Jenis Kanker yang Rentan Menyerang Wanita

Additional Image

Waktu Posting : 15-10-2018 04:02 | Dibaca : 1582x

Kanker adalah penyakit yang sangat mematikan karena sulit disembuhkan. Terlebih saat kanker tersebut sudah pada stadium akhir atau stadium 4 yang membuat penderitanya kehilangan semangat hidup. Ada banyak faktor penyebab kanker seperti pola makan tidak sehat, berat badan berlebih (obesitas), kurang nutrisi, terlalu sering merokok, konsumsi minuman beralkohol hingga kurangnya aktivitas fisik.

Banyak sekali jenis kanker yang dapat menyerang tubuh. Namun ada beberapa jenis kanker yang rentan diderita oleh kaum wanita. Berikut jenis kanker yang rentan diderita wanita :

1. Kanker serviks

Knaker serviks atau kanker leher rahim rentan menyerang negara berkembang seperti Indonesia. Namun kanker ini juga mengancam para wanita di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), kanker serviks merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak menyerang wnaita di Indonesia dan menjadi peringkat keempat di dunia. Menurut data, sebanyak 10,3% wnaita di Indonesia meninggal akibat terserang kanker serviks.

2. Kanker paru-paru

Di tahun 2014, kasus kanker paru-paru terjadisebanyak 9,3% dan sebanyak 9,1% penderitanya meninggal dunia. Kanker paru-paru ini terjadi akibat sel-sel jaringan paru-paru tumbuh di luar dan membentuk tumor yang menyebabkan tubuh tidak berfungsi dengan baik sehingga kualitas hidup menurun drastis.

3. Kanker payudara

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Kanker payudara ini akibat munculnya sel-sel kanker di jaringan payudara yang meliputi kelenjar susu, lemak, saluran payudara dan jaringan ikat. Penyebab kanker payudara yaitu kelainan genetik, hormon dan gaya hidup yang buruk. Dari 49,9% kasus kanker payudara di tahun 2014, angka kematiannya mencapai 21,4%.

4. Kanker usus besar

Di tahun 2014, sebanyak 11,7% kasus baru kanker usus besar muncul. Penyebab kanker ini diantaranya riwayat kesehatan keluarga memiliki polip di rektum atau usus besar dan memiliki radang usus. Risiko kanker usus besar akan semakin meningkat saat wanita memiliki berat badan berlebih akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung lemak yang tinggi terutama lemak hewani.

5. Kanker ovarium

Di tahun 2014 kasus kanker ovarium meningkat sebanyak 10,23%. Biasanya jenis kanker ini menyerang wanita berusia diatas 55 tahun. Namunkanker ini juga tak menutup kemungkinan dapat menyerang remaja dan anak-anak. Gejala kanker ovarium antara lain perut kembung, berat badan turun drastis, siklus haid tidak teratur dan panggul terasa tidak nyaman.


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Makanan Yang Wajib Dihindari Penderita Asam Urat

10-06-2014 06:10

Asam urat ialah terbentuknya kristal-kristal di sendi. Apakah penyakit ini menyebabkan rasa sakit? Sudah pasti. Bila Anda telah sempat menderita seperti apa nyerinya asam urat, Anda mesti menjauhi pemicunya hingga nyeri itu tak datang kembali, yakni : Makanan yang memiliki kandungan banyak purin Umpamanya jeroan, hidangan laut (ikan sardin, ikan teri, ikan salmon, kerang) serta bayam. Minuman mengandung alkohol Lantaran bisa menambah kandungan uric acid dalam darah. Alkohol dapat juga mengakibatkan dehidrasi. Obat-obatan Umpamanya obat untuk penyakit darah tinggi (hipertensi) atau gagal jantung. Bila Anda mau melaksanakan penyembuhan, beritahukan lebih dahulu pada dokter tentang penyakit asam urat Anda. Dehidrasi Hal ini dapat juga menambah kandungan uric acid. Minuman berfruktosa Jauhi konsumsi terlampau banyak minuman dengan pemanis buatan ini. Stress Kopi dengan kandungan kafein yang tinggi. Baca juga : Menyembuhkan Asam Urat Tanpa Obat  Mengubah pola hidup bisa berikan perbaikan pada kesehatan Anda, umpamanya olahraga teratur, melindungi berat tubuh (terlebih bila berat tubuh Anda berlebihan). Kerjakan juga diet yang pas, misal makanan yang baik untuk Anda konsumsi, yakni buah-buahan, sayuran (umpamanya asparagus), gandum serta susu rendah lemak. Asam urat adalah satu penyakit radang yang disebabkan oleh tingginya kandungan asam urat dalam badan yang menumpuk. Satu diantara kunci dalam manajemen penyakit asam urat ialah melindungi konsumsi makanan. Makanan dengan kandungan purin yang tinggi baiknya dihindari oleh pasien asam urat. Tersebut bakal di uraikan daftar makanan yang baiknya dihindari. Daging Merah Daging merah seperti daging sapi, kambing, babi, bacon, terhitung makanan yang mempunyai kandungan purin yang tinggi. Pasien asam urat baiknya hindari atau membatasi konsumsi makanan yang kandungan purinnya tinggi. Ikan Sarden serta Mackerel Meskipun tinggi protein, ikan biasanya juga mempunyai kandungan purin yang tinggi. Ikan sarden, mackerel, tuna terhitung tipe ikan yang baiknya dihindari. Udang Kecuali jenis ikan, biasanya makanan laut terhitung kelompok makanan dengan kandungan purin tinggi. Kecuali itu, butuh diingat juga bahwasanya udang adalah sumber makanan tinggi kolesterol, jadi baiknya konsumsi dibatasi untuk kesehatan kita.   Baca juga : Makanan yang Tepat dan Sehat di saat Flu  Sayur Bayam Beberapa orang memikirkan bahwasanya sayuran ialah sumber mineral yang baik untuk kesehatan. Ya, memanglah benar. Namun untuk pasien asam urat, mesti waspada, lantaran sayuran seperti asparagus, bayam mempunyai kandungan purin yang cukup tinggi. Yang utama ialah mengontrol jumlah konsumsi makanan yang memiliki kandungan purin supaya tak berlebihan. Tahu Tempe Tahu serta tempe di kenal semacam makanan keseharian orang-orang Indonesia. Kecuali murah, tahu serta tempe juga adalah sumber protein. Namun, tahu tempe memiliki bahan basic kedelai yang disebut sumber makanan yang tinggi purin. Kecuali mengatur diet makanan, yang juga tidak kalah utamanya ialah lakukan kontrol kandungan asam urat dalam darah dengan cara berkala. Biasanya dengan gabungan diet yang jitu serta obat resep dari dokter, kandungan asam urat dalam darah bakal termonitor dengan baik.

Featured Image
Manfaat Transparasi dalam Suatu Hubungan Percintaan

20-06-2022 08:14

Banyak orang selama ini mungkin memahami transparansi sebagai sikap dan kata-kata jujur terhadap pasangan dalam hubungan cinta. Hal itu memang menjadi dasar dari hubungan cinta yang sukses. Tapi pernahkah kamu bertanya mengapa kita membutuhkan transparansi tersebut? Apa saja sebenarnya manfaatnya? Ternyata ini sekian manfaat memiliki transparansi dalam hubungan cinta. 1. Menciptakan hubungan cinta yang sehat Transparansi dalam suatu hubungan cinta adalah ketika kamu dan pasangan merasa bebas untuk berbagi pikiran dan emosi yang terdalam. Dengan begitu kalian mengarahkan hubungan tersebut menjadi lebih sehat, tidak ada kepalsuan atau kepura-puraan. Bagaimana pun kamu dan dia telah berjanji untuk mengatakan apa adanya sehingga bisa mengatasi dan menghadapi bersama sewaktu-waktu ada masalah yang muncul. 2. Memahami satu sama lain lebih dalam Dengan transparansi yang diciptakan dalam hubungan cinta, pada akhirnya kamu akan mengealnya lebih dalam, seperti apa kekhawatirannya dalam hidup, apa yang membuatnya bahagia, atau rahasia kelam apa yang ia sembunyikan dari orang lain. Meski mengetahui hal itu, kalian tidak merasa perlu menghakimi atau bahkan meninggalakan satu sama lain. 3. Membangun perasaan aman secara emosional Karena tidak ada yang disembunyikan atau dirahasiakan, secara alami kamu dan pasangan akan merasa aman dan nyaman menunjukkan sisi diri yang sebenarnya, mengatakan pendapat, impian, harapan dan bahkan kekalutan hati masing-masing. Dari situlah kalian akan menemukan ikatan emosional yang kuat, saling menjaga, saling melindungi dan mencintai lebih banyak lagi. 4. Menguatkan rasa saling percaya Satu hal yang sering menghancurkan hubungan cinta adalah prasangka dan curiga. Ketika dirimu dan pasangan mampu menciptakan komunikasi yang terbuka, jelas dan transparan, sama halnya kalian mengikis segala kecurigaan dan prasangka tersebut sehingga timbullah keyakinan yang selanjutnya mampu mengutakan rasa percaya. 5. Menghilangkan jarak dan batasan Normal bagi setiap orang merasa khawatir dan berhati-hati dalam menunjukkan diri, apalagi saat menjalin hubungan cinta baru. Tapi kalimat 'tidak kenal maka tak sayang' itu nyata. Jadi jika tidak memutuskan melakukan komunikasi terbuka dan transparan dalam hubungan cinta, jangan heran jika selalu merasa ada jarak dan seakan kamu tak mengetahui sepenuhnya seperti apa pasanganmu. Itu dia sekian manfaat jika memiliki transparansi dalam hubungan cinta.

Featured Image
10 Kebiasaan Penyebab Diabetes

22-07-2016 09:33

Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga :  Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga:  5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini)   9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula

...