Waktu Posting : 28-05-2014 02:31 | Dibaca : 2541x
17-06-2014 08:40
Lensa kontak adalah alat medis yang dipergunakan sebagai alat bantu penglihatan, penggunaan terapeutik, dan kosmetikal. Penggunaan lensa kontak kebanyakan untuk menggantikan fungsi kacamata, mengatasi beberapa kekurangan dari kacamata itu sendiri, seperti meningkatkan kemampuan penglihatan perifer dan menghindari buramnya kacamata akibat hujan atau keringat. Namun, tak jarang lensa kotak dipakai hanya untuk mengubah penampilan mata seseorang. Lensa kontak dapat diklasifikasikan menurut beberapa aspek, termasuk kegunaan primer, material bahan, durasi penggunaan, dan penggantian lensa kontaknya. Menurut kegunaannya, lensa kontak terbagi atas lensa kontak untuk memperbaiki penglihatan, kosmetik, dan terapeutik. Dari material bahannya, bisa berupa lensa kontak rigid (berbahan PMMA/polymethyl methacrylate) yang tidak dapat mengantarkan oksigen dan RGP (rigid gas permeable) yang sekarang lebih populer karena dapat menghantarkan oksigen dengan baik) dan lensa kontak lunak, lebih dikenal dengan softlens yang menyediakan kemampuan penghantaran oksigen yang lebih baik, wetability dan nyaman.Ada juga berbahan campuran lensa kontak rigid dan lunak. Baca juga : Rahasia Kulit Sehat Lensa kontak dapat dikenal dari penggunaannya, beberapa istilah yang sering terdengar, seperti daily wear, yaitu lensa kontak yang hanya dapat digunakan untuk kegiatan sehari-sehari dan harus dilepas pada saat tidur dan extended wear atau continues wear yaitu lensa kontak yang dapat dipakai overnight, sampai enam hari bahkan dengan bahan yang terbaru dapat dipakai sampai 30 hari karena tingginya kemampuan penghantaran oksigen, tentunya dengan syarat-syarat yang sangat ketat, seperti tidak dipakai dalam lingkungan yang berdebu dan kotor sebelumnya. Dikenaljuga lensa kontak dari berapa lama ia dapat dipakai. Lensa kontakl unak single use atau sekali pakai yang dapat dipakai oleh orang-orang dengan riwayat alergi atau mudah terkena infeksi. Lensa kontak lunak lainnya, lensa kontak 2 mingguan atau 4 mingguan, bahkan ada yang setengah atau satu tahun. Lensa kontak rigid, biasanya dapat dipakai sampai beberapa tahun. Jika seseorang ingin menggunakan lensa kontak, sebelumnya harus memikirkannya secara matang. Selain itu, dalam keputusan itu memerlukan kerja sama yang baik antara fitter (biasanya seorang dokter mata atau di luar negeri dapat dilakukan oleh optometris) dan pengguna lensa kontak. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu seorang fitter harus dapat menentukan apakah mata pengguna dalam keadaan sehat dan mampu menggunakan lensa kontak, bahkan harus bisa mengajarkan cara menggunakan dan memelihara lensa kontak yang akan dipakai. Baca juga : Waspadai, Dampak Komputer Bagi Kesehatan Anda Nah, sebagai pengguna lensa kontak, yang paling penting adalah mengetahui secara baik dan disiplin dalam hal penggunaan lensa kontak. Misalnya saja, selalu mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun sebelum memegang lensa kontak. Lensa kontak sebaiknya secara rutin dibersihkan, dicuci dengan pencuci lensa kontak (harus selalu terjaga kebersihan cairannya), dan selalu mengecek apakah lensa kontak rusak atau tidak. Cairan pencuci lensa memegang peranan penting dalam pemeliharaan lensa kontak. Mengapa dapat terjadi komplikasi akibat lensa kontak? Tentunya hal ini terjadi akibat ketidaktahuan, kelalaian, dan ketidakmampuan dalam penggunaan lensa kontak secara baik dan disiplin. Hal yang dapat dilakukan adalah mengkonsultasikan kepada seseorang yang kompeten mengenai lensa kontak, jangan memaksakan memakai lensa kontak apabila sudah terjadi mata merah dan iritasi. Pakailah kacamata untuk sementara dan segerakan melakukan konsultasi ke dokter spesialis mata untuk mengatasi keluhannya. Jangan berusaha mengobati keluhannya tersebut dengan membeli obat tanpa resep dari dokter. Ternyata menggunakan lensa kontak itu tidak mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk memutuskan apakah kita sudah mampu memulai hidup dengan lensa kontak. Jagalah kesehatan mata Anda karena mata adalah jendela untuk melihat dunia ini.
14-07-2016 18:59
Sudah mencoba berbagai macam cara untuk menghilangkan komedo tapi nggak ada yang berhasil? Kalau gitu, cara yang satu ini bisa jadi alternatif barumu. Cuma pakai bahan-bahan yang ada di dapur, kamu bisa melenyapkan komedo di wajah. Baca juga : Saat Cuaca Panas, Ternyata Bukan Baju Hitam yang Harus Dihindari Salah satu bahan yang digunakan adalah odol atau pasta gigi. Hm, mungkin kedengarannya agak tak biasa, ya. Tapi seperti yang dilansir oleh theindianspot.com, kita bisa melenyapkan komedo dengan menggunakan odol sebagai salah satu bahannya. Selengkapnya, yuk ikuti infonya berikut ini. Bahan-Bahan pasta gigi (odol) garam atau baking soda air secukupnya es batu Baca juga : 7 Penyakit Akibat Ciuman Cara Membuat dan Mengaplikasikan 1. Campurkan pasta gigi dengan garam atau baking soda dengan perbandingan 2. Tambahkan sedikit air, aduk rata hingga menjadi pasta. 3. Basahi wajah yang sudah bersih. 4. Aplikasikan pasta ke permukaan kulit yang berkomedo. 5. Diamkan 5-10 menit
30-06-2024 00:19
Penyakit jantung menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak orang. Perlu diingat, penyakit ini tak hanya menyerang lanjut usia saja, namun anak muda juga berpotensi terserang penyakit jantung. Masih banyak anak muda yang menganggap remeh soal penyakit jantung. Terlebih, ada beberapa gejala dari penyakit ini yang disepelekan. Padahal, ciri-ciri penyakit jantung dapat muncul bahkan dari usia muda, lho. Apabila tidak terdeteksi dan segera mendapat tindakan, gejala tersebut bisa bertambah parah. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Selain hidup lebih sehat, cara ini turut meminimalisir terserang penyakit jantung di usia muda. Lantas, apa saja ciri-ciri penyakit jantung di usia muda? Simak pembahasannya dalam artikel ini. Meski baru menginjak usia muda, bukan berarti detikers tak dapat terserang penyakit jantung. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum-minuman alkohol, kurang tidur, dan ditambah jarang olahraga bisa membuatmu rentan terkena penyakit jantung. https://pafitarempakota.org/ Untuk lebih jelasnya, berikut sejumlah ciri-ciri penyakit jantung di usia muda : 1. Mengalami Nyeri Dada Ciri yang pertama adalah kerap mengalami nyeri dada. Hal ini bisa disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh arteri. Biasanya, rasa nyeri di dada akan berlangsung selama beberapa menit. Nyeri dada bisa terjadi kapan saja, baik saat beraktivitas maupun sedang istirahat. 2. Mudah Lelah Apakah detikers gampang lelah setelah melakukan aktivitas ringan hingga sedang? Jika iya, hal ini harus diwaspadai karena bisa menjadi ciri-ciri penyakit jantung di usia muda. Rasa lelah dapat disebabkan oleh berkurangnya pasokan oksigen dan darah ke otak serta otot. Jantung tidak bisa memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh. Alhasil, darah yang seharusnya dialirkan ke organ seperti otot-otot pada tangan atau kaki malah dialirkan ke jantung dan otak. Selain itu, rasa lelah yang muncul ketika bangun di pagi hari juga bisa menjadi indikasi masalah pada jantung. Apabila hal itu terjadi selama beberapa hari, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. 3. Tidur Mendengkur Banyak orang yang tidur sampai mendengkur atau ngorok. Namun, jika suara mendengkur begitu keras dan terdengar seperti terengah-engah, itu bisa menjadi pertanda Obstructive Sleep Apnea (OSA). OSA merupakan kondisi ketika dengkuran mengakibatkan terputusnya napas saat tidur. Kondisi itu dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah dan menimbulkan tumpukan karbon dioksida. Nah, OSA juga membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang nantinya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 4. Muncul Rasa Sakit di Tubuh Bagian Kiri Dalam beberapa kasus, seseorang mengalami rasa sakit atau nyeri pada anggota tubuh bagian kiri. Rasa sakit itu umumnya muncul pertama kali di dada, lalu menyebar ke bagian luar dada seperti pundak atau lengan. Rasa nyeri tersebut dapat menjadi indikasi adanya penyumbatan pembuluh darah atau otot jantung yang melemah. Gejala yang satu ini perlu diwaspadai sebab dapat menjadi pertanda seseorang mengalami gagal jantung, penyakit jantung koroner, hingga perikarditis. 5. Sesak Napas Ciri-ciri berikutnya adalah mengalami sesak napas. Banyak orang yang mengira sesak napas adalah indikasi gangguan di sistem pernapasan. Padahal, dalam kondisi tertentu sesak napas bisa menandakan seseorang mengalami masalah pada jantungnya. Soalnya, penyakit jantung dapat membuat aliran darah dari jantung ke organ tubuh menjadi tidak lancar. Hal tersebut yang kemudian dapat menimbulkan sesak napas. Sesak napas umumnya muncul ketika sedang menjalani aktivitas. Namun, dalam beberapa kasus sesak napas bisa muncul saat tengah beristirahat atau berbaring. Kondisi tersebut umumnya merupakan indikasi gagal jantung. 6. Batuk Kronis Batuk yang terjadi secara terus menerus perlu jadi perhatian lebih. Soalnya, kondisi itu bisa menjadi salah satu gejala gagal jantung. Ketika terjadi gagal jantung, kontraksi jantung menjadi lebih lemah. Kondisi tersebut menyebabkan cairan masuk ke dalam paru-paru sehingga memicu tubuh untuk menghilangkan kelebihan cairan itu dengan cara batuk. Umumnya, batuk pada penyakit gagal jantung akan mengeluarkan dahak kental berwarna putih. Dalam sejumlah kasus, batuk juga disertai bercak darah. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang di usia muda bisa terserang penyakit jantung. Mengutip laman Cardio Metabolic Institute, berikut sejumlah penyebabnya : 1. Kelebihan Berat Badan Kelebihan berat badan punya pengaruh besar terhadap risiko terkena serangan jantung. Meski begitu, seseorang yang mengalami berat badan berlebih juga memiliki masalah kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol tinggi. 2. Tekanan Darah Tinggi Ada banyak kasus seseorang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi di usia muda hingga dewasa. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, yakni suatu penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Hipertensi dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya merokok dan stres berat. Selain itu, jarang berolahraga juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. 3. Merokok dan Vape Penyebab utama anak muda mengalami penyakit jantung karena kebiasaan merokok dan vaping. Menurut berbagai penelitian, seseorang yang merokok satu bungkus dalam sehari berisiko meningkatkan serangan jantung dua kali lipat dibandingkan dengan bukan perokok. Meskipun rokok memiliki kemungkinan lebih besar yang menyebabkan serangan jantung daripada vape, namun bukan berarti vape aman untuk dipakai. Rokok elektrik tersebut mengandung nikotin dan senyawa beracun yang mempercepat detak jantung serta meningkatkan tekanan darah. Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan, vape membuat seseorang 34% lebih mungkin terkena serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak vape. Itu dia enam ciri-ciri penyakit jantung yang menyerang usia muda. So, jaga kesehatan dari sekarang.