Pertamina Akan Bangkrut Rekanan Belum Dibayar Sejak Agustus 2021

Additional Image

Waktu Posting : 16-02-2022 16:31 | Dibaca : 473x

Restrukturisasi dan perombakan komposisi di tubuh PT Pertamina (Persero) rupanya belum membawa angin segar bagi perusahaan pelat merah tersebut. Kinerja Pertamina terutama keuangan organisasi terus memburuk sepanjang reformasi. Hal ini bisa dilihat dari laporan keuangan yang menunjukan keuntungan yang menurun, sementara utang terus meningkat.

Keuntungan Pertamina yang terus menurun bisa dilihat mulai dari tahun 2017, laba tahun berjalan Pertamina mencapai 2.70 miliar USD, selanjutnya tahun 2018 senilai 2.72 miliar USD, lalu tahun 2019 senilai 2,62 miliar USD,Pada 2020 laba Pertamina tidak mencapai miliaran dolar lagi, yakni senilai 731,46 juta USD, bahkan semester 1 tahun 2021 laba hanya tersisa 264, 56 juta USD.

Ditengarai sebelum jabatan Presiden Jokowi berakhir, Pertamina sudah bubar dan berada di bawah pengawasan debt collector. Disisi lain, Pertamina menuai berbagai masalah dalam sejumlah proyeknya, diantaranya proyek kilang yang gagal, proyek pembelian TPPI yang diduga banyak skandal dan masalah, pembelian blok Rokan yang mewariskan banyak masalah, hingga terakhir mega proyek solarisasi sawit dan gasifikasi batu bara.

Dua mega proyek itulah yang paling menguras stamina keuangan Pertamina. Dimana proyek ini membutuhkan minyak sawit sebagai bahan baku pencampur solar senilai kurang lebih Rp 100 triliun. Sedangkan proyek gasifikasi batu bara dibutuhkan sekitar Rp150 triliun untuk membeli batu bara sebanyak 100 juta ton. Ini uang besar bagi pendapatan oligarki sawit dan batu bara.

Bahkan menurut rekanan Pertamina, sejak Agustus 2021 hingga Februari 2022 pembayaran dari Pertamina macet. Dimulai dari ongkos sewa mobil sampai filling fee SPBE, semuanya belum dibayar. Rekanan Pertamina  sudah  mulai mengeluh di mana keuntungan hanya 10% tetapi pembayaran sangat lama dan belum pasti akan dibayar kapan.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Berkenalan Dengan Infeksi Menular Seksual

17-06-2014 03:02

IMS (Infeksi Menular Seksual) ialah infeksi yang satu bagian besar menular melalui jalinan seksual dengan pasangan yang telah tertular, jalinan sex ini terhitung jalinan sex melalui liang senggama, melalui mulut (oral) atau melalui dubur (anal). IMS juga dimaksud penyakit kelamin atau penyakit kotor, tetapi itu cuma menunjuk pada penyakit yang ada di kelamin. Arti Infeksi Menular Seksual lebih luas maknanya, lantaran menunjuk pada langkah penularannya. Tanda-tandanya tak senantiasa ada di alat kelamin. Tanda-tandanya juga ada di alat penglihatan, mulut, saluran pencernaan, hati, otak serta sisi tubuh yang lain. Misalnya HIV/AIDS serta Hepatitis B yang menular melalui jalinan sex, namun penyakitnya tak dapat dipandang dari alat kelaminnya. Berarti, alat kelaminnya tetap terlihat sehat walau orangnya membawa bibit penyakit-penyakit ini. Kenapa saya butuh tahu perihal IMS? Bila kita telah sempat terkait seksual, maka kita bisa terkena IMS, meskipun barangkali kita hanya sempat terkait seksual satu barangkali.   Baca juga : Mari Mengenal Aneka Penyebab Sinusitis Apa bahayanya IMS? 1. IMS bikin kita sakit-sakitan 2. IMS bikin kita mandul 3. IMS dapat mengakibatkan kerusakan penglihatan, otak serta hati 4. IMS dapat ditularkan pada bayi 5. IMS dapat mengakibatkan kita gampang tertular HIV 6. IMS spesifik seperti HIV serta Hepatitis B, dapat mengakibatkan kematian. Apapun beberapa jenis IMS itu? 1. GO atau kencing nanah 2. Klamidia 3. Herpes kelamin 4. Sifilis atau raja singa 5. Jengger ayam 6. Hepatitis 7. HIV/AIDS Gejala 1. Keluarnya sekret atau nanah dari penis, vagina atau anus. 2. Nyeri atau panas saat kencing. 3. Tonjolan, Bintik atau luka pada penis, vagina, anus atau mulut. 4. Pembekakan dipangkal paha A Peredaran sesudah terkait kelamin A nyeri pada perut bawah (wanita) A nyeri pada buah pelir. Apabila timbul gejala tertulis diatas, kemungkinan ada IMS serta baiknya selekasnya periksakan ke dokter serta diobatidan tak disarankan untuk menyembuhkan sendiri. Apabila IMS tak diobati dapat berlangsung beragam kemungkinan seperti kemandulan, gampang terinfeksi HIV, keguguran, menularkan IMS pada bayi yang dikandung, menularkan IMS pada pasangan. Apa seluruhnya IMS dapat diobati? Tak seluruhnya IMS dapat diobati. HIV/AIDS, Herpes, Jenger Ayam serta Hepatitis terhitung beberapa jenis IMS yang tak dapat sembuh. HIV/AIDS terhitung paling beresiko. HIV/AIDS tak dapat sembuh serta mengakibatkan kerusakan kekebalan tubuh manusia untuk melawan penyakit apa pun. Mengakibatkan, orang jadi sakit-sakitan serta banyak yang wafat karena itu. Sesaat Herpes, kerap kambuh serta benar-benar nyeri bila kambuh. Pada Herpes, yang diobati hanya gejala luarnya saja, namun bibit penyakitnya bakal terus hidup didalam tubuh selama-lamanya. Tulis! Hepatitis juga tak dapat sembuh. Walaupun demikian, ada tipe Hepatitis spesifik yang dapat dihindari dengan imunisasi.   Baca juga : Mengenal Penyebab Iritasi Mata Apa yang perlu kita kerjakan bila terkena IMS? Bila terkena IMS atau berprasangka buruk terkena IMS : 1. Cepat ke dokter! IMS mesti diobati, namun janganlah menyembuhkan sendiri. Dokter saja butuh lakukan tes untuk meyakinkan IMS yang terkena pasiennya. Obat IMS juga berlainan bergantung tipe IMS-nya. Hanya dokter yang tahu obat paling jitu untuk IMS yang terkena. Pergilah ke dokter, klinik, puskesmas atau rumah sakit. ikuti anjuran dokter atau petugas kesehatan serta butuhkan seluruhnya obatnya walau sakit serta gejalanya telah hilang. Ajak atau sarankan seluruhnya pasangan sex yang Anda kenali untuk juga berobat. 2. Janganlah lakukan jalinan sex sepanjang dalam penyembuhan IMS. 3. Sebagian IMS walau diobati, tak dapat sembuh serta sifatnya kumat-kumatan. Herpes umpamanya, bakal kumat pada waktu-waktu spesifik. 4. Tes IMS tak senantiasa dikerjakan terkecuali bila butuh, umumnya dokter memeriksa menurut sinyal tanda atau beberapa gejala yang kita rasakan. Jawablah seluruhnya pertanyaan dokter dengan jujur agar ia bisa berikan obat yang jitu. Mencegah IMS Langkah mencegah IMS pada orang dewasa terlebih ialah dengan tak membiarkan darah atau cairan kelamin orang lain masuk ke dalam tubuh kita. Bagaimana barangkali? Pencegahan penularan melalui sex : 1. Tidak hadir dari sex, dengan kata lain tak terkait sex sekalipun hingga tiada cairan kelamin yang masuk ke dalam tubuh. ini sama juga dengan Pantang Sex atau Puasa Sex waktu jauh dari pasangan. 2. Berlaku sama-sama setia, atau terkait cuma dengan seorang yang bisa di pastikan cuma terkait sex dengan kita saja bila telah menikah atau kita tak dapat berpantang sex. 3. Tangkal infeksi dengan memakai kondom pada saat terkait sex. BIla kita tak bisa meyakinkan kesetiaan pasangan kita, atau tak tahu apakah ia sempat terima transfusi darah, tato, suntuka dengan jarum yang tak steril, pakai kondom. Juga apabila kita tak dapat setia pada pasangan kita. Pakai kondom untuk jalinan seksual baik melalui liang senggama, melalui mulut ataupun melalui dubur. Pencegahan Penularan Langkah yang lain : 1. Mencegah masuknya transfusi darah penambahan yang belum di check kebersihannya dari IMS ke dalam tubuh kita. 2. Waspada saat mengatasi semuanya yang tercemar oleh darah fresh. 3. Mencegah penggunaan alat-alat tembus kulit yang tak suci hama atau tak steril pada diri kita. Umpamanya Jarum suntik, alat tato, alat tindik serta sejenisnya yang sisa digunakan orang lain. Jarum suntik yang abru umumnya tetap dalam plastik serta di buka di hadapan kita. Penularan IMS. Kita dapat terkena IMS lewat jalinan sex yang tak aman. Yang ditujukan tak aman ialah : 1. Jalinan sex melalui liang senggama tiada kondom (zakar masuk ke vagina atau liang senggama) 2. Jalinan sex melalui dubur tiada kondom (zakar masuk ke dubur) 3. Sex oral (zakar dimasukkan ke mulut dimana zakar ditutupi dengan kondom)

Featured Image
Cara Mengobati Diabetes yang Dapat Dilakukan

20-03-2015 08:20

Seiring dengan meningkatnya jumlah penderita penyakit diabetes, maka meningkat pula kebutuhan akan cara mengobati diabetes. Memang, penyakit diabetes menjadi momok yang sangat menakutkan bagi banyak orang, terutama mereka yang memiliki sejarah kesehatan keluarga dengan penyakit diabetes dan mereka yang tidak menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, banyak orang yang menyepelekan fakta bahwa diabetes bisa menyerang siapapun, tanpa kenal usia maupun jenis kelamin, bahkan jika mereka tidak memiliki riwayat penyakit ini di dalam keluarga mereka. Oleh sebab itu pula, badan kesehatan dunia WHO memberikan nasehat kepada kita masyarakat modern agar benar – benar menjaga pola hidup, termasuk pola makan agar tidak terserang penyakit ini. Baca juga : Mengenal Penyakit Gula, Faktor dan Gejalanya   Namun, ketika penyakit diabetes sudah terlanjur menyerang, tetapi dalam tahap yang masih terbilang aman, maka cara pengobatan diabetes manual masih bisa diterapkan. Pengobatan manual yang dapat diterapkan antara lain dengan: §  Menghindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi Makanan berkabohirdrat tinggi seperti roti putih, nasi dan mie akan dengan mudah meningkatkan kadar gula dalam darah. §  Olahraga Penumpukan gula di dalam darah dapat ditekan dengan cara berolahraga secara teratur. Namun, hal itu juga harus dibarengi dengan menghindari makanan yang menjadi pantangan bagi penderita diabetes. Baca juga : Khasiat Jus Mengkudu untuk Mengobati Berbagai Jenis Penyakit  §  Menggunakan obat – obatan medis maupun herbal Penderita diabetes dihadapkan pada dua pilihan obat, yakni medis dan herbal. Untuk obat – obatan medis, tentunya hanya bisa didapatkan dari rumah sakit atau dokter, namun untuk pengobatan alami atau herbal, penderita dapat memilih sendiri mana yang sekiranya sesuai. Saat ini, metode pengobatan herbal lebih banyak dipilih, terutama oleh penderita diabetes tipe dua. Alasannya, pengobatan herbal tidak menggunakan obat – obatan pabrik yang menggunakan bahan kimia, yang ditakutkan justru akan menimbulkan masalah baru. Beberapa obat herbal yang diklaim mampu mengobati penyakit diabetes tipe dua antara lain daun sirsak, ekstrak kulit manggis, sari mengkudu dan jintan hitam atau habatussauda. Namun, satu hal yang perlu diingat bahwa cara mengobati diabetes secara herbal hanya bisa bekerja efektif bagi penderita diabetes tipe 2 saja, sedangkan bagi penderita diabetes tipe 1 sangat dianjurkan untuk menggunakan pengganti insulin, terutama jika memang organ pankreas sudah benar – benar tidak mampu menghasilkan hormon tersebut.

Featured Image
Kenalilah MERS Dan Gejalanya

05-06-2014 15:54

Meski MERS baru dikenal tidak melebihi satu semester yang lalu lantaran berhasil bikin khawatir masyarakat di tanah air, tetapi sesungguhnya penyakit ini pertama kali dilaporkan telah dari September 2012 silam. Meski sekian, tidak sempat ada kata terlambat untuk menangani terjangkitnya virus MERS. Sesuai sama nama, Middle East Respiratory Syndrome atau MERS, merupakan penyakit yang berkembang di lokasi Timur Tengah. Pemicunya ialah inveksi virus yang tetap terhitung dalam kelompok Korona (MERS-CoV). Satu misal lain dari kelompok virus Korona ini ialah virus pemicu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pernah mewabah didunia pada masa 2000-an awal. Memanglah, SARS di ketahui lebih punya potensi menulari manusia daripada SARS.   Baca juga : Hati-hati Dehidrasi Ringan Bisa Ancam Produktivitas Nyaris satu tahun yang lalu, tepatnya 17 Juli 2013 pada pertemuan IHR Emergency Committee, Tubuh Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwasanya MERS-CoV merupakan kondisi serius serta butuh perhatian besar, tetapi belum berlangsung sesuatu yang darurat pada kesehatan orang-orang. Sedang status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) bakal diberikan, bila virus itu meluas ke negara-negara lain. Faktanya, dari dilaporkan tentang kemunculan virus itu pada kisaran September 2012 hingga 1 Agustus 2013, seluruhnya masalah tetap terkait dengan negara-negara di Jazirah Arab, baik dengan cara segera ataupun tak segera. Grup umur yang rawan terinfeksi virus ini ialah lanjut usia (berumur diatas 65), anak-anak, ibu hamil, beberapa orang dengan penyakit kronis (seperti diabetes mellitus serta penyakit jantung/pembuluh darah), dan mereka yang mempunyai system kekebalan badan rendah. Tentang keadaan didalam negeri, MERS jadi perhatian utama orang-orang dari musim haji tempo hari. Juga, dua orang dari 13 propinsi yang sudah melaporkan masalah suspek virus itu di ketahui tidak terselamatkan, meski sampai saat ini belum dapat di pastikan seutuhnya tentang kaitan MERS semacam pemicu utama kematian itu. Profesor Mulia Soeroso yang mengatasi pasien wafat di Medan menyebutkan, " Kita tak dapat meyakinkan dia terkena MERS atau tak, lantaran keluarga tak mengizinkan dikerjakan swap. Namun menurut gejalanya, mengarah kesana, " seperti diambil dari detik. com.   Baca juga : Dada Terasa Deg-degan Seirama dengan hal tadi, launching yang dikeluarkan oleh STANMED CENTER – klinik yang bermarkas di lokasi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – mencantumkan juga bahwasanya beberapa gejala MERS yang kerap didapati ialah terjadinya masalah saluran napas akut yang mencakup demam, batuk serta sesak atau dada jadi berat. Beberapa gejala itu umum juga dibarengi dengan beberapa gejala saluran pencernaan, terhitung diare. Maka, jika Anda merasakan beberapa gejala itu, serta pastinya dilengkapi juga dengan kisah melancong ke negara-negara Timur Tengah dalam kurun 1-14 hari – saat inkubasi MERS-CoV ialah 2-14 hari – atau sekurang-kurangnya berhubungan dengan seseorang yang sakit serta di ketahui bahwasanya 14 hari pada mulanya lakukan perjalanan kesana, maka harus selekasnya memeriksakan keadaan itu ke puskesmas, rumah sakit, ataupun unit-unit service kesehatan lain

...