Waktu Posting : 10-06-2014 14:41 | Dibaca : 2738x
03-07-2024 09:49
Penyelenggaraan pembangunan nasional yang berwawasan kesehatan serta pembangunan kesehatan menghasilkan kebutuhan berbagai jenis tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan melaksanakan upaya kesehatan dengan paradigma sehat, yakni lebih mengutamakan upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan. Pemeritah Indonesia dalam upaya penyelenggaraan kesehatan mengatur pelaksanaannya yang dilakukan bersama-sama oleh pemerintah serta masyarakat secara serasi dan seimbang, terutama melalui upaya penyembuhan serta pemulihan yang diperlukan. Dalam perkembangan pelayanan farmasi telah terjadi pergeseran orientasi dari produk menjadi orientasi kepentingan pasien. Hal ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan serta tuntutan terhadap jaminan keselamatan pasien yang semakin kuat. Orientasi ini dikenal dengan konsep Pharmaceutical Care. Tentunya tanpa mengesampingkan produk. Dengan banyak ditemukannya masalah yang berkaitan dengan obat dan penggunaannya; semakin meningkatnya keadaan sosio-ekonomi dan TI. https://pafibandaacehkota.org/ Penekanan Pharmaceutical Care terletak pada dua hal utama yaitu : Apoteker memberikan pelayanan kefarmasian yang dibutuhkan pasien sesuai kondisi penyakit. Apoteker membuat komitmen untuk meneruskan pelayanan setelah dimulai secara berkesinambungan. Peran Apoteker Sebagai seorang tenaga profesional, seorang Apoteker hendaknya berperan dalam membantu upaya pemerintah untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat dan mandiri. Peran aktif Apoteker ini didasari dengan pengetahuan yang dimiliki Apoteker antara lain tentang patofisiologi penyakit; diet yang harus dijalani; obat-obatan yang diperlukan atau harus dihindari oleh pasien. Apoteker sebagai “A Caregiver” Apoteker menyediakan layanan kefarmasian dengan penuh perhatian. Sebagai tenaga kesehatan professional, apoteker harus dapat berinteraksi dengan tenaga kesehatan lainnya agar dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan kualitas yang baik. Apoteker sebagai “A Decision Maker” Dengan berdasarkan keilmuannya, apoteker harus mampu untuk mengambil keputusan dalam pelayanan kesehatan demi untuk kesehatan masyarakat serta dapat mengevaluasi setiap keputusan yang telah diambil. Apoteker sebagai “A Life-long-learner” Sebagai tenaga kesehatan professional, apoteker harus terus menerus meningkatkan keilmuan baik di bidang farmasi pada khususnya maupun bidang kesehatan pada umumnya. Dengan belajar terus menerus maka apoteker dapat memberikan pelayanan kefarmasian sesuai perkembangan dunia kesehatan. Apoteker sebagai “A Teacher” Apoteker juga bertanggung jawab sebagai seorang pengajar/ edukator. Dalam praktek kefarmasian di masyarakat, apoteker dapat memberikan edukasi tentang kesehatan kepada masyarakat melalui penyuluhan dan praktek apoteker di apotek. Apoteker sebagai “A Communicator” Apoteker berada di antara dokter dan pasien. Dengan demikian, apoteker harus memiliki pengetahuan dan percaya diri saat berinteraksi dengan profesional kesehatan lainnya dan masyarakat umum. Berikut ini adalah contoh tindakan yang dilakukan oleh apoteker sebagai komunikator, 1.Pemantauan terhadap kondisi pasien. Hal ini dapat dilakukan pada saat pertemuan konsultasi rutin atau pada saat pasien menebus obat, atau dengan melakukan komunikasi melalui telepon atau internet. 2.Memberikan penyuluhan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan penyakit. 3.Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien untuk mempercepat proses penyembuhan, pencegahan komplikasi atau bertambah parahnya penyakit, mencegah kambuhnya penyakit. 4.Menjelaskan obat-obat yang harus digunakan, indikasi, cara penggunaan, dosis, waktu penggunaannya, cara menyimpan obat dan membuangnya dengan benar.
26-06-2018 21:01
Setiap wanita pasti selalu ingin tampil cantik dimanapun dia berada. Untuk itu wanita akan selalu mengejar standar kecantikan yang ada pada masyarakat. Misalnya wanita yang cantik adalah yang berkulit putih, berambut hitam, berwajah kecil, berhidung mancung dll. Oleh karena itu setiap produk yang memiliki kelebihan dan bisa membuat wanita mencapai semua standar kecantikan tadi pasti laku terjual. Misalnya saja di Indonesia, wanita sangat suka produk yang menawarkan kulit putih bersih bersinar. Meskipun tidak memiliki izin BPOM alias abal-abal, banyak wanita yang masih tetap membeli produk tersebut, dan bisa diprediksi hasilnya malah membuat kulit rusak. Nah, untuk menghindari hal tersebut, lebih baik mulai sekarang memakai obat herbal alami yang jauh dari berbagai hal seperti merkuri dll. Beberapa obat herbal tersebut adalah: Kunyit Asam Kunyit adalah tumbuhan yang biasanya dijadikan sebagai bumbu masakan di dapur. Meski begitu ternyata kunyit juga memiliki khasiat bagi kesehatan, sehingga banyak dibuat sebagai jamu. Akan tetapi kunyit dan asam yang kaya akan vitamin A dan C mampu membantu wanita mendapatkan kulit yang tampak muda. Selain itu, kulit juga bisa tampak putih bercahaya, dan bebas dari jerawat. Tidak hanya itu, kuyit asam juga bisa menghilangkan bau badan yang ada pada tubuh wanita. Sirih Tidak hanya kulit yang cantik, wanita juga sering menginginkan bagian intim yang bersih dan wangi serta terbebas dari keputihan. Nah, hal ini bisa didaptkan dengan meminum rebusan daun sirih. Tinggal merebus beberapa daun sirih dan tambahkan beberapa sendok madu agar tidak terlalu pahit. Beras Kencur Meminum jamu sudah menjadi kebiasaan orang di daerah Madura, terutama para wanitanya, karena jamu dianggap bisa menjaga kecantikan wanita disana. Salah satu obat herbal berbentuk jamu yang disukai di Madura adalah beras kencur. Rasanya yang tidak pahit bukan berarti jamu ini kurang efektif dibandingkan jenis lainnya. Hal ini karena jamu beras kencur terbukti mampu membuat kulit cerah dan kencang. Nah, itu tadi artikel mengenai obat herbal yang bisa membantu wanita menjaga kecantikan dan kulitnya tanpa harus meminum obat-obatan kimia.
22-10-2018 12:55
Buah-buahan memang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Buah mengandung banyak vitamin dan kandungan lainnya yang bermanfaat untuk tubuh. Lain buah maka lain pula manfaatnya walaupun sama-sama baik untuk tubuh. Beberapa macam buah memiliki manfaat untuk menambah energi slah satunya adalah buah pisang. Siapa yang tak mengenal buah pisang? Buah yang tak mengenal musim, sangat mudah ditemukan dimanapun dengan harga yang terjangkau. Buah pisang mayoritas memiliki warna kuning dan ada beberapa jenis yang berwarna hijau serta memiliki rasa yang manis. Buah pisang sangat baik jika dikonsumsi setiap hari, bukan hanya sebagai penambah energi, pisang juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh loh... Orang yang sedang menjalani program diet, pisang merupakan salah satu buah yang rutin dikonsumsi karena akan memberikan efek mengenyangkan dan juga dapat menahan rasa lapar berlebih. Ada juga yang mengatakan jika pisang dapat mengatasi masalah pencernaan konstipasi atau sulit buang air besar. Benarkah demikian? Seperti yang dilansir dari Food Ndtv.com, menurut buku "Healing Foods", pisang mengandung kalium yang mampu menjaga tekanan darah agar tetap normal dan merupakan antasida alami yaitu senyawa yang mampu menenangkan dan mengurangi rasa sakit perut. Pisang kaya akan serat dan nutrisi yang mampu melindungi lapisan usus dan dapat menjaga bakteri sehat di usus. Pisang juga mampu membantu membuang racun penyebab sembelit. Menurut Ritu Arora, seorang ahli gizi India mengatakan jika pisang mampu membantu memperbaiki sindrom usus dan membiarkan mikro villi hadir di usus kecil untuk membantu pencernaan dan mengurangi konstipasi. Nah, jika mengalami masalah pencernaan susah buang air besar, pisang dapat menjadi solusi untuk mengobati masalah pencernaan yang dialami. Dengan mengonsumsi pisang sebagai obat alami maka tidak akan menimbulkan efek negatif pada tubuh.