Waktu Posting : 29-08-2014 07:17 | Dibaca : 2605x
26-08-2014 04:56
Sudahkah Anda merasakan migrain yang sungguh menyiksa? Migrain ialah sejenis sakit kepala yang kerap teralokasi di daerah tersendiri di kepala, terkadang dibarengi dengan sensitivitas. Tanda-tanda migrain biasanya mual serta muntah. Ada berbagai tingkatan dalam migrain. Berat serta ringan. Lazimnya migrain dibarengi batuk, pilek serta apabila kepala digerakan terasa sakit. Itu penyebab pasien migrain umumnya pilih berbaring untuk meredakan sakit. Wanita seringkali merasakan migran daripada pria. Kenapa? Lantaran daya tampung kemampuan badan wanita lebih rendah di banding pria. Migrain umumnya berlangsung pada umur 5-35 thn. Bila hal semacam ini selalu berjalan tanpa ada upaya penyembuhan, penyakit ini dapat jadi pintu pembuka ke penyakit yang lebih serius, seperti stroke. Baca juga : Trik Mengatasi Keriput Kecil yang Diakibatkan Depresi Tanda-tanda neurologis yang umum menimpa ialah masalah pandangan, aura visual yaitu berkedip-kedip hingga pandangan kabur. Hal terparah yang pernah berlangsung ialah pasien menderita kelumpuhan. Kelumpuhan umumnya menimpa bila 93 % sakit kepala berlangsung terus-terusan serta tidak diakukan dengan cara medis. Aspek yang seringkali berlangsung disebabkan kelelahan, pergantian mood, ketidakjelasan, mental serta retensi cairan. Biasanya pasien migrain pula menderita diare, eskalasi buang air kecil, mual serta muntah. Inilah beberapa jenis migrain : 1. Hemiplegia migrain : Dicirikan dengan terjadinya kelumpuhan sesaat pada satu bagian badan (hemiplegia),vertigo dan masalah pandangan. 2. Migrain arteri basilar : Berlangsung terlebih pada wanita remaja serta muda. Berlangsung kejang pada arteri basilar, pembuluh darah paling utama di basic otak. Gejalanya dapat berbentuk vertigo, masalah pandangan, koordinasi motorik yang jelek, kesusahan bicara atau mungkin mendengar, serta masalah kesadaran. 3. Oftalmologi migrain : Nyeri tipe ini tidak sering dicirikan dengan sakit kepala terlokalisir di seputar mata, sakit kepala bisa dibarengi dengan murung kelopak mata serta masalah pandangan. Baca juga : Memanfaatkan Mentimun Untuk Menetralisir Kolesterol 4. Sakit kepala waktu aktivitas : Suatu tipe sakit kepala vaskular dipicu oleh kegiatan fisik, seperti lari, membungkuk serta mengangkat, atau mungkin bahkan juga batuk atau mungkin bersin. Sakit kepala ini tidak sering berjalan kian lebih berbagai menit. 5. Status migrainosus : Suatu jenis yang tidak sering, berkepanjangan serta amat kronis dibarengi dengan nyeri serta mual demikian kuat bahwasanya orang itu mungkin saja mesti dirawat dirumah sakit. 6. Migrain bebas : Suatu keadaan yang ditandai dengan tanda-tanda migrain, seperti masalah pandangan, mual, muntah, sembelit atau mungkin diare, namun tiada sakit kepala. Lantas apa sebagai aspek paling besar penyebab terjadinya migrain? Kelaparan, minum alkohol, terlampau banyak konsumsi MSG, cafein, keju, menstruasi atau mungkin pemakaian kontrasepsi oral, stres dalam pekerjaan, cuaca, bau menyengat atau mungkin daratan tinggi. Untuk menangani migrain baiknya Anda merileksasikan diri supaya terlepas dari beban pikiran yang berat serta pula dibarengi penyembuhan seperti banyak mengonsumsi vitamin B2.
14-07-2014 08:26
Berbagai dekade paling akhir bila kita memperhatikan kembali persoalan kesehatan di Indonesia maka didapat pergeseran yang cukup penting dari pola penyakit infeksi jadi penyakit kronik seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, serta stroke. Pergeseran pola penyakit ini di pengaruhi oleh banyak aspek, satu diantaranya ialah gaya hidup orang-orang yang saat ini beralih. Gaya hidup yang disebut dapat dilihat dari sisi nutrisi, manajemen stres, serta kegiatan fisik. Spesial tentang kegiatan fisik, mari kita perhatikan kembali aktivitas yang kita kerjakan selama 24 jam ini, apakah kita telah memasukkan daftar olahraga di dalamnya? Baca juga : Kenalilah Gejala Batu Empedu Seberapa kerap saat kita olahraga dibanding saat untuk duduk? Resiko penyakit kronik Beberapa besar orang yang banyak menggunakan waktunya untuk duduk serta tidak sering melakukan kegiatan fisik mempunyai resiko penyakit kronik lebih tinggi di banding orang yang cukup melakukan kegiatan fisik setiap harinya. Kegiatan duduk kerap dikatakan pula sedentary behaviour ini terhitung ketika ditempat bekerja, transportasi, melihat tv, serta dirumah yang banyak dikerjakan oleh pekerja kantor serta mahasiswa. Suatu riset dari Kansas State University pada 63. 048 pria berumur 45 serta 65 tahun sempat dikerjakan untuk hal semacam ini. Kaum partisipan studi isi survey perihal keadaan kronik yang mereka punyai serta seberapa banyak mereka duduk. Pria yang duduk lebih dari 4 jam /hari mempunyai insidensi menanggung derita penyakit kronik seperti penyakit jantung, diabetes, kanker atau desakan darah tinggi semakin besar. Semakin lama saat yang di habiskan untuk duduk tiap-tiap hari, semakin tinggi resiko terserang penyakit kronik. Penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah meningkat Sedentary behaviour mempunyai pengeluaran daya yang amat rendah kira–kira 1, 5 metabolic equivalent units (METs), hingga metabolisme badan jadi lebih rendah juga. Pembakaran kalori jadi amat lambat lantaran otot–otot badan tak banyak konsumsi daya, serta berlangsung pembentukan trigliserida serta LDL (low density lipoprotein—dikenal pula semacam kolesterol jahat—adanya hal semacam ini bisa menyebabkan penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah) makin meningkat. Baca juga : Ingin Sehat, Kurangi Konsumsi Garam Pola metabolisme ini bakal mengakibatkan timbulnya beragam jenis penyakit kronik. Penyakit kronik tak berkenaan dengan indeks massa badan, hingga orang–orang yang mempunyai badan ideal maupun kurus terus berisiko terserang penyakit kronik. Sisipkan kegiatan fisik Ada berbagai jalan untuk menyisipkan kegiatan fisik di sela–sela aktivitas sedentary behaviour, yakni : Jauhi ada di depan computer bila tiada yang hal utama yang ditangani Upayakan melakukan relaksasi atau peregangan otot setiap satu jam dari duduk terus-menerus Berjalanlah waktu pergi ke tempat–tempat yang dekat dengan jarak tempuh 5-15 menit Tambah baik olahraga dengan rekan–teman diakhir minggu dibanding hang out makan atau nonton bersama Batasi saat melihat TV Berolahragalah minimum 30 menit tiap-tiap hari Memperbanyak minum air putih.
15-06-2014 00:43
Jantung adalah satu diantara organ vital untuk manusia. Ketidakpahaman manusia perihal organ itu bikin banyak mitos beredar di orang-orang. Yang kritis, tak sedikit yang memercayai, walaupun lalu dapat dibuktikan salah. Serta bila salah, nyawa taruhannya. Mitos 1 : orang muda tak terkena serangan jantung Kata siapa? Mitos ini benar-benar lama beredar di orang-orang, juga barangkali ada banyak yang memercayai. Namun faktanya, sesudah masa 90-an pasien serangan jantung makin muda. Saat ini, terdaftar sejumlah 20 % masalah serangan jantung dibawah umur 40, sejumlah 40% diantara umur 40-45, serta 40% diatas umur 50. Itu penyebab tiap-tiap orang dianjurkan untuk lakukan penelusuran serta pencegahan dari awal, sesudah umur 25. Ada tiga aspek yang menambah resiko terkena penyakit jantung, yakni terlampau banyak konsumsi lemak serta gula, kemalasan fisik, serta dampak radikal bebas. Bila aspek resiko ini dirangkum jadi satu, ujungnya ialah pola hidup! Waspada! Baca juga : Waspadai, Kanker Usus Mengincar Anda Mitos 2 : jantung tak butuh beristirahat " Bila jantung beristirahat, mati, dong, orangnya! " Walau tak betul-betul berhenti berdenyut, jantung juga butuh beristirahat. Kapan? Di waktu kita tidur. Pada saat tidur, jantung berkontraksi minimum, yakni seputar 50-60 denyut per menit. Pekerjaan jantung sejatinya benar-benar berat. Setiap saat berdenyut, jantung memompa 70-80 cc darah. Serta dalam satu menit, jantung berdenyut 70-100 kali. Berarti, dalam satu menit jantung bakal memompa 500 cc cairan darah, serta ada 30. 000 cc atau seputar 5. 000-6. 000 liter darah dipompa tiap-tiap hari. Ini penyebab tidur benar-benar utama untuk kesehatan jantung. Mitos 3 : serangan jantung diwariskan? Pada dasarnya, penyakit jantung tak alami penurunan dengan cara genetik. Tetapi, bila keluarga Anda mempunyai kisah serangan jantung yang tinggi, maka itu mempertinggi resiko Anda terkena. Oleh karena itu Anda mesti dapat mengetahui diri serta lingkungan Anda, berhenti merokok, olahraga teratur, melindungi kolesterol, gula, serta berat tubuh, plus periksakan diri Anda dari awal. Baca juga : Tips Mendongkrak Stamina Orang Tua Mitos 4 : dada kiri nyeri = serangan jantung? Belum pasti iya, namun belum pasti juga tak. Bila rasa nyeri jadi lebih kuat saat aktif berkegiatan, serta gejalanya alami penurunan dengan pemberian obat nitrat dibawah lidah, maka itu mengindikasikan sakit jantung. Namun, apabila sakit di dada bisa ditunjuk dengan terang memakai jari -dan bila ditekan jadi nyeri, besar kemungkinan ini sakit otot dada. Di Indonesia, umumnya sinyal serangan jantung yang nampak ialah sakit di ulu hati, kembung serta seperti masuk angin. Tidak sama dengan di AS yang nyeri bermula dari dada, lalu menjalar ke lengan kiri serta leher. Yang menghebohkan, riset di Kampus Airlangga pada 1980-an tunjukkan, saat beberapa orang yang terasa masuk angin di check, sebenarnya 30 % diantara mereka terkena serang jantung koroner. Mitos 5 : dapat mendeteksi serangan jantung Salah besar. Ada argumen kuat kenapa serangan jantung bisa dimaksud 'the silent killer', tidak cuma di Indonesia, tetapi di semua dunia. Faktanya, sejumlah 30 % masalah serangan jantung tak mempunyai tanda-tanda serta selesai dengan kematian. Ini yang dimaksud sudden death. Pemberitahuan untuk pertama serta paling akhir kalinya. Memanglah, sebagian serangan jantung, terlebih bila dikarenakan bisul penyumbat pembuluh darah yang besar, menyebabkan tanda-tanda. Namun pecahnya bisul pembuluh darah yang kecil, yang ukurannya kurang dari 50 % penyumbatan, inilah yang mengakibatkan sudden death. Plak-plak kecil inilah yang jahat. Bagaimana tak, ia tak tampak dengan EKG, tak terdeteksi dengan tes treadmill. Ia baru bakal terlihat bila dikerjakan Multislice CT scan. Dari sinilah julukan silent killer berasal.