Mengenal Manfaat Dan Efek Samping Antibiotik

Additional Image

Waktu Posting : 03-09-2014 10:20 | Dibaca : 2871x

Antibiotik asalnya dari dua kata Yunani, yakni ‘anti’ yang bermakna ‘melawan’ serta ‘bios’ yang bermakna ‘hidup’. Antibiotik ialah obat yang dipakai untuk menghalangi perkembangan bakteri pemicu infeksi. Obat ini sudah dipakai untuk melawan infeksi beragam bakteri pada tumbuhan, hewan, serta manusia mulai sejak th. 1930-an.

Antibiotik cuma melawan infeksi bakteri serta tak bekerja melawan infeksi virus, seperti flu, pilek, sakit tenggorokan, gondok, bronkhitis, dan lain-lain. Antibiotik yang dipakai untuk menyembuhkan infeksi virus bahkan dapat membahayakan tubuh. Hal semacam ini sebab setiap saat dosis antibiotik di ambil virus tak berpengaruh, bahkan demikian sebaliknya, berlangsung penambahan kekebalan bakteri pada antibiotik.

Bakteri yang kebal dengan antibiotik tak bisa dibunuh dengan obat itu pada dosis yang sama.Inilah penyebab kenapa tiap-tiap orang mesti ikuti panduan yang didapatkan oleh dokter sebelum saat mengambil antibiotik.
 
Baca juga : Tips Membakar Kalori Secara Sederhana

Penisilin, semacam antibiotik pertama, diketemukan dengan cara tak berniat oleh Alexander Fleming dari kultur jamur.
Sekarang ini ada kian lebih 100 tipe antibiotik yang dipakai dokter untuk mengobati infeksi enteng hingga kronis.

Beragam Tipe Antibiotik

Dari 100 zat antibiotik yang di produksi dengan cara alami serta sintetis, amat sedikit yang sudah dapat dibuktikan aman serta efisien.

Ada beragam jalan untuk mengklasifikasikan antibiotik. Satu diantaranya ialah dengan mengklasifikasikan antibiotik berdasar pada dampak pada bakteri. Tetapi, dalam artikel ini kita bakal memperhatikan klasifikasi antibiotik berdasar pada susunan kimianya.

Tipe ntibiotik yang dikategorikan berdasar pada susunan kimia ialah semacam tersebut :

- Penisilin (Penicillins)
- Sefalosporin (Cephalosporins)
- Aminoglikosida (Aminoglycosides)
- Makrolid (Macrolides)
- Sulfonamida (Sulfonamides)
- Fluoroquinolones
- Tetrasiklin (Tetracyclines)
- Polipeptida (Polypeptides)

1. Penisilin (Penicillins)

Penisilin atau antibiotik beta-laktam ialah kelas antibiotik yang mengakibatkan kerusakan dinding sel bakteri waktu bakteri tengah dalam proses reproduksi.

Penisilin ialah grup agen bakterisida yang terbagi dalam penisilin G, penisilin V, ampisilin, tikarsilin, kloksasilin, oksasilin, amoksisilin, serta nafsilin.

Antibiotik ini dipakai untuk menyembuhkan infeksi yang terkait dengan kulit, gigi, mata, telinga, saluran pernapasan, dan lain-lain.

Beberapa orang mungkin saja alami alergi pada penisilin dengan keluhan ruam atau demam lantaran hipersensitivitas pada antibiotik.

Kerapkali penisilin diberikan dalam gabungan dengan beragam tipe antibiotik yang lain.

2. Sefalosporin (Cephalosporins)

Sefalosporin, seperti penisilin, bekerja dengan mengganggu pembentukan dinding sel bakteri sepanjang reproduksi.

Tetapi, antibiotik ini dapat menyembuhkan beragam infeksi bakteri yang tak bisa diobati dengan penisilin, seperti meningitis, gonorrhea, dan lain-lain.

Dalam masalah di mana orang peka pada penisilin, jadi sefalosporin dapat diberikan semacam alternatif.

Tetapi, dalam banyak masalah, saat seorang alergi pada penisilin, jadi besar kemungkinan dia bakal alergi pada sefalosporin pula.

Ruam, diare, kejang perut, serta demam ialah dampak samping dari antibiotik ini.

3. Aminoglikosida (Aminoglycosides)

Tipe antibiotik ini menghalangi pembentukan protein bakteri.

Lantaran efisien dalam menghalangi produksi protein bakteri, aminoglikosida diberikan diantaranya untuk menyembuhkan tifus serta pneumonia.

Walau efisien dalam menyembuhkan bakteri pemicu infeksi, ada resiko bakteri makin tahan pada antibiotik ini.

Aminoglikosida pula diberikan dalam gabungan dengan penisilin atau sefalosporin.

Aminoglikosida efisien mengatur serta menyembuhkan infeksi bakteri, tetapi punya potensi melemahkan ginjal serta manfaat hati.

4. Makrolida (Macrolides)

Sama dengan pada awal mulanya, antibiotik ini mengganggu pembentukan protein bakteri.

Makrolida menghindar biosintesis protein bakteri serta umumnya diberikan untuk menyembuhkan pasien yang amat peka pada penisilin.

Makrolida mempunyai spektrum lebih luas dibanding dengan penisilin serta dipakai untuk menyembuhkan infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran lambung, dan lain-lain.

Ketidaknyamanan pencernaan, mual, serta diare ialah berbagai dampak samping dari makrolida.

Kecuali itu, wanita hamil serta menyusui tak bisa konsumsi makrolida.

5. Sulfonamida (Sulfonamides)

Obat ini efisien menyembuhkan infeksi ginjal, tetapi sayangnya mempunyai dampak beresiko pada ginjal.

Untuk menghindar pembentukan kristal obat, pasien mesti minum beberapa besar air. Satu diantara obat sulfa yang seringkali dipakai ialah gantrisin.
 
Baca juga : Mengobati Gusi Bengkak Secara Alami
 
6. Fluoroquinolones

Fluoroquinolones ialah hanya satu kelas antibiotik yang dengan cara segera hentikan sintesis DNA bakteri.

Lantaran bisa diserap dengan amat baik oleh tubuh, fluoroquinolones bisa diberikan dengan cara oral.

Antibiotik ini dikira relatif aman serta banyak dipakai untuk menyembuhkan infeksi saluran kemih serta saluran pernapasan.

Tetapi, fluoroquinolones disangka memengaruhi perkembangan tulang. Itu karena, obat ini tak direferensikan untuk wanita hamil atau anak-anak.

Dampak samping yang kerap muncul mencakup mual, muntah, diare, dll

7. Tetrasiklin (tetracyclines) serta polipeptida (polypeptides)

Tetrasiklin ialah antibiotik spektrum luas yang dipakai untuk menyembuhkan beragam infeksi seperti infeksi telinga tengah, saluran pernafasan, saluran kemih, dan lain-lain.

Pasien dengan permasalahan hati mesti hati-hati waktu mengambil tetrasiklin lantaran bisa jadi memperburuk permasalahan.

Polipeptida dikira cukup beracun hingga terlebih dipakai pada permukaan kulit saja.

Saat disuntikkan ke kulit, polipeptida dapat mengakibatkan dampak samping seperti rusaknya ginjal serta saraf.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Kelebihan yang Didapatkan dari Mengonsumsi Makanan Organik

25-05-2014 15:04

Makanan organik merupakan makanan yang baik untuk kita konsumsi. Makanan ini bersumber dari proses alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya. Terdapat berbagai manfaat yang akan kita dapatkan saat mengonsumsi makanan organik. Di antaranya berbagai manfaat yang akan kita dapatkan tersebut adalah sebagai berikut. 1.     Makanan organik lebih aman terhadap bahan kimia berbahaya. Bagi anda yang terbiasa mengonsumsi buah, sayur atau pun daging maka perlu mencermati hal berikut ini. Banyak bahan makanan yang tumbuh dengan bantuan bahan kimia, seperti pada pertanian dan juga peternakan modern. Hal tersebut jelas kehadiran bahan kimia yang terkonsumsi selama bertahun-tahun semakin lama akan semakin menumpuk dan lama-lama akan menjadi racun bagi tubuh anda dan menyebabkan tubuh menjadi sakit. Nah hal ini lah yang menjadi salah satu kelebihan dari makan organik. Karena bahan makanan organik diperoleh dari cara alami sehingga memiliki kandungan kimia berbahaya yang rendah atau bahkan tidak mengandung sama sekali sehingga sangat aman untuk anda konsumsi.        Baca juga : Berbagai Makanan Sehat Untuk Diet 2.     Makanan organik ini menjadi makanan yang baik untuk dikonsumsi karena mengandung banyak vitamin dan antioksidan alami yang baik bagi tubuh. Makanan organik layaknya buah dan sayuran yang diproduksi melalui pertanian alami memiliki kandungan gizi yang tinggi karena tidak menggunakan pestisida yang mengandung zat berbahaya. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa pestisida tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan dalam tubuh kita semisal menjadikan seseorang sakit kepala, mual atau yang lebih mengkhawatirkan adalah timbulnya sel kanker pada diri seseorang. 3.     Makanan yang tumbuh secara alami atau diproses secara organik ini memiliki rasa yang berbeda dari makanan yang diproses melalui kegiatan menggunakan bahan kimia. Rasa yang dihasilkan pada makanan organik dinilai lebih nikmat untuk dikonsumsi daripada makanan yang lahir dari proses kimia. Misalkan saja buah dan sayuran organik yang memiliki tingkat kesegaran dan rasa yang lebih baik dari pada buah dan sayuran dari proses kimia.        Baca juga : Posisi Duduk di Depan Komputer  4.     Kebersihan makanan yang lebih terjaga. Dalam beberapa kasus, disebutkan bahwa bahan-bahan kimia ini dalam proses pertanian seringkali dikaitkan dengan tujuan untuk menjaga tanaman atau hasil tanaman agar tampak lebih segar dan indah dalam segi penampilannya. Hal tersebut memang benar karena ketika bahan kimia ini ditambahkan dalam proses produksi tersebut maka hama atau gulma pengganggu akan sulit tumbuh dan tanaman akan tampak lebih terawat. Namun tentu saja hal ini menjadikan banyak kandungan berbahaya yang masih tertinggal di tanaman. Dengan demikian maka jelas kebersihan bahan makanan yang sesungguhnya tetap berada di makanan organik yang meskipun kondisi luarnya terlihat kurang baik tetapi kandungannya tetap sehat. 5.     Membicarakan tentang kandungan gizi maka secara otomatis kita juga membicarakan tentang khasiat dari makanan organik itu sendiri. Buah dan sayur seperti yang anda ketahui merupakan bahan makanan yang baik dikonsumsi setiap harinya untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Zat-zat yang terkandung di dalam buah dan sayur berkhasiat untuk menangkal berbagai jenis penyakit. Benarkah? Perlu untuk anda garis bawahi adalah tentang buah dan sayur yang dimaksud di sini lebih ditekankan pada buah dan sayur yang diproses secara alami. Karena seperti yang saya jelaskan di atas bahwa buah dan sayuran kimia memiliki kandungan kimia sehingga khasiatnya pun terbatas dan juga menimbulkan racun bagi tubuh. Demikianlah beberapa ulasan menarik yang dapat saya kupas tentang kelebihan yang didapatkan dari mengonsumsi makanan organik. Semoga sedikit rangkuman yang saya sajikan di atas mampu membantu anda untuk mendapatkan makanan yang berkualitas.

Featured Image
10 Kebiasaan Penyebab Diabetes

22-07-2016 09:33

Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga :  Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga:  5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini)   9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula

Featured Image
Isu Sertifikat Halal Mengemuka, Nama Babe Haikal Jadi Sorotan

28-12-2025 19:07

Isu sertifikat halal kembali mengemuka di tengah masyarakat Indonesia dan menjadi bahan perbincangan luas di berbagai ruang publik. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, persoalan kehalalan produk bukan sekadar isu administratif, melainkan menyangkut keyakinan, kenyamanan, dan kepercayaan umat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dinamika perdebatan tersebut, nama Babe Haikal turut menjadi sorotan karena pandangan dan pernyataannya yang dianggap relevan dengan kegelisahan sebagian masyarakat.Sertifikasi halal di Indonesia telah diatur secara resmi melalui regulasi negara. Kebijakan ini bertujuan memberikan jaminan kehalalan produk, melindungi konsumen, serta menciptakan standar yang jelas bagi pelaku usaha. Dalam kerangka ini, sertifikat halal tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga nilai ekonomi dan hukum. Produk bersertifikat halal dinilai lebih kompetitif, baik di pasar domestik maupun internasional. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.Salah satu tantangan utama adalah kesiapan pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil. Banyak dari mereka mengeluhkan prosedur yang dianggap rumit, biaya yang dirasa membebani, serta minimnya pendampingan dan sosialisasi. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan beragam kritik dan aspirasi dari masyarakat. Dalam konteks tersebut, Babe Haikal sebagai tokoh agama dan figur publik kerap menyuarakan pandangan yang menyoroti sisi kemanusiaan dan kepentingan umat.Nama Babe Haikal menjadi sorotan karena pernyataannya dianggap mencerminkan suara masyarakat bawah yang terdampak langsung oleh kebijakan sertifikasi halal. Bagi pendukungnya, sikap tersebut dilihat sebagai bentuk kepedulian terhadap umat agar regulasi yang diterapkan tidak justru menyulitkan mereka yang seharusnya dilindungi. Pandangan ini mendapat perhatian luas karena disampaikan oleh tokoh yang memiliki basis pengikut dan pengaruh di ruang publik.Namun, sorotan terhadap Babe Haikal juga diiringi dengan beragam respons. Sebagian pihak menilai bahwa kritik terhadap sertifikasi halal perlu disampaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Sertifikat halal dipandang sebagai instrumen penting untuk menjaga kepercayaan umat. Jika publik keliru memahami kritik tersebut, dikhawatirkan akan muncul anggapan bahwa sertifikasi halal tidak penting atau sekadar formalitas, padahal esensinya sangat krusial.Perdebatan ini menunjukkan adanya kebutuhan akan komunikasi yang lebih baik antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Isu sertifikat halal seharusnya tidak dipahami sebagai pertentangan antara regulasi dan kepentingan umat, melainkan sebagai upaya bersama untuk mencapai kemaslahatan. Penyederhanaan prosedur, bantuan bagi usaha kecil, serta edukasi yang berkelanjutan dapat menjadi langkah konkret untuk menjawab berbagai keluhan yang ada.Pada akhirnya, mengemukanya isu sertifikat halal dan sorotan terhadap Babe Haikal mencerminkan dinamika sosial yang sehat dalam masyarakat demokratis. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, selama diarahkan pada dialog yang konstruktif. Dengan keterbukaan dan niat baik dari semua pihak, sertifikasi halal dapat terus diperbaiki agar benar-benar menjadi sistem yang adil, kredibel, dan berpihak pada kepentingan umat secara luas.

...