenyamanan. Dengan mengenali gejala, mengetahui penyebab, serta memilih perawatan yang tepattermasuk bahan alami seperti aloe vera, oatmeal, chamomile, dan centella asiaticakita bisa mencegah dan meredakan iritasi secara efektif. Selalu rawat kulit dengan hati-hati, karena kulit yang sehat adalah cermin dari tubuh yang terjaga.